<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622</id><updated>2011-08-31T08:34:43.772-07:00</updated><title type='text'>wealth is mine</title><subtitle type='html'>[uang akan muncul di tempat orang-orang yang mencarinya]</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1035872128036510095</id><published>2011-08-25T17:53:00.001-07:00</published><updated>2011-08-25T17:53:47.038-07:00</updated><title type='text'>Puasa dan Etos Kerja</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, nggak kerasa puasa Ramadhan telah memasuki hari ke 26. Di hari-hari awal puasa kemarin anak-anak sempat ngobrolin ibadah puasa yang tetap masuk sekolah...  koq rasanya lumayan berat???  Sebagai orang tua, saya pun mencoba menyemangati bahwa apabila kita menjalani kewajiban puasa ini dengan niat yang sungguh-sungguh dan semata-mata karena Allah SWT, Insya Allah akan tidak terasa berat menjalaninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa bacaan tentang perjuangan Rasulullah SAW, saya mencoba menjelaskan kepada anak-anak bahwa dulu pernah saat bulan Ramadhan Rasulullah SAW memimpin 313 kaum muslimin justru berhasil mengalahkan pasukan musyrikin Quarisy yang jumlahnya sekitar 950 orang, yang di dalam sejarah Islam dikenal dengan nama Perang Badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah di sini yang perlu diteladani adalah justru semangat juang dan etos kerjanya para pasukan muslim yang saat itu justru sedang menjalani ibadah puasa Ramadhan. Bayangkan, meski dalam kondisi yang berat yaitu harus berperang dan berjihad untuk menegakkan syiar Islam pasukan Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah SAW tetap menjalankan ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya kita mencontoh dan meneladani peristiwa di atas sebagai pemacu semangat untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan seperti  layaknya hari-hari biasa, jadi ya  tetap beraktifitas seperti layaknya kalau kita sedang tidak berpuasa. Kalau kita bandingkan dengan peristiwa  Perang Badar, kegiatan kita bekerja dan bersekolah sehari-hari kan nggak ada apa-apanya. Kita sudah seharusnya tetap melestarikan dan menumbuhkan semangat juang dan etos kerja yang tinggi seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang justru banyak diabaikan dan dilupakan  oleh  kaum muslimin saat ini. Ironisnya justru banyak para pihak yang  justru malah mengurangi jam kerja di kantornya, serta mencari pembenaran terhadap kemerosotan produktifitas, bekerja sambil bermalas-malasan dengan mencari kambing hitam bahwa semua ini karena sedang menjani ibadah puasa. Fakta yang seperti ini kan jelas sangat bertolak belakang atau sangat kontradiksi dengan fakta parang Badar di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, kalau dikarenakan kita menjalani ibadah puasa tubuh atau fisik kita jadi mudah letih dan lemas itu adalah konsekuensi yang wajar. Tetapi bila kita mencari pembenaran bahwa gara-gara puasa produktifitas kerja, semangat kerja dan etos kerja menjadi ‘menurun’, sepertinya hal ini yang seharusnya dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua bisa menjalani sisa beberapa hari puasa Ramdhan ini dengan sebaik-baiknya dan mampu meraih kemenangan yang hakiki untuk menjadi  umat muslim yang lebih bertaqwa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1035872128036510095?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1035872128036510095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1035872128036510095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1035872128036510095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1035872128036510095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2011/08/puasa-dan-etos-kerja.html' title='Puasa dan Etos Kerja'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-7932172077293546796</id><published>2011-06-12T20:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T19:40:47.090-07:00</updated><title type='text'>Jangan sampai kalau sudah duduk, lupa berdiri...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XC8nPOHb91Q/TfWG1BxRswI/AAAAAAAAALI/xCRHpgmmzEw/s1600/comfort-zone4blog.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="174" width="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-XC8nPOHb91Q/TfWG1BxRswI/AAAAAAAAALI/xCRHpgmmzEw/s200/comfort-zone4blog.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat salah satu iklan furniture yang slogannya : ‘kalau sudah duduk, lupa berdiri’, kan? Sebagai praktisi periklanan saya salut dengan pencipta slogan ini, karena pas dan cocok banget untuk menjelaskan positioning sekaligus kelebihan produk furniture tersebut. Tapi jangan salah, kalau kita mau belajar dari slogan ini, banyak hal yang bisa kita diskusikan lebih lanjut. Misal untuk menggambarkan situasi dan kondisi akhir-akhir ini di negeri tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah slogan ini cocok banget untuk diterapkan kepada para pemimpin, pejabat, dan para politisi di Republik ini. Begitulah, saking enaknya mereka menikmati ‘nyamannya’ kekuasaan dengan segala previlege-nya. Sudah menjadi rahasia umum kalau mereka-mereka ini sejatinya memang kecanduan menikmati kekuasaan. Kata rakus dan serakah barangkali predikat yang pas untuk dilekatkan pada mereka semua. Lihat saja, bagaimana mereka dengan segala macam cara selalu berusaha untuk dapat melanggengkan kekuasaannya. Saat menjadi pemimpin, yang seharusnya memikirkan bagaimana mengurus dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, mereka malahan asyik memikirkan kesejahteraan diri sendiri dan kelompoknya sekaligus berupaya bagaimana caranya dapat berkuasa kembali untuk periode yang selanjutnya. Inilah gambaran umum yang menggejala di republik tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita terapkan dalam diskusi yang terkait bisnis kita, slogan ini juga sangat penting artinya. Jangan sampai kita terlena dan berleha-leha dengan apa yang telah kita capai selama ini. Atau bahasa sederhananya adalah cepat berpuas diri. Ingat, yang namanya dunia usaha itu selalu berubah dengan cepat. Kalau kita terlena dengan apa yang telah kita capai, rasanya nggak lama lagi bisnis kita bakalan ketinggalan kereta dunia usaha yang meluncur cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepingin bukti? Lihat saja berapa banyak usaha yang sudah gulung tikar gara-gara tidak mampu membaca perubahan trend di pasar yang begitu cepatnya. Berapa banyak wartel, warnet yang gulung tikar gara-gara pesatnya teknologi informatika yang memungkinkan setiap orang sekarang ini bisa melakukan segala hal hanya melalui perangkat handphone di tangannya. Seolah dunia ada di dalam genggaman tangannya. Berapa banyak pengusaha jasa angkutan kota yang berada dalam kondisi senin-kemis gara-gara penumpangnya saat ini memilih mengendarai sepeda motor untuk kemudahan transportasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan ‘kalau sudah... duduk lupa berdiri’, kalau kita kaji lebih jauh juga menyiratkan akan pentingnya para business owner untuk selalu mengontrol diri, mengendalikan diri, dan lebih jauh lagi untuk selalu mengevaluasi kinerja usahanya, mengantisipasi perubahan trend di pasaran, dan menetapkan langkah-langkah perubahan yang diperlukan. Kalau perlu mencari dan menggali lagi peluang-peluang baru yang bisa digarap dan potensi-potensi baru yang belum dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga harus selalu siap untuk melakukan pembaharuan sekaligus mencoba tantangan yang lebih sulit dalam usaha yang kita geluti, tentunya dengan tidak melupakan pengalaman-pengalaman di masa lalu sebagai referensi. Jangan biarkan pengalaman akan kegagalan yang pernah terjadi menjadi mental block yang membuat kita tidak berani sama sekali untuk keluar dari comfort zone yang telah kita capai saat ini. Tentunya, ini semua berangkat dari pemikiran kalau kita kepingin memiliki usaha yang lebih maju lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-7932172077293546796?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/7932172077293546796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=7932172077293546796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/7932172077293546796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/7932172077293546796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2011/06/jangan-sampai-kalau-sudah-duduk-lupa.html' title='Jangan sampai kalau sudah duduk, lupa berdiri...'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XC8nPOHb91Q/TfWG1BxRswI/AAAAAAAAALI/xCRHpgmmzEw/s72-c/comfort-zone4blog.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-4831127868899412164</id><published>2011-06-07T19:51:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T19:51:04.772-07:00</updated><title type='text'>Awas! Sama katanya bisa beda maknanya...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-F4LfjruVtTM/Te7jWHqaSUI/AAAAAAAAALA/0_yIUGo7QUg/s1600/kata2.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="140" width="139" src="http://3.bp.blogspot.com/-F4LfjruVtTM/Te7jWHqaSUI/AAAAAAAAALA/0_yIUGo7QUg/s200/kata2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin iklan tawaran sekolah ke luar negeri yang pernah marak di koran nasional, saya pernah punya pengalaman yang lucu tentang ini. Waktu itu, sebenarnya hanya iseng saja kepingin tahu, apa dan bagaimananya tawaran iklan tsb. Mulailah saya cari informasi via telpon, dan akhirnya diundang ke pertemuan dengan para orang tua lainnya yang juga kepingin tahu program yang ditawarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukannya mau menceritakan paparan program dari penyelenggara jasa yang mengurusi sekolah ke luar negeri tsb. tapi lebih ke betapa antusiasnya para orang tua yang datang. Seorang ibu yang duduk di sebelah saya dengan dandanan bak hendak ke pesta lengkap dengan semua perhiasannya tiba-tiba menyapa dengan nada sedikit merendahkan karena melihat penampilan saya yang kontras dengannya [hanya pakai polo shirt, celana jeans dan ransel]. “Anak saya yang  di SMA Negeri unggulan, kepingin nantinya sekolah ke Luar Negeri... Kalau bapak, anaknya sekolah di SMA mana?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun dengan santainya menjawab apa adanya, “Anak saya masih SMP koq bu... tapi di luar negeri...” [kejadian ini memang waktu anak saya masih di SMP].  Jawaban saya sebenarnya belum selesai,  tapi ibu tsb. memotong jawaban saya [mungkin penasaran], “Wuah hebat ya anaknya... masih SMP sudah berani  sekolah di luar negeri. Ngomong-ngomong di sekolahin di mana pak luar negerinya? Lha terus ini mau ndaftarin adiknya ya...?”.  Waduh. Ibu ini bener-bener sok tahu dan tipe yang kalau sudah ngomong nggak bisa distop, maunya dia sendiri yang didengerin. Terpaksa saya potong juga omongannya, “Anu bu...maksud saya di luar negeri  itu... nggak di SMP Negeri, tapi di SMP Swasta.” Mendengar penjelasan saya, si ibu tsb. langsung melengos dan nggak mau ngajak ngomong lagi. Dalam hati saya pun tertawa sendiri, emang gue pikirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kekayaan bahasa Indonesia. Kata yang sama ‘luar negeri’ ternyata beda maknanya. Aneh kan? Banyak lagi kata-kata di dalam bahasa Indonesia yang bisa berbeda maknanya tergantung pada situasi, kondisi, ataupun konteksnya.  ‘Gak percaya. Ada lagi contoh. Seorang cewek yang dirayu habis-habisan sama pacarnya, sambil tersipu dan tersenyum malu cuman bisa ngomong,  “Dasar rayuan gombal...”. Buat si cewek kata ‘gombal’ bermakna ‘terlalu berlebihan’ atau bahasa anak Jakarta sekarang ‘lebay’ banget. Padahal dalam benak saya yang namanya ‘gombal’ itu kan lap kain yang sudah dekil sekaligus  bau. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘gelar’, juga bisa beda maknanya tergantung dari pemanfaatannya dalam sebuah kalimat. Kalau dikaitkan dengan pencapaian di dunia pendidikan, kata ‘gelar’ menjadi sangat penting maknanya. Begitu banyak orang yang sekolah hingga tingkat S1 ataupun S2, karena memang ingin mengejar gelar setinggi mungkin agar nantinya dapat bermanfaat untuk memperbaiki posisi maupun karirnya di dunia kerja, sehingga dengan gelarnya yang seabrek bisa jadi jaminan hidup mulia. Berbeda dengan kata ‘gelar’ bila dikaitkan dengan penjual gudeg lesehan di emperan Malioboro-Yogya yang bermakna erat dengan lembaran tikar yang bakal digela sebagai tempat lesehan para konsumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik adalah kata ‘bohong’. Bisa diartikan sebaliknya tergantung dari konteks pemakaian kata ‘bohong’ tsb. ‘Bohong’ kan artinya mengatakan sesuatu itu ‘ada’,  padahal sebenarnya ‘tidak ada’ dasar realitasnya atau kenyataannya. Misal, bilang punya pacar, padahal kenyataannya tidak punya. Cerita kalau dirampok padahal tidak ada kejadiannya. Dsb. Nah, uniknya kata ‘bohong’  juga bisa digunakan untuk mengatakan sesuatu itu ‘tidak ada’,  padahal realitas atau kenyataannya ‘ada’. Misal, ketika temennya minta ditraktir makan siang bilangnya ‘tidak ada’ uang, padahal sebenarnya ‘ada’ sejumlah uang di dompetnya. Jadi tambah bingung kan. Tapi begitulah faktanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kata yang ditambah di depan atau belakangnya dengan kata lain  jadi berubah maknanya. Mantan presiden Gus Dur pernah saat  menjadi tamu di reality show ‘Kick Andy’ ditanya tentang siapakah polisi di Indonesia yang jujur. Presiden Gus Dur pun menjawab bahwa hanya  ada 3 polisi yang jujur, pak Hugeng [jendral, mantan Kapolri],  ‘patung polisi’, dan ‘polisi tidur’.  Terlepas dari  ketidak setujuan saya pada humor Gus Dur tsb. karena  belum tentu kebenarannya, arti kata polisi memang menjadi berubah maknanya. Khususnya pada kata ‘polisi tidur’ yang digunakan untuk merujuk pada ‘gundukan’  di jalanan yang berfungsi sebagai penghalang agar pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya. Terus terang , sampai sekarang saya masih kagum dengan pencetus kata ini,  cerdas banget. Kenapa ya... nggak dibilang ‘kuburan masal’ aja, biar yang mau lewat secara psikologis merasa takut dan langsung memperlambat kendaraannya. Lho kok saya jadinya mau ikutan ngatur bahasa Indonesia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut lagi, ada juga kata yang sering bertukar arti, tergantung dari cara pandang si pemakai kata tsb. Kata ‘jauh’ misalnya, buat teman saya yang sering bolak-balik Jakarta-Surabaya dengan pesawat terbang bilang, “Surabaya sih deket... sejam juga nyampe”. Kata ‘jauh’ berubah makna menjadi ‘dekat’, meskipun buat saya tetap saja jauh karena berjarak ratusan km. Lain ceritanya kalau yang bilang ‘jauh’ adalah tukang parkir liar yang selalu ada di pinggir jalan, “Terus... terus... maju lagi... jauh... jauh...”, mobil kita sudah mau nyenggol mobil yang parkir di depan kita dan jaraknya tinggal sekitar 15 cm dibilangnya masih ‘jauh’. Nah, dalam cara pandang tukang parkir tsb. jarak yang ‘dekat’ sekitar  15 cm dimaknai ‘jauh’. Bertukar arti kan, ‘jauh’ jadi ‘dekat’, yang ‘dekat’ jadi ‘jauh’!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau telusuri lebih jauh masih banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia yang sama ‘kata’nya namun berbeda ‘makna’nya. Silakan dilanjutkan pencariannya... hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-4831127868899412164?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/4831127868899412164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=4831127868899412164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4831127868899412164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4831127868899412164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2011/06/awas-sama-katanya-bisa-beda-maknanya.html' title='Awas! Sama katanya bisa beda maknanya...'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-F4LfjruVtTM/Te7jWHqaSUI/AAAAAAAAALA/0_yIUGo7QUg/s72-c/kata2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-7647325382384650444</id><published>2011-06-06T02:33:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T02:35:26.759-07:00</updated><title type='text'>Sukses, ‘jadi orang’, banyak uang...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-7hLmiN3xVt0/TeyfTEBy-kI/AAAAAAAAAK4/pjc-SLwKOzo/s1600/success.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-7hLmiN3xVt0/TeyfTEBy-kI/AAAAAAAAAK4/pjc-SLwKOzo/s200/success.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615037985271773762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara jejaring sosial macam facebook dan twitter, yang ternyata mampu menyambungkan kembali tali silaturahim antar kawan lama, akhir-akhir ini banyak banget kegiatan ‘reunian’ yang mesti kita hadiri. Konsep ketemuannya sih oke banget, tapi rasanya kok ada juga beberapa teman yang menggunakannya untuk ajang ‘pamer kesuksesan’. Nah biasanya, berdasarkan pengalaman, kalau yang kebetulan yang ikutan ngumpul ‘merasa kurang sukses’, pada ketemuan berikutnya bisa dipastikan nggak bisa hadir drngan berbagai alasan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, pada salah satu ‘reunian’ ada teman saya Dody yang tiba-tiba nyeletuk, &lt;br /&gt;“ Wuah sekarang  si Indra sudah ‘jadi orang’ ya... sudah sukses... sudah kaya...”. &lt;br /&gt;Dan akhirnya, pembicaraan memang jadi berbelok ke arah pencapaian sukses dari teman-teman yang lain. Yang begini ini yang kurang menarik dalam acara reunian. Bukannya ngomongin cerita yang dulu-dulu dan yang lucu-lucu biar kita semua bisa bernostalgia, eh kok malah jadi ngomongin harta kekayaan, punya ini, punya itu, dsb. Kalau kekayaan tsb. diperoleh dengan ‘berniaga’, punya bisnis atau usaha yang syariah, pastinya saya salut 1000%. Tapi kalau yang ngomongin kekayaan tsb. adalah mereka yang berkiprah sebagai pejabat pemerintah,  maaf saja... temans, saya langsung kepingin muntah. Topik pembicaraan yang seperti inilah yang biasanya bikin saya males untuk ikutan nimbrung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, konsep ‘jadi orang’ jaman para orang tua dulu tuh mengacu ke suatu pencapaian hidup yang mengandung makna sangat dalam, nggak hanya sekadar terjebak ke pencapaian kekayaan tertentu. Atau dengan kata lain, istilah ‘jadi orang’ atau ‘sukses’ itu tidak identik dengan ‘jadi orang kaya’.  Misal, menjadi seorang staff pengajar di perguruan tinggi atau guru di sebuah SMA, dengan gaya hidup yang sederhana, pun boleh dibilang juga ‘jadi orang’ atau ‘sukses’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut aku, seseorang bisa dikatakan ‘sukses’ bila dalam hidupnya ia berusaha dan berjuang hingga akhirnya mampu meraih prestasi tertentu yang membanggakan. Dan mampu memanfaatkan semua kapasitas yang ada dalam dirinya untuk kebaikan orang lain dan masyarakat, tidak hanya sekadar untuk kepentingan diri pribadinya saja.  Tingkat kepribadiannya berkembang menjadi lebih berkarakter dan lebih matang dalam menghadapi segala permasalahan di dalam kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, jaman sekarang ini, banyak orang beranggapan kalau ‘jadi orang’ atau ‘sukses’ itu identik dengan ‘jadi orang kaya’. Padahal betapa banyak saat ini, ‘orang jadi kaya’ yang  hartanya diperoleh dengan cara yang tidak benar [alias korupsi], tidak melalui proses kerja keras dan berjuang di ‘jalan yang benar’. Mereka yang berada dalam kelompok ini biasanya memang memperoleh kekayaannya dengan cara gampang, sehingga tidak melalui proses berdialog dengan hati nuraninya. Juga tidak pernah ada proses pematangan di dalam kepribadiannya, baik melalui perenungan maupun kontemplasi pemikiran. Yang ada dalam pikirannya hanyalah spirit ‘jalan pintas’ dan keinginan untuk mendapatkan segalanya dengan instan, termasuk menghalalkan segala cara dan bahkan seringkali ada pihak lain yang dirugikan. Lha terus apakah yang seperti ini masih bisa dibilang ‘jadi orang’ atau ‘meraih sukses’???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena saat ini, memang begitu banyak orang yang tergila-gila pada uang. Mereka yang wara-wiri dengan mobil keren, memakai pakaian ‘branded’, hobi shopping ke luar negeri, pada kenyataannya memang diperlakukan dengan lebih terhormat dibanding dengan mereka yang tampil sederhana  dan ‘biasa-biasa’ saja. Barangkali inilah yang membuat definisi tentang ‘jadi orang’ atau pun ‘sukses’ bergeser artinya. Saat ini, sukses = banyak uang. Konyolnya, semakin banyak uangnya semakin banyak pula kebutuhan yang harus dipenuhinya. Bahkan seringkali kita mendengar keluhan teman dan kolega kita bahwa mereka selalu merasa kekurangan uang terus, kebutuhan yang harus dipenuhi koq selalu nggak ada habisnya.  Nah lho... jadi terjebak dan diperbudak oleh uang kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia hidup itu memang tidak bisa lepas dari uang. Semua orang butuh uang untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Semua orang memang kepingin punya rasa aman dengan punya tabungan, punya rumah, punya kendaraan yang mampu mendukung transportasinya, kepingin meningkatkan kualitas hidupnya, dsb. Tapi alangkah baiknya bila kita tidak terjebak ke arah semangat untuk ‘mendewakan uang’ alias uang menjadi prioritas utama dengan menisbikan begitu saja apa sejatinya makna hidup kita. Bahkan banyak yang melupakan bahwa sebenarnya untuk apa sih tujuan hidup kita ini? Apakah kebahagiaan hidup itu hanya bisa diraih dengan cara kita memiliki banyak uang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sharing kali ini dapat menjadi bahan renungan...  yang tentunya dengan harapan dapat memperkaya kualitas hidup kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-7647325382384650444?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/7647325382384650444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=7647325382384650444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/7647325382384650444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/7647325382384650444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2011/06/sukses-jadi-orang-banyak-uang.html' title='Sukses, ‘jadi orang’, banyak uang...'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7hLmiN3xVt0/TeyfTEBy-kI/AAAAAAAAAK4/pjc-SLwKOzo/s72-c/success.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-6353634165622455292</id><published>2009-08-20T19:55:00.001-07:00</published><updated>2009-08-20T20:00:09.145-07:00</updated><title type='text'>Marhaban Yaa Ramadhan</title><content type='html'>Puasa Ramadhan datang menjelang. Seperti yang lalu-lalu, bulan suci umat Islam ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh kita semua.  Melalui tulisan ini, saya mengajak semuanya yang diwajibkan menjalankan ibadah puasa, untuk menguatkan kembali  niat dan semangat kita dalam menjalankan ibadah puasa kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya pula selama bukan suci ini bila kita bisa memperbanyak berdoa  semoga Allah memberikan tenaga , kelapangan dan kesempatan nebgerjakan ibadah puasa ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Tentunya dengan harapan semoga Allah akan memberikan taufik &amp; hidayahnya bagi kita semua, sehingga kita mengerjakan puasa dengan hati yang ikhlas dan hanya untuk mengharap ridho-Nya. Selain itu, bulan ramadhan juga dapat kita gunakan untuk mendidik  diri, keluarga dan lingkungan terdekat kita ke arah  pemantapan iman &amp; taqwa kita semua kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, saya  mohon keikhlasannya Anda semua untuk memberikan maaf atas segala kekhilafan dan kesalahani baik berupa perkataan maupun tindakan.  Marhaban Yaa Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir &amp; bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya, semoga saya dan Anda semua dapat menyambut bulan suci Ramadhan --bulan nan penuh berkah, bulan pengampunan dan perjuangan-- dengan penuh sukacita, dan siap baik secara fisik, mental maupun ilmu sehingga nantinya kita semua bisa menjadi manusia baru  yang mendapatkan segala berkah &amp; kebaikan selama bulan Ramadhan ini, dan tentunya agar kita semua menjadi umat muslim  yang lebih baik dari sebelumnya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-6353634165622455292?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/6353634165622455292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=6353634165622455292' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6353634165622455292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6353634165622455292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2009/08/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban Yaa Ramadhan'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5187240521831437146</id><published>2009-07-24T06:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T06:59:10.582-07:00</updated><title type='text'>Menyigi Barang Bermerk dan Perilaku Konsumen</title><content type='html'>Apa sih yang mendorong konsumen kelas atas untuk memilih dan membeli barang yang bermerk [branded] dan eksklusif? Apalagi kalau mereka membelinya saat jalan-jalan ke London, Roma, Singapore, Bangkok, dsb. Fenomena ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana teman kita yang habis jalan-jalan ke manca Negara terus bercerita bahwa branded shoes-nya dibelinya di Paris. Meskipun pada kenyataannya barang yang dibeli tsb. sebenarnya juga dijual di Plaza Senayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita kaji lebih lanjut, nampak bahwa barang bermerk [branded items] dibeli bukannya berdasarkan alasan tunggal karena orang membutuhkannya, tapi juga dari manfaatnya sebagai komponen social, banyak konsumen yang merasa lebih bangga karena membeli barang tsb di Hongkong, Singapura, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas terlihat dalam kasus ini bahwa ternyata konsumen tidak sekadar membeli barang bermerk, namun juga membeli sebuah pengalaman yang inheren dengan merk tsb. Yaitu kebanggaan  untuk bercerita bahwa barang ini dibelinya ketika jalan-jalan di London. Eksklusifitas menjadi sangat penting di sini. Semakin sedikit &amp; susah diperoleh akan semakin diburulah barang tsb. Contoh lain lagi, ketika Blackberry baru mulai keluar, banyak sekali pejabat pemerintah, wakil rakyat, para eksekutif muda, para trendsetter  dll., yang berebut untuk memilikinya. Mereka menghargai eksklusifitas sebagai ‘pemilik yang pertama’ barang tsb. sebagai cara untuk mengaktualisasikan kelebihan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali  bahwa keinginan untuk tampil berbeda dengan memiliki dan mengkonsumsi barang-barang bermerk tsb. memperlihatkan keinginan dasar manusia yang selalu ingin diakui oleh lingkungannya. Dan selalu ingin mengaktualisasi diri secara terbuka. Branded items atau barang-barang bermerk yang eksklusif pun berfungsi menjadi suatu pelepasan  yang sangat mendasar bagi eksistensi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di level social yang menengah, perilaku konsumen yang seperti di atas juga berlaku. Mereka juga menginginkan eksklusifitas. Dan fenomena inilah yang dimanfaatkan oleh para pengusaha yang jeli melihat peluang tsb. Lihat saja, sekarang begitu banyak Factory outlet bermunculan di kota-kota besar Indonesia. Rata-rata juga laris manis jualannya. Karena FO-FO ini  berusaha memanfaatkan  merek global untuk memuaskan dahaga konsumen yang ingin tampil  eksklusif dengan barang-barang branded yang sejatinya tidak terbeli bila masuk ke gerai-gerai resmi principal International Branded Products tsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan menjamurnya Distro [distribution outlet] dipicu dengan semangat untuk menyajikan barang-barang yang eksklusif dan jumlahnya terbatas [limitasi]. Hanya saja yang dijual di sini kebanyakan merk-merk buatan sendiri namun tidak diproduksi secara massal. Biasanya barang yang dipajang di Distro jumlahnya nggak banyak, sehingga keunikannya tetap terjaga dan dicari oleh penggemarnya. Kalau punya anak ABG pasti pernah direpotkan dengan ulah mereka yang ‘ngotot’ untuk membeli pakaian yang diinginkannya di Distro-distro. Dan harganya pun juga jelasnya akan lebih mahal dibanding dengan  barang sejenis yang ada di Toserba biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang sudah punya usaha di bidang garmen dan sejenisnya barangkali juga perlu belajar lebih dalam lagi tentang trendsetter dan psikologi &amp; perilaku dasar konsumen yang menjadi target marketnya. Siapa tahu begitu nge-click dan ketemu peluang usaha, Anda bisa menjadi trendsetter barang eksklusif [entah apa barangnya] yang nantinya diburu konsumen seperti kaos Dagadu, yang dipositioningkan sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Kalau belum beli kaos Dagadu berarti belum keYogya. Atau juga Kaos Joger di Bali yang berhasil menjadi ikon Pulau Dewata tsb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5187240521831437146?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/5187240521831437146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=5187240521831437146' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5187240521831437146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5187240521831437146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2009/07/menyigi-barang-bermerk-dan-perilaku.html' title='Menyigi Barang Bermerk dan Perilaku Konsumen'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-6164407116322897754</id><published>2009-07-24T06:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T06:45:38.534-07:00</updated><title type='text'>‘Berbagi’ di hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/Smm6YivzA9I/AAAAAAAAAKc/DlCtKf1wYCM/s1600-h/P7204451.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/Smm6YivzA9I/AAAAAAAAAKc/DlCtKf1wYCM/s200/P7204451.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362021762168194002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/Smm6YYTtYmI/AAAAAAAAAKU/Z64bKhzZ8A8/s1600-h/P7204439.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/Smm6YYTtYmI/AAAAAAAAAKU/Z64bKhzZ8A8/s200/P7204439.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362021759366029922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/Smm6YDR8IoI/AAAAAAAAAKM/ByrYdIxu2tQ/s1600-h/P7204433.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/Smm6YDR8IoI/AAAAAAAAAKM/ByrYdIxu2tQ/s200/P7204433.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362021753721463426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 20 Juli 2009 kemarin adalah hari libur nasional berkaitan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tiba-tiba terpikir kok kepingin memaknai hari besar dan bersejarah bagi umat Islam ini dengan sesuatu yang bermanfaat. Memang untuk urusan agama &amp; keimanan, kita sekeluarga berusaha untuk terus belajar dan belajar agar lebih baik lagi. Saya pribadi pun ingin mengajarkan kepada anak-anak apa saja  kewajiban kita sebagai muslim yang harus dilakukan, tentunya agar di kemudian hari nanti ketika mereka sudah dewasa dapat menjadi umat muslim yang baik &amp; benar yang selalu mengamalkan ajaran agamanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berembug dengan istri &amp; anak-anak, akhirnya  tercetus ide untuk berbagi dengan para anak yatim, piatu, dan dluafha. Mumpung juga masih terkait dengan dimulainya tahun ajaran baru, di mana banyak dari mereka yang membutuhkan biaya extra untuk membeli buku, seragam, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat Nabi Muhammad SAW menegaskan : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barang siapa di antara kaum muslimin yang menanggung makan dan minum anak yatim, maka Allah akan memberikan kecukupan  penghidupan baginya, serta mengharuskan dia masuk surga kecuali bila dia melakukan dosa yang tak terampuni” [HR Turmudzi]. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah kita bagi tugas. Aku &amp; anak-anak menyiapkan tempat di rumah dan segala sesuatu yang diperlukan untuk acara ini.. Istri langsung ke rumah  ustadz Nur Cahaya, [lulusan UIN yang juga guru ngaji anak-anak di rumah] untuk meminta kesediaannya memberi sedikit tauziah dalam acara tsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya, pk. 16.00 rombongan 20 anak-anak Yatim, Piatu &amp; Dhluafa -- yang ada di sekitar komplek tempat  kita tinggal – langsung berdatangan. Acara pun langsung kita mulai. Meskipun duduk berdesakan di karpet di ruang tamu kami, tapi nampak mereka semua gembira  menerima undangan keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Nur Cahaya memulai siraman rohaninya dengan mengingatkan kita tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dan pentingnya kita melaksanakan kewajiban Sholat 5 waktu. Kemudian dilanjut dengan cerita menarik yang membangkitkan semangat anak-anak Yatim, Piatu &amp; Dhluafa agar tetap semangat belajar dan tetap focus kepada apa yang dicita-citakannya. Kalau kita mau berusaha pasti nantinya selalu ada jalan untuk meraihnya. Walaupun kondisi ekonomi kita serba minim, yang penting tetap semangat untuk bisa meraih prestasi sehingga nantinya kan bisa mendapat beasiswa dsb. Dan hal itu sudah dibuktikan oleh ustadz Nur Cahaya sendiri yang selalu mendapat beasiswa dan akhirnya  telah berhasil lulus  kuliah di UIN [Universitas Islam Negeri Jakarta].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pk. 17.00 acara ini kita tutup dengan doa bersama. Sejujurnya, apa yang kita sekeluarga  lakukan saat ini dalam hal berbagi dengan anak yatim, piatu &amp; dhluafa memang belum seberapa bila dibandingkan dengan total kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Namun setidaknya tujuan saya untuk belajar menjadi umat muslim yang lebih baik dan mempraktekkannya serta mengamalkannya bersama istri &amp; anak-anak bisa terlaksana. Karena buat apa kita menjadi umat muslim kalau tidak pernah mengamalkan ajarannya dalam kehidupan. Ya, Allah maafkan hambamu ini, karena baru 22 anak yatim, piatu &amp; dhluafa yang saat ini bisa saya bantu. Semoga di lain kesempatan atas Kehendak-Mu Ya Allah bisa lebih banyak lagi anak yatim, piatu &amp; dhluafa yang bisa saya bantu. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-6164407116322897754?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/6164407116322897754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=6164407116322897754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6164407116322897754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6164407116322897754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2009/07/berbagi-di-hari-isra-miraj-nabi.html' title='‘Berbagi’ di hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/Smm6YivzA9I/AAAAAAAAAKc/DlCtKf1wYCM/s72-c/P7204451.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-832171559323713920</id><published>2009-05-30T18:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T18:18:24.733-07:00</updated><title type='text'>Warga Negara = konsumen</title><content type='html'>&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ngomongin isu bahwa salah satu cawapres adalah penganut faham ekonomi neoliberal benar nggak sih? Kalau saya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melihatnya bahwa Negara kita entah kapan mulainya kok justru memang sudah masuk ke faham ekonomi neoliberal [entahlah apakah salah satu cawapres tsb. juga terlibat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi arsiteknya?]. Sadar nggak [entah sejak kapan] kita selau mendengar jargon ekonomi ‘pasar bebas’, ‘serahkan ke mekanisme pasar’, ‘privatisasi’, ‘deregulasi’, dsb. [apalagi ya?] yang jelas-jelas ini semua &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; jargon yang diusung dari negara-negara berfaham neoliberal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terus secara nggak terasa dampaknya memang cukup mengerikan buat kita sebagai warga Negara. Yang tadinya sebagai warga Negara kita seharusnya dilindungi dan harus dipikirin oleh Negara, sekarang sebagai warga Negara di mata Negara kita hanya menjadi seperti layaknya konsumen yang menghuni sebuah Negara. Dan konyolnya seperti layaknya konsumen yang berada di dalam perekonoman pasar bebas, kita wajib untuk mengurus diri sendiri dengan dipaksa untuk terjun dalam aliran besar yang bernama pasar bebas tadi. Kita dipersilakan menjadi kaya raya [kalau bisa lho] sekaligus juga menjadi miskin [salah sendiri karena nggak mampu bersaing]. Kita dipersilakan jadi pandai sekaligus juga pastinya ada yang jadi bodoh [kalau nggak mampu sekolah]. Kita juga dipersilakan untuk berhasil meraih prestasi puncak &amp;amp; sukses tapi sekaligus juga dipersilakan menjadi terpuruk-puruk. Karena semua ini sudah bukan tanggung jawab Negara lagi untuk mengentas warga Negara dari keadaan yang dialaminya. Ingat kita ini &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; konsumen dari sebuah mekanisme pasar bebas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi nggak heran kalau BBM mahal, rakyat nggak mampu beli minyak tanah untuk masak itu urusan konsumen, salah sendiri nggak mampu beli &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; sudah dilepas ke mekanisme pasar. [Konversi minyak tanah ke gas saya yakin pasti juga ada kepentingan besar pengusaha di baliknya]. Begitu juga tatkala harga beras dan sembako lainnya melambung lalu rakyat menjerit, Negara nggak mampu mengontrolnya, paling-paling hanya ‘operasi pasar’ di tempat-tempat terbatas tentunya sambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkilah itu sudah mekanisme pasar karena demand lagi naik dan supply nya terbatas jadi harga melonjak, nanti juga stabil lagi. Transportasi susah, salah sendiri kenapa nggak mampu beli kendaraan pribadi. Jalanan macet, salah sendiri kenapa nggak mampu bayar jalan tol. Pas lebaran atau pun hari libur tiket mahal, lha ini &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; juga mekanisme pasar. Mau memasukkan anak ke sekolah negeri juga mahal [dikemas dalam bahasa ’iuran komite’], sadar nggak sadar secara nggak langsung sistem pendidikan di negeri ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah menganut ekonomi pasar bebas juga. Mau masuk ke perguruan tingi negeri milik Negara juga ada yang namanya jalur khusus, jalur mandiri, dsb. Yang ujung-ujungnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga ‘do it’ dan duit yang puluhan hingga ratusan juta rupiah. Rakyat sakit dan mau berobat ke rumah sakit juga harus bayar mahal [kalau toh ada kartu askes, RS malah yang nolak]. Dan masih banyak lagi kalau mau kita kritisi lebih jauh lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nantinya di negeri tercinta ini yang kaya akan bertambah kaya, dan yang miskin akan malah terpuruk lebih dahsyat lagi. Jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin juga akan bertambah dalam dan lebar. Konyolnya mereka yang menjalankan roda pemerintahan akan selalu mengusahakan dirinya dan keluarganya untuk tetap terjamin keberkelimpahannya dan kesejahteraannya. Lihat saja rakyatnya terpuruk Negara mau bangkrut, gaji DPR dan para eksekutif negeri ini termasuk para pengelola BUMN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;justru malah berkelimpahan [rumah mewah ada di mana2, mobil mewah, anak sekolah di manca Negara, istri belanja ke kota-kota besar dunia, etc.]. Lebih konyol lagi, Negara pada prakteknya justru banyak melindungi kepentingan para pengusaha. Kalau ada sengketa antara pengusaha dan buruh, pastinya buruh yang dikalahkan. Begitu juga, lihat saja dengan mudahnya Negara memberikan ijin para pengusaha swasta untuk mengelola bidang-bidang yang menurut UUD 45 seharusnya menjadi tanggung jawab Negara, seperti bidang kesehatan &amp;amp; pendidikan. Bingung menyediakan lapangan kerja, warga negaranya dipersilakan untuk menjadi TKI yang bergaji murah tanpa memikirkan harkat &amp;amp; martabatnya sebagai warga Negara sebuah bangsa yang besar bernama &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari paparan di atas, ‘sejatinya’ Negara kita tercinta ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah masuk ke jargon perekonomian neolib yang mendewakan ‘pasar bebas’ di mana warga Negara sudah bukan menjadi tanggung jawab Negara, tapi harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kembali ke urusan Capres &amp;amp; Cawapres tadi, kalau lihat yang dijanjikan untuk rakyat yang ada di slogan &amp;amp; jargonnya, kok saya jadi pesimis. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang mengusung slogan ‘lanjutkan’, jadi apa maksudnya Negara yang sistemnya menjadikan warga negaranya untuk terus jadi konsumen-nya para pengusaha harus terus dilanjutkan? Kemudian ada juga yang mengusung slogan ‘lebih cepat lebih baik’, apa ini juga dimaksudkan system neolib yang secara nggak sadar dianut oleh Negara ini justru mau dipercepat lagi agar rakyat sebagai ‘konsumen’nya menjadi lebih terpuruk lagi? Terus yang satu lagi mengusung slogan ‘pro rakyat’, apa ya mungkin bisa merubah system Negara &amp;amp; birokrasi yang sudah berakar puluhan tahun seperti ini hanya dalam waktu 5 tahun, terus mengembalikan kepada ‘ekonomi kerakyatan’? Apa nggak malah nantinya nabrak ‘tembok’? Hehehehe…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-832171559323713920?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/832171559323713920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=832171559323713920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/832171559323713920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/832171559323713920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2009/05/warga-negara-konsumen.html' title='Warga Negara = konsumen'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-3626110822944902781</id><published>2008-08-28T07:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T07:48:21.807-07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang, Ya Ramadhan…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLa6giSyVVI/AAAAAAAAAHU/nQJO1E6wpZY/s1600-h/ornament.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLa6giSyVVI/AAAAAAAAAHU/nQJO1E6wpZY/s200/ornament.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239580284616332626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhirnya, tiba saatnya untuk mengucap : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Selamat Datang, ya Ramadhan…”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur alhamdulillah ya Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atas kesempatan yang diberikan kepada hamba untuk bisa bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;To @ll…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi selama ini banyak tutur kata terucap yang kurang menyejukkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seandainya pula ada perilaku sehari-hari yang mungkin kurang menyenangkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Barangkali selama ini ekspresi diri pribadi ada yang tidak dikendaki.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seiiring dengan hadirnya bulan penuh berkah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiba saatnya ‘tuk membersihkan jiwa, sekaligus memaknai hikmah penyucian diri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Selamat menunaikan ibadah Puasa,&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;mohon maaf lahir dan bathin&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teriring doa… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semoga ibadah Puasa nanti mempertemukan kita dengan keagungan Lailatul Qadar, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dan membawa kita semua meraih kemenangan hakiki di hari nan fitri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Amin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-3626110822944902781?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/3626110822944902781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=3626110822944902781' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3626110822944902781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3626110822944902781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/08/selamat-datang-ya-ramadhan.html' title='Selamat Datang, Ya Ramadhan…'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLa6giSyVVI/AAAAAAAAAHU/nQJO1E6wpZY/s72-c/ornament.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5345535046880226828</id><published>2008-08-27T20:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T07:37:17.844-07:00</updated><title type='text'>Mencermati iklan = belajar bisnis &amp; strateginya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLa4CjqtC8I/AAAAAAAAAHM/DrlIsk-dZQE/s1600-h/nontontv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLa4CjqtC8I/AAAAAAAAAHM/DrlIsk-dZQE/s200/nontontv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239577570565753794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat ngobrol sama teman-teman dari production house yang sering menggarap TV commercial, saya sempat membahas bersama mereka tentang iklan TV apa saja sih yang saat ini lagi banyak diproduksi. Mereka semua menjawab bahwa akhir-akhir ini yang sedang proses shooting paling banyak adalah iklan provider handphone, rokok, makanan-minuman dan kendaraan bermotor. Ternyata prediksi saya tentang produk yang sedang laris manis ‘jualan’ [hasil pengamatan dari iklan TV, iklan radio &amp;amp; iklan media cetak] benar adanya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, sejak perang tariff seluler begitu banyak iklan baru di bisnis seluler dan sejenisnya yang tayang TV swasta kita, radio &amp;amp; media cetak. Baru dari fenomena gencarnya produk seluler yang gencar beriklan saja kita sudah begitu terganggu. Belum lagi produk-produk lain yang juga gencar beriklan seperti makanan-minuman, rokok, kendaraan bermotor, dsb.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seandainya kita melihat fenomena gencarnya persaingan iklan produk-produk tsb. secara ‘apa adanya’ memang terasa begitu menyebalkan dan bikin jengkel. Kok kita ‘dicekoki’ dengan iklan melulu. Tapi pernahkah untuk mencoba melihat gencarnya iklan-iklan tsb. dari kaca mata yang berbeda?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya cermati, dari gencarnya iklan produk-produk tsb. kita bisa banyak belajar dan bahkan memperoleh ide atau justru insight baru tentang bermacam peluang bisnis yang sebenarnya bakalan booming. Karena produk yang iklannya tetap gencar tayang di media seperti TV jelas produk tsb. jualannya bagus dan menguntungkan. Kalau produk yang beriklan tsb. nggak bagus ‘jualan’nya, pastinya tayangannya juga sudah distop dari kapan-kapan. &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;Kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kalau nggak menguntungkan pemilik bisnis yang produknya gencar beriklan tidak akan sanggup membayar media placement-nya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Artinya, di balik gencarnya produk-produk yang gencar beriklan tsb. banyak peluang bisnis yang potensial juga. Dan ini terbukti. Sebagai contoh, dengan gencarnya perang tariff seluler, coba saja hitung berapa banyak keuntungan yang bisa disabet oleh para penjual SIM card, voucher, HP, aksesoris, dan yang berkaitan. Berapa banyak pula yang memanfaatkan bidang usaha ini sebagai peluang bisnis baru. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang teman, melihat maraknya iklan kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda dua, akhirnya memutuskan untuk menjajal peruntungan di bisnis bengkel sepeda motor dan aksesoris. Secara logika, memang usaha di bidang ini bakalan ‘nggak ada matinye’. Hitung saja berapa banyak sepeda motor yang saat ini beredar di jalanan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; megapolitan Jabodetabek ini? Beberapa tahun ke depan pastinya akan membutuhkan perawatan di bengkel biasa yang non merek.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, selain bisa menambah wawasan tentang ide bisnis yang lagi booming dan bakalan ‘ngejreng’, kita juga bisa belajar banyak tentang strategi marketing di balik gencarnya iklan produk-produk tsb. Yang tentunya juga bisa menjadi masukan berharga bagi pengembangan bisnis yang telah kita tekuni. Simak saja di balik iklan-iklan tsb. selalu mereka mencoba untuk mengkomunikasikan inovasi baru apa yang saat ini punya nilai lebih buat konsumen. Tersirat pula added value yang ditawarkan serta kelebihan produknya dibandingkan produk competitor lainnya. Dari sini bisa kita tarik pelajaran bahwa sebuah produk yang kepingin tetap exist harus selalu punya inovasi baru secara terus menerus. Dan produk benefit atau USP --unique selling preposition-nya yang sudah dikembangkan sedemikian rupa juga harus selalu dikomunikasikan ke konsumen.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nah, mulai saat ini bila sedang asyik menikmati acara TV kesayangan terus tiba-tiba mendadak terganggu tayangan iklan, sebaiknya jangan menjadi jengkel lalu ambil remote control untuk memindahkan channel. Tapi cobalah untuk mencermati tayangan iklan tsb. dan bertanyalah pada diri sendiri pesan komunikasi dan strategi bisnis apa sih yang sebenarnya ada di baliknya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5345535046880226828?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/5345535046880226828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=5345535046880226828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5345535046880226828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5345535046880226828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/08/mencermati-iklan-belajar-bisnis.html' title='Mencermati iklan = belajar bisnis &amp; strateginya'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLa4CjqtC8I/AAAAAAAAAHM/DrlIsk-dZQE/s72-c/nontontv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1918231799405278143</id><published>2008-08-26T20:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T20:46:03.635-07:00</updated><title type='text'>Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLTN0Cl8LjI/AAAAAAAAAHE/QIW_YVM9dTE/s1600-h/grass.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLTN0Cl8LjI/AAAAAAAAAHE/QIW_YVM9dTE/s200/grass.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239038560471625266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Barangkali memang sudah menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kodrat manusia tatkala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melihat keberhasilan &amp;amp; kesuksesan orang lain selalu merasa bahwa ‘pekerjaan’ ataupun ‘usaha’ orang lain tersebut lebih baik atau lebih enak dibanding dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dimilikinya. Seolah-olah segala sesuatu yang telah diraih &amp;amp; dicapainya nggak ada apa-apanya. Nah lho.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah mengalami kejadian seperti ini? Jujur saja perasaan yang seperti ini pernah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;muncul pula pada diri pribadi saya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tatkala berkunjung ke rumah seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teman yang 5 tahun lalu mulai menekuni usaha sendiri, dan saat ini berhasil menjadi pengusaha yang cukup sukses di mata saya, pepatah ‘rumput tetangga lebih hijau’ begitu menggelitik dan mengusik benak saya. Karena fakta yang ada di depan mata memang di luar bayangan saya sebelumnya. Rumahnya sekarang telah berubah ‘keren’ menjadi 3 lantai dan lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luas [rumah di sebelahnya telah dibeli]&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan model minimalis terkini. Di garasinya terparkir 4 mobil, yang 2 cukup mewah buat ukuran saya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bahkan ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama istrinya tahun lalu sudah menunaikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ibadah haji [ONH Plus], Shubhanallah!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya ikut bahagia dengan segala kesuksesan yang telah dicapainya dalam waktu relative singkat ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sesaat saya merasa nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan pencapaian teman tsb. Meskipun sebagai karyawan yang juga menjadi business owner, kok saya belum mampu ‘menjadi’ seperti dia. Malah muncul pikiran yang menegasi pencapaian saya selama ini, “jangan-jangan ‘jalan’ yang saya tempuh selama ini salah nich…” Berbagai pikiran macam-macam bersliweran di benak pada saat itu. Maklum aja, siapa sih orang yang nggak kepingin meraih sukses seperti itu?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian pikiran waras saya berhasil menyadarkan saya. That’s a life! Di dalam kehidupan nyata memang kita harus bersyukur &amp;amp; berlapang dada [legowo] bila all my dreams belum kesampaian. Bersyukur dengan segala pencapaian &amp;amp; kenikmatan yang telah berhasil kita raih selama ‘perjuangan hidup’ kita. Nikmati dan berlapang dada menerima kenyataan bahwa mewujudkan dreams come true tidaklah semudah membalik telapak tangan. Karena pastinya tersirat banyak kerja keras, rintangan dan tantangan yang harus dilalui. Jangan kita melihat pada ‘enaknya’ saat ini saja. Tapi harus difahami pula bahwa sukses seseorang pastinya juga ada behind the scene –nya berupa track record yang berliku, jatuh bangun dan ‘berdarah-darah’.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam hati, saya berjanji pada diri sendiri, bahwa nanti bila ada waktu yang lebih baik saya akan ajak teman saya ini untuk menuturkan kisah perjalanan sukses usahanya, sekaligus jurus-jurus andalan &amp;amp; kiat-kiat yang diterapkan di bidang usahanya. Tentunya, dengan harapan banyak hal yang bisa saya jadikan pelajaran berharga buat diri pribadi saya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kalau direnungkan lebih dalam lagi fenomena ‘rumput tetangga lebih hijau’ ini selayaknya justru harus disyukuri. Artinya, kita diingatkan untuk melihat dan memperhatikan ‘rumput yang ada di halaman sendiri’ yang selama ini sudah kita anggap hijau dan subur, ternyata kok kalah sama rumput tetangga. Berarti &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; perlu perawatan yang lebih extra lagi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hikmahnya, kita disadarkan bahwa seyogyanya harus berusaha lebih keras lagi sekaligus selalu berdoa kehadirat Allah SWT, agar ‘rumput yang ada di halaman rumah kita’ bisa juga ‘sehijau rumput tetangga’ tadi. Berarti harus lebih focus lagi untuk menekuni dan mendalami usaha yang telah ada. So, apapun usaha yang kita tekuni saat ini berarti harus diusahakan semaksimal mungkin agar bisa tumbuh &amp;amp; berkembang lebih maju. Dan jadilah pengusaha sukses yang amanah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang penting juga diingat, janganlah kita sekali-sekali lupa untuk berhenti bersyukur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan ingat, tatkala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita merasa lemah dan nggak ada apa-apanya dibandingkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang lain, alangkah baiknya bila mencoba melihat ke bawah. Lihat faktanya, bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidupnya masih kurang beruntung bila dibandingkan dengan apa yang telah kita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;nikmati selama ini. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Maaf ya… kalau jadi ngelantur ngomongin rumput. By the way tulisan ini bener-bener spontanitas saya, makanya sayang kalau nggak cepet-cepet diposting. Semoga bermanfaat. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang &amp;amp; tetap semangat!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1918231799405278143?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1918231799405278143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1918231799405278143' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1918231799405278143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1918231799405278143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/08/rumput-tetangga-selalu-nampak-lebih.html' title='Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SLTN0Cl8LjI/AAAAAAAAAHE/QIW_YVM9dTE/s72-c/grass.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-6298330712882179345</id><published>2008-08-22T20:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T20:45:37.852-07:00</updated><title type='text'>How to start Siput’s business [2]</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Melengkapi tulisan sebelumnya, sharing untuk mr. Siput. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan untuk memulai usaha dari mana, dan apa ide usahanya, memang wajar adanya. Tapi setidaknya dengan munculnya keinginan untuk memulai bisnis sendiri sudah merupakan langkah pertama yang layak untuk dilanjutkan dengan langkah ke-dua, ketiga, keempat, dst. Ingat bukankah sebuah perjalanan panjang ribuan km selalu diawali dengan langkah pertama?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berikut saya sharing apa yang saya tahu, dengan harapan bisa menambah wawasan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selain bersumber dari buku, majalah, referensi, kisah sukses pengusaha [belajar dari pengalaman para pengusaha] dan pengamatan langsung ke para praktisi bisnis, bisa juga ide bisnis itu digali dari apa yang kita tekuni &amp;amp; akrabi dalam kehidupan sehari-hari. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;1. Base on pekerjaan&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ide bisnis sebenarnya juga bisa berasal dari yang ada di dekat kehidupan sehari-hari kita. Coba renungkan sejenak apa saja sih kegiatan kita sehari-hari kita? Let say, saat ini waktu kita paling banyak habis untuk bekerja. Nah, bidang ekerjaan apa sih yang saat ini paling dikuasai? Keahlian apa sih yang bisa diandalkan [yang tentunya orang lain nggak semua bisa lakukan]. Mungkinkah keahlian &amp;amp; ketrampilan ini diarahkan menjadi bisnis pribadi. Banyak saya menjumpai teman yang akhirnya menekuni usaha sendiri berangkat dari bidang pekerjaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang digeluti. Teman saya Tjandra Wibowo yang tadinya seorang penyiar dan produser di salah satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;TV swasta, saat ini sudah memiliki Samuan Production House yang mensuplai acara-acara &amp;amp; program di bebarapa TV swasta. Teman lain yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘jago IT’ pada akhirnya memiliki usaha sendiri di bidang IT. Teman yang jago akunting juga ada yang membuka usaha sendiri dan memiliki kantor konsultan pajak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2. Base on hobby &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang akhirnya sukses memiliki usaha sendiri berangkat dari hobi. Logikanya ide bisnis yang ini jelas sangat mungkin dilaksanakan. Bayangkan saja sudah menjadi hobi yang diminati akhirnya bisa menjadi sumber penghasilannya. Ambil contoh, teman saya yang bernama Loddy Korua yang dulunya hobi berat &amp;amp; aktif di kegiatan alam bebas &amp;amp; pecinta alam. Saat ini dia memiliki usaha out bond &amp;amp; arung jeram di Citarik yang setiap week end nggak pernah sepi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari para petualang yang ingin menjajal nyali ber-arung jeram di Sungai Citarik. Teman lain yang bernama Eggy, sewaktu bekerja di advertising agency punya hobi berat di bidang musik. Saat ini, dia telah memiliki usaha sendiri di bidang Audio House bernama Egg production. Usahanya kini termasuk jajaran papan atas di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam hal penyediaan musik ilustrasi film &amp;amp; iklan, termasuk juga pembuatan jingle iklan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;3. Base on pengamatan&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang ini kayaknya harus berani bercapek ria. Karena mesti banyak melakukan pengamatan di dalam kehidupan sehari-hari. Apa sih yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas yang saat ini belum terpenuhi. Ingat dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi dikehidupan sehari-hari bisa jadi akan menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi. Bisa jadi akan menemukan sebuah peluang bisnis baru. Salah satu teman saya dari Madiun, Jawa Timur, melihat pentingnya kebutuhan akan jasa keamanan di bank-bank &amp;amp; rumah-rumah pribadi, akhirnya berhasil memiliki usaha pensuplai tenaga keamanan terlatih di beberapa bank papan atas dan perumahan eksklusif. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;So  mr. Siput, selanjutnya saya yakin bila sudah ada kemauan, kalau direalisasikan dengan take action, pasti keinginan untuk punya bisnis sendiri bisa terpenuhi. Perlu disadari dan diyakini bahwa cara melihat peluang yang dapat dijadikan sebuah bisnis itu bisa dipelajari dan dilatih. Latihlah setiap saat kepekaan Anda untuk mendapatkan peluang usaha.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan kalau sudah nge-click dengan salah satu peluang usaha yang ingin ditekuni ya langsung aja take action, action dan action! Karena hanya satu syarat paling dasar yang harus dilalui untuk menjadi pengusaha : berani take action!&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-6298330712882179345?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/6298330712882179345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=6298330712882179345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6298330712882179345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6298330712882179345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/08/how-to-start-siputs-business-2.html' title='How to start Siput’s business [2]'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5806643402562337580</id><published>2008-08-18T07:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T20:40:51.670-07:00</updated><title type='text'>How to start Siput's business [1]</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKmPtJGKjyI/AAAAAAAAAG8/uwfFYFsi6cE/s1600-h/siput.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKmPtJGKjyI/AAAAAAAAAG8/uwfFYFsi6cE/s200/siput.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235874047493574434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tulisan ini sengaja saya buat untuk seorang teman yang menggunakan nama Siput [pengisi buku tamu di blog ini] yang kepingin dibantu untuk memulai bisnis tapi nggak tahu mau bisnis apaan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya agak sulit juga bagi saya untuk membantunya, karena jujur saja selain masih belajar untuk jadi pengusaha saya nggak tahu passion dan tujuan mr. Siput kepingin bisnis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini ke mana? Tapi saya akan mencoba untuk sharing pengalaman tatkala pertama dulu kepingin punya usaha dan bagaimana saya berpetualang trial &amp;amp; error untuk bisa punya usaha sendiri.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Invest your time before invest your money&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sebaiknya sebelum invest uang Anda ke bisnis, invest dulu waktu Anda Maksudnya, alangkah baiknya membekali diri dengan berbagai pengetahuan dan membuka wawasan di bidang kewirausahaan. Perlu waktu yang cukup banyak untuk mempelajari pengetahuan di bidang yang satu ini. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Banyak kok peluang yang bisa kita coba untuk memulai sebuah usaha. Coba luangkan waktu dan datangi toko buku, lalu cari ke bagian buku-buku, majalah, dan tabloid yang membahas entrepreneurship, saya jamin dari situ wawasan untuk memulai usaha akan mulai terbuka.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Focus to dreams&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Untuk menjadi sukses, kita semua memang wajib punya impian. Saat berkutat dengan berbagai bacaan &amp;amp; wawasan bisnis, pastinya akan banyak impian-impian yang bakalan hadir mengganggu pikiran kita. Cobalah untuk memfokuskan segala energi kita ke salah satu impian yang setelah melalui berbagai perenungan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kita yakini akan dapat kita wujudkan. Gali terus ide di sekitar impian yang ingin diwujudkan tsb. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling mudah adalah mencoba membayangkan bisnis yang memang hendak ditekuni. Misal, kepingin punya usaha toko mainan anak-anak [toys store]. Bayangkan mulai dari mana? Modalnya berapa? Sumbernya dari mana? Berapa yang kita mampu sediakan? Bagaimana cara cerdas mencari modalnya? Kalau belum punya toko ya bayangin aja jualan door to door di depan sekolah, atau dititip di kios-kios dekat tempat tinggal, atau datangi kumpulan arisan ibu-ibu TK, dsb. Bayangkan ke mana mesti kulakan barangnya [cari tahu yang paling kompetitif], Bayangkan juga jenis mainan yang berpeluang disukai anak-anak, Bayangkan bagaimana senangnya punya usaha mainan ini. Terus bayangkan lagi nikmatnya memperoleh margin keuntungan dari usaha ini. Pokoknya terus bayangkan… dan bayangkan. Namun jangan lupa untuk menuliskan semua yang dibayangkan tadi, sambil terus digali &amp;amp; dianalisa. Yakin secara perlahan tapi pasti, kita akan memiliki sebuah ‘rencana bisnis’ di bidang mainan anak-anak. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa pula untuk memperbanyak pengetahuan dari pengalaman para pebisnis yang sudah sukses di bidang tsb. Tentunya, bisa dipelajari dari berbagai tulisan maupun buku kisah sukses para entrepreneur yang ada. Banyak contoh para pengusaha sukses yang menekuni bisnisnya secara focus, konsisten, sabar, ulet dan terus belajar dari kesalahan yang muncul.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Be &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;follower&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Banyak juga pengusaha yang sukses dengan metode ATM [amati, tiru, dan mulai]. Saat memulai bisnis kontrakan, saya amati &amp;amp; pelajari hampir semua rumah kontrakan yang ada di dekat kompleks tempat tinggal saya. Saya pelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing, sistemnya, sampai bentuk bangunannya. Akhirnya, saya membangun rumah kontrakan saya dengan berbagai kelebihan jika dibanding dengan rumah kontrakan lain yang ada di sekitarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jadi nggak perlu merasa malu untuk menjadi follower, asalkan kita mampu untuk bersaing dan keluar dari kerumunan. Banyak contoh bagaimana orang memulai usaha jualan voucher &amp;amp; pulsa isi ulang yang akhirnya mampu menjadi pengusaha sukses.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Take action, miracle happens&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau sudah yakin dengan bidang usaha yang akan ditekuni, ya langsung aja take action. Karena hanya satu resep sukses untuk berbisnis : Action.....action...dan action. Namun mulailah dari yang kira-kira disukai, dengan modal semampunya. Ingat, tanpa memulai take action, kita tidak akan pernah belajar. Dan banyak kok pengusaha yang setelah mencoba take action ternyata akhirnya menemukan ‘keberuntungan’ yang tadinya tidak pernah terbayangkan sama sekali.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Silakan segera take action mr. Siput. Kalau sudah ada keinginan pasti ada jalan. Jangan sampai kelamaan 'mikir' akhirnya jalannya lambat merayap seperti siput beneran, hehehe... just kidding lho!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Demikian sharing kali ini. Mohon maaf buat temans yang mungkin sudah bosan membaca isi tulisan yang seperti ini. Semoga sharing saya buat mr. Siput dapat bermanfaat. Bukan maksud saya untuk mengajari atau menggurui lho, truly apa yang saya sharing berangkat dari niat baik dan ajang tukar pengalaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5806643402562337580?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/5806643402562337580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=5806643402562337580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5806643402562337580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5806643402562337580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/08/how-to-start-siputs-business.html' title='How to start Siput&apos;s business [1]'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKmPtJGKjyI/AAAAAAAAAG8/uwfFYFsi6cE/s72-c/siput.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-2339357087779487063</id><published>2008-08-17T08:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-17T08:18:53.894-07:00</updated><title type='text'>Katanya &amp; Faktanya 63 tahun Merdeka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKhAdMUVhpI/AAAAAAAAAGs/BaP89MG5mWk/s1600-h/merahputih2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKhAdMUVhpI/AAAAAAAAAGs/BaP89MG5mWk/s320/merahputih2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235505437085107858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Katanya… 63 tahun bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merdeka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang mana ya??&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Katanya …negeri kita tampak indah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dalam untaian mutiara Nusantara... &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;jajaran gunung begitu perkasa,&lt;br /&gt;gambaran nyata betapa kaya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; kita...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi siapakah yang menjadi kaya??&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Katanya… 63 tahun pembangunan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menjadikan bangsa ini bermartabat di mata dunia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mewujudkan impian para pejuang saat memekikkan kata merdeka!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Adil makmur dan sejahtera menjadi cita-cita bersama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi sudah berasakah kita melihat hasilnya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Faktanya… kian banyak kaum papa di bumi tercinta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setiap hari menunggu uluran tangan kita semua&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ironisnya, saat ini bertubi-tubi kita hanya dipameri bukti nyata&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagaimana para penguasa yang seharusnya peduli rakyat jelata&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Justru sebaliknya berulah mengatasnamakan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;‘tuk kepentingan diri pribadi, keluarga dan kelompoknya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Masih adakah makna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kata sakral ‘merdeka’ bagi kita semua??&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Haruskah kita berkutat selamanya menggugat makna merdeka??&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Atau lebih baik kita lupakan persoalan itu semua…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bersyukur dan bersyukur dengan kondisi yang ada&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lalu berpikir dan bertindak ‘bijaksana’&lt;br /&gt;Menikmati &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;deru debam keramaian &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;..&lt;br /&gt;Larut bersama &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hiruk pikuk rutinitas keseharian..&lt;br /&gt;Menjadi saksi compang camping negeri ini..&lt;br /&gt;Sambil memotret memudarnya merah putih yang berkibar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak! Tidak! Dan Tidak!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak seharusnya kita mudah menyerah &amp;amp; pasrah…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Apapun yang terjadi… hari ini dan nanti…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita buktikan Cinta Tanah Air &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;br /&gt;Bersama berkarya membuka usaha&lt;br /&gt;Ciptakan lapangan pekerjaan sebanyak yang kita bisa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mulai dari lingkungan terdekat kita  &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Seiring doa kepada Allah SWT…&lt;br /&gt;Kita sebarkan semangat dan cita-cita mulia &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menjadi TDA [tangan di atas] untuk bersama menebar rahmat!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Inilah makna Merdeka yang seharusnya menjadi cita-cita mulia!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-2339357087779487063?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/2339357087779487063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=2339357087779487063' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2339357087779487063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2339357087779487063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/08/katanya-faktanya-63-tahun-merdeka.html' title='Katanya &amp; Faktanya 63 tahun Merdeka'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKhAdMUVhpI/AAAAAAAAAGs/BaP89MG5mWk/s72-c/merahputih2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-714402642665674307</id><published>2008-08-15T21:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T21:43:26.299-07:00</updated><title type='text'>Dying by viruses</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKZa2rgHpOI/AAAAAAAAAGc/CElXWvf5GhA/s1600-h/virus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKZa2rgHpOI/AAAAAAAAAGc/CElXWvf5GhA/s200/virus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234971512301659362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Wuih serem juga ya judulnya… Tapi apa yang tersirat dari judul tsb. maknanya bukanlah seperti yang tersurat. Biar lebih jelas sebaiknya ikuti terus sharing saya kali ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Temans semua, kurang lebih hampir 2 bulan saya memang tidak menulis &amp;amp; mengupdate blog ini. Kenapa? Ini semua gara-gara computer di rumah &amp;amp; laptop terinveksi virus. Bener-bener bikin frustasi. Hampir semua tulisan yang basicnya MS Word corrupt dihajar sama anti virus yang ada. So banyak file &amp;amp; data penting yang akhirnya tak terbaca alias ‘hilang percuma’. Dan konyolnya lagi, banyak juga yang nggak ada back-up nya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sekitar sebulan saya merenungi kejadian ini. Trauma. Jadi &lt;i style=""&gt;kapok&lt;/i&gt; saya dibuatnya. Ibarat pertandingan tinju, saya betul-betul dibuat “KO gara-gara virus” tsb. Komputer &amp;amp; laptop tak biarin aja jadi seperti barang tak berguna. Malas mau benerinnya. Maklum aja untuk urusan computer saya termasuk yang ‘gaptek’ [gagap teknologi]. Mau ngeblog &amp;amp; berinternet di warnet koq susah nyari waktu buat ‘kelayapan’. Lagian feelnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih ‘males’ urusan sama computer. Ya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;wis&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, ‘diam’ adalah emas! Tadinya mikirnya mau beli computer baru aja biar bebas dari masalah dan mencoba memulai dari awal . Tapi mikir lagi, lha yang ada sekarang mau diapain?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pas, anak-anak mulai complain, akhirnya minta tolong teman yang cukup ‘jago’ minta dibenerin. Dan sebenarnya para computer tsb. sudah lama siap ‘dipakai’. Tapi selama waktu itu pula, saya pribadi juga mempersiapkan mental untuk ‘bergairah’ menyalakan computer atau pun laptop lagi. Perlahan tapi pasti. Hasilnya, saya mulai bangkit &amp;amp; ‘percaya diri’ lagi untuk berhubungan dengan para computer tsb. Kalau tulisan ini berhasil diposting di blog ini, berarti saya sudah siap untuk berbagi cerita dengan Anda semua.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-714402642665674307?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/714402642665674307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=714402642665674307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/714402642665674307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/714402642665674307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/08/dying-by-viruses.html' title='Dying by viruses'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SKZa2rgHpOI/AAAAAAAAAGc/CElXWvf5GhA/s72-c/virus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-9008554144276138829</id><published>2008-08-08T18:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T19:00:35.302-07:00</updated><title type='text'>Di TDA, ‘menjadi katak’ pun kita harus memilih ‘katak yang mana’, ya…?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SJz5_nmHrcI/AAAAAAAAAGQ/YYBNgVfhA6k/s1600-h/Image031.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SJz5_nmHrcI/AAAAAAAAAGQ/YYBNgVfhA6k/s200/Image031.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232331738453618114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ngomong-ngomong soal katak [maklum lagi ngecek pelajaran peribahasa anak saya] ternyata ada peribahasa menarik buat pelajaran kita bersama yaitu ‘bagaikan katak di bawah tempurung’. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Lho kok jadi ngomongin katak? Apa nggak salah? Benar kok, tulisan ini memang berangkat dari pepatah ataupun peribahasa yang menyangkut katak. Hal ini terkait erat dengan status saya dan banyak teman-teman lain yang kalau di komunitas TDA[tangan di Atas] disebut sebagai Amfibi. Dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kamus bahasa Indonesia amfibi adalah binatang yang bisa hidup di air dan di darat, misalnya: katak. Berarti amfibi identik dengan katak juga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Nah, karena mencari penghasilan di dua quadrant [employee &amp;amp; entrepreneur] maka anggota komunitas TDA yang seperti ini disebut Amfibi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kembali ke peribahasa ‘bagaikan katak di bawah tempurung’. Peribahasa ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menjadi perumpamaan bagi karakter manusia yang sudah puas diri dengan pengetahuan yang dimilikinya sehingga menjadi picik &amp;amp; kurang luas pandangannya. Singkatnya, manusia yang begini sudah tak mau belajar lagi, karena sudah merasa pintar. Karena dunianya hanya seputaran di bawah tempurung saja maka tidak pernah punya pembanding dengan katak-katak lainnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Karakter manusia yang seperti diumpamakan dalam peribahasa di atas mudah-mudahan dan sudah seharusnya tidak terdapat di komunitas TDA kita ini. Karena saya yakin yang tergabung dalam komunitas hebat TDA ini adalah para &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;manusia pembelajar semuanya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Masih seputar katak, ada pepatah lain yang juga menarik, ‘lebih baik menjadi katak kecil di kolam yang besar daripada menjadi katak besar di kolam yang kecil’. Saya tafsirkan secara bebas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maksudnya, kalau menjadi katak kecil di kolam yang besar, nggak bakalan akan kekurangan makanan dan akhirnya juga bisa tumbuh menjadi besar, dibanding menjadi katak besar di kolam yang kecil yang akhirnya lama-kelamaan kehabisan makanan lalu ‘modar’ juga. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Terkait dengan sumber ilmu pengetahuan bagi kita, ilmu yang bisa dipelajari akan lebih banyak diperoleh di ‘dunia’ yang lebih luas daripada di ‘dunia’ yang lebih kecil. Kalau di ‘dunia’ yang kecil, begitu ilmunya sudah habis diserap dan nggak ada tambahan lagi, akhirnya menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti ‘katak di balik tempurung’ tadi. Intinya, kita sudah seharusnya membuka diri seluas mungkin untuk belajar segala hal dari mana saja sumbernya, dibanding&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila kita hanya diam dan membatasi diri.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dalam hal belajar untuk menjadi pengusaha, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;karakter katak manakah yang akan dipilih oleh para anggota TDA seperti saya ini? Pastinya semua akan memilih untuk menjadi katak yang ada di pepatah atau peribahasa yang kedua. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Di dunia nyata yang berkaitan dengan bidang kewirausahaan, kolam besar itu adalah simbolisme tentang ‘pengetahuan yang tak terbatas’. Dan kolam besar itu bisa berisi dan tediri dari berbagai seminar tentang kewirausahaan, sekolah entrepreneur, internet, milis-milis kewirausahaan, buku-buku, referensi, kisah sukses pengusaha &amp;amp; segala bacaan tentang kewirausahaan, komunitas-komunitas bisnis, dsb. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Anggap saja diri kita ini katak kecil yang masih belajar ‘survive’ untuk ‘hidup’ kan butuh makanan, suplemen &amp;amp; vitamin untuk tumbuh menjadi katak besar. Komunitas TDA adalah gambaran dari ‘habitat tersendiri’ atau sub bagian dari kolam yang besar tadi [salah satu pojoknya kali ye?]. Mengingat, di komunitas TDA ini, khususnya bagi yang mau belajar, segalanya juga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sudah ada dan tersedia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ibarat katak kecil tadi, mau makanan apa saja ada, suplemen &amp;amp; vitaminnya juga banyak tersedia, seringkali malah gratis lho. Jadi seharusnya para katak kecil seperti saya ini bisa cepat tumbuh dan berkembang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dan memang terbukti, di komunitas TDA kita semua bisa belajar langsung dari para senior yang bisnisnya sudah maju [bahkan dari pak H. Allay lho…]. Juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa ikutan seminar-seminarnya yang seringkali gratisan dan kalau membayar pun nggak mahal kok. Bisa copy darat dan saling berbagi pengalaman take action hingga ke cerita sukses. Bisa memiliki kelompok kecil yang lebih intens membahas perkembangan bisnis kita [kelompok mastermind]. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kesempatan belajar take action dengan buka usaha bersama kalau pas ada tawaran kios gratis dari Mall-Mall yang besar. Bisa saling bekerja sama dalam bisnis. Bisa saling berbagi ilmu melalui milis, web &amp;amp; blog. Dan masih banyak lagi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Persoalannya, kembali ke diri kita masing-masing. Sudahkah kita memanfaatkan potensi yang ada di komunitas TDA ini secara optimal? Sudahkah kita memanfaatkan jaringan komunitas TDA yang tersebar di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ini? Sudahkah kita belajar dan belajar terus secara maksimal dari bisnis yang akan kita tekuni, atau yang sudah kita tekuni? Tentunya, sambil membuka seluas mungkin cakrawala berpikir dengan berbagai pengetahuan entrepreneurship? Berusaha menghilangkan mental block yang ada. Merubah mindset kita yang selama ini berada di comfort zone ke arah action oriented. Dan akan take action dengan berbagai peluang yang ada di depan mata, tentunya yang sesuai dengan minat atau passion kita. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ironisnya, sebagai amfibi atau yang masih berstatus employee seperti saya ini, seringkali menghadapi banyak kendala terutama di dalam proses pembelajaran. Acapkali kurang total dan kurang mendalam terlebih lagi saat harus menjalankan praktek dan terjun langsung membuka usaha. Kalau toh sudah punya usaha, kebanyakan didelegasikan kepada orang kepercayaan atau bahkan keluarga. Memang hal ini nggak salah-salah amat. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; bisnis itu harus ada sistemnya. Tapi kalau kita bicara percepatan hasil usahanya, akan nampak beberapa kekurangannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini terkait keterbatasan komitmen dan juga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;waktu yang disediakan untuk mengurus bisnis. Hasil akhirnya ya ‘biasa-biasa’ saja dan malah cenderung merosot dan ujung-ujungnya ya bubar. Hal ini pernah saya alami saat buka toko seluler.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Beda dengan yang sudah terjun full sebagai pengusaha. Mereka bisa setiap hari praktek dan terjun langsung secara total dalam usaha yang ditekuninya. Proses trial &amp;amp; error dan proses dialektika berjalan terus setiap saat, sehingga hasil usahanya pun seringkali ‘dahsyat’ dan fantastic. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kendala lain yang juga sering ditemui oleh para amfibi seperti saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah keterbatasan waktu yang ada. Terkadang mau ikutan copy darat, seminar atau ketemuan membahas peluang usaha seringkali bentrok dengan jadwal pekerjaan. Mau gabung dengan kelompok mastermind juga nunggu jam pulang kantor atau harus nunggu Sabtu dan Minggu, yang notabene seharusnya hari untuk keluarga. Itupun kalau nggak ada tugas ke luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dari kantor.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kembali ke awal tulisan yang berangkat dari tamsil katak, kalau hingga saat ini, komunitas TDA &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masih banyak dijumpai para katak yang masih tetap menjadi katak kecil yang ‘diam di tempat’ dan belum ‘berani’ melompat-lompat di habitat kolam besar bernama komunitas TDA, bukanlah salah habitatnya. Namun lebih ke kemampuan para katak kecil itu sendiri, yang memang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;belum mampu ‘survive’ memanfaatkan secara maksimal &amp;amp; optimal makanan, suplemen &amp;amp; vitamin yang ada agar bisa tumbuh menjadi katak kecil yang gesit &amp;amp; berlompatan di kolam yang besar [apalagi mau menjadi katak besar?]. Jadi mohon kepada para anggota komunitas TDA yang bisnisnya telah ‘berlari’ untuk bersabar dalam mengahadapi fenomena ‘katak kecil yang masih diam di tempat’ ini, karena yang namanya proses dialektika itu akan terus bergulir dan berlanjut. Waktulah nanti yang akan membuktikannya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bagi saya pribadi, kekurangan dan kelemahan di atas justru harus dijadikan tantangan tersendiri, agar bisa diperoleh jalan keluar terbaiknya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kita tidak boleh gampang menyerah dengan keadaan. Dan harus tetap ingat bahwa yang mampu merubah kelemahan kita menjadi kekuatan adalah diri kita sendiri. Kita harus mampu mengalahkan kelemahan diri yang ada, untuk keluar menjadi pemenang. Jadi ya harus positive thinking bahwa kita bisa sukses dan mampu menjadi pengusaha yang mengutamakan filosofi TDA.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Big dream saya atau LoA-nya [Law of Attraction], kalau nantinya sukses meninggalkan dunia amfibi kepinginnya saya bisa ‘menjadi katak besar di kolam yang besar’. Tafsir bebasnya adalah ‘menjadi pengusaha besar yang bisnisnya mendunia’. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Seiring dengan itu, terselip pula harapan besar untuk komunitas TDA kita ini. Alangkah indah dan mulianya bila beberapa tahun ke depan komunitas TDA ini berhasil membesarkan ribuan katak-katak kecil menjadi ‘katak-katak besar di kolam yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar buanget’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentunya yang memahami sepenuhnya filosofi mulia TDA kita, maksudnya bukan sekadar jadi pengusaha yang bisa menggaji orang saja [&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; banyak kita jumpai contoh pengusaha yang nggak TDA]. Tapi lebih dari itu, yang tidak semena-mena, yang mau banyak memberi &amp;amp; banyak berbagi, memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Semoga. Amin. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Maaf ya? Kok dari katak jadi ‘curhat’ tentang kesan, pengalaman dan harapan saya selama bergabung dengan komunitas TDA. Any way, mudah-mudahan sharing ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi &amp;amp; Anda semuanya.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Endro Wahyu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;TNM-E20 [mastermind Jakarta Timur]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Sedang berusaha untuk selalu dapat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;memberi, memberi, dan memberi… tapi tidak pernah kehabisan, daripada harus mencari, mencari, dan mencari… tapi tidak pernah merasa cukup. Semoga Amin.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-9008554144276138829?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/9008554144276138829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=9008554144276138829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9008554144276138829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9008554144276138829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/08/di-tda-menjadi-katak-pun-kita-harus.html' title='Di TDA, ‘menjadi katak’ pun kita harus memilih ‘katak yang mana’, ya…?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SJz5_nmHrcI/AAAAAAAAAGQ/YYBNgVfhA6k/s72-c/Image031.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1172176362692812711</id><published>2008-05-23T23:33:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T23:52:52.521-07:00</updated><title type='text'>Jangan remehkan kemasan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SDe6lScE71I/AAAAAAAAAGI/qfwI0scM12E/s1600-h/openbox.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SDe6lScE71I/AAAAAAAAAGI/qfwI0scM12E/s200/openbox.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203833044217425746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pernah denger nggak pengusaha yang hanya bermodalkan kemasan bisa sukses?&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bengkel sepatu tempat saya memesan sepatu pernah ‘buka-bukaan’ bahwa ada sebuah merek sepatu wanita yang cukup terkenal sebenarnya hanyalah bermodalkan kemasan doang. Lho kok enak? [catatan saya: pastinya sih juga modal uang untuk beli sepatu, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kemasan, branding, dan tentunya juga marketing, dsb. seperti layaknya sebuah usaha dijalankan].&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Maksud dari ‘modal kemasan doang’ adalah sebagai berikut : desainnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahan yang digunakan berasal dari si pemilik bengkel, yang kemudian ditawarkan ke si pengusaha. Nantinya kalau si pengusaha oke &amp;amp; sreg dengan beberapa model yang ditawarkan, dia akan memesan ‘ribuan’ pasang sepatu yang akan dikemas &amp;amp; dibranding dengan merek milik si pengusaha. Yang selanjutnya akan dipasarkan ke seluruh jaringan atau outlet milik si pengusaha tsb. Dan biasanya si pengusaha sepatu sukses ini telah memiliki langganan ke puluhan bengkel yang tersebar di Jabodetabek. Begitulah alur produksi yang ada di dunia persepatuan. Jarang pengusaha sepatu terkenal yang memiliki pabrik atau bengkel sendiri. Tentunya sangat praktis, efisien dan mengurangi resiko.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat saya berkunjung ke bengkel tsb. juga ditawari puluhan model yang mirip-mirip dengan beberapa merek sepatu wanita terkenal. Termasuk negosiasi berapa cost of production nya. Memang, tatkala saya survey, model-model sepatu tsb. tatkala berada di rak toko outlet sepatu terkenal, harganya bisa terdongkrak hingga 3 atau 4 kali lipat dari harga asli dari bengkel. Inilah bisnis. That ‘s life.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitu juga dengan makanan ringan. Banyak pengusaha makanan ringan [keripik singkong misalnya], mereka hanya melakukan ‘repackaging’ saja. Tentunya dengan berbagai persyaratan standar si pengusaha agar produk tsb. bisa memiliki nilai jual. Kemudian dengan kehebatannya &amp;amp; kepiawaiannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di bidang pemasaran [marketing], keripik singkong yang berasal dari home industry tsb. mampu menembus pasar di supermarket. Bahkan dijadikan sediaan oleh-oleh khas daerah tertentu. Lagi-lagi yang namanya pengusaha selalu berhasil memanfaatkan peluang lalu mengemas sedemikian rupa produk makanan tsb. sehingga akhirnya bisa mendapatkan nilai tambah. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tentunya, masih banyak lagi contoh bagaimana seorang pengusaha yang tidak perlu punya pabrik. Tapi cukup dengan membangun merek atau brand, kemasan, jaringan pemasaran, dsb. ujung-ujungnya bisa meraih keuntungan yang lebih besar daripada si produsennya. Inilah liku-liku dunia usaha. Keuntungan terbesar selalu berada di tangan siapa saja yang mampu bekerja cerdas.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari contoh ilustrasi di atas, yang namanya kemasan atau packaging menjadi salah satu unsur yang sangat penting bagi produk milik Anda. Kali ini saya hanya mengajak untuk membahas betapa pentingnya kemasan atau packaging bagi sebuah produk yang akan dijual. Singkatnya, sebuah packaging adalah bagian penting dari branding.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi boleh dibilang yang namanya packaging itu bukan hanya sekadar pembungkus ‘doang’, tetapi lebih dari itu. Packaging is branding. Apapun jenis barang atau produk yang akan dijual tatkala sudah diberi merek dan dikemas, maka dari packaging tsb. akan terefleksi identifikasi merek produk yang dijual tsb., tersirat pula janji dari produk tsb., kualitas, nilai, benefit yang ditawarkan, dsb. Dan dari situ pula lah seorang konsumen mempertimbangkan untuk membeli atau tidak produk yang ditawarkan. Jadi yang namanya packaging juga sudah seharusnya memiliki personality.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau packaging atau kemasan tsb. dibuat bagus dan memiliki personality yang kuat, maka akan mampu meningkatkan rasa percaya dari konsumen tatkala hendak memilih produk yang akan dibelinya. Jadi packaging tidak hanya berfungsi membawa produk ke konsumen, tetapi lebih dari itu fungsi packaging telah berkembang menjadi salah satu alat yang digunakan untuk mengkomunikasikan personality dari merek atau brand kepada konsumennya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Di era persaingan produk yang kian kompetitif ini, yang namanya packaging menjadi salah satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘senjata’ dalam usahanya untuk memenangkan persaingan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang perlu diingat, kenapa packaging menjadi ‘senjata’ penting, hal ini terkait dengan hasil sebuah survey bahwa konon seorang konsumen yang sedang belanja di supermarket hanya memiliki waktu beberapa detik saja untuk melihat dan kemudian mengenali sebuah merek produk. Karena untuk memperhatikan produk satu dengan yang lain akan menghabiskan waktu yang banyak. Sementara filosofi belanja di supermarket &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ingin cepat, praktis, dan leluasa. Logikanya, kalau sebuah packaging dibuat dengan bentuk unik dan warna yang catchy maka akan mudah menarik perhatian. Dan selanjutnya, konsumen tsb. akan mengambil,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih banyak mengamati, dan mempertimbangkan untuk membelinya. Packaging sebagai salah satu ‘senjata’ telah bertugas dengan baik.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Lagi-lagi strategi keluar dari pakem yaitu ‘berani tampil beda’ menjadi jawaban bagi pentingnya desain kemasan tsb. Karena 80% keputusan untuk membeli dibuat oleh konsumen tatkala berada di supermarket atau toko, khususnya di depan barang yang ditawarkan atau yang akan dibelinya. Strategi packaging ‘yang berani tampil beda’ tsb. akan menjadi motivasi kuat bagi konsumen untuk melihat, menimbang dan membeli. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain packaging tsb. harus punya personality, menarik dan mendorong konsumen untuk membeli, terakhir, yang juga penting diperhatikan adalah packaging tsb. harus mudah digunakan, mudah disimpan, aman dan kuat tatkala digunakan menyimpan produk, tidak mudah rusak, dan mudah ditata saat harus di-display di rak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mudah-mudahan sharing kali ada manfaatnya bagi temen-temen yang sedang berkutat dengan urusan pengembangan packaging dan branding dari barang jualannya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1172176362692812711?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1172176362692812711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1172176362692812711' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1172176362692812711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1172176362692812711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/05/jangan-remehkan-kemasan.html' title='Jangan remehkan kemasan!'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SDe6lScE71I/AAAAAAAAAGI/qfwI0scM12E/s72-c/openbox.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-6384987309658090779</id><published>2008-04-26T00:27:00.000-07:00</published><updated>2008-04-26T00:53:46.474-07:00</updated><title type='text'>Relationship, salah satu kunci sukses jualan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SBLc4g0jlBI/AAAAAAAAAGA/Tcreofc__ac/s1600-h/DDdrum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SBLc4g0jlBI/AAAAAAAAAGA/Tcreofc__ac/s200/DDdrum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193456183752758290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;st1:date year="2008" day="20" month="4" st="on"&gt;20 April  2008&lt;/st1:date&gt; kemarin, pk. 11.00 hingga selesai, para orang tua yang anaknya kursus musik &amp;amp; olah vocal di Purwacaraka diundang ke Diront Resto Kali Malang untuk menyaksikan penampilan anak-anaknya. Sebagai orang tua, siapa sih yang nggak kepingin melihat anak kesayangannya tampil dalam sebuah acara live? &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Seminggu sebelum acara, anak saya Wira memang sudah meminta agar saya dan ibunya untuk nonton penampilan dia dalam acara ‘Drum Performance’ tsb. Ternyata,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pas hari H-nya kami juga ada undangan pernikahan putri dari tetangga komplek yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede. Begitulah, akhirnya undangan pernikahan tsb. kami hadiri hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada acara akad nikahnya saja [pk. 08.30 s.d. 09.30] terus langsung meluncur ke Diront Resto, Kali &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara ‘Drum Performance’ tsb. selain menyaksikan bagaimana penampilan para anak di panggung, bagaimana demonstrasi si guru memainkan alat &amp;amp; kolaborasi dengan murid, juga menjadi ajang silaturahmi antara para orang tua,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang tua dengan guru musiknya, antar siswa sekolah musik tsb. Dan pada kesempatan itu pula para orang tua bisa ngobrol santai dengan guru musik anaknya sambil konsultasi tentang bakat &amp;amp; kemajuan bermusik si anak. Untuk acara ‘Drum Performance’ nya saya betul-betul merasa puas luar biasa. Tulisan ini juga bukan untuk mengiklankan Sekolah Musik Purwacaraka, tetapi lebih ke usaha saya untuk sharing pengalaman. Kali ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya nggak mau membahas acara musiknya, tapi lebih ke ‘behind the strategy’ nya. Lho, kok…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sebagai orang yang terus menerus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;‘belajar’ apa saja dan di mana saja, saya langsung sadar bahwa sebenarnya sekolah musik Purwacaraka sedang melakukan strategi yang dalam ilmu Marketing dinamakan ‘relationship’ atau membangun kedekatan hubungan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka melakukan dealing with people, not ‘just customer’. Relationship selling gitu loh. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Berikut ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;strategi marketing mereka yang dapat saya identifikasi :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Dengan      menyelenggarakan acara tsb. diharapkan bisa digunakan untuk membangun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan melakukan acara relationship dengan      banyak orang sekaligus. Para orang tua yang juga adalah customer potential      tidak merasa hanya dijadikan ‘customer’ biasa atau orang yang hanya      dibutuhkan saat melakukan transaksi bisnis, namun lebih sebagai temen      dekat di dalam suasana santai dan penuh keakraban.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Secara      cerdas dan transparan, Purwacaraka ‘membuka diri’ agar kami para orang tua      yang juga ‘customer’ dapat mengenal dan mempelajari lebih ‘dalam’ seperti      apa profil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘kepiawaian’ mereka di      bisnis yang ditekuni, bagaimana mereka mengelola bisnis secara      professional.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Banyak      informasi dari Purwacaraka yang disampaikan secara jelas &amp;amp; langsung,      sehingga acara ini juga bisa menjadi proses pembelajaran dua arah.      Setidaknya, kalau para orang tua siswa merasa terpuaskan &amp;amp; ‘percaya’      terhadap lembaga tsb. maka akan tetap setia sebagai customer dan sulit      untuk berpindah ‘ke lain hati’. Ingat, semakin lembaga tsb. peduli dan      memperhatikan customernya, akan semakin kuat pula emotional      attachment&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau hubungan emosi      antara Purwacaraka dan para orang tua siswanya. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Acara      tsb. juga digunakan menjadi ajang iklan &amp;amp; promosi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terselubung. Bagaimana dengan cerdasnya      Purwacaraka menawarkan bahwa dalam rangka Ulang Tahun ditawarkan diskon      bagi calon siswa baru, diskon untuk penjualan alat-alat musik, dsb.      Begitulah, paling tidak yang kakaknya sudah belajar di situ, adik pastinya      juga akan belajar musik di situ pula. Bahkan akan menjadi ‘radio dengkul’      untuk berpromosi ke siapa saja. Atau bagi yang kepingin beli alat musik      juga bisa memanfaatkan tawaran ini. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bagi teman-teman yang punya usaha, tentunya strategi Purwacaraka tsb. dalam hal membangun customer relationship menyiratkan beberapa pelajaran yang bisa dipetik untuk kemajuan bisnis kita. Setidaknya menggambarkan betapa ‘kuatnya’ strategi relationship selling tsb. tatkala diimplementasikan oleh sekolah musik di atas.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dan saatnya pula untuk meninggalkan ‘&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; jualan cara lama’. Karena kecenderungan saat ini, kebanyakan orang akan bereaksi negative, jika menghadapi penjualan yang bersifat memaksa. Pada era yang semakin emosional ini, penjualan yang bersifat memaksa tidak berlaku lagi. Yang tentunya juga harus ditinggalkan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Coba bayangkan, saat sedang asyik berjalan-jalan di sebuah Mall tiba-tiba ‘dipaksa’ untuk mampir ke sebuah gerai produk tertentu oleh Sales Promotion Girl [biasanya produk parfum, kartu kredit, elektronik tertentu, dsb.]. Pastinya, kita bukannya berhenti untuk mencoba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi malahan takut dan menghindar. [Kecuali kalau kita memang berniat kepingin kenal dengan SPG tsb. hehehe… ].&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Lebih dari itu, yang namanya relationship selling bisa sangat bermanfaat bagi bisnis apapun dalam usaha menawarkan produknya di situasi pasar yang sangat kompetitif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan semakin emosional ini. Terutama bila produk yang dijual tsb. tidak memiliki kelebihan benefit dibanding produk yang sejenis yang telah banyak beredar di pasaran.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagaimana dengan produk Anda?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-6384987309658090779?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/6384987309658090779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=6384987309658090779' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6384987309658090779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6384987309658090779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/04/relationship-salah-satu-kunci-sukses.html' title='Relationship, salah satu kunci sukses jualan'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SBLc4g0jlBI/AAAAAAAAAGA/Tcreofc__ac/s72-c/DDdrum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-4981213970322043983</id><published>2008-04-20T21:13:00.000-07:00</published><updated>2008-04-20T21:18:25.205-07:00</updated><title type='text'>‘Vitamin’ untuk memupuk kreativitas pengusaha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SAwVNieDJKI/AAAAAAAAAF4/LnxpArydjaA/s1600-h/vitamin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SAwVNieDJKI/AAAAAAAAAF4/LnxpArydjaA/s200/vitamin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191547792786662562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Di postingan saya sebelumnya [baca : Apakah menjadi pengusaha harus kreatif?], telah diuraikan tentang pentingnya seorang pengusaha memiliki ide-ide kreatif untuk memajukan usahanya ataupun menemukan peluang-peluang usaha yang baru yang keluar dari pakem [stand out from the crowd].&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Juga telah saya jelaskan bahwa mau tidak mau, suka tidak suka, seorang pengusaha memang dituntut selalu berpikir kreatif agar mampu bekerja cerdas untuk kepentingan usahanya. Termasuk 8 cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau tahapan yang dapat mengkondisikan seseorang untuk bisa berpikir lebih kreatif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dalam kesempatan ini saya hanya menambahkan beberapa insight yang berkaitan dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagaimana cara memupuk kreativitas tsb. Boleh dibilang ‘vitamin’ yang dapat memupuk dan mengembangkan kreativitas tsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tantangan terbesar bagi pengusaha yang tetap ingin maju &amp;amp; berkembang, yang ingin selalu memiliki inovasi baru, yang selalu mampu membaca peluang baru &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah... harus tetap kreatif! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Persoalannya, yakinkah bahwa kita memiliki sifat kreatif? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Saat berhasil meyakinkan diri bahwa kita kreatif, maka kita telah memulai satu langkah! One step a head. Setidaknya mindset yang tertanam telah lebih maju dibanding orang kebanyakan. Karena syarat pertama agar bisa berfikir kreatif, harus terlebih dulu percaya dan yakin bahwa kita ‘bisa’ kreatif! Melalui modal keyakinan ini, siapapun juga, yang sudah yakin akan kreativitasnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akan mencoba segala cara yang nantinya juga akan menemukan jalannya [bahasa kerennya : passion &amp;amp; action].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkan pula di dalam diri bahwa creativity is an attitude. Jadi sudah seharusnya menjadi bagian integral dari pribadi kita. Kreativitas sudah seharusnya menjadi perilaku &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sehari-hari, menjadi bagian dari cara berfikir kita setiap saat! Berfikir kreatif adalah mencoba mencari cara dan atau jalan yang tidak biasa, yang baru, yang lain daripada yang lain, yang tidak me too. Atau saya lebih senang menyebutnya dengan cara berfikir yang keluar dari pakem. Jadi juga harus to be able to stand out from the crowd. Tapi bukan dimaksud ‘asal berani beda’ lho…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lalu bagaimana kita bisa melatih &amp;amp; mengasah bakat kreatif tsb.? Apakah ada ‘vitaminnya’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kreativitas adalah output dari proses dialektika dan pergulatan di dalam pikiran kita. Nah, agar pikiran tidak menjadi ‘kering’, maka sudah seharusya terus menerus diberi input sebanyak-banyaknya.Atau saya menyebutnya dengan ‘vitamin’ atau pupuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang diharapkan mampu menyuburkan pikiran kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘Vitamin’ yang dimaksud tentunya bisa diperoleh dengan cara:  &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;banyak ngobrol apa saja, dengan siapa saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;banyak nongkrong di mana saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;banyak baca apa saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;nonton apa saja &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;jalan-jalan ke mana saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;gaul dengan siapa saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;dengerin &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;apa saja [gossip pun juga oke]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;nyobain segala hal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;makan dan minum apa saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;belajar apa saja, dan dari mana saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;nyari pengalaman sebanyak-banyaknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;punya sifat selalu ingin tahu [tapi bukan sok tahu lho]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;buka mata buka telinga, kalau perlu semua indera, dan mengamati apa yang terjadi di sekeliling kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dan masih banyak lagi cara yang bisa ditambahkan di sini yang pas dengan hobi kita, minat kita dan passion kita. Silakan mencoba dan mempraktekkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-4981213970322043983?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/4981213970322043983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=4981213970322043983' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4981213970322043983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4981213970322043983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/04/vitamin-untuk-memupuk-kreativitas.html' title='‘Vitamin’ untuk memupuk kreativitas pengusaha'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/SAwVNieDJKI/AAAAAAAAAF4/LnxpArydjaA/s72-c/vitamin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-8404964875331596379</id><published>2008-04-13T20:10:00.001-07:00</published><updated>2008-04-13T20:11:58.402-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah, Allah SWT telah mengganti HP anakku…</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertama, saya mengucap syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT. Ya Rozzaq, Engkau lah sebaik-baiknya Pemberi Rezeki! Terbukti bahwa Allah betul-betul sayang kepada hambaNya ini. Yang namanya limpahan rezeki itu ternyata bisa datang dari arah mana saja. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Begitulah. Tatkala kita betul-betul pasrah &amp;amp; ikhlas dalam menghadapi cobaan, hanya dalam bilangan bulan, HP anakku yang dicopet ‘gerombolan’ di angkutan umum, akhirnya mendapatkan ‘gantinya’ yang lebih baik. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tanggal &lt;st1:date year="2008" day="4" month="4"&gt;4 April 2008&lt;/st1:date&gt;, tepatnya seminggu yang lalu, tanpa disangka, ada kejutan buat saya pribadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Number one person di perusahaan saya tiba-tiba menghadiahi saya sebuah HP trendy &amp;amp; canggih, yang harganya lumayan mahal buat ukuran saya. Anehnya, kisaran harganya kurang lebih sama dengan HP anakku yang sudah kami ikhlaskan tsb. namun lebih canggih fiturnya karena memang keluaran terbaru. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;Memang, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketika HP anakku Wira dicopet, saya pun menasehatinya, agar mengikhlaskan HP kesayangnnya, karena memang ada orang yang ‘lagi kelaparan’. Nanti Allah akan mengganti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan yang lebih baik. Karena manusia tidak pernah tahu akan ‘rencana Allah’ dalam masa kehidupan yang dijalaninya. [baca postingan sebelumnya : “Membingkai tanda-tanda zaman”]&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Apakah ini sebuah kebetulan belaka? Saya yakin bahwa tidak ada suatu kejadian yang kebetulan. Allah lah yang menjawab doa kami. Begitu kami [saya &amp;amp; anak saya] sudah pasrah dan ikhlas dan ber Law of Attraction memohon kepadaNya, maka Allah melimpahkan rezekinya melalui ‘kenang-kenangan’ dari boss saya di kantor. That’s a life! Alhamdulillah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Teman, terlepas dari cerita di atas, yang betul-betul menambah semakin tebal keyakinan saya akan unlimited power Nya, sudah selayaknya pula kita sebagai umatNya untuk selalu mengucap syukur kepada Allah SWT setiap saat atas segala Rahmat &amp;amp; Hidayah yang telah dilimpahkan kepada kita semua. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bayangkan, mulai dari bangun tidur, kita sudah seharusnya bersyukur karena masih diberi kehidupan dan dilimpahi udara bersih tanpa batas yang bisa kita hirup dan rasakan kesegarannya. Saat kita minum air putih pun juga telah tersedia melimpah. Begitu seterusnya, semua aspek kehidupan yang kita ‘lakoni’ tidak ada yang luput dari limpahan Rezeki, Rahmat &amp;amp; Hidayah Allah SWT.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Begitu kita sudah terbiasa untuk selalu bersyukur atas segala nikmatNya dan bisa mengambil hikmah dari segala kejadian yang kita alami sehari-hari dengan pasrah &amp;amp; ikhlas, secara psikologis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;feel-nya akan terasa lain. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sebaliknya, tatkala kita mengalami segala masalah di dalam kehidupan sehari-hari, atau bingung dengan masalah yang masih menjadi tanda tanya besar [misal: mencoba bisnis tapi kok belum maju-maju juga], jangan ragu pula, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mintalah semua yang kita inginkan kepada Allah SWT. Agama kita mengajarkan bahwa jika kita butuh rezeki, panggillah Allah dengan sifat-Nya Yang Maha Memberi Rezeki [Yaa Rozzaq]. Saya yakin dengan dibarengi rasa sabar, tawakal, pasrah &amp;amp; ikhlas, niscaya Allah akan menjawab doa kita dengan memberikan yang terbaik. Amin.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Eh, kok jadi ngelantur… by the way, semoga curhat kali ini ada hikmahnya buat Anda semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-8404964875331596379?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/8404964875331596379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=8404964875331596379' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8404964875331596379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8404964875331596379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/04/alhamdulillah-allah-swt-telah-mengganti.html' title='Alhamdulillah, Allah SWT telah mengganti HP anakku…'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-3020641341554142631</id><published>2008-04-10T02:21:00.001-07:00</published><updated>2008-04-10T02:24:49.313-07:00</updated><title type='text'>Merek atau brand paling berpengaruh di dunia….</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R_3cxH6RldI/AAAAAAAAAFw/5UFPeXq3OYY/s1600-h/logo-apple1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R_3cxH6RldI/AAAAAAAAAFw/5UFPeXq3OYY/s200/logo-apple1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187545082295850450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mau tahu merek atau brand apa yang memiliki pengaruh paling besar terhadap konsumen di dunia?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Surprise banget, ternyata merek yang paling ‘berkenan di hati’ konsumen dunia tsb. adalah Apple. Merek berlambang buah apel ini memperoleh suara terbanyak saat diadakan survey oleh majalah online brandchannel.com kepada 2000 pembacanya di 107 negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Apple juga didaulat sebagai merek yang paling inspiratif di dalam kehidupan bagi para penggunanya. Bahkan saking inspiratifnya dan begitu ‘melekat di hati’ digambarkan seolah-olah mereka tak dapat hidup tanpa Apple. Benar-benar sebuah ‘temuan’ consumer insight’ yang begitu luar biasa buat Apple.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jujur saja, kita semua pasti juga mengakui keunggulan merek atau brand Apple ini. Komputer jinjingnya, i-pod nya, telah berhasil menjadi trendsetter baik di dunia maupun di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dan ini juga membuktikan bahwa merek atau brand yang kuat secara otomatis juga akan menciptakan kepercayaan serta image akan kualitas yang lebih baik ketimbang merek atau brand yang ‘biasa-biasa saja’.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Merek lain yang juga dinilai inspiratif adalah : Nike, Coca Cola, Google, dan Starbucks.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kalau ditelisik lebih jauh, apa sih sebenarnya yang membuat sebuah merek atau brand menjadi hebat? &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Philip Kotler yang terkenal sebagai pakarnya Marketing mensyaratkan adanya 5 faktor yang harus dimiliki oleh merek atau brand kalau kepingin bisa ‘hebat’.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Merek      harus dapat mencerminkan atribut-atribut tertentu : fitur produk, style      dsb. ke dalam benak konsumen.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Merek      harus harus bisa menonjolkan satu atau lebih keunggulan utamanya. Misal,      Volvo selalu dikonotasikan dengan safety. Apple dikonotasikan dengan      kemudahan pemakaian.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Merek      tsb. juga harus bisa di-visual -&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;      karakteristiknya seolah-olah sebagai seorang manusia. Apple kalau      ‘diorangkan’ seakan-akan adalah manusia yang berusia 20- an, young,      trendy, modern, dsb.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Merek      juga harus bisa mencerminkan sesuatu yang berkenaan dengan value      perusahaan. Seberapa inovatif perusahaan tsb? Seberapa responsive terhadap      konsumennya? Apakah memiliki kesadaran social yang tinggi? Apakah      produknya ramah lingkungan? Dsb.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Merek      yang kuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu memberikan gambaran      tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para pengguna merek tsb.      Apakah mereka kalangan muda yang antusias? Atau mereka golongan berumur      yang sudah mapan?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Agar sebuah merek atau brand bisa berkembang dan sukses sebagai pilihan konsumen secara jangka panjang, para pemilik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merek harus mampu mengembangkan ke-5 faktor di atas. Dan ingat, yang namanya merek ‘hebat’ secara langsung mampu memunculkan image, ekspektasi, dan performance yang dijanjikan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkinkah merek ‘made in &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;’ mampu menjadi merek atau brand yang paling ‘melekat di hati konsumen’ dunia? Jawabannya berpulang kepada ‘kerja keras’ dan ‘kerja cerdas’ para pemiliknya. Siapa tahu 10 tahun ke depan ‘dream’ seperti ini bisa terwujud, merek atau brand milik salah satu di antara kita dapat ‘go international’. Semoga.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-3020641341554142631?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/3020641341554142631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=3020641341554142631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3020641341554142631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3020641341554142631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/04/merek-atau-brand-paling-berpengaruh-di.html' title='Merek atau brand paling berpengaruh di dunia….'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R_3cxH6RldI/AAAAAAAAAFw/5UFPeXq3OYY/s72-c/logo-apple1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-941585457207306302</id><published>2008-03-30T02:24:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T02:51:12.119-07:00</updated><title type='text'>Sepenggal cerita tentang “Bus SIM Keliling”</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Nggak kerasa, SIM A &amp;amp; C tanggal 4 April 2008 ini sudah habis masa berlakunya. Mau nggak mau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; mesti diperpanjang sebelum tanggal tsb. Kebayang 5 tahun yang lalu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;[karena nggak mau repot ‘dikerjain oknum’], urusan memperpanjang SIM tsb. melalui biro jasa. Alhasil &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;habisnya lumayan mahal [Rp 360,000]. Kali ini, iseng-iseng nanya ke biro jasa yang sama untuk perpanjangan SIM A &amp;amp; C membutuhkan biaya Rp 500,000. [Enak banget ya nyari duitnya???]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Akhirnya, memilih untuk mencoba memperpanjang SIM tsb. sendiri tanpa perlu bantuan biro jasa. Sambil mencoba petualangan baru, kayak apa sih ribetnya? Kan katanya dalam usaha mewujudkan good government service di tubuh POLRI, sekarang ‘ngurus’ SIM &amp;amp; STNK lebih gampang dan nyaman, tanpa harus melalui calo ataupun biro jasa. [maaf ya buat temen-temen yang punya usaha biro jasa khusus SIM &amp;amp; STNK, hehehe…]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sekaligus mendukung usaha POLRI untuk ‘memberantas praktek pungli &amp;amp; percaloan’ dari dalam instansinya. Kalau nggak dimulai dari diri kita sendiri, tujuan mulia ini akan mubazir. Inilah niat yang saya canangkan, ‘memerangi praktek pungli yang telah membudaya di masyarakat’ yang bikin bangsa ini terpuruk terus menerus. Mau se’repot’ apapun akan ane jabanin!&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tanggal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;27 Maret 2008, mulailah browsing di internet, cari info tentang perpanjangan SIM ini, eh ketemu dengan yang namanya layanan SIM keliling. Emang beberapa tahun yang lalu pernah denger kalau Polda Metro Jaya melaunching fasilitas tsb. Tapi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; karena saat berita tsb. dirilis belum perlu, ya informasi tsb. lewat begitu saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masalahnya, layanan bus SIM keliling tsb. lokasi mangkalnya berpindah-pindah setiap hari. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tatkala menanyakan ke telepon yang tertera di WEB resmi POLDA Metro Jaya [ http://www.lantas.metro.polri.go.id ] dijawab agar menelepon di pagi hari jam 8,00 di hari kapan kita mau memanfaatkan jasa layanan bus SIM keliling ini. Atau bisa juga SMS ke no. 1717 pk. 8,00 di hari yang sama. Juga bisa dilihat di halaman utama WEB resmi POLDA Metro Jaya setiap harinya [ http://www.lantas.metro.polri.go.id ]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tanggal 28 Maret 2008 pagi, pk. 08,10 iseng-iseng nyoba nelpon ke no. telepon yang dianjurkan 021 527 6001, ternyata tidak ada satu pun yang menjawab [gimana nich???]. Terus nyoba SMS ke no. 1717 : &lt;i style=""&gt;“mohon info, hari ini 28 Maret 2008 layanan bus SIM keliling untuk wilayah Jak Tim lokasi ada di mana ya?”.&lt;/i&gt; Eh, nggak sampai 5 menit SMS telah dibalas : &lt;i style=""&gt;“SIM/STNK Jak Sel di Kebun Binatang Ragunan [SIM hari ini tidak beroperasi], Jak Tim di Pusat Grosir Cililitan, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jak&lt;/st1:city&gt;  &lt;st1:state st="on"&gt;Ut&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; di Mall Pluit, Jak Bar di Carrefour Puri Kembangan, Jak Pus di PT Pelni Jl. Gajah Mada. Jam operasi 08.00 – 13.00 WIB.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Langsung otakpun ambil keputusan untuk memilih Bus SIM Keliling yang ada di Pusat Grosir Cililitan [PGC] karena lebih dekat dari rumah. Meluncurlah ke PGC. Sampai di PGC sekitar 08.45. Di halaman parkir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah terparkir Bus SIM Keliling &amp;amp; Bus STNK Keliling. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Di depan Bus SIM Keliling sudah ngantri 5 orang sebelum saya. Saya tanya ke petugas, apakah SIM saya yang habisnya 4 April 2008 nanti boleh diperpanjang sekarang? Karena saya minggu depan 1 April s.d 5 April 2008 ada tugas pekerjaan kantor. Kalau memperpanjang setelah tanggal itu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kena denda. Ternyata oleh petugas diijinkan untuk itu. [Thanks ya.] Di dompet ada duit Rp 300,000, seharusnya cukup untuk biayanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Setelah KTP dan kedua SIM tsb. difotocopy oleh petugas [biaya fotocopy untuk 3 lembar Rp 3,000], langsung diminta untuk mengisi formulir permohonan perpanjangan SIM. Sayangnya, saya nggak bawa ballpoint jadinya untuk mengisi formulirnya harus menunggu orang yang bisa meminjamkan ballpoint-nya. Inilah masalah yang bikin agak lama. Saat mengisi pun juga memerlukan waktu agak lama, karena harus mengisi 2 formulir [SIM A &amp;amp; C]. Akhirnya, pk. 09.10 formulir tsb. berhasil saya serahkan ke petugas. Tibalah ke tahap menunggu panggilan untuk difoto [nggak disediakan kursi jadi ya pada berdiri ‘berceceran’ di sekitar bus tsb]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pk. 09.20, dipanggil naik ke atas bus untuk photo session, sekaligus dicek ulang data yang akan tertera di SIM kita [Nama, Tgl. Lahir, Alamat]. Petugasnya pun ramah dalam melayani para pemohon SIM. Berbeda jauh dengan pengalaman saya ‘ngurus’ perpanjangan SIM di SAMSAT Jl. Daan Mogot 5 tahun yang lalu, di mana petugasnya cuma ramah sama duit kita [waktu itu kan lewat Biro Jasa]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Selesai foto diminta untuk membayar Rp 170,000 untuk SIM A &amp;amp; C tsb. [jadi @ Rp 85,000]. Surprise banget! Sungguh di luar expectation saya sebelumnya. [perkiraan saya paling murah Rp 200,000 untuk 2 SIM tsb]. Bayangin pula kalau mesti ‘ngurus’ lewat biro jasa atau calo yang budgetnya sekitar Rp 500,000. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sambil ngobrol, petugas tsb. juga menginformasikan bahwa mulai awal April 2008 ini layanan SAMSAT akan buka kantor di PGC ini, dan beberapa mal lainnya [salah satunya Mal Taman Anggrek dll.]. Jam bukanya juga seiiring dengan bukanya Mal tsb. Jadi konsepnya, sambil belanja kita bisa memperpanjang SIM &amp;amp; STNK. Sabtu Minggu juga buka. Jadi nggak ada lagi alasan untuk kita nggak ada waktu untuk memperpanjang SIM or STNK. Hebat ya… terobosan yang dilakukan POLRI.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pk. 09.25, kedua SIM baru saya diserahkan. Saya hitung, waktu yang diperlukan juga lumayan singkat [lebih lama ngisi formulirnya dibanding bikin SIM nya]. Pk. 09.30 saya sudah keluar dari areal parkiran PGC. Jadi dari saya tiba di PGC hingga pergi meninggalkan PGC hanya membutuhkan waktu 45 menit saja. Betul-betul puas saya dibuatnya. Baru kali ini saya merasakan berurusan sendiri dengan birokrasi begitu lancar &amp;amp; efisien dari segi waktu. Kalau semua instansi pemerintah yang terkait dengan layanan public bisa seperti ini semua, saya yakin negeri ini akan melangkah lebih maju. Salut juga ane ama reformasi POLRI.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Setelah mengalami sendiri bagaimana mudahnya ‘urusan’ memperpanjang SIM ini, saya anjurkan kepada siapa saja agar memanfaatkan layanan perpanjangan SIM &amp;amp; STNK melalui Bus Keliling ini. Dijamin kesan ribet &amp;amp; repot yang selama ini melekat jika kita bicara ‘urusan’ dengan SAMSAT, akan langsung sirna saat itu juga. Coba &amp;amp; buktikan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Informasi tambahan bagi yang mau memanfaatkan layanan ini:&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;-Pagi pk. 08.00, cari tahu keberadaan Bus SIM Keliling dengan SMS 1717&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Bus SIM Keliling DKI hanya melayani perpanjangan SIM ‘keluaran’ Polda Metro Jaya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-SIM yang kadaluarsa lebih dari 1 tahun juga tidak bisa dilayani &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Bawa KTP &amp;amp; SIM aslinya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Berpakaian yang sopan &amp;amp; layak untuk difoto&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Siapkan uang pas [seringnya nggak ada kembalian]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Siapkan payung [kalau pas musim hujan], karena tidak ada tempat berteduh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Siapin juga air minum biar nggak kehausan bila menunggu saat teriknya matahari&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Sebaiknya datang lebih pagi [pk 8.00] , karena makin siang makin berjubel antriannya&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Masukan untuk Bus SIM Keliling :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;-Meja &amp;amp; kursi untuk mengisi formulir isian sebaiknya diperbanyak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Sistim antriannya, meski sudah lumayan baik, kalau bisa menggunakan Ticketing System seperti di Bank. Kalau antriannya membludag ‘takutnya’ jadi kacau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Perlu disediakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;papan informasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang ‘aturan main’ dan penjelasan apa saja yang bisa dilayani &amp;amp; tidak bisa dilayani [banyak yang ditolak padahal sudah ‘ngantre’]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Peluang usaha :&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;-Jualan minuman/snack dll. [juga ballpoint] kerja sama dengan bus SIM Keliling ini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Menyewakan kursi lipat juga oke lho…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Bisa untuk ajang sampling product bagi yang punya tim SPG&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;-Bisa beriklan melalui X-banner, spanduk, tenda ruang tunggu &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-941585457207306302?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/941585457207306302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=941585457207306302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/941585457207306302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/941585457207306302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/sepenggal-cerita-tentang-bus-sim.html' title='Sepenggal cerita tentang “Bus SIM Keliling”'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-3387930908722521398</id><published>2008-03-28T07:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-28T07:38:12.423-07:00</updated><title type='text'>Cobalah berpikir jahil, iseng &amp; nyleneh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-0ChpVk4CI/AAAAAAAAAFo/zKEzGh5kqTs/s1600-h/openbox.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-0ChpVk4CI/AAAAAAAAAFo/zKEzGh5kqTs/s320/openbox.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182801523228598306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksud saya untuk mengajak Anda mengisengi &amp;amp; menjahili orang lho… Tapi memang ajakan agar jahil, iseng &amp;amp; nyleneh untuk diri sendiri masing-masing. Kalau kita mau kreatif dan punya ide-ide yang liar dan keluar dari pakem, syarat inilah yang minimal harus dipenuhi terlebih dahulu. Jadi pikiran kita harus diajak ‘nakal’ dan ‘nggak gampang puas’, tentunya agar bisa menemukan ide-ide yang outstanding. Saya memang mewajibkan kepada diri pribadi agar di sela-sela waktu senggang [daripada ngelamun] untuk menerapkan metode berpikir ‘liar’, jahil, iseng &amp;amp; nyeleneh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini untuk melengkapi 2 tulisan sebelumnya tentang brand name &amp;amp; slogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran jahil, iseng &amp;amp; nyleneh setidaknya akan membawa kita untuk selalu mengutak-ngatik ide atau segala hal yang selama ini sudah dianggap mapan. Terus, ‘jangan gampang puas’, sehingga memacu untuk terus mencari dan mencari ide-ide segar yang baru. Hasilnya, apa yang kita pikirkan dan ciptakan akan menjadi ‘to be different’ dan keluar dari pakem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita cermati, hampir semua usaha yang saat ini exist dan berjaya adalah hasil dari pola berpikir seperti ini. Memang tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi bila ada kemauan yang keras diiringi dengan ‘doa’, saya yakin akan banyak lahir ide-ide usaha yang bakalan ‘keluar dari pakem’. Hanya masalah waktu saja yang akan membuktikannya. Apalagi ditambah dengan mulai berjangkitnya virus semangat entrepreneurship di kalangan kelas menengah ke atas dan terpelajar, yang kian marak akhir-akhir ini. Pastinya, akan seperti bola salju, yang akan bergulir semakin lama semakin membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa contoh hasil dari berpikir jahil, iseng &amp;amp; nyleneh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es Teler 77, Soto Gebraaaak , Rawon Setan, Rumah makan mbah Jingkrak, Nasi goreng Gila, Bakso Rudal, Bubur Ayam Ceker, Klenger Burger, Obonk Steak, Waroeng Bebek Krathon,  T-Shirt Dagadu [matamu], Depo Bangunan, Toko Babe [barang bekas], Markaz Ritel, Laundry Kiloan, Terminal Tiket, Kids2Success, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga daftar ini bertambah banyak lagi nantinya dengan usaha milik Anda semua. Amin.&lt;br /&gt;Ayo manfaatkan waktu luang untuk ‘think different and act excellent’ sambil tetap semangat dan enjoy aja!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-3387930908722521398?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/3387930908722521398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=3387930908722521398' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3387930908722521398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3387930908722521398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/cobalah-berpikir-jahil-iseng-nyleneh_9657.html' title='Cobalah berpikir jahil, iseng &amp; nyleneh'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-0ChpVk4CI/AAAAAAAAAFo/zKEzGh5kqTs/s72-c/openbox.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-3598438663526584126</id><published>2008-03-27T07:18:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T07:19:20.706-07:00</updated><title type='text'>Motto atau Slogan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kalau nama brand sudah ada, lalu penting nggak kita menciptakan motto atau slogan untuk produk kita? Jawabannya tentunya berpulang kepada si pemilik produk tsb. Bagi Anda yang kepingin produknya kepingin cepat dikenal oleh masyarakat dan bisa exist selamanya, sudah seharusnya memiliki motto atau slogan yang mudah diingat dan dekat asosiasinya dengan karakter produk itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lampu Philips misalnya, di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ia menggunakan slogan yang sangat smart &amp;amp; memorable bagi kita semua yaitu : ‘terus terang Philips terang terus’. Slogan ini sangat dekat sekali dengan karakter produknya itu sendiri. Contoh lain, yang juga brand International dan terkenal yaitu Nike dengan slogan ‘just do it’. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Slogan ini meskipun dalam bahasa Inggris, dapat memberikan kepada siapapun yang membacanya sentuhan emotional benefit berupa jiwa yang penuh dengan kebebasan, segalanya nggak perlu mesti dipertimbangkan dulu. Bener- bener pas dengan jiwa olahraga di mana produk mereka memang ditujukan untuk dunia sport.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Apapun makanannya, minumnya Teh botol Sosro” adalah salah satu contoh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produk local yang motto atau slogannya begitu kuat. Langsung menjual positioning produknya. Coca Cola yang international brand saja sempat ‘grogi’ juga dengan kiprah Teh botol Sosro ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Belajar dari brand-brand yang telah mapan di atas, nampak bahwa motto atau slogan kalau dirasakan feelnya, dibayangkan, disigi yang tersirat akan terasa ada pesan penting yang dikampanyekan. Motto atau slogan punya tugas sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Untuk mengkomunikasikan secara singkat &amp;amp; padat tentang product promise. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengkomunikasikan pula brand positioning dari produknya. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sebisanya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;juga memuat benefit dari produk itu sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dapat menggambarkan personality produknya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Juga mampu menyiratkan misi dari produknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah brand name &amp;amp; slogan tadi tercipta dan saling melengkapi, harus disosialisasikan agar dapat menancap di benak target konsumen yang dituju. Caranya, bisa melalui brosur yang kita sebar, papan usaha, iklan di web/blog dsb. Yang terpenting, motto atau slogan tsb juga harus dibuktikan dalam bentuk tindakan. Misal, sebuah usaha yang bergerak di bidang jasa pelayanan mengkampanyekan slogan ‘we serve better’, maka seluruh tindakan perusahaan tsb. ya harus sungguh-sungguh memberi layanan terbaik, tulus, ramah, dan memberikan kemudahan kepada yang dilayani tanpa pandang bulu. Ingat, bila kenyataannya justru sebaliknya, konsumen akan merespon negative dan akhirnya motto atau slogan tsb menjadi boomerang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana dengan produk Anda? Sudahkah memiliki motto atau slogan yang ‘kuat’, ‘smart’ dan berbeda dari yang lain? Barangkali bagi sebagian orang motto atau slogan dianggap nggak penting, yang penting &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; jualannya lancar. Namun ada baiknya mempertimbangkannya. Mengingat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; lebih kuat budaya verbalnya, lebih menyukai joke juga hobi ‘ngutak-ngatik’&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kata-kata. Dengan memiliki motto atau slogan yang unik dan memorable bisa jadi akan sangat membantu mengangkat awareness brand dari produk yang kita miliki.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terlebih lagi bila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produk dan brand name tsb. baru saja diluncurkan.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-3598438663526584126?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/3598438663526584126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=3598438663526584126' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3598438663526584126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3598438663526584126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/motto-atau-slogan.html' title='Motto atau Slogan'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-6494844700469920719</id><published>2008-03-24T06:15:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T06:22:33.703-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya brand name untuk produk kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-eq_pVk39I/AAAAAAAAAE4/AanxxMQiuA4/s1600-h/verbalmain2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-eq_pVk39I/AAAAAAAAAE4/AanxxMQiuA4/s320/verbalmain2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181297906717876178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagi pemilik produk, terutama yang baru mulai start memulai usaha, nama brand atau merek adalah juga doa agar ‘nantinya’ bisa meraih kesuksesan. Itulah sebabnya, mencipta nama brand untuk produk menjadi sebuah kegiatan awal yang sangat penting. Dan seyogyanya harus melalui berbagai pertimbangan yang matang. Mengingat brand tsb. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk jangka panjang. Dasar pertimbangan utama, kita harus sadar sepenuhnya bahwa produk tsb. adalah ‘baby’ kita, jadi kalau salah memberi nama akan menyesal ke depannya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau ditelisik lebih jauh, sepertinya menciptakan nama brand untuk produk kita kok gampang ya… Benarkah demikian? Saya kok merasa justru sebaliknya. Banyak pertimbangan filosofis yang tersirat pada kegiatan mencipta brand name ini. Setidaknya ada unsur logika &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kecuali jika kita cukup dipuaskan dengan menciptakan brand name dengan bermodalkan good feeling dan perasaan hati ‘suka’ dan ‘tidak suka’. Memang nggak salah sih, karena terkadang feeling kita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; so good juga. Hehehe… &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lebih dari itu, brand name &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; juga harus ada rationale-nya, memiliki visi, asal-usul dan relevansi dengan produk &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang sering terjadi, saat menciptakan brand name situasinya adalah dikejar dead line karena kepinginnya produk tsb. cepat di-launch. Akhirnya, brand name-nya berangkat dari nama si owner, nama anak, nama lokasi, nama jalan, singkatan. Atau nama yang berangkat dari doa atau harapan kita seperti ‘rizki’, ‘anugerah’, ‘subur’, ‘barokah’, dan masih banyak lagi. Nggak salah juga sih… Hanya kalau diamati, banyak banget brand name yang sama atau mirip-mirip seperti itu. Jadinya, brand name kita nggak stand out, nggak catching, nggak get attention, nggak nyleneh dan nggak keluar dari pakem yang dianut ‘orang kebanyakan’, ujung-ujungnya nggak memorable.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengalaman di atas, juga pernah terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada beberapa usaha saya. Saat membuka toko seluler, karena sudah ditunggu oleh supplier yang akan membuat papan nama toko, cap, nota, dan kwitansi, saya terjebak dengan pola kepepet deadline tadi. Akhirnya, setelah berpikir cepat dan simple, nama yang keluar adalah ‘ma-ju’ seluler. Yang saya maksud dengan ‘ma-ju’ adalah 2 meaning. Pertama, ma-ju = &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;li&lt;u&gt;ma&lt;/u&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tu&lt;u&gt;ju&lt;/u&gt;an [bisnis, belajar, buka lapangan kerja, berkah, bersedekah]. Kedua, ma-ju = berharap usaha tsb. bisa berkembang. Pas sudah berjalan kok ternyata feel-nya biasa banget ya? Singkatannya pun secara filosofis kok cuma owner-nya yang tahu. Hehehe… namanya juga memulai usahanya ‘terjun bebas’…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kejadian yang sama juga terulang lagi. Saat memulai bisnis rental excavator, kami juga dikejar deadline. Ditambah lagi ada 4 ‘kepala’ yang harus disatukan pendapatnya. Akhirnya, jadilah nama perusahaan kami menggunakan nama PT Duta Perdana. ‘Duta’ kurang lebih mengandung makna ‘DUit kiTA’ &amp;amp; ‘perwakilan’. ‘Perdana’, untuk menggambarkan usaha bersama kami yang pertama. Jadi filosofi yang tersirat, perusahaan yang pertama ini dibangun dari ‘duit rame-rame’ para ‘wakil keluarga’. So simple. Dan lagi-lagi feel-nya biasa banget kayak perusahaan kebanyakan. Padahal, saya pribadi kepinginnya brand name lebih ‘oke’ dari yang itu. Any way, apalah arti sebuah nama. Karena, saat menangkap peluang usaha rental excavator tsb. praktis waktu yang ada memang ‘mepet banget’. Saat itu, yang penting &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; semangat untuk segera ‘take action’!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bagusnya bila saat kita mencipta brand name juga punya bekal yang cukup tentang konsep produknya, latar belakang produk tsb.,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siapa target marketnya, peta persaingan di pasar seperti apa, nama apa saja yang telah digunakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kategori produk yang sama, serta tone &amp;amp; manner yang sesuai dengan karakter produk. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penciptaan brand name, kadangkala dipengaruhi juga oleh problematika spesifik yang terjadi di pasar pada saat itu. Sebut saja, sebuah TV swasta yang kurang laku [La TV], kemudian ada pemodal baru masuk, lalu dirubah nama serta konsep produknya [TV One] agar bisa di re-'launch' dan dilirik pasar kembali. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain contoh di atas, sebagai alternative lain, pemberian nama produk juga bisa diambil dari segala arah misal : product content/ingredient [Teh botol Sosro, Green Tea],&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;product concept [Bukafe, book store &amp;amp; café], product location [Soto Ambengan, Bakmi Gajah Mada], product vision and mission [Mastermind TNM-E20], customer’s dream [Kota Wisata], customer’s preference [Rawon Setan], dan random.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang penting pula, kita jangan pernah takut menciptakan brand name yang aneh-aneh, yang keluar dari pakem. Lebih baik membuat dulu ratusan nama, termasuk nama ‘nyleneh’, baru kemudian dipilah-pilah, dipilih beberapa puluh atau belasan untuk kita jagokan atau unggulkan. Dari nama-nama unggulan nantinya kita pilih lagi menjadi lebih sedikit, sampai akhirnya nanti kita pilih yang paling kita sukai. Tentunya, yang menurut kita paling cocok dengan karakter produknya. Dalam tahap ini, mungkin sebaiknya kita minta pendapat dari orang-orang terdekat kita, agar ada second opinion.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi, jujur saja untuk ‘pengetahuan’ tentang brand name ini saya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;belum ‘berhasil’ mempraktekkannya dengan baik &amp;amp; benar, khususnya untuk bisnis pribadi. Kalau sekadar dimintai tolong oleh beberapa teman sudah sering saya praktekkan. Hasilnya, banyak dari mereka yang merasa puas dan menerapkannya untuk nama produknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian sharing kali ini, semoga ada manfaatnya untuk Anda semua. Seandainya dirasa tidak ada manfaatnya abaikan saja, karena memang tulisan ini berangkat dari keisengan saya semata untuk ‘memuntahkan’ uneg-uneg yang ada di kepala. Ya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;wis&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; lah!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-6494844700469920719?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/6494844700469920719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=6494844700469920719' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6494844700469920719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6494844700469920719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/pentingnya-brand-name-untuk-produk-kita.html' title='Pentingnya brand name untuk produk kita'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-eq_pVk39I/AAAAAAAAAE4/AanxxMQiuA4/s72-c/verbalmain2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-840710629639676561</id><published>2008-03-19T07:25:00.000-07:00</published><updated>2008-03-19T07:43:14.486-07:00</updated><title type='text'>Rasa puas diri = ancaman terbesar kemajuan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-EmcnwP7UI/AAAAAAAAAEw/qjYYSi7mgdM/s1600-h/comfortzone.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-EmcnwP7UI/AAAAAAAAAEw/qjYYSi7mgdM/s320/comfortzone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179463319602326850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tulisan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang bertolak dari pengalaman pribadi. Sekedar mengingatkan ke diri pribadi, bahwa yang namanya rasa puas diri itu ternyata betul-betul membuat kita tidak kepingin bergerak untuk maju. Hal ini, pernah membelenggu diri pribadi saya bertahun-tahun lamanya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tatkala merasa telah memiliki pekerjaan yang mapan dengan penghasilan yang cukup, rasanya diri kita seperti terbuai dengan kenyamanan. Bayangkan, setiap bulan sudah jelas, ada income yang bakal masuk ke rekening dari hasil kerja sebagai karyawan. Serasa hidup mengalir begitu saja, tanpa berpikir bahwa ternyata yang namanya menjadi karyawan itu selalu ada resiko ketidakpastian pula. ‘Terlena dalam comfort zone’, inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan situasi nyaman dan nikmat sebagai karyawan tadi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitu gelombang krisis moneter melanda di tahun 1997 lalu, yang berdampak banyaknya karyawan terkena PHK, kemudian melonjaknya harga-harga kebutuhan hidup sehari-hari, tiba-tiba berbunyilah ‘alarm’ kehidupan. Seolah berkata, “Hei waspadalah, kondisi perekonomian yang tak kunjung membaik bisa berdampak merubah comfort zone Anda menjadi zona ketidakpastian. Saatnya bersiap diri. Back-up your life with another incomes.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang namanya daya beli langsung merosot tajam. Kalau tadinya, incomes yang ada masih dapat dinikmati bahkan ada sisa yang bisa ditabung, kini mesti pintar-pintar mengatur pengeluaran agar ‘dapur tetap ngebul’.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sadar dengan perubahan mendadak yang begitu cepat tsb., mulailah memikirkan yang namanya penghasilan lain di luar income tetap sebagai karyawan. Mencoba menjadi pemilik usaha adalah salah satu pilihan yang harus dicoba.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitulah, akhirnya mulai tahun 2003 saya pun baru berani take action dan memiliki predikat baru sebagai pengusaha [rumah kontrakan, rental mobil, toko, warnet, dan rental excavator] yang berjalan hingga hari ini. Dan saya pribadi juga harus tetap waspada bahwa rasa puas diri dapat menghambat kemajuan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah bagi Anda yang masih pure hanya mengandalkan income sebagai karyawan, usahakan agar jangan sampai kelamaan terbelenggu dengan rasa puas diri berada di comfort zone. Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan perusahaan tempat Anda bekerja tetap nyaman, tenang dan damai. Mulailah kondisikan dan biasakan diri Anda berpikir ‘kepepet’ seolah-olah status karyawan tsb. hanya tinggal beberapa hari lagi. Apa yang bisa dilakukan sebagai jalan keluarnya? Mau nggak mau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; juga harus memulai mencoba menjajagi peluang di bidang usaha.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bagi para pemilik usaha pun, sebaiknya juga jangan terlena dengan rasa puas diri. Kita harus terus menerus berpikir untuk mengembangkan usaha yang ada sekaligus mencari terobosan-terobosan baru, kalau perlu menjajagi berbagai peluang baru. Ingat para competitor juga tidak berdiam diri untuk memenangkan pertarungan di ‘market’ yang serba kompetitif. Karena yang namanya faktor ketidakpastian juga selalu ada di dalam dunia usaha. Belum lagi ketidakpastian usaha yang berasal dari berubahnya perilaku konsumen yang disebabkan adanya kebijakan pemerintah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di dalam kehidupan nyata banyak kita jumpai bagaimana sebuah usaha yang tadinya nampak mapan tetapi mendadak berubah menjadi sebaliknya gara-gara perubahan yang tidak pernah diantisipasi sebelumnya. Saya pernah ngobrol dengan supir angkutan umum yang mengeluh penghasilannya menurun gara-gara sepinya penumpang. Padahal kebutuhan hidup keluarganya justru semakin meningkat. [konon, banyak penumpang yang berpindah naik sepeda motor untuk mengirit pengeluaran transportasi yang kian mahal gara-gara kenaikan BBM, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; uang transportnya bisa untuk kredit sepeda motor]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitu juga terjadi pada penjual minyak tanah keliling dan pemilik usaha pangkalan minyak tanah se-Jabodetabek, yang harus segera berganti usaha, gara-gara kebijakan pemerintah mengganti minyak tanah menjadi gas. Contoh lain, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang kita semua tahu, berapa banyak pemilik usaha kuliner di Jl. Panjang [yang tadinya bisnisnya mapan], tiba-tiba serentak ‘koor’ menyuarakan menurunnya penghasilan secara drastis gara-gara dibangunnya jalur busway di jalan tersebut. Karena tidak ada lagi yang boleh parkir di ruas jalan yang tinggal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu jalur tsb. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mungkin ada baiknya bila kita juga belajar memaknai terjadinya perubahan di dunia usaha ini dengan the powerful words berikut : “Peluang itu selalu berada di balik tantangan, dan juga di balik kesulitan…” Dan yang penting jangan pernah menyerah dengan keadaan, karena “di mana ada kesulitan, pasti ada jalan keluarnya…”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-840710629639676561?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/840710629639676561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=840710629639676561' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/840710629639676561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/840710629639676561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/rasa-puas-diri-ancaman-terbesar.html' title='Rasa puas diri = ancaman terbesar kemajuan?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R-EmcnwP7UI/AAAAAAAAAEw/qjYYSi7mgdM/s72-c/comfortzone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-8980874965198674216</id><published>2008-03-13T00:44:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T00:48:22.534-07:00</updated><title type='text'>Perang tanding tarif ponsel, siapa sih yang untung?</title><content type='html'>Kalau kita amati, sebagai pengguna ponsel, akhir-akhir ini ada fenomena menarik &lt;br /&gt;tentang perang tarif  yang sedang gencar dilakukan oleh beberapa provider. Iklan pun juga menjadi ajang ‘perang tanding’ ini. Lihat saja iklan yang ditayang di beberapa TV swasta nasional. Iklan XL yang ‘kawin dengan monyet’ menjanjikan tarif 0,1 per detik, belum lama tayang sudah dibalas dengan iklan IM3-nya Indosat versi ‘pantai’, yang menjanjikan 0,0001 per detik. Lucu banget. Kayak anak kecil aja, ‘dicubit’ eh cepet-cepet mbales ‘nyubit’. Hehehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya tarif baru yang diberlakukan oleh para operator itu benar adanya, berarti kan selama ini konsumen dibohongi [dikenai tarif mahal], buktinya kok sekarang mereka berani pasang tarif yang jauh lebih murah daripada yang berlaku sebelumnya??? Sama dengan, selama ini para provider tsb. sudah menikmati untung ‘gede’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, saya nggak mau membahas apakah tarif-tarif tsb. bener atau tidak [karena saya nggak pakai XL maupun IM3], tapi lebih kepingin menyoroti siapa-siapa saja yang sebenarnya diuntungkan dengan adanya ‘perang tarif’ ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Paling untung ya pastinya si pemilik bisnis tsb. Semakin ‘menjanjikan’ tarif murah akan semakin banyak jumlah pelanggan yang bakalan masuk ke jaringan mereka. Dan tentunya akan lebih banyak lagi fulus masyarakat yang bakal ‘disedot’.&lt;br /&gt;2. Stasiun TV dan media iklan lainnya, yang jelas bakalan gembira karena bisa memperoleh gelontoran ‘jor-joran’nya budget iklan yang tentunya untuk perang iklan ini spending-nya ‘gede’ juga.&lt;br /&gt;3. Advertising agency yang meng-handle Client yang lagi asyik ‘perang iklan’ tsb. As a marketing &amp; communication consultant  sudah pasti banyak pula meraup untung. Jaman gini ada yang jor-joran iklan, asiik buaaanget!&lt;br /&gt;4. Public Relation Consultant-nya juga pasti ikutan dibayar untuk membangun image yang diinginkan.&lt;br /&gt;5. Production House, Director Film [sutradara iklannya], dan jajaran tim produksi iklannya. Bayangin aja, nggak sampai sebulan sudah bikin iklan dua kali. Bayangkan, Budget produksi iklan TV paling murah saat ini sekitar 500 jt-an. &lt;br /&gt;6. Para penjual product para provider tsb. [mulai dari grosir, agen, sub agen, outlet, dst.], karena semakin gencar diiklankan akan semakin banyak yang kepingin membelinya. Pastinya kan ada untungnya.&lt;br /&gt;7. Para konsumen atau end user-nya. Kalau memang tarif murah ini benar adanya, jelas masyarakat akan menikmati. Bisa bertelepon-ria sepuasnya dengan tarif yang ‘miring’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, untuk masyarakat konsumen, kok feeling saya meragukan akan ‘tarif murah’ yang dijanjikan tsb. Pengalaman selama ini, kalau ada fihak yang dirugikan adalah selalu konsumen. Merekalah sebenarnya yang akhirnya ‘membiayai’ semua budget yang telah dikeluarkan untuk ‘perang tanding’ iklan tsb. Ingat, mana ada di dunia ini orang bisa menikmati ‘kenyamanan’ tanpa dipungut bayaran??? Yang namanya promosi, iklan &amp; sejenisnya, kan selalu pada akhirnya dibebankan ke konsumen atau end user. Ini kan pinter-pinternya mereka mengemas dengan trick-trick promosi yang canggih. Betul nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apa saja syarat &amp; ketentuan yang berlaku untuk tariff Rp 0,0001 /detik tsb? Kan tidak pernah dijelaskan secara ‘gamblang’ saat penayangan iklan tsb. Alasannya, tidak tersedianya ruang &amp; waktu [lagu lama ah..] Padahal informasi ini jelas penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya juga heran, kok sepertinya ‘perang iklan’ tsb. bermuara ke ‘perang kreativitas kata-kata’ yang ‘takutnya’ berujung kepada pembohongan &amp; pembodohan masyarakat konsumen Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyikapi fenomena ini jelas sikap kritis kita diuji. Jangan mau menjadi korban iklan. Dan jangan mudah terjebak dengan bujuk rayu ‘perang iklan’ tsb. Kalau dulu usai penayangan iklan di TVRI [Siaran Niaga] selalu diperingatkan kepada para pemirsa agar ‘teliti sebelum membeli’, alangkah baiknya  sekarang dalam menyikapi tawaran tarif murah tsb., konsumen juga dapat memahami sejelas-jelasnya mekanisme &amp; cara kerja sejatinya tarif murah tsb. Tentunya, agar dapat memanfaatkan secara ‘cerdas’ tarif murah tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sebenarnya apa sih yang diharapkan konsumen di Indonesia? Apakah benar tarif murah atau Bonus? Atau lebih jauh lagi, misal pelayanan yg baik? Karena biasanya kalau pelanggannya sudah ‘membludak’, urusan pelayanan ke konsumen menjadi amburadul. Nah loh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan temen-temen semua berada di pihak yang diuntungkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-8980874965198674216?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/8980874965198674216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=8980874965198674216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8980874965198674216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8980874965198674216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/perang-tanding-tarif-ponsel-siapa-sih.html' title='Perang tanding tarif ponsel, siapa sih yang untung?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-8936808165451922841</id><published>2008-03-12T06:58:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T07:12:16.878-07:00</updated><title type='text'>Komatsu menapaki bulan ke-4 masa probation period</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Alhamdulillah. Tanggal 7 Maret yang lalu usaha rental Excavator kami masih dapat berjalan seperti yang diharapkan. Cicilan leasing yang ke-4 pun masih bisa kami bayar tepat waktu. Uang pembayaran dari klien juga lancar. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Evaluasi rutin pun tetap kami lakukan. Boleh dibilang probation period untuk usaha yang satu ini memang memerlukan timing yang agak panjang. Maklum, kami juga terus belajar tentang seluk beluk bisnis rental alat berat ini. Menarik sekali memang. Dari yang tadinya kita blank sama sekali tentang Excavator, saat ini kami juga mulai ‘sedikit banyak’ tahu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Februari yang lalu memang kami sempat menjajagi peluang baru untuk rental Excavator dari klien lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk daerah Klaten. Kami sempat GR juga. Asyiik juga seandainya peluang baru tsb. dapat terwujud [punya 2 Excavator]. Tapi yang namanya rejeki kalau belum ‘milik’ ya ada saja hambatannya. Setelah negosiasi yang alot dan banyak menghabiskan energy, ternyata ada ketidak sepakatan di masalah harga rentalnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Karena menurut perhitungan kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;[belajar dari pengalaman saat ini] dengan harga rental yang ditawarkan klien tsb. ibaratnya kami ‘cuma kerja bakti doang’. Pemasukan hanya habis untuk biaya operasional dan bayar leasingnya saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau toh dapat untung hanya dari hasil penjualan excavator [nantinya] di akhir tahun ke-3 yang nilainya tinggal sekitar 400 jt-an.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Padahal modal untuk pengadaan alat berat ini di lokasi barunya [DP leasing, base camp, pengiriman dsb.] memerlukan dana sekitar 250 jt. Berarti setelah berjalan 3 tahun kami cuma dapet 150 jt. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Lain ceritanya kalau Excavator tsb. tidak harus membayar leasing yang besarnya sekitar 25 jt per bulan [sudah milik kami sendiri], pasti peluang ini bisa menjadi big winning yang baru bagi kami. Potensi penghasilannya pun jelas per tahun 300 jt di depan mata.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Akhirnya, setelah melalui berbagai pertimbangan, kami persilakan klien tsb untuk ‘pindah ke toko sebelah’, kami menyerah. Daripada klien kami ‘makan keju’ dan kami cuma ‘makan singkong’. Padahal sepengetahuan kami nilai proyek klien tsb. Milyaran. Kok ya maunya nyari rental yang mau ‘ditawar’ dan ‘ditekan’ habis-habisan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tapi inilah dinamika dunia usaha. Kalau segalanya serba mudah dan lancar, semua orang sudah beralih jadi pengusaha dan bisa meraih sukses semuanya. Kenyataannya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; dunia usaha itu ‘wild wild world’ yang harus ‘ditaklukkan’. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kegagalan kami dapat job baru untuk rental Komatsu justru semakin membuat semangat untuk ‘mencari order’ yang baru lagi. Namanya juga ‘masih belajar berjalan’ ya harus sering-sering mengalami ‘hambatan’ sedikit-sedikit. Kami yakin ‘one day’, kami pasti dapat mewujudkan punya Excavator yang baru lagi. Tetap semangat! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-8936808165451922841?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/8936808165451922841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=8936808165451922841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8936808165451922841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8936808165451922841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/komatsu-menapaki-bulan-ke-4-masa.html' title='Komatsu menapaki bulan ke-4 masa probation period'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-2283971633045195920</id><published>2008-03-11T06:10:00.001-07:00</published><updated>2008-03-11T06:28:03.730-07:00</updated><title type='text'>Blog untuk sarana beriklan. Efektif nggak sih?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9aII3wP7TI/AAAAAAAAAEo/lcCnejQV2kE/s1600-h/bannerad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9aII3wP7TI/AAAAAAAAAEo/lcCnejQV2kE/s320/bannerad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176474507695615282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau mencermati perkembangan blogger di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang setiap hari bertambah banyak, saya jadi tertarik untuk membahas blog sebagai kendaraan baru untuk beriklan. Mengingat akhir-akhir ini banyak pengiklan yang mulai melirik blog sebagai sarana beriklan. Contoh yang paling gampang dan sering kita jumpai adalah google adsense yang memasukkan iklan di blog. Tapi yang sering kita jumpai, di blog-blog yang ramai jumlah pengunjungnya banyak pengiklan yang bersedia memasang iklan di blog milik orang lain tsb. Biasanya berupa banner Ad.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertanyaannya, seberapa efektifkah blog sebagai sarana beriklan?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jawabannya memang tidak semudah pertanyaannya. Mungkin diperlukan sebuah riset yang agak mendalam untuk keakuratan jawaban pertanyaan ini. Terlebih bila ukuran efektifitas iklan tsb.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apakah orang yang membaca iklan tsb. lalu melakukan action untuk bertindak merespon iklan yang dipasang di blog yang dimaksud. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terlepas dari itu, sejauh tugas iklan adalah untuk dilihat dan dibaca, saya yakin iklan yang dipasang di blog pasti dilihat dan dibaca oleh para pengunjung blog tsb. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun yang penting juga untuk bahan pertimbangan bahwa segmen dari blog jelas lebih sempit, berbanding lurus dengan habit konsumen yang sering menggunakan internet. Jadi produk yang hendak diiklankan sebaiknya karakternya sama dengan karakter blog tsb. atau yang related dengan dunia on line, produk gadget misalnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bila dicermati lebih jauh, sebuah blog sejatinya dibuat oleh pemiliknya untuk tujuan tertentu. Yang kebanyakan adalah untuk medium&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelepasan uneg-uneg, ‘curhat’, aktualisasi diri yang isi tulisannya juga lebih lepas, bebas, suka-suka, personal, dan bersifat subyektif dari penulisnya. Kalau blog yang personal ini ternyata banyak pengunjungnya, memang pada akhirnya bisa menjadi alternative media iklan yang cukup punya potensi. Bayangkan kalau pengunjung blog tsb. mencapai 500 pengunjung per hari dengan minat yang sama, artinya kalau dititipi pesan iklan tertentu yang nge-click dengan interest mereka jelas akan berdampak yang cukup signifikan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun kenyataannya, banyak juga blog yang sengaja dibuat untuk sarana jualan produk pemiliknya. Dan banyak terbukti melalui blog semacam ini mereka bisa berjualan dan meraup untung yang tidak sedikit. Bahkan banyak juga yang berhasil mendapat order dari manca Negara. Fenomena ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; indicator bahwa beriklan melalui blog ternyata berdampak positif dan cukup efektif. Untuk blog yang semacam ini, kalau iklan yang dipasang lain dengan produk-produk yang ditawarkan di blog tsb. bisa jadi juga masih lumayan efektif. Lain ceritanya kalau produknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hampir sama, pastinya akan ada conflict of interest. Intinya, untuk para pengiklan yang berminat memilih blog sebagai alternative media iklannya, mereka harus cerdas dan cermat memanfaatkan potensi dari blog tsb.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ngobrolin efektifitas iklan di blog memang akan jauh lebih menarik kalau kita memiliki data-data hasil riset yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menunjang untuk pembahasan bersama. Namun ada kisah menarik di Amerika yang terjadi tahun 2005 yang lalu yang dituturkan oleh Andoko Darta, Managing Director Euro RSCG Adwork [sebuah biro iklan papan atas di Indonesia]. Selain bisa untuk branding, ternyata blog bagaikan pisau bermata dua, blog juga punya potensi merusak citra perusahaan. Perusahaan computer Dell di Amerika pada tahun 2005 citranya terpuruk di mata jutaan gara-gara ketidak puasan salah satu blogger, Jeff Jarvis. Konon Jeff tidak puas dengan pelayanan Dell yang tidak baik, dan ditulislah pengalaman buruk tsb di dalam blog miliknya. Bagaikan virus yang menular secara cepat, komplain Jeff tsb. menyebar ke blog-blog lain di Amerika bahkan sampai ke seluruh dunia.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah lu. Jadi sebaiknya beriklan di blog pun juga harus diimbangi dengan pelayanan yang baik di semua lini, tentunya agar kasus Dell computer tsb. tidak terulang lagi. Tapi sejauh kepuasan pelanggan bisa tetap terjaga, rasanya iklan Dell di blog sudah bekerja dengan baik dan punya efektifitas yang tinggi. Buktinya, cerita tentang keburukan pelayanan Dell begitu cepat menyebar dan saking fenomenalnya media &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di Amerika saat itu juga ikut mengulas masalah ini. Punten aah…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-2283971633045195920?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/2283971633045195920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=2283971633045195920' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2283971633045195920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2283971633045195920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/blog-untuk-sarana-beriklan-efektif.html' title='Blog untuk sarana beriklan. Efektif nggak sih?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9aII3wP7TI/AAAAAAAAAEo/lcCnejQV2kE/s72-c/bannerad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-7371661638198950536</id><published>2008-03-06T16:26:00.000-08:00</published><updated>2008-03-06T17:17:16.902-08:00</updated><title type='text'>‘Membingkai’ tanda-tanda zaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9CUEe5CbBI/AAAAAAAAAEg/3hq0peKJplE/s1600-h/crime.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9CUEe5CbBI/AAAAAAAAAEg/3hq0peKJplE/s320/crime.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174798776581385234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nampaknya krisis ekonomi di negeri ini kok belum terlihat ada perbaikan ya? Bagi saya banyak indicator kasat mata yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari, betapa susahnya orang mencari uang untuk menyambung hidupnya. Ambil contoh, banyak sekarang yang mencari uang dengan cara yang tidak terpuji alias rame-rame ‘merampas’ milik orang lain. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hal ini terjadi dan menimpa putra saya si Wira 3 minggu yang lalu. Saat ia berangkat hendak kursus drum di Purwacaraka Jatiwaringin, di dalam Angkutan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di seputar Pondok Gede tiba-tiba orang di depannya pura-pura terjatuh [kayak orang mabuk] menimpa kakinya. Setelah itu, orang tsb turun dan jalan seperti biasa. Berbarengan dengan si ‘pura-pura mabok’ tadi turun pula 2 orang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Putra saya belum menyadari, tapi feelingnya merasa ada yang ‘nggak beres’. Lalu dia meraba kantongnya, ternyata HP nya telah raib. Langsung dia teriak “Wuah HP gue ilang… ada yang ngembat”. Seorang ibu [penumpang] &amp;amp; sopir kasih tanda kalau tiga orang yang barusan turun tsb. ‘yang ngerjain’. Langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dia turun dan mencoba mengejar ‘si pura-pura mabok’ tadi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mereka bertiga saat tahu anak saya turun &amp;amp; mengejar, ternyata tidak tinggal diam. ‘Si pura-pura mabok’ pun lari ke arah pasar Pondok Gede. Saat si Wira mengejar, yang 2 orang langsung menghalangi. Wira pun meski masih SMP ternyata gede juga nyalinya. Ia bersitegang dengan 2 orang tsb. dan akhirnya bisa melewati hambatan 2 orang tsb. Sayang ‘si pura-pura mabok’ telah ‘hilang’ di keramaian pasar. Saat berbalik pun 2 begundal lainnya juga sudah tak terlihat lagi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hari itu. Wira &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tetap berangkat kursus drum tapi dengan perasaan campur aduk : marah, jengkel, gundah, dan nggak bisa menerima kenapa harus dia yang menjadi ‘korban’. Karena HP tsb. [1 ½ tahun yang lalu], sebagian dibeli dari uang tabungannya. [Jatah dari saya waktu itu cuma 3jt. Karena dia kepingin beli yang dia mau, walaupun lebih mahal dia subsidi dari tabungannya]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Memang sejak sopir saya mengundurkan diri, setahun yang lalu, fasilitas antar jemput anak-anak dengan mobil pribadi, saya tiadakan. Hanya berangkat sekolah saja saya antar. Pulangnya mereka saya biasakan naik angkot.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Termasuk kalau ada les ya harus berangkat naik angkot. Barulah kalau pulangnya kebetulan sama dengan jam-jam saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pulang, ya saya jemput. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya pun menasehatinya, agar mengikhlaskan HP kesayangnnya, karena memang ada orang yang ‘lagi kelaparan’. Nanti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Karena manusia tidak pernah tahu akan ‘rencana Allah’ dalam masa kehidupan yang dijalaninya. Untuk sementara, saya suruh pakai HP bekas kakaknya Nokia 6600. Karena jatah beli HP baru dari saya baru dianggarkan 2 tahun lagi. Tentunya dengan syarat, kalau sudah lulus SMP, berprestasi 5 besar, dan bisa masuk SMA N 8 atau SMA N 81 [SMA unggulan Jakarta]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya juga berpesan, agar lain kali, kalau menghadapi situasi berhadapan dengan ‘gerombolan begundal’ seperti itu, mengalah saja [kasih aja apa yang diminta]. Karena biasanya kalau ‘kepepet’ mereka bisa nekad dan mengeluarkan senjata tajam. Lebih baik kita kehilangan sebagian milik kita daripada ‘runyam’. Kecuali kalau ada polisi di dekat tempat kejadian. Tapi biasanya polisi nggak pernah ada kalau saat ada kejadian atau pas dibutuhkan. Dari kejadian tsb. banyak pelajaran yang bisa dipetik dan diambil hikmahnya, agar di kemudian hari bisa lebih bijaksana menyikapinya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kejadian lain, pengalaman ini juga menunjukkan betapa orang ‘terpaksa’ mencari rejeki dengan cara menipu sana-sini. Dua minggu yang lalu, di rumah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;istri saya ditelepon oleh orang yang mengaku bernama Drs. H. Ilyas MA dari bagian promosinya PT Telkom. Jam dua siang, Ia hendak mengantarkan hadiah TV 21 inch ke rumah, konon karena pembayaran Speedy saya selama ini lancar &amp;amp; nggak pernah telat, maka setelah diundi mendapat hadiah tsb. Istri saya menanggapinya dengan serius, karena yang menelepon santun tutur bahasanya dan mengaku seorang haji. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selesai ditelepon oleh orang tsb. istri menelepon saya yang sedang berada di bengkel Mitsubishi Saharjo untuk servis rutin. Lalu saya langsung telepon ke nomor 147 untuk menanyakan kebenaran dari ‘rejeki nomplok’ tsb.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Eh, ternyata Customer Service Telkom menjelaskan bahwa selama ini tidak ada promosi berhadiah tsb. Jadi jelas itu penipuan. Di saat yang sama, istri saya juga menelepon temennya yang bekerja di PT Telkom. Jadi dia tahu juga kalau sedang ‘dikerjain’. Akhirnya, saya janji kalau selesai urusan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bengkel akan segera &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pulang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ternyata, nggak lama kemudian istri ditelepon lagi. Katanya, TV sedang dalam perjalanan. Tapi si bapak tsb. minta tolong untuk dibelikan voucher isi ulang Simpati yang 100 ribuan sebanyak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; voucher. Nanti kalau pas TV sampai di rumah, uangnya saya ganti yang penting ada bonnya. Lalu istri saya iseng nanya, kok beli pulsanya banyak banget ya? Saya aja kalau ngisi paling banyak cuma 100 ribu, kata istri saya. Si bapak masih dengan santunnya bilang bahwa pulsa HP nya sudah mau habis, takutnya nanti rumah ibu belum ketemu, pulsanya habis. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Nganter TV nya jadi repot. Kenapa harus 5oo ribu, karena jatah dari kantor, bon pembeliannya harus 500 ribu, katanya. Akhirnya, istri saya bilang agar si bapak bersabar, karena tempat jual pulsanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; jauh. Dan harus keluar dari komplek dulu. Paling cepat juga sejam katanya. Dan sengaja, istri saya ngomongnya dilama-lamain biar pulsa HP si bapak habis banyak juga. Sekalian nunggu saya datang dari bengkel.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bener lho, sejam kemudian, pas saya sudah sampai di rumah, si bapak ‘Telkom’ nelpon lagi. Lalu ia menanyakan ke istri saya, apakah voucher pulsa isi ulangnya sudah dibelikan apa belum? Kalau sudah dibeli tolong digosok dan dibacain kode angkanya. Karena pulsa sudah mau habis.. Nanti kalau rumah ibu nggak ketemu dan TV nggak bisa diantar sekarang, repot lho kalau harus ngambil ke Gudangnya Telkom. Dalam hati istri saya ketawa sendiri. Istri saya mencoba ‘menguras’ pulsa si bapak ini dengan menanyakan berbagai hal tentang Telkom &amp;amp; hadiah TV tsb. Terkadang ditinggal sebentar ke dapur untuk supervise&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asistennya. Terus nanya lagi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bapak di kantor Telkom bisa dihubungi jam berapa aja? Si bapak pun menjawab kalau ia bisa dihubungi 24 jam. Dalam hati, istri saya ketawa [satpam kaleee…]. Akhirnya, si bapak tetap minta dibelikan pulsa. Istri saya janji l/2 jam lagi voucher siap, karena asisten sudah ½ jam yang lalu belinya. Sabar ya pak… katanya. Telpon pun ditutup lagi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;½ jam kemudian, telpon rumah berdering lagi, kali ini giliran saya yang ngangkat. Lalu saya pura-pura nggak tahu duduk persoalannya. Saat si bapak menanyakan ingin bicara sama istri, saya tanya secara detil : bapak siapa, dari mana, ada urusan apa, dsb. Lucunya, si bapak kok nggak berani ngomong ke saya tentang hadiah TV dan voucher tsb. Hanya bilang kalau tadi sudah bicara dengan ibu dan sekarang kepingin bicara sama istri saya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu saya bilang, saya ini suaminya, semua urusan menyangkut rumah ini saya harus tahu juga. Saking nggak sabarnya [jengkel juga], akhirnya saya bilang ke si bapak kalau cuma mau dibeliin pulsa gratis mbok ya ‘usaha dikit’ datanglah ke rumah saya secara baik-baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alamat saya gampang kok dicarinya. Nanya aja ke tukang becak di depan komplek juga tahu, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; saya 9 tahun jadi pengurus RT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayo kita ‘ketemuan, kita ngobrol-ngobrol, ngopi, sambil silaturahmi biar dapat temen baru. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Eh langsung niat baik saya disambut dengan sumpah serapah. ‘Kebun binatangnya’ keluar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semua [anjing loe, babi loe, monyet loe…] ‘ngerjain gue loe’… Saya pun langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menimpalinya … tobatlah pak… ‘nyebut’ asma Allah pak… Telpon pun diputus seketika.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selesaikah? Ternyata selama krisis ekonomi belum tuntas &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;para ‘pemburu rejeki’ dengan cara menipu ya tetap ‘menjamur’ dan ‘gentayangan’ mencari korban baru. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;3 hari yang lalu, tepatnya Selasa kemarin, sebuah modus penipuan yang baru lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengusik ketenangan istri saya. Jam 12 siang telpon rumah berdering. Seseorang yang mengaku dokter dari rumah sakit Cipto Mangunkusumo bicara ke istri saya, bahwa pak Endro Wahyu Mardiyanto saat ini sedang dalam keadaan gawat [mengalami kecelakaan] dan harus segera dilakukan tindakan operasi, kalau tidak nyawanya tak akan tertolong. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Untuk biaya ‘operasi’ mendadak ini, ibu harus segera mentransfer uang 10 juta ke rekening RS ini [sambil minta dicatat dan diulangi lagi] dalam waktu ½ jam. Pak dokter yang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bertuturnya meyakinkan tsb. sempat membuat istri saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaget bercampur panic dan setengah percaya setengah nggak. Setelah memberikan nomer telepon untuk konfirmasi dan keterangan lebih lanjut, serta warning bahwa nyawa suami ibu harus segera diselamatkan, telepon pun ditutup.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah mengambil nafas panjang sambil menenangkan diri [kebayang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ‘deg-deg' annya dikhabari suaminya lagi kritis], istri pun menelpon ke HP saya. Saya yang lagi asyik fitness pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agak perlu waktu lama untuk ‘mengangkat’ HP. Terdengar istri saya mengucap puji syukur Alhamdulillah berulang-ulang. Terus nyerocos cerita kejadian tsb. Lalu saya sarankan untuk mengambil hikmah dari kejadian tsb. Istri saya sempat protes [ke Allah kalee ye…] kenapa kok selalu gue yang ‘jadi target sasaran’ modus penipuan semacam ini? Dalam waktu yang berdekatan kok sudah ‘dikerjain’ 2 kali? Saya bilang justru, kita harus bersyukur karena nggak berhasil ‘dikerjain’ dan jadi tahu modus operandi penipuannya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya pun menenangkannya, bahwa dalam waktu bersamaan, bisa jadi ada ribuan orang yang menjadi ‘target sasaran’ sindikat semacam ini yang banyak gentayangan [kayak setan aja]. Karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asumsi saya mereka punya data base ribuan orang lengkap dengan teleponnya [bisa jadi ambil dari buku telepon ya???]. &lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:state&gt; kalau dari ratusan yang ditelepon setiap hari, ada yang kena 10 orang aja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; asyiik banget. Modal cuma pulsa bisa ‘mengeruk’ duit dengan mudahnya. Mudah-mudahan teman-teman dan keluarganya belum pernah mengalami kejadian seperti pengalaman keluarga saya ini. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Beginilah kalau ‘keterpurukan’ ekonomi kian berlarut, kian banyak pula mereka yang ‘terdesak’ secara ekonomi menjadi kreatif untuk mencari rejeki dengan cara yang tak terpuji. Bila menunggu dan berharap pemerintah ‘bisa’ mengentas masyarakat dari ‘keterpurukan’ jelas ‘jauh panggang dari api’. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jalan keluarnya sepertinya ya harus dari ‘kita-kita’ juga. Bila kita-kita semua yang telah tertular virus entrepreneurship masing-masing mampu membuka usaha yang bersekala menengah dan besar, setidaknya bisa membantu membuka lowongan pekerjaan. [bila ada sejuta pengusaha baru, minimal &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; bisa menggaji 2 jutaan pengangguran]. Tentunya dengan harapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan tujuan agar kiprah kita semua bisa memperkuat perekonomian bangsa dan agar Negara ini mampu lepas dari ‘krismon’ yang berkepanjangan. Kalau niat kita tulus dan mulia, pasti Allah mendengarkan doa kita semua. Semoga.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-7371661638198950536?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/7371661638198950536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=7371661638198950536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/7371661638198950536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/7371661638198950536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/membingkai-tanda-tanda-zaman.html' title='‘Membingkai’ tanda-tanda zaman'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9CUEe5CbBI/AAAAAAAAAEg/3hq0peKJplE/s72-c/crime.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-893252558140141376</id><published>2008-03-06T16:06:00.000-08:00</published><updated>2008-03-06T16:25:51.027-08:00</updated><title type='text'>Asal ‘ngusul’ :  www</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9CLS-5CbAI/AAAAAAAAAEY/61DTdbsam4E/s1600-h/www.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9CLS-5CbAI/AAAAAAAAAEY/61DTdbsam4E/s320/www.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174789130084838402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jujur saja, meskipun setiap hari bergaul dengan internet ternyata saya merasa tetap saja ‘ada jarak’ dengan teknologi yang satu ini. Persis seperti gambaran dari Karl Marx [filsuf] saat bertutur tentang alienasi [keterasingan] manusia dengan teknologi ciptaannya. Semakin kita kepingin tahu lebih jauh terkait dengan kemajuan sebuah teknologi, semakin terasa jauh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jarak kita dengan teknologi itu sendiri. Akhirnya, daripada ribet ya lebih baik jadi manusia ‘sok tahu’ aja. Beres???     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitulah, suatu kali saat lagi ‘browsing’ di internet pakai pc di rumah, anak saya iseng nanya tentang singkatan apa sih www itu? Wuah, pertanyaannya sih mudah. Tapi nyari jawabannya yang ternyata nggak mudah [meskipun setiap kali kita buka situs atau web selalu memulai dengan singkatan www tsb]. Karena lagi asyik browsing dan bukan untuk tugas sekolahannya jadinya ya males nyari ke mbah google. Dengan ‘sok tahu’&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya jawab : “welcome wonderful world, mas!”. Asumsi saya, internet tuh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; banyak memberikan kemudahan untuk menjelajahi keindahan dunia maya. Makanya kayaknya yang pas ya itu ‘welcome wonderful world’.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Ngaco ah bapak… kalau cuma asal ‘dipas-pasin’, adik juga tahu… malahan kepanjangannya dalam bahasa Indonesia lagi, ‘wahana wira wiri’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; internet tempat atau sarana kita mondar-mandir nyari segala macem data dan pengetahuan,. Atau bisa juga ‘widya-wisata wacana’, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kunjungan [browsing] untuk mencari berbagai pengetahuan dan wacana baru”,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;protesnya. &lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Terserahlah! Yang penting nyambung…hehehe ” jawab saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kakaknya [yang lagi asyik ber-friendster-ria pakai laptop di samping saya] nggak mau kalah akhirnya ikut nimbrung. “Kayaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sih kepanjangannya ‘we win world’, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan internet kita bisa menguasai dunia. Atau mungkin ‘walk world wide’, karena kita bisa berjalan-jalan &amp;amp; menjelajah ke seluruh dunia via internet!”. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Wuah, urusan sepele jadi serius juga nich…” celetuk saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sambil melirik ke ibunya anak-anak. Karena selama ini istri saya adalah orang yang paling nggak urusan sama internet. Tapi dia adalah ‘polisi’ [pengawas] bagi anak-anak saya, kalau mereka sedang browsing. Maklum istri saya selalu merasa bahwa kalau anak-anak ‘diumbar’ buka internet, takutnya browsing ke situs-situs yang ‘aneh-aneh’ atau pun yang ‘nggak bener’. Lha terus nanti ‘kebablasan’ dan merasa ‘dewasa’ sebelum waktunya. Padahal mereka &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; masih perlu didampingi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Memang selama ini, anak-anak memanfaatkan sambungan internet hanya sebatas buka email, baca berita olah raga online [sepak bola], mencari data atau referensi bila ada PR, chatting via YM sama temen kalau pas mengerjakan tugas, download musik lengkap dengan lyric dan chord nya. Kalau yang agak ‘pemborosan’ paling&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ya ber-friendster.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah berpikir sejenak istri saya ikutan komentar. “Kalau buat mama, www itu singkatan ‘waktunya was was’. Soalnya, anak-anak kalau sudah di depan computer dan buka internet jadi lupa waktu, dan lupa sholat. Asyiik sendiri, apa saja sich yang dikerjain kalau lagi internetan??. Jadi mama nggak setuju kalau anak-anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berlama-lama on line tapi bukan untuk ngerjain tugas sekolah”. Begitulah. Saat ada kesempatan untuk ‘curhat’ dan memberi nasehat, langsung saja istri saya nyerocos.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalau diterusin bakalan jadi lebih ngelantur lagi, akhirnya saya bilang ke istri dan anak-anak,”kapan-kapan kita cari kepanjangan sebenarnya dari www ini, oke??” &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Wong nggak tahu kepanjangannya aja kita sudah bisa menjelajah dunia maya dengan tanpa batas, ngapain juga menghabiskan waktu ngurusin apa kepanjangan sebenarnya www itu. Hehehe… Sok tahu banget ya…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Terlepas dari singkatan apa sebenernya www itu, kenyataannya pertumbuhan ‘dunia on line’ saat ini di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan dunia memang pesat. Internet memang terbukti mampu menciptakan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup baru bagi penggunanya [browsing, chatting, ngeblog, ngefriendster, bikin komunitas, bikin milis, dsb.]. Dan sebagai pengguna akhir [end user], yang namanya internet memang memberi kemudahan tiada &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt;. Pastinya kita semua setuju dong. Makanya, buat saya pribadi www cocoknya adalah singkatan dari ‘wild wild world’ atau dunia yang ‘liar banget gitu lho’. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;So, selamat ‘berselancar’ memanfaatkan atau sekalian menaklukkan ‘wild wild world’, dunia liar yang menyediakan berjuta kemudahan ‘apa aja’ termasuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jutaan ‘peluang’&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari ini dan masa depan nanti. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-893252558140141376?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/893252558140141376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=893252558140141376' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/893252558140141376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/893252558140141376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/asal-ngusul-www.html' title='Asal ‘ngusul’ :  www'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R9CLS-5CbAI/AAAAAAAAAEY/61DTdbsam4E/s72-c/www.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-3462403256787076684</id><published>2008-03-05T05:47:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T05:51:14.565-08:00</updated><title type='text'>Internet, pendobrak life style yang revolusioner</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; data hasil penelitian yang cukup menarik, bahwa ternyata dalam hal kecepatan untuk menarik penggunanya, internet adalah media tercepat saat ini. Bayangkan, radio membutuhkan waktu selama 38 tahun untuk menarik 38 juta penggunanya. Pesawat TV yang lebih canggih dari radio, karena dilengkapi dengan gambar, membutuhkan waktu 13 tahun untuk menarik sebanyak 50 juta penggunanya. Sementara itu, internet hanya memerlukan waktu yang relative singkat, hanya butuh waktu 5 tahun, sudah mampu menarik sebanyak 50 juta penggunanya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di komunitas TDA pun, yang namanya kehebatan internet juga telah terbukti. Hanya dalam waktu yang relative singkat, nggak sampai 1 tahun, terbentuk komunitas &amp;amp; jaringan kerja TDA yang mulainya hanya dari sebuah blog [Roni Yuzirman], kini telah menyebar ke mana-mana. Perkembangannya pun juga cukup menarik. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kelompok yang tergabung berdasarkan minat usaha, ada kelompok mastermind, ada kelompok pengajian, ada TDA Finance, dsb.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Hebatnya, walaupun di awal perkenalan hanya lewat dunia maya, pas bikin ketemuan atau copy darat, kok ya rasanya sudah seperti teman lama [ini yang saya rasakan di komunitas TDA lho]. Semoga perkembangan komunitas TDA yang berbasiskan internet sebagai sarana utama berkomunkasi antar anggotanya, ke depannya bisa lebih dahsyat lagi. Inilah yang menjadi tugas kita bersama.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sungguh spektakuler, karena di jaman ini, kemajuan teknologi informatika berupa internet ini layaknya sudah menjadi standar hidup bagi kebanyakan orang. Kehidupan hampir di semua &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; besar telah mengalami pergeseran nilai secara dahsyat. Termasuk gaya hidup para pengguna internet juga ikut berubah mengikuti trend di dunia maya ini.Cukup duduk di depan computer yang on line dengan jaringan internet, siapapun juga bisa bersosialisasi, bisa nge-blog, bisa belajar, bisa menggali informasi hingga ke pelosok dunia manapun, bisa jualan, bisa membeli barang, bisa menjalin persahabatan dan bahkan mencari jodoh, dan masih banyak lagi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hampir semua computer kantor, computer rumah, laptop,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan HP dapat dipastikan mampu mengakses jaringan internet. Bahkan pemerintah pun saat ini sedang menggalakkan program internet masuk desa [lihat saja iklannya yang gencar ditayangkan di TV swasta Indoensia]. Bisa jadi nanti, kalau internet masuk desa ini sukses, nggak ada lagi penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang terbelakang [Semoga]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Anak-anak juga termasuk pengguna internet yang cukup potensial. Kedua anak saya pun banyak mengakses internet untuk mencari bahan-bahan tugas sekolahnya. Yang namanya mbah goggle &amp;amp; situs wikipedia, menjadi favorit bagi mereka. Yang hebat kalau sedang bikin tugas kelompok, mereka nggak perlu harus ketemu dan duduk bareng. Cukup pakai email &amp;amp; Yahoo Messenger untuk chatting-nya. Masing-masing bikin bab-bab yang berbeda, lalu hasilnya dikirim via email, dikoreksi bareng-bareng. Saat mulai nge-print pun, dibagi rata, anak saya ngeprint yang bagiannya, temennya ngeprint yang menjadi jatahnya [maklum tinta printer &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; mahal, katanya…]. Besoknya, di sekolah dijilid menjadi satu. Dampak lain internet bagi anak-anak, kalau toh ada, ya seringnya dipakai main game on line atau ber-friendster- ria, yang bisa berjam-jam lamanya, sehingga menambah argometer langganan internet hanya untuk kegiatan yang kurang produktif.. Terlepas dari itu everything is okay, kok. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lebih dari itu, bagi para penggunanya, internet juga menjadi sebuah fenomena lompatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup yang sangat revolusioner. Kalau dulu orang nongkrong di kafe butuh temen untuk bersosialisasi &amp;amp; mencari teman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ngobrol, sebaliknya sekarang sendirian pun bisa tetap asyik karena bisa berinternet ria sambil ngopi [kayaknya memang sengaja mau ngopi sambil cari gratisan internet]. Kalau dulu konsep bekerja itu harus di kantor secara fisik, saat ini hanya bermodalkan laptop dan sambungan internet, siapapun juga bisa ‘ngantor’ di kafe-kafe yang ada hot-spot-nya seperti di Starbuck. Bahkan bagi sebagian orang, model mobile office ini sudah menjadi keharusan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sekaligus, internet juga menciptakan ketergantungan kepada para pengunanya. Siapapun Anda pasti merasa ketinggalan ‘berita’ dan ‘nggak merasa hidup’ bila tidak membuka e-mail, nggak chatting, nggak ngeblog, nggak browsing, nggak buka friendster, selama 1 minggu. Betul nggak? Bagi yang masih menjadi karyawan kantoran, begitu sampai di kantor, yang pertama dipegang adalah keyboard computer untuk membuka email, baca berita, baru kemudia bersosialisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan yang lain. Bagi yang sudah menjadi pengusaha pun, internet juga menjadi sarapan paginya. Bahkan yang kebetulan tidak berada di rumah, pun langsung mencari-cari warnet untuk ritual nge-check &amp;amp; reply email yang memang sudah menjadi ruitnitas &amp;amp; keseharian.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;So, kalau saat ini ditanyakan kepada kita semua, sanggupkah kita kembali ke jaman sebelum ada teknologi internet, pasti jawabannya serentak sama : “No way, lah yaaw…!” &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Endro Wahyu Mardiyanto&lt;br /&gt;TNM-E20 [mastermind JakTim]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-3462403256787076684?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/3462403256787076684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=3462403256787076684' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3462403256787076684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3462403256787076684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/03/internet-pendobrak-life-style-yang.html' title='Internet, pendobrak life style yang revolusioner'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-6167373587902299600</id><published>2008-02-27T04:50:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T04:58:25.196-08:00</updated><title type='text'>10 tahun lagi, duit 1 M itu kecil?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R8VeWgNom4I/AAAAAAAAAEQ/k2cqi9gk4ug/s1600-h/K1966.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R8VeWgNom4I/AAAAAAAAAEQ/k2cqi9gk4ug/s200/K1966.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171643487802137474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ngomong-ngomong soal duit, walaupun nggak ada di tangan kok rasanya asyik-asyik aja ya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beginilah kalau lagi iseng membuat proyeksi untuk masa depan, khususnya 10 tahun mendatang. Kira-kira target omset berapa M yang harus kita raih. Jujur saja ini erat kaitannya dengan usaha yang kami geluti saat ini. Sepertinya di atas kertas duitnya ‘gede’ bilangannya mencapai Milyaran, tapi kenyataannya kok nggak ada di tangan. Hehehe… lucu ya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lebih dari itu, kalau saat ini kita bayangin duit 1 M feelnya kayaknya buanyak banget ya… tapi pas coba iseng-iseng ngitung dengan calculator ternyata duit 1 M itu, 10 tahun ke depan nilainya hanya seperti duit Rp 385, 800, 000 nilai sekarang. Lho kok bisa? &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya coba menghitung nilai duit tsb. 10 tahun lagi dengan memasukkan faktor inflasi. Karena asumsi inflasi rata-rata per tahun sekitar 10%. Jadi duit 1 M tadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nilai 10 tahun lagi akan setara Rp. 2,593,742,460. Jadi kalau dalam waktu 10 tahun ke depan katakanlah sebuah usaha yang saat ini omsetnya 1 M hanya meraih omset 2,5 M, ini berarti usaha tsb. selama 10 tahun tidak berkembang sama sekali. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalau mau berkembang 10 kali lipat dari sekarang berarti harus mematok omset 10x Rp 2,5 M = 25 M. Ini pun perhitungannya berdasarkan asumsi segalanya berjalan mulus dan mengabaikan berbagai faktor ekonomi lainnya yang seringkali juga mempengaruhi usaha kita.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di sinilah masalahnya, seringkali dalam menentukan kenaikan omset di tahun berikutnya, banyak yang terlalu hati-hati [konservatif &amp;amp; nyari amanl] hanya berasumsi di angka sekitar 20%. Faktanya, kalau setiap tahun hanya mematok kenaikan omset hanya sekitar 20%, itu berarti usaha tsb. hanya tumbuh 10%. Jadi, saat menyusun proyeksi pertumbuhan sebaiknya harus mematok prosentase yang tinggi sekalian misal 100%. Kalau akhirnya hanya tumbuh 50% &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; masih lumayan berarti pertumbuhan riilnya sekitar 40%. Tinggal bagaimana caranya mengejar target kenaikan omset yang tinggi tsb. Inilah tantangannya. Syukur kalau selama proses usaha itu berjalan kita bisa menciptakan faktor kali atau bisa menggandakan usaha kita. Bakalan lebih dahsyat hasilnya. &lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitu pula dengan kebutuhan hidup kita sehari-hari. Kalau saat ini kebutuhan kita bulanan dengan gaya hidup seperti saat ini, katakanlah Rp 10jt per bulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berarti 10 tahun lagi, setiap bulannya menjadi sekitar Rp 26jt. Itu pun kalau gaya hidup kita nggak berubah sama sekali, padahal kenyataannya setiap tahun yang namanya kebutuhan akan bertambah besar seiring dengan bertambah besarnya anak kita. Berarti 10 tahun lagi, tatkala anak sudah kuliah belum tentu duit Rp 26jt per bulan tadi bisa mencukupi. Jadi idealnya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;usaha yang kita tekuni saat ini harus bisa ‘menggaji’ kita di atas rata-rata kebutuhan per bulan saat ini, kalau mau ‘aman’ resign dari kantor &amp;amp; menjadi TDA. Dan tentunya usaha yang kita tekuni saat ini pun, 10 tahun ke depan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga harus bisa tumbuh dan membesar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minimal 10 kali lipat dari sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Demikian sharing kali ini. Tulisan ini hanya hasil dari ‘keisengan’ saya belaka yang tentunya nggak luput dari berbagai kekurangan. Niatnya hanya membuka wacana bagi kita semua. Pamit dulu ah…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-6167373587902299600?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/6167373587902299600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=6167373587902299600' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6167373587902299600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6167373587902299600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/02/10-tahun-lagi-duit-1-m-itu-kecil.html' title='10 tahun lagi, duit 1 M itu kecil?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R8VeWgNom4I/AAAAAAAAAEQ/k2cqi9gk4ug/s72-c/K1966.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-8641234099390053639</id><published>2008-02-26T06:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T06:34:34.026-08:00</updated><title type='text'>Hobi anakku [mudah-mudahan]  bisa jadi peluang usaha baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R8QjXANom3I/AAAAAAAAAEI/h0FY2Zuxpw8/s1600-h/bb+nge+drum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R8QjXANom3I/AAAAAAAAAEI/h0FY2Zuxpw8/s200/bb+nge+drum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171297150229322610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Salahkah saya kalau menjanjikan sesuatu kepada anak? Dan salahkah anak jika akhirnya menagih apa yang pernah dijanjikan kepadanya? Bagi saya keduanya benar semua. Inilah cerita tentang janji orang tua yang harus ditepati. Awal bulan Maret 2007 lalu, anak lelaki saya [SMP] yang hobinya musik minta dibelikan satu set drum [ternyata nurun juga ya… saya dulu pas SMA juga asyik nge-band &amp;amp; vocal group-an sama temen-temen]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Berhubung kebiasaan di keluarga saya kalau mau mendapatkan sesuatu harus diimbangi dengan usaha dan kerja keras untuk meraih prestasi, maka saya janjikan kepadanya kalau kenaikan kelas nanti bisa dapetin ranking minimal 5 besar [di angkatannya nggak cuma di kelas], permintaannya akan saya turuti [niatnya sih biar memacu dia untuk lebih giat lagi belajar nggak cuma asyik main musik] . Kebetulan dia masuk di kelas unggulan dari SMP unggulan yang ada di Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ternyata, saat kenaikan kelas bulan Juli 2007 kemarin, ia berhasil meraih prestasi seperti yang saya tuntut kepadanya. Mulailah ia menagih apa yang pernah dijanjikan kepadanya. Saya pun berusaha untuk mengulur waktu dengan alasan dana untuk itu belum siap. Akhirnya, sepakat untuk sementara waktu dia ikutan les drum di Purwacaraka, dan kalau ingin nge-drum sama temen-temennya ya cari studio musik untuk disewa, atau ke rumah teman yang punya alat komplet.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seiring berjalannya waktu, putra saya sudah nggak menagih janji lagi. Eh, nggak tahunya akhir Desember 2007 lalu tibalah hari pembagian rapot Semesteran. Dan lagi-lagi dia berhasil mempertahankan prestasinya. Mulailah ia ingat untuk menagih janji lagi. Malah sekarang diberi catatan khusus bahwa bapak [saya] ternyata tidak bisa dipegang ‘omongannya’. Nah lho, KO saya dibuatnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akhirnya, setelah berunding dengan ibunya, janji yang telah berhasil ‘molor’ 6 bulan saya tepati juga. Tapi sebelum saya belikan, saya menyuruhnya survey merk apa yang bagus dan berapa kisaran harganya, lengkap dengan rasionalnya kenapa harus membeli merk yang direkomendasi olehnya [padahal diam-diam saya juga melakukan survey].&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian saya ajak berunding bahwa dana yang ada sekian rupiah, jadi sebaiknya merk yang mana yang akan dipilihnya. Begitulah, secara nggak sengaja saya melatihnya untuk berpikir secara baik dan benar sebelum mengambil keputusan penting. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selesaikah persoalannya? Ternyata tidak. Karena kini muncul persoalan baru lagi. Istri saya mulai complain setiap kali dia asyik ‘gedebrak-gedebruk’ dengan drum kesayangannya itu bersama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kakaknya yang bermain keyboard. Giliran ibunya sekarang menuntut saya untuk membuatkan studio kedap suara untuk kedua alat musik tsb. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kebayang sih untuk bikin studio di lantai dua.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi kok sayang amat ya, habis dananya lumayan banyak tapi nggak menghasilkan fulus. Cling, tiba-tiba saya jadi kepikir untuk bikin studio musik lalu disewain ke anak-anak ABG seperti anak-anak saya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; tinggal menambah Guitar listrik, Bass, dan perangkat audio-nya yang simple dulu aja. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jreng… siap untuk disewain.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pertmbangan positive-nya : 1).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anak-anak nggak perlu pergi ke rumah temennya atau sewa studio kalau mau latihan band bareng group-nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2). Sebagai orang tua saya nggak perlu was-was lagi, karena gampang ‘ngontrol’nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;3). Setidaknya bisa terhindar dari pengaruh ‘di luaran’ yang tidak kita inginkan. Maklum di Jakarta ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kalau punya anak ABG harus ‘dijagain’ dengan seksama. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ide ini saya sharing bersama anak-anak. Sekalian saya juga kepingin mengajari anak-anak bagaimana men-set up sebuah usaha mulai dari awal. Memang perlu proses yang agak panjang, tapi setidaknya mereka akan mendapatkan pelajaran berharga yang tidak akan pernah diperolehnya di bangku sekolah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tugas pertama, sambil beraktivitas sehari-hari, saya minta mereka survey ada berapa banyak studio musik yang ada di sekitar komplek tempat tinggal kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;radius 3 km.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian range berapa saja harga sewa studio yang mereka tahu, termasuk berapa jam rata-rata tingkat pemakaiannya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nantinya, anak-anak akan saya ‘kerjain’ lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk survey lanjutannya dari proses studio musik ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inilah sedikit cerita tentang hobi musik anak saya yang mudah-mudahan kalau Allah SWT mengijinkan bisa menjadi sebuah peluang usaha baru.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maaf ya, kok saya jadi keterusan ‘curhat’. Malu ah…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-8641234099390053639?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/8641234099390053639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=8641234099390053639' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8641234099390053639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8641234099390053639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/02/hobi-anakku-mudah-mudahan-bisa-jadi.html' title='Hobi anakku [mudah-mudahan]  bisa jadi peluang usaha baru'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R8QjXANom3I/AAAAAAAAAEI/h0FY2Zuxpw8/s72-c/bb+nge+drum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1034574179864482995</id><published>2008-02-19T06:39:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T06:42:58.606-08:00</updated><title type='text'>Big Winning di awal Februari</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kali ini saya mencoba posting khabar baik berupa new big winning dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;khabar rutin perkembangan bisnis rental escavator. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Big winningnya. Akhirnya, usaha tim kami untuk mendapatkan pekerjaan di bidang kontraktoran [seperti yang pernah ditulis di postingan sebelumnya] membuahkan hasil. Rasanya nggak rugi kalau tim kami Setiap Sabtu &amp;amp; Minggu mempersiapkan segala sesuatunya &amp;amp; melobby diiringi LoA &amp;amp; tentunya doa terus menerus berujung ditunjuknya perusahaan kami untuk menggarap pekerjaan di sebuah pabrik milik MNC besar di Yogya. Alhamdulillah. Untuk proyek ini selama 1 tahun ke depan kami bisa membuka lapangan kerja untuk 25 karyawan tetap dan 15 karyawan freelance. Sayangnya, untuk memenangkan job ini diiringi pengorbanan yang cukup besar. Saya sampai nggak bisa ikutan acara Milad II TDA, jadi nggak bisa ketemu dengan teman-teman seperjuangan lainnya. Bahkan untuk meng-update blog ini aja baru sempat saya kerjakan saat ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bidang usaha rental excavator kami di pembayaran leasingnya yang ke 3 ini juga masih aman dan lancar. Si Komatsu juga tidak ada masalah, bekerja tanpa ada hambatan sama sekali. Hanya saja dalam hal pemakaian bahan bakar solar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;[dari laporan di atas kertas] adik saya yang jago auditing kok merasa pengeluarannya terlalu besar [porsinya 50% dari pengeluaran]. Namun untuk membuktikan kebenarannya kami perlu bukti autentik selama bulan berjalan ini. Beginilah kalau punya usaha tapi tidak kita tungguin sendiri dan hanya mengandalkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepada beberapa orang kepercayaan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Khabar nggak enaknya, Site Manager untuk rental excavator kami [yang bertanggung jawab di lapangan] terkena serangan jantung saat sift malam di lapangan, dan harus dilarikan ke &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;rumah sakit di Boyolali. Karena kami nggak yakin dengan rumah sakit tsb. akhirnya besoknya kami pindahkan ke salah satu rumah sakit besar &amp;amp; terkenal di &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;. Untung [orang Jawa pasti untung] jiwanya tertolong dan perlu dirawat selama 2 minggu. Tapi Alhamdulillah, saat ini sudah diperbolehkan pulang tapi harus istirahat selama 2 minggu. &lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jujur saja energi kami banyak tersita untuk mengurus karyawan kami yang satu ini. Jaman sekarang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang namanya penyakit jantung sudah mulai mengintai di usia muda. Karyawan kami ini masih berumur 32 tahun, tapi mungkin karena pola hidupnya sebagai ‘orang lapangan’yang nggak teratur jadinya ya kena serangan jantung. Bayangkan betapa repotnya. Tanpa karyawan yang satu ini [dia memang andalan kami] kegiatan di lapangan jadi terasa pincang. Posisinya digantikan 2 orang saja masih terasa ‘keteteran’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Inilah sekilas info dan sharing perkembangan terakhir bisnis usaha kami yang terbaru. Semoga ada manfaat buat Anda sekalian.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1034574179864482995?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1034574179864482995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1034574179864482995' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1034574179864482995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1034574179864482995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/02/big-winning-di-awal-maret.html' title='Big Winning di awal Februari'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-8470497808148255026</id><published>2008-02-04T06:36:00.000-08:00</published><updated>2008-02-04T06:57:58.771-08:00</updated><title type='text'>Sedikit inspirasi dari Sapari  [tukang ojek]</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R6cn2JEJZPI/AAAAAAAAAEA/mq-vnLjOU0g/s1600-h/ojek.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R6cn2JEJZPI/AAAAAAAAAEA/mq-vnLjOU0g/s200/ojek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163139308903294194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Marilah sejenak kita lupakan segala macam teori yang ‘njelimet’ &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tentang kewirausahaan [bagaimana cari peluang, bagaimana cari modal usaha, bagaimana berani take action, dsb.]. Saatnya belajar dari siapa saja yang ada di sekitar kita, termasuk ‘wong cilik’. Karena ternyata, saat saya ketemu dengan seorang tukang ojek yang nampaknya ‘biasa-biasa’ saja, kalau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;diamati, diam-diam di asedang berproses menuju ke arah kebebasan financial seperti yang menjadi cita-cita kita semua.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sapari, yang istrinya dulu [7 tahun lalu] bekerja di rumah saya, adalah seorang tukang ojek di daerah tempat tinggal saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Benar-benar ia mampu membuat saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘angkat topi’ padanya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ceritanya, 2 minggu yang lalu, saat suatu sore saya tidak bisa menjemput anak saya sepulang les private drum di Purwa-Caraka Jatiwaringin, melalui telepon saya minta tolong istri untuk mencari tukang ojek yang bisa ‘dipercaya’ [bawa motornya nggak sembarangan]. Akhirnya, terpikirlah oleh istri saya nama si mas Sapari ini, melalui istrinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapatlah nomer HP-nya. Jadilah anak saya dijemputnya. Usai menjemput, mas Sapari nggak langsung pulang, tapi ngobrol di rumah sampai saya datang. Lantas lanjut ‘ngobrol’ lagi sama saya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lama nggak ketemu, rupanya mas Sapari ini telah membuat loncatan besar dalam hidupnya. Saat ini, katanya, ngojek itu cuma kerjaan iseng saja. Lho, kok? Benar. Sementara banyak orang sedang bergelut mencari berbagai peluang usaha, saat ini dia telah memiliki 2 motor yang disewakan sebagai ojek. Hebat ya! Setiap hari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari hasil menyewakan ojeknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia berpenghasilan bersih Rp. 80,000, sedangkan hasil dia sendiri ‘ngojek’ Rp 75,000. Total penghasilan bersih per hari kurang lebih Rp 155,000. Katakanlah sebulan 25 hari kerja, berarti penghasilannya rata-rata per bulan sekitar Rp 3,875,000.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sukses mas Sapari ini, ternyata tak lepas dari kejeliannya melihat peluang. Dan juga kemampuannya ‘bekerja bukan cuma untuk mencari uang’, tetapi lebih dari itu, ia mampu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;‘memaksa uangnya untuk bekerja menghasilkan uang lagi’ [padahal nggak pernah baca buku Rich Dad Poor Dad nya Robert T. Kiyosaki]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitulah, tatkala ada temennya yang mencari ojek untuk disewa, dia pun menawarkan sepeda motornya. Mundurkah ia dari blantika ‘perojekan’? Tidak. Diam-diam ia beli sepeda motor lagi dengan cara kredit [dibiayai dari hasil sepeda motor yang disewakan]. Asset tersebut digunakannya untuk ‘ngojek’ juga. Hasil ngojeknya yang Rp 75,000 sehari, diusahakan selalu untuk ditabung. Tentunya, setelah dikurangi biaya hidup. Nah, saat ada temen lainnya yang ingin menyewa sepeda motor untuk ‘ngojek’, lagi-lagi sepeda motornya yang diberikan. Dan seperti sebelumnya, ia membeli sepeda motor lagi untuk dirinya sendiri. Begitu seterusnya. Katanya ke-tiga motornya tsb., saat ini sudah lunas kreditnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Memang kalau dipelajari perjalanan bisnis mas Sapari ini juga tidak lepas dari kemampuannya untuk berpikir keluar dari pakem yang ada di ‘dunia para tukang ojek’, di mana ia setiap hari terlibat di dalamnya. Kalau tukang ojek ‘kebanyakan’ berpikir sesuai pakem, “kalau motornya disewa orang, lha terus saya gimana dong nyari makannya?”. Mas Sapari justru melihat ini sebagai peluang dan tantangan, sehingga akhirnya berhasil memiliki rental sepeda motor.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Moral ceritanya, yang namanya peluang maupun rejeki itu ternyata memang ada di mana-mana, dan banyak tersebar di sekitar kita. Datangnya juga bisa dari arah mana saja, dari depan, dari samping, dan juga bisa dari belakang. Tapi semuanya berpulang kepada diri kita masing-masing, sejauh mana ‘kreativitas’ kita untuk mampu ‘menemukannya’. Jadi seperti yang pernah diposting oleh pak Roni Yuzirman di milis TDA, bahwa kita jangan pernah meremehkan ‘bisnis yang recehan’, terbukti benar adanya. Meskipun nampaknya recehan, yang penting adalah duplikasinya atau faktor kalinya. Bayangkan kalau nantinya si mas Sapari ini bisa menyewakan 10 sepeda motor [sebagai faktor kali] apa nggak kalah tuh gaji seorang manajer. Hahaha… Jadi ‘panas-dingin’ juga!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-8470497808148255026?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/8470497808148255026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=8470497808148255026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8470497808148255026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8470497808148255026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/02/sedikit-inspirasi-dari-sapari-tukang.html' title='Sedikit inspirasi dari Sapari  [tukang ojek]'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R6cn2JEJZPI/AAAAAAAAAEA/mq-vnLjOU0g/s72-c/ojek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-9134098054139076336</id><published>2008-01-21T06:39:00.000-08:00</published><updated>2008-01-21T07:10:01.981-08:00</updated><title type='text'>Jangan 'nembak' burung gereja pakai meriam</title><content type='html'>Setelah iklan tiang listrik yang pernah saya posting sebelumnya, kali ini saya mau sharing tentang kejadian menarik tentang seorang teman yang berencana hendak membuat iklan radio sebagai media promosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, saat mampir ke Bukafe di Jl. Duren Tiga [toko buku sekaligus kafe dan warnet  yang kebetulan milik kakak angkat saya], tiba-tiba manajer pengelolanya menghampiri saya untuk ngobrol. Saya pun iseng bertanya tentang perkembangan Bukafe. Lalu ia menguraikan ‘rencana besarnya’ untuk memajukan tempat usaha yang dikelolanya ini. Salah satu rencananya adalah beriklan di salah satu  radio terkenal di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuah hebat banget. Kemudian saya bertanya dengannya, siapa saja sih pengunjung Bukafe selama ini? Ia pun menjawab bahwa pengunjungnya ada kalangan pelajar SMA, mahasiswa, para pekerja pulang kantor, ABG pacaran, pengunjung umum, bapak-bapak &amp;amp; ibu-ibu pecinta buku, dsb. Saya tanya lagi, berapa iklan radio yang akan dibuat dan berapa radio yang mau menayangkan iklannya. “Cukup satu iklan dan satu radio  saja”, jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lho. Tadi katanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target audience&lt;/span&gt;-nya bermacam-macam, berarti kan butuh iklan yang berbeda-beda sesuai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target audience-&lt;/span&gt;nya. Begitu pula media radionya, kita harus lihat segmen pendengarnya, untuk masing-masing &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target audience&lt;/span&gt; kan berbeda radionya. Misal, untuk palajar SMA &amp;amp; ABG pakai Track FM, Mahasiswa pakai radio Prambors, Para pekerja &amp;amp; yang lebih tua pakai radio Trijaya FM or Sonora. “Kalau cuma pakai satu iklan di satu radio, kan percuma juga karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; bisa menjangkau semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target audience&lt;/span&gt; yang hendak disasar? Lebih dari itu, emangnya pengunjung Bukafe itu latar belakang geografisnya dari seluruh Jakarta? Kan siaran radionya bisa didengerin di seluruh Jakarta bahkan Jabodetabek lho…”, argumentasi saya.“Oh, begitu ya?  Tapi, kita kan harus selalu pro aktif dan nggak boleh lengah sedikitpun…”, lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; sama dia dengan harapan bisa lebih terbuka lagi wawasannya. "Bikin iklan radio itu gampang kok, punya duit  suruh orang yang ahli di bidangnya juga beres. Tinggal mau ditayangin di mana, kapan saja, berapa kali sehari, ada ahlinya yang bisa kita mintai tolong. Tapi sebelum bikin iklan kan banyak hal yang harus digali dan dijadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;insight&lt;/span&gt;. Kemudian kita fokuskan kembali ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;main objective&lt;/span&gt; atau  tujuan utamanya. Jadi to mesti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;back basic &amp;amp; be focuss&lt;/span&gt;," lanjut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita rumuskan dulu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;objective&lt;/span&gt;-nya? Tujuannya untuk apa kok Bukafe butuh beriklan?  Untuk menggaet pengunjung baru? Selama ini promosi &amp;amp; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trick-trick&lt;/span&gt; apa saja yang telah dilakukan dalam rangka menggaet pengunjung baru tsb.? Sudah maksimal apa belum? Bagaimana hasilnya? Kalau dari rumusan ini memang ternyata diperlukan beriklan, ya dibuat lah iklan. Lalu coba  kita pertimbangkan dengan seksama dulu, apa benar Bukafe butuh iklan radio? Atau malah media lainnya? Kalau hanya ingin menggaet pengunjung baru kan nggak cuma iklan radio yang bisa dipakai, bisa kita gunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flyer&lt;/span&gt; [selebaran], spanduk, iklan di internet, poster, dsb. yang jelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;budget&lt;/span&gt;nya lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, target konsumennya siapa? Siapa saja sih selama ini pengunjung Bukafe? Memangnya pengunjung Bukafe dari seluruh wilayah Jakarta? Kalau yang hendak ‘ditembak’ hanya pelajar sekolah, ABG, dan mahasiswa yang ada di seputaran Bukafe, atau pekerja pulang kantor yang kebetulan arah pulangnya melewati Bukafe, atau pengunjung umum yang juga berasal dari seputaran Duren Tiga radius 5 km, ya dicari media iklan apa yang paling cocok dan memungkinkan untuk dibuat. Tentunya yang mampu menjawab persoalan pertama tadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[back to basic]&lt;/span&gt; bahwa memang Bukafe butuh beriklan untuk menggaet pengunjung baru. Kan berarti yang dibutuhin cukup hanya beberapa spanduk dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flyer&lt;/span&gt; saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya nekad bikin iklan radio. Habis biaya produksinya katakanlah Rp 2 juta, kemudian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;budget placement&lt;/span&gt; [tayangnya] katakanlah Rp 20 jutaan [selama 3 bulan]. Hasilnya, hanya ada 30 orang pengunjung baru yang datang gara-gara iklan radio tsb. , dan mereka hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spend money&lt;/span&gt; atau belanja di Bukafe rata-rata Rp 50,000 berarti kan omset hanya naik Rp 1,500,000. Padahal paling banter &lt;span style="font-style: italic;"&gt;margin&lt;/span&gt;nya cuma 20% dari omset tsb. yaitu Rp 300,000. Kalau toh pengunjung barunya 10 x lipat atau 300 orang paling banter &lt;span style="font-style: italic;"&gt;margin&lt;/span&gt;nya cuma Rp 3,000,000.  Ini kan artinya bikin  iklan radio tsb. nggak efektif. Ibaratnya ‘nembak burung gereja pakai meriam’, yang seharusnya ‘cukup pakai senapan angin biasa’ [senjata dan pelurunya terlalu besar padahal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target &lt;/span&gt;sasarannya ternyata kecil].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kalau memang spanduk dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flyer&lt;/span&gt; yang dinilai paling ‘cocok’ sebagai media iklan ya mulai di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;survey&lt;/span&gt; di mana saja bakal dipasang atau di mana saja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flyer&lt;/span&gt; tsb. bakal disebarkan. Yang jelas harus bisa menjawab persoalan pertama dan kedua [iklan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyampe&lt;/span&gt; dan dibaca oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target audience&lt;/span&gt; sehingga mampu mengajak mereka datang ke Bukafe].  Misal, spanduk dipasang di jalan atau perempatan dari berbagai arah yang akan menuju ke Bukafe. Dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flyer&lt;/span&gt; juga harus disebarkan di lokasi-lokasi yang tepat untuk menggaet sasaran, misal di sekolah atau kampus, rumah, kantor, perempatan sekitar situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, cobalah dipikirkan cara-cara lain untuk berpromosi yang lebih cerdas &amp;amp; kreatif.  Misal kerjasama dengan penerbit atau pengarang bukunya, bila ada buku baru yang menarik ya dibuatlah acara bedah buku sekaligus jumpa pengarangnya di Bukafe. Atau apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tegaskan lagi kepada teman tadi,  bahwa ini  semua kan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; dari saya yang hanya berangkat dari perhitungan akal sehat biasa. Tentunya sebagai manajer pengelola kan sudah seharusnya tahu dari a sampai z tentang Bukafe. Selanjutnya ya mesti dipikirkan cara beriklan yang keluar dari ‘pakem’, tantang saya. Itulah tugas pengelola, harus selalu mencari ide-ide promosi maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trick-trick&lt;/span&gt;  yang murah meriah namun berdampak besar. Oke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau adakah temen-temen yang pernah punya pengalaman beriklan untuk memajukan usahanya. Senang banget kalau ada yang mau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; untuk pembelajaran bersama kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ‘curhat’ kali ini dapat bermanfaat untuk saya pribadi dan Anda semua yang kebetulan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endro Wahyu M&lt;br /&gt;TNM-E20 [mastermind JakTim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“yang terus berusaha untuk selalu bisa  memberi, memberi, dan memberi… tapi tidak pernah kehabisan, daripada harus mencari, mencari, dan mencari… tapi tidak pernah merasa cukup.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-9134098054139076336?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/9134098054139076336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=9134098054139076336' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9134098054139076336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9134098054139076336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/01/jangan-nembak-burung-gereja-pakai.html' title='Jangan &apos;nembak&apos; burung gereja pakai meriam'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-691471983787318346</id><published>2008-01-18T04:33:00.000-08:00</published><updated>2008-01-18T04:57:39.097-08:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Yogya : Teman masa kecilku sukses pindah quadrant</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R5Ch67tO9CI/AAAAAAAAAD4/p6w8f5W6z8Q/s1600-h/Free_Clipart_04.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R5Ch67tO9CI/AAAAAAAAAD4/p6w8f5W6z8Q/s200/Free_Clipart_04.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156799607171118114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surprised! Long time no see you ya…friend???&lt;/span&gt; Inilah komentar salah satu teman bermain di masa kecilku [adik kelasnya adik saya] saat masih tinggal di Madiun dulu. Yudi ‘Cheng Hook’ nama panggilannya. Tak sengaja 10 Januari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2008 lalu, kami ketemu di &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;. Bukan main [kalau pas begini] &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dunia ini ternyata sempit ya? Padahal sekitar 15 tahunan atau malah lebih &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;saya nggak ketemu dia. Karena selepas SMA, biasanya para putra daerah seperti saya ini pada merantau dan kuliah di kota besar seperti Surabaya, Yogya, Semarang, Jakarta, dll. Selepas kuliah biasanya juga pada langsung kerja dan nggak pernah pulang ke daerah asalnya lagi. Apalagi kalau orang tuanya sudah meninggal dunia. Terputuslah sudah dengan  masa lalunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitulah, saya akhirnya ‘ngobrol’ sampai jam 3 pagi dengannya. Hebatnya, selain 'ngomongin' nostalgia tentang masa kecil hingga SMA, ia juga menceritakan kisahnya selama ini hingga akhirnya sukses menjadi pengusaha. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saat ini, ia memiliki perusahaan ekspedisi udara di Surabaya, satu toko di Madiun, dan di Yogya ada usaha Salon, Warnet dengan 22 komputer dan rumah kos 46 kamar [Rp 750,000/bulan per kamarnya] di sebelah kampus UPN. Luar biasa. Sudah seharusnya saya banyak menimba ilmu darinya. Karena teman yang satu ini berangkatnya juga dari seorang karyawan [TDB]. Dan baru September 2007 yang lalu ia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt; dari tempat kerjanya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Teman saya ini cerita, bahwa kemampuannya untuk bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;set up&lt;/span&gt; bisnis sendiri ini justru berasal dari kiprahnya saat masih menjadi karyawan. Jadi sudah seharusnya kita-kita yang saat ini menjadi karyawan mensyukuri. Karena saat masih menjadi karyawan banyak kemampuan manajerial yang secara nggak sengaja dapat dipelajari dan dikuasai dengan baik, yang nantinya penting saat ingin membuka usaha sendiri. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi kuasailah dengan baik bidang yang saat ini menjadi bagian pekerjaan sehari-hari. Pekerjaan kita adalah sekolah yang terbaik juga. Anggap saja sekolah tapi dapat gaji bulanan yang juga dapat dikumpulin buat modal. Sambil terus cari peluang usaha yang sesuai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passion&lt;/span&gt; &amp;amp; bidang yang kita kuasai. Dan ingat kalau sudah punya usaha juga jangan buru-buru ‘asal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt;’. Tapi mesti dimonitor terus perkembangannya, kalau bisnis pribadi sudah mapan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;silakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt;. Proses pindah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quadrant&lt;/span&gt; ini buat masing-masing orang bisa berbeda kebutuhan waktunya. Yang penting &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; tujuan akhirnya jadi pengusaha. Begitulah masukannya kepada saya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ceritanya, saat ia masih menjadi TDB di sebuah perusahaan, dia seringkali kebagian kerjaan yang ‘cukup sulit’, yaitu membuka cabang baru dan seringkali juga didaulat menjadi kepala cabangnya. Dari pengalaman manajerial seperti itu, akhirnya intuisinya dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;skill-&lt;/span&gt;nya menjadi terasah dengan baik. Misal, bagaimana memulai buka cabang baru yang diibaratkannya seperti ‘membuka hutan’ di sebuah daerah baru. Kemudian bekerja ‘habis-habis’an, agar sebuah cabang baru bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survive&lt;/span&gt; dan kalau perlu berkembang maju. Dst. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Rupanya sambil bekerja menjadi TDB, dia juga punya cita-cita untuk secepatnya punya usaha sendiri. Mulailah ia menjajagi peluang-peluang usaha. Usaha ekspedisi udaranya yang di Surabaya, adalah hasil mengakuisisi, saat perusahaan tsb, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;collapse&lt;/span&gt;. Lalu ditangani langsung hingga akhirnya menjadi sehat kembali dengan omset tahun 2007 lalu sekitar 3,7 M [kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;margin&lt;/span&gt;nya 20%, gede juga ya untungnya]. Tokonya yang di Madiun juga hasil kerja kolaborasi &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;bersama istrinya. Begitulah, satu persatu peluang yang ada berhasil dieksekusi menjadi usaha yang potensial. Bahkan ada juga beberapa usaha yang gagal. Setelah usahanya yang jalan bisa ‘mapan’, akhirnya ia mengajukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt; dari jabatannya sebagai kepala cabang di salah satu daerah di Jawa Timur. Saat ini teman saya ini dalam seminggu kerjanya hanya jalan-jalan keliling mengontrol bisnisnya. 3 hari di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, 1 hari di Madiun, dan 3 hari di Yogya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bagi saya pribadi, kisah teman saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini menjadi contoh atau sebuah model perpindahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quadrant&lt;/span&gt; yang ‘cukup mulus’ dan terbilang ‘cukup sukses’ dari seorang TDB menjadi TDA. Secara perlahan tapi pasti [waktu masih TDB] dia mengumpulkan portfolio usahanya satu demi satu, hingga saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passive income-&lt;/span&gt;nya telah mencapai berlipat-lipat dari gaji terakhirnya sebagai kepala cabang, dan sudah jauh di atas &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kebutuhan hidupnya, tibalah saatnya untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt; dan menjadi seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengusaha [TDA].&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akhirnya, saat berpisah kami pun sepakat bila pas saya ada di Yogya, dia juga akan berusaha berada di Yogya agar kami bisa ngobrol &amp;amp; berdiskusi sambil belajar bersama. Anehnya, sudah jadi pengusaha pun masih kepingin belajar juga dari saya yang masih TDB [ternyata dia juga kepingin belajar usaha rental mobil atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excavator&lt;/span&gt;]. Tapi siapa tahu ada ide-ide bisnisnya yang bisa kita kerjakan bersama. Karena saat kami ngobrol bersama dengan teman-teman lainnya, banyak sekali ide-ide usaha yang aneh-aneh yang relative modalnya nggak besar keluar dari ‘kepalanya’. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-691471983787318346?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/691471983787318346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=691471983787318346' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/691471983787318346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/691471983787318346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/01/oleh-oleh-dari-yogya-teman-masa-kecilku.html' title='Oleh-oleh dari Yogya : Teman masa kecilku sukses pindah quadrant'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R5Ch67tO9CI/AAAAAAAAAD4/p6w8f5W6z8Q/s72-c/Free_Clipart_04.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-9175142816209853991</id><published>2008-01-16T04:30:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T04:59:06.274-08:00</updated><title type='text'>Meskipun 'pemain' baru, kami juga kepingin maju...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R43-N7tO9AI/AAAAAAAAADo/U0RPA-PqHpA/s1600-h/BABE.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R43-N7tO9AI/AAAAAAAAADo/U0RPA-PqHpA/s320/BABE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156056663728256002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selama libur &amp;amp; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;week end &lt;/span&gt;di Yogya kemarin, kami berempat [saya, 2 kakak &amp;amp; adik] selain berada di lokasi tempat excavator ‘menjemput’ rejeki, juga sekaligus membahas prospek ke depan perusahaan kami.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari hasil obrolan yang serius tapi santai kami mencoba membedah peluang &amp;amp; tantangan usaha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rental excavator&lt;/span&gt; ini ke depannya. Memang saat ini, kami baru memiliki satu unit yang telah ‘terpakai’ oleh klien, tapi kan nggak ada salahnya kalau ada peluang-peluang baru lagi yang bisa digarap.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hasilnya, ter-peta-kan secara nasional bahwa kebutuhan akan excavator di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; itu masih sangat banyak. Di Aceh saja [untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recovery&lt;/span&gt;] khabarnya 100-an &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excavator&lt;/span&gt; masih kurang. Belum lagi di HPH-HPH yang banyak tersebar di Sumatera, &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt; dan Papua, setelah hutan ditebang biasanya juga dibutuhkan jasa excavator untuk proses reklamasi maupun untuk penghijauan kembali. [&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; kenalan adik saya di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; baru saja beli 2 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excavator&lt;/span&gt; untuk menggarap bekas HPH di Timika [Papua] yang akan dijadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;areal&lt;/span&gt; persawahan. Kontraknya lumayan panjang]. Selain itu, masih banyak perusahaan minyak, tambang dan sejenisnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang juga memerlukan jasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excavator&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nggak usah jauh-jauh, yang di Jawa pun kebutuhan akan jasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excavator&lt;/span&gt; juga masih terbuka luas. Apalagi pemerintah pusat &amp;amp; pemerintah daerah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; banyak memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;plan&lt;/span&gt; untuk membangun jalan tol&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semisal Yogya-Solo dan Semarang-Solo. Bahkan gara-gara banjir bengawan Solo kemarin, khabarnya juga akan ada pembenahan sepanjang DAS [daerah aliran sungai] mulai dari waduk Gajah Mungkur hingga hilir bengawan Solo, yang bakalan memerlukan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; excavator&lt;/span&gt; untuk kerjanya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;So kalau membahas peluangnya, yang namanya jasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rental excavator&lt;/span&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; masih terbuka lebar banget. Persoalannya adalah bagaimana cara mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘job’&lt;/span&gt;nya. Karena sejarah telah membuktikan bahwa tidak pernah ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘job’&lt;/span&gt; itu yang datang sendiri dan ‘mengetuk’ pintu rumah kita. Kalau semua peluang datang sendiri menghampiri kita, bisa jadi semua orang telah sukses menjadi pengusaha. Betul nggak? &lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalau kata teori, inilah bedanya pengusaha dengan orang biasa. Konon yang namanya pengusaha selalu mencari peluang-peluang usaha baru yang nantinya bisa digarap menjadi lahan usahanya. Kembali ke peluang usaha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excavator&lt;/span&gt; di atas, tantangan kami adalah bagaimana bisa meraih peluang-peluang yang ada di dekat kita. Mampukah kami meraih peluang baru? Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Waktulah nanti yang membuktikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selain kepingin membesarkan usaha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rental excavator&lt;/span&gt;, muncul banyak ide-ide baru bagaimana agar perusahaan bisa berkembang lebih maju lagi, tidak sekadar hanya berkutat di bidang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rental excavator&lt;/span&gt;. Semua ide tsb. kami tampung di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘bank idea’&lt;/span&gt;, mengingat ‘keterbatasan’ kami saat ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Small winning&lt;/span&gt;nya, ada satu ide usaha yang memungkinkan untuk digarap. Kami sepakat untuk mulai melirik usaha ‘kontraktoran’ sebagai divisi baru yang saat ini bisa kami kerjakan. Kebetulan kakak saya yang telah lama ‘nyemplung’ di bidang ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mulai tertantang untuk memajukan usahanya sendiri. Bahkan kami juga sempat ‘ketemuan’ dengan seorang pengusaha yang selama ini juga telah ‘&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; melintang’ di usaha kontraktoran di seputaran Jawa Tengah. Kalau jadi sich kami bisa mendapatkan limpahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;job&lt;/span&gt; [nge-sub] yang nilainya lumayan buat pemula [sekitar 1 M]. Saat ini masih dalam proses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lobby &lt;/span&gt;dan negosiasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;[jadi masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;confidential&lt;/span&gt;]. So belum bisa saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; lebih lanjut, karena belum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deal&lt;/span&gt;. Takutnya nggak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;goal&lt;/span&gt; gitu lho.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Demikianlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing &lt;/span&gt;kali ini sepulang dari Yogya kemarin. Nantinya kalau ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;small winning &amp;amp; big winning &lt;/span&gt;yang baru lagi akan saya ceritakan. Semoga bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-9175142816209853991?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/9175142816209853991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=9175142816209853991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9175142816209853991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9175142816209853991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/01/meskipun-pemain-baru-kami-juga-kepingin.html' title='Meskipun &apos;pemain&apos; baru, kami juga kepingin maju...'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R43-N7tO9AI/AAAAAAAAADo/U0RPA-PqHpA/s72-c/BABE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-157993554684978257</id><published>2008-01-15T04:06:00.000-08:00</published><updated>2008-01-15T04:23:47.209-08:00</updated><title type='text'>Hari liburku [sementara] tersita untuk 'usahaku'...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4ylnbtO8-I/AAAAAAAAADY/OIajIFs3Ays/s1600-h/200px-Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4ylnbtO8-I/AAAAAAAAADY/OIajIFs3Ays/s320/200px-Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155677770303337442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya tiba juga saatnya kita memasuki Tahun Baru Hijriyah 1429 H. Selamat Tahun Baru ya, temen-temen semua. Semoga di tahun yang baru ini segalanya bisa lebih baik. [Maaf terlambat, soalnya baru sempat nulis lagi setelah 4 hari di Yogya &amp;amp; Jateng].&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bagi kebanyakan orang, banyak hari libur &amp;amp; cuti bersama memang menjadi dambaan. Karena mereka bisa menikmatinya bersama keluarga &amp;amp; bahkan untuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berwisata. Tapi bagi saya pribadi justru sebaliknya, week end &amp;amp; hari libur yang ada adalah kesempatan terbaik untuk mengurusi bisnis pribadi. Karena sejak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;take action&lt;/span&gt; bikin usaha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rental excavator&lt;/span&gt;, kesibukan di hari libur pun kian bertambah. Karena nggak kepingin dibilang ‘selingkuh’&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;[pinjam istilah pak Yoyox], maka praktis waktu yang tersisa, Sabtu, Minggu &amp;amp; hari liburku pun [untuk sementara waktu] seringkali terpakai untuk keperluan yang terkait dengan usaha pribadi tsb. yang keberadaannya memang di Jawa Tengah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Begitulah akhirnya, seringkali Sabtu &amp;amp; Minggu atau kalau ada cuti bersama [di hari kejepit] dari kantor, seperti libur Tahun Baru Islam kemarin, saya langsung ‘cabut’ ke Yogya. Kemarin kepinginnya ‘ngajak’ keluarga, tapi ternyata anak-anak nggak libur di ‘hari kejepit’, ya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpaksalah berangkat sendirian. Adik saya yang dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; juga ‘janjian’ ketemu di Yogya, lalu bersama-sama pergi ke lokasi. Jadi niat kami untuk sering bertemu memang kesampaian, karena mau nggak mau bisnis ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; harus diurus bareng-bareng. Sekaligus, selama berkumpul &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;kami juga banyak membahas prospek bisnis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rental excavator &lt;/span&gt;ke depannya nanti, sambil mencari peluang-peluang usaha baru lainnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kenapa juga mau bercapek-capek ria? &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; sdh ada karyawan yang menjalankannya? Justru di ‘masa percobaan’ ini kami harus selalu menggunakan kesempatan sebanyak-banyaknya untuk belajar dan belajar segala sesuatu &amp;amp; seluk beluk usaha yang satu ini. Memang kami sudah menciptakan system, tapi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; harus diuji secara terus menerus seiring berjalannya waktu. Tentunya agar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;system&lt;/span&gt; tsb. dapat berjalan dengan baik dan mulus seperti yang diharapkan. Lebih dari itu, yang namanya sebuah usaha yang masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;relative&lt;/span&gt; baru ya sudah seharusnya kita ‘jagain’ secara langsung. Sudah banyak contoh bagaimana sebuah usaha yang ‘dijagain’ setiap hari saja bisa ‘amburadul’, apalagi kalau kita ‘lepas’ begitu saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Memang keluarga [terutama anak-anak] &lt;span style="font-style: italic;"&gt;complain&lt;/span&gt; terus kalau pas di ‘hari untuk keluarga’ saya tinggal pergi ke luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Tapi dengan penjelasan bahwa saat ini dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk sementara waktu, kita harus menunda kenikmatan &amp;amp; kenyamanan demi sebuah cita-cita besar bersama, yang nantinya hasilnya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; juga untuk keluarga juga. Akhirnya mereka bisa mengerti dan ikhlas hari-hari liburnya nggak bersama ayahnya. Inilah salah satu resiko punya usaha di luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; berikut tantangannya yang juga harus bisa diatasi. Dilematis memang. Tapi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; pengalaman telah membuktikan, kalau mau menggapai sukses harus ada pengorbanan. Semoga.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-157993554684978257?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/157993554684978257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=157993554684978257' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/157993554684978257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/157993554684978257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/01/hari-liburku-sementara-tersita-untuk.html' title='Hari liburku [sementara] tersita untuk &apos;usahaku&apos;...'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4ylnbtO8-I/AAAAAAAAADY/OIajIFs3Ays/s72-c/200px-Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5425253702790256855</id><published>2008-01-13T05:27:00.000-08:00</published><updated>2008-01-13T05:34:50.957-08:00</updated><title type='text'>2nd Steps [si Komatsu] in Probation Periods</title><content type='html'>Tanggal 7 Januari 2007 lalu, usaha &lt;em&gt;rental excavator&lt;/em&gt; kami memasuki masa pembayaran cicilannya yang kedua. Alhamdulillah, pembayaran dari klien juga masih lancar sehingga kami pun dapat membayar cicilan l&lt;em&gt;easing&lt;/em&gt;nya juga tepat waktu. Di usianya yang masih di &lt;em&gt;second steps&lt;/em&gt; [istilah kami untuk pembayaran cicilan &lt;em&gt;leasing&lt;/em&gt;nya], tak lupa kami lakukan evaluasi singkat seputar perkembangan usaha ini. [Kan memang masih dalam &lt;em&gt;probation periods&lt;/em&gt; atau masa percobaan].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa catatan yang menjadi masukan penting bagi usaha ini. Di pertengahan bulan Desember 2007 yang lalu, &lt;em&gt;excavator&lt;/em&gt; pernah mengalami problem dengan pecahnya selang &lt;em&gt;hydraulic-&lt;/em&gt;nya. Saat itu semua kegiatan menjadi terhenti selama 2 hari, untuk mencari &lt;em&gt;spare parts &lt;/em&gt;dan perbaikan. Dan untungnya problem itu bisa diatasi &lt;em&gt;team mechanic&lt;/em&gt; kami dalam 2 hari saja. Seandainya kerusakan lewat dari 1 minggu, kami harus mencarikan gantinya. Padahal, setelah kami &lt;em&gt;survey&lt;/em&gt; untuk menyewa &lt;em&gt;excavator&lt;/em&gt; dari &lt;em&gt;rental&lt;/em&gt; lain minimal harus kontrak selama 6 bulan. Wuah, dapat &lt;em&gt;insight&lt;/em&gt; baru nich. Idealnya, kalau terjun ke bisnis yang satu ini, kita harus punya &lt;em&gt;back up unit excavator&lt;/em&gt; sendiri [semoga LoA kami bisa terwujud, Amin]. Tapi kan kemarin kami hanya modal nekad saja. Bisa beli [lewat &lt;em&gt;leasing&lt;/em&gt;] 1 unit saja sudah harus disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tsb. juga patut untuk disyukuri [&lt;em&gt;positive thinking&lt;/em&gt; gitu lho…]. Karena dengan demikian kami menjadi tahu kelemahan-kelemahan yang ada. Ternyata tantangannya berat juga ya? Tapi kalau kepingin maju kan harus siap menghadapi tantangannya. Jadi saat ini, kami harus banyak berdoa dan mengingatkan &lt;em&gt;team&lt;/em&gt; yang ada di lapangan agar selalu menjaga, memperlakukan serta merawat &lt;em&gt;excavator&lt;/em&gt; tsb. seperti diri mereka sendiri, untuk memperkecil kemungkinan terjadi kerusakan yang berasal dari &lt;em&gt;factor&lt;/em&gt; si operatornya. Kalau kerusakan terjadi di luar batas kemampuan manusia, ya namanya &lt;em&gt;force majeure&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman tsb., akhirnya kami juga &lt;em&gt;re-check&lt;/em&gt; ke fihak Komatsu, apa saja &lt;em&gt;spare parts&lt;/em&gt; yang biasanya &amp;amp; sering terjadi &lt;em&gt;trouble&lt;/em&gt; di lapangan [sesuai catatan mereka selama ini], agar kami bisa menyediakan &lt;em&gt;stock spare parts&lt;/em&gt;-nya. Jadi kalau ada kerusakan lagi yang kecil-kecil bisa langsung diatasi dalam waktu yang cukup singkat, dan tidak menggangu kegiatan operasionalnya di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan sementara, menekuni usaha apapun selalu ada kesulitan dan tantangannya [tidak ada usaha yang bisa langsung sukses semudah kita membalik telapak tangan]. Tinggal bagaimana kita siap atau tidak menghadapi dan mencari jalan keluarnya. Setiap &lt;em&gt;step &lt;/em&gt;atau langkah perkembangan dari sebuah usaha adalah proses belajar. Untuk itu mau atau tidak kita belajar dari semua problem yang muncul di tengah perjalanan bisnis tsb. Dan yang terpenting, harus tetap optimis dan &lt;em&gt;positive thinking&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian &lt;em&gt;up-date&lt;/em&gt; terbaru dari usaha &lt;em&gt;rental excavator&lt;/em&gt; kami, semoga &lt;em&gt;sharing &lt;/em&gt;kali ini bermanfaat bagi kami dan Anda semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5425253702790256855?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/5425253702790256855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=5425253702790256855' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5425253702790256855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5425253702790256855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/01/2nd-steps-si-komatsu-in-probation.html' title='2nd Steps [si Komatsu] in Probation Periods'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1576874918562483312</id><published>2008-01-12T04:33:00.000-08:00</published><updated>2008-01-12T04:58:00.081-08:00</updated><title type='text'>Apakah menjadi pengusaha harus kreatif?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4i5MbtO89I/AAAAAAAAADQ/Lf08K-rAcUE/s1600-h/creatif4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4i5MbtO89I/AAAAAAAAADQ/Lf08K-rAcUE/s320/creatif4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154573396772582354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kreatif di sini saya maksudkan untuk merujuk sifat atau perilaku seseorang yang memiliki daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan. Kalau kita kaitkan dengan judul di atas, “Apakah menjadi pengusaha harus kreatif?”, jawaban saya secara tegas adalah “Ya!”. Justru seorang pengusaha itu selalu dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi secara terus menerus. Sebab para pengusaha diharapkan dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan inovasi dengan menghasilkan &lt;span style=""&gt;hal-hal baru&lt;/span&gt; yang berguna bagi masyarakat luas, atau menemukan &lt;span style=""&gt;cara-cara&lt;i&gt; &lt;/i&gt;baru&lt;/span&gt; yang memberikan nilai tambah terhadap sesuatu yang sudah ada sebelumnya.   &lt;p&gt;Kalau yang menamakan diri sebagai pengusaha nggak kreatif, mana ada sekarang produk jamu yang ‘dikapsulin’, jualan lewat internet [toko maya]&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa perlu punya toko yang sebenarnya, air minum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kemasan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minuman teh dibotolin,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;santan kelapa dibotolin, bimbingan belajar, jualan makananan yang diwaralabakan, bengkel motor waralaba, dsb. Yang saya contohkan ini semua &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; produk-produk hasil inovasi [temuan] dari para pengusaha yang mengedepankan kreatifitas. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kelebihan lain dari sifat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kreatif yang melekat dalam diri pengusaha adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemampuannya untuk melihat peluang dalam masalah-masalah yang muncul di masyarakat, dan kemudian mampu menciptakan beragam produk dan jasa sebagai solusi untuk mengatasi masalah dan tentunya juga meraih keuntungan. Atau yang sering kita tahu, para pengusaha yang kreatif biasanya mampu menemukan terobosan-terobosan baru sekaligus melakukan pembaharuan &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;dari produk-produk yang sudah ada. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saya lebih senang menyebut terobosan baru tsb. sebagai tindakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang berani keluar dari pakem.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kenapa juga sebagai pengusaha kita harus kreatif? Karena kita dituntut selalu untuk memiliki ide-ide bisnis yang berbeda dari yang lain [ide usaha baru yang keluar dari kerumunan] dan memiliki gagasan yang sangat orisinal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain itu, seorang pengusaha yang kreatif juga biasanya mampu bekerja secara cerdas. Misal, mampu memanfaatkan teknologi internet untuk berjualan. Kantornya pun akhirnya yang sifatnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mobile office&lt;/span&gt;, dengan bermodalkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laptop&lt;/span&gt; dan 'ngantor' di manapun dia suka, tanpa terikat pada kantor secara fisik. Kalau toh punya kantor pun ia mampu menciptakan sistem yang mapan, sehingga si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;owner &lt;/span&gt;dapat mengontrol seluruh kegiatan bisnisnya hanya lewat HP, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-mail&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laptop&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Khabar baiknya, yang namanya kreativitas itu bukanlah bakat atau bawaan dari lahir, namun siapa pun bisa dilatih dan dikondisikan untuk dapat berpikir kreatif. Nah kalau sudah siap jadi pengusaha dan sarat dengan ide-ide kreatif, silakan Anda mencoba memasuki belantara dunia usaha, dijamin untuk meraih sukses hanya tinggal menunggu waktu saja. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau masalah kreatif menjadi penting sebagai persyaratan utama untuk menjadi pengusaha, pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana kita bisa melatih &amp;amp; mengasah bakat kreatif tsb. Di tahap awal barangkali yang terpenting adalah mengkondisikan otak kita untuk mau berpikir kreatif. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Nah agar otak kita nge-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;click&lt;/span&gt; dengan hal-hal yang sifatnya kreatif ada beberapa cara yang semua orang pasti bisa mencobanya. Dan saya mencoba membuat ringkasannya dari berbagai sumber [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;training&lt;/span&gt;, buku, referensi, dsb.] selama saya berkecimpung di dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;advertising &amp;amp; communication.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berikut ada 8 cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau tahapan yang dapat mengkondisikan seseorang untuk bisa berpikir lebih kreatif :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Having fun&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bersenang-senanglah! Kita harus selalu mengkondisikan diri selalu merasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;, gembira, bahagia, berpikir lepas tanpa merasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada beban. Keluar dari rutinitas sehari-hari, banyak jalan-jalan dan melakukan pengamatan dengan harapan dapat menemukan ide-ide usaha yang kreatif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Berpikir bebas &amp;amp; tanpa batas. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jangan biasakan otak berpikir yang ‘biasa’, tetapi gunakan selalu untuk berpikir keluar dari pakem. Langgar aturan-aturan yang ada, berpikirlah dengan tidak logis. Jadilah seorang yang bebas seperti burung yang terbang lepas di angkasa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Fokuskan pikiran pada tujuan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ya, untuk menjadi kreatif di bidang usaha yang ditekuni atau yang ingin ditekuni, kita harus selalu fokuskan pikiran kita pada tujuan yang memang hendak dicapai. Jangan mudah berubah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selalu visualisasikan bahwa sekarang Anda telah menjadi orang yang kreatif dan mampu menmukan ide-ide bisnis yang dahsyat. Dan bayangkan pula bahwa ide bisnis telah dijalankan dan sukses.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Jadilah seperti anak-anak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tumbuhkan jiwa anak-anak di dalam diri. Cobalah berpikir seperti jalan pikiran anak-anak, tanpa perlu repot memikirkan logika, tapi biarkan otak berpikir lepas tanpa beban apapun. Sifat anak-anak juga selalu kepingin tahu segalanya, dan banyak bertanya. Dunia anak memang selalu penuh dengan daya khayalan yang tinggi, tapi justru dari situlah kreativitas seseorang mudah berkembang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Ciptakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;input&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;konstrukstif . &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Caranya tentu saja dengan mencari lebih banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;informasi dan pengetahuan melalui bacaan, referensi, internet, bergaul, nonton bioskop, ngobrol dengan siapa saja, jalan-jalan melakukan pengamatan, dsb. Mencoba untuk keluar dari rutinitas sehari-hari. Dan belajarlah melihat apa yang tidak terlihat. Dengan membiasakan diri untuk memiliki rasa keingintahuan yang besar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan membawa kita menjadi orang yang pertama punya ide-ide tentang apa saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Bangkitkan keberanian berinovasi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keberanian dan keingintahuan adalah dua sifat yang memang harus dimiliki oleh orang yang kreatif. Semangat untuk berani berinovasi ini penting untuk dikembangkan agar diri kita terkondisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu berpikir kreatif. Ingat seorang Thomas Alfa Edison pun berani mencoba hingga lebih dari seribu kali, hingga akhirnya berhasil menemukan bola lampu pijar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Pikirkan kembali pikiran Anda. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saat merasa telah puas dengan pemikiran atau ide &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang diperoleh, sebaiknya perlu untuk dipikirkan kembali dan dianalisa dari cara pandang yang berbeda. [kalau orang Jawa bilang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diotak-atik&lt;/span&gt; nantinya akan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gathuk&lt;/span&gt; juga]. Semakin banyak jenis pemikiran yang didapatkan maka akan semakin banyak pula ide-ide kreatif yang bakal diperoleh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Ubah ide lama menjadi ide yang lebih baru. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebuah ide usaha yang kreatif biasanya juga berasal dari ide-ide usaha lama yang dicoba untuk ditampilkann secara lain dan berbeda. Namun harus ada kelebihan-kelebihan [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;benefit product&lt;/span&gt;]&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain yang hendak ditawarkan. Dan juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentunya untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;end user-&lt;/span&gt;nya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang penting untuk digarisbawahi, apa yang tersaji pada tulisan ini, berangkat dari pengalaman orang-orang yang telah melewati jalan panjang di dunia usaha. Bagi Anda yang telah memiliki usaha dan sukses, anggap saja masukan ini hanyalah sebuah ilustrasi belaka. Tapi bagi yang senang belajar seperti saya, harapannya tulisan ini bisa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menjadi sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; yang mudah-mudahan dapat bermanfaat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menambah wawasan seputar pentingnya sifat kreatif yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha. Tentunya, kembali dari sudut pandang mana kita melihatnya. Dan menjadi pengusaha harus kreatif atau tidak, pada akhirnya berpulang kepada diri kita masing-masing, karena yang namanya sukses di dunia usaha tergantung kepada sejauh mana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;effort &lt;/span&gt;kita untuk berjuang mewujudkannya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1576874918562483312?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1576874918562483312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1576874918562483312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1576874918562483312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1576874918562483312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/01/apakah-menjadi-pengusaha-harus-kreatif.html' title='Apakah menjadi pengusaha harus kreatif?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4i5MbtO89I/AAAAAAAAADQ/Lf08K-rAcUE/s72-c/creatif4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5049359546464647879</id><published>2008-01-07T04:25:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T04:36:09.644-08:00</updated><title type='text'>Iklan tiang listrik</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4Ia_LtO88I/AAAAAAAAADI/qjHOfbpx2ts/s1600-h/iklantiang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152710596441863106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4Ia_LtO88I/AAAAAAAAADI/qjHOfbpx2ts/s320/iklantiang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat terjebak kemacetan, daripada &lt;em&gt;stress&lt;/em&gt;, mata saya iseng-iseng mengamati sekeliling dan akhirnya terhentilah pada sebuah tiang listrik yang dipenuhi dengan iklan tempel. “Butuh dana? Cair dalam 3 hari, hub. 0816xxxxx345”, “Cuci Sofa, 021-345987xx”, “Les Privat : 0813xxxxx333”, “Sedot WC : 021- 555xx799”. &lt;em&gt;Wow&lt;/em&gt;, rupanya selama ini yang namanya iklan tempel di tiang listrik luput dari pengamatan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja iseng-iseng amati, yang namanya iklan tiang listrik ini bahasanya singkat dan padat. “Badut Sulap, tel. xxxxxxxxx”; “Servis TV, kompor gas, AC, call 1234xxxxxx”; “Peralatan Pesta. Xxxxxx4567”; “&lt;em&gt;Baby Sitter&lt;/em&gt;: hub. Xxxxxxx 115”; “Pembantu RT. Xxxxx7755”, dan masih banyak lagi. Yang penting, produk yang dijual/ditawarkan ada, lalu nomor telepon yang bisa dihubungi. &lt;em&gt;That’s all.&lt;/em&gt; Pesan komunikasi yang lebih singkat daripada sebuah iklan baris di Koran Pos Kota. Harapannya, kalau ada yang pas membutuhkan jadi ingat untuk mencari nomor teleponnya ke tiang listrik terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang punya usaha, gaya iklan yang begini perlu juga untuk dicoba. Biayanya jelas cukup murah. Cukup modal selembar kertas ukuran A4 lalu difotocopy, terus suruh orang untuk menempelkannya di tiang listrik di seputar tempat tinggalnya [asal nggak ditegur sama pak RT setempat]. Yang punya modal agak banyakan, biasanya pakai tripleks, pesan iklannya disablon lalu diikat pakai kawat di tiang listrik [yang ini bisa lebih tahan lama].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menjual produknya lewat iklan tiang listrik ini, adalah para pengusaha yang sadar sepenuhnnya akan pentingnya iklan untuk menyampaikan jualannya [menurut kamus bahasa Indonesia, iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak ramai agar tertarik dengan barang &amp;amp; jasa yang ditawarkan]. Selain itu, mereka sadar pula bahwa untuk beriklan melalui media lainnya [Radio, Koran, TV, dsb] perlu biaya yang cukup mahal. Padahal sebagai pengusaha, mereka perlu bertindak agar konsumen tahu produk jualannya. Jadilah iklan berbiaya murah meriah ini yang mampu mensiasati masalah &lt;em&gt;budget&lt;/em&gt;, dengan harapan tetap efektif &amp;amp; efisien . Tapi sejauh tujuan iklan tsb. sebagai sarana untuk &lt;em&gt;get attention&lt;/em&gt;, pesan yang dikomunikasikan jelas akan sampai kepada sasarannya. Masalahnya apakah kemudian ada tindakan dari konsumen untuk membeli atau mencoba, itu proses selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya apakah iklan tiang listrik ini efektif dan mampu menggaet target konsumennya, akan sulit untuk menjawabnya [perlu &lt;em&gt;survey &lt;/em&gt;nich]. Tetapi kalau dilihat dari fakta bahwa iklan tiang listrik tetap masih banyak peminatnya [selalu ada yang baru, yang kertasnya hancur kena air hujan juga ditempel ulang lagi], berarti kan iklan seperti ini efektif dari ‘kaca mata’ si pemasang iklan. Kalau selama ini nggak efektif dan nggak mampu menggaet &lt;em&gt;target&lt;/em&gt; konsumen, bisa jadi kan sudah dihentikan dari kapan-kapan, karena dianggap buang duit percuma [ingat pengusaha kan selalu berpikir efektif &amp;amp; efisien].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan saya, kalau untuk &lt;em&gt;small area&lt;/em&gt; seperti di komplek perumahan, iklan tiang listrik akan dapat menggaet sasaran, seperti : “Gas habis? &lt;em&gt;Call &lt;/em&gt;xxxxx555”; “Air isi ulang. Telp. 021xxxx9765”. Karena dari pengamatan saya, kalau gas, air, atau apa saja yang menyangkut kepentingan rumah tangga sehari-hari yang mendadak habis, sementara kalau harus keluar rumah untuk membelinya jelas bakalan repot. Pastinya yang paling mudah dilakukan adalah melihat ke tiang listrik terdekat, lalu menelepon minta diantar. Praktis kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk produk atau jasa seperti Les Privat, Pembantu RT, &lt;em&gt;Baby Sitter&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Service&lt;/em&gt; Kompor Gas/AC, mungkin para konsumennya agak ragu untuk memakai jasanya. Maklum di Jakarta atau kota-kota besar lainnya, konsumen kan sudah lebih pintar dan selalu waspada, sehingga tidak semudah itu mendatangkan orang asing ke rumah tanpa tahu latar belakangnya [tindakan preventif]. Kecuali atas rekomendasi tetangga, teman, ataupun keluarga terdekat. Atau yang punya usaha tsb. jelas alamatnya dan terkenal baik reputasinya [misal : Bu Gito, yang laris manis ‘jualan’ PRT nya selama Lebaran dan &lt;em&gt;pasca&lt;/em&gt; Lebaran].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya, kalau ingin pasang iklan tiang listrik berkaitan dengan produk Anda, sebaiknya tanyakan dulu kepada diri sendiri. Seandainya jadi &lt;em&gt;target&lt;/em&gt; konsumen, mau nggak ya kita membeli produk atau jasa yang ditawarkan dengan hanya menelepon terus minta orang tsb. datang ke rumah? Kalau jawabannya ya, berarti orang lain pun akan mungkin bertindak seperti kita. Kalau kita saja yang mau pasang iklan ‘keberatan’ menelepon ya lupakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau mau sedikit repot, banyak kok cara-cara beriklan murah meriah &amp;amp; kreatif yang bisa disesuaikan dengan ‘jualan’ kita. Tentunya, kita harus kreatif untuk memikirkan dan menemukan caranya. Teman saya di &lt;em&gt;mastermind&lt;/em&gt; TNM-E20, pak Fuad Muftie, ia membuat 2 spanduk berbunyi : Di sini akan dibuka toko Addina menjual busana muslim, jilbab, dan bla…bla…dipasang sejak bulan Desember 2007 di ruko barunya [lokasinya tidak jauh dari toko lamanya], yang rencananya baru akan buka Januari 2008 ini. Dengan spanduk ini, tujuan &lt;em&gt;get attention-&lt;/em&gt;nya jelas berhasil [saya menemukan rukonya juga dengan membaca spanduknya]. Di jalan yang termasuk ramai, setiap orang yang lewat pasti membacanya, bisa jadi mereka yang menjadi &lt;em&gt;target market&lt;/em&gt;-nya pasti penasaran [kapan ya dibukanya?].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, saya pernah kok menjadi korban iklan tiang listrik ini. Gara-gara &lt;em&gt;septic tank&lt;/em&gt; di rumah penuh, terpaksa saya cari tiang listrik terdekat. Catat nomor teleponnya, lalu saya telepon, minta untuk segera datang. Nggak lama kemudian, datanglah tim mobil tinja tsb. Memang mudah sih. Urusan bisa beres tanpa harus meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya juga pernah menjadi korban iklan tiang listrik ini, tapi justru akibat &lt;em&gt;negative&lt;/em&gt; dari iklan tiang listrik tsb. Heboh lah pokoknya. Ceritanya, dia beli rumah di sebuah komplek perumahan. Begitu sudah tinggal di rumah tsb, setiap hari teleponnya berdering dan kebanyakan si penelepon minta segera disedot WC-nya. Setiap kali ada telepon dia harus menjelaskan masalahnya. Lama kelamaan capek juga. Kalau telponnya nggak diangkat, takutnya ada teman atau famili yang menelpon. Usut punya usut, ternyata yang tinggal di rumah tsb. sebelumnya adalah agen pemasaran jasa sedot WC. Nah lho, itulah hebatnya iklan tiang listrik. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5049359546464647879?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/5049359546464647879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=5049359546464647879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5049359546464647879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5049359546464647879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/01/iklan-tiang-listrik.html' title='Iklan tiang listrik'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R4Ia_LtO88I/AAAAAAAAADI/qjHOfbpx2ts/s72-c/iklantiang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-8149143048562477728</id><published>2008-01-05T03:48:00.000-08:00</published><updated>2008-01-05T03:56:07.242-08:00</updated><title type='text'>Akhirnya, adik ipar saya take action juga...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R39wQrtO87I/AAAAAAAAADA/PE3OE1SoDYU/s1600-h/500-take_action2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151959930647802802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R39wQrtO87I/AAAAAAAAADA/PE3OE1SoDYU/s320/500-take_action2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari selalu ada pengusaha baru. Demikianlah, kalau kita coba amati sekitar kita, atau sambil jalan melihat-lihat sekeliling, memang sepertinya setiap hari selalu ada yang buka usaha baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, di komplek kita tinggal, setiap hari selalu ada tukang sayur baru, tukang bubur ayam baru, tukang roti, tukang sate, tukang bakso. Belum lagi kalau kita sedikit keluar komplek, di depan Indomart pun silih berganti ada yang mencoba peruntungan membuka usaha baru, tadinya ada Edam Burger, diganti Siomay, lalu yang Es Cendol diganti, penjual martabak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amati juga di sepanjang jalan yang kita lalui, begitu ada kios &lt;em&gt;or&lt;/em&gt; ruko baru, pasti nggak sampai hitungan minggu sudah ada yang buka usaha baru. Pernah di luar komplek saya, ada bangunan kios baru, saya baru mikirin cocoknya untuk usaha apa [kalau nge-&lt;em&gt;click&lt;/em&gt; kepingin nanyain berapa sewanya], eh besoknya pas mau saya tanya berapa harga sewanya, ternyata sudah disewa orang untuk buka bengkel motor. Inilah bukti, yang namanya lokasi yang bagus selalu dijadikan rebutan. Siapa cepat dia dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan peluang usaha, kalau nggak segera diraih dan dimanfaatkan, pastinya ada orang lain yang juga punya pemikiran yang sama yang akan memanfaatkan peluang tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sepenggal cerita terkait pengalaman adik ipar saya [adik istri saya dan suaminya]. Tiga tahun lalu ia beli rumah di Jl. Bukit Duri yang cukup luas. Karena letaknya strategis di jalanan yang ramai, dan ia berencana untuk buka usaha jadi &lt;em&gt;franchise&lt;/em&gt;-nya salah satu minimarket terkenal saat itu. Ternyata, saat rumahnya sedang dalam tahap direnovasi, beda beberapa rumah darinya dibuka sebuah &lt;em&gt;minimarket&lt;/em&gt; seperti yang dibayangkannya saat itu. Terbukti, peluang tsb. keduluan oleh orang lain yang berpikir hal yang sama. Akhirnya, semangatnya untuk buka usaha terlupakan seiiring berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu sepulang Lebaran dari Jawa Timur, November lalu, saya iseng cerita tentang usaha baru saya &lt;em&gt;Rental Excavator&lt;/em&gt;, bahwa yang namanya peluang itu ternyata ada di mana-mana termasuk saat mudik Lebaran pun bisa jadi ‘ketemu’ peluang usaha. Langsung semangat adik ipar tadi untuk punya usaha bangkit lagi [panas kali yee?]. Dia sadar, kok selama ini [4 tahun lewat begitu saja] berdiam diri dan melupakan niatnya semula saat beli rumah di Jl.Bukit Duri yang rencananya memang untuk buka usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba akhir Desember 2007 lalu, ia mengundang keluarga besar istri saya untuk melewatkan malam tahun baru sekaligus acara syukuran di rumahnya. &lt;em&gt;Surprise,&lt;/em&gt; ternyata saat kami semua tiba di rumahnya pada malam 31 Desember 2007, di rumahnya telah tersedia lengkap semua peralatan &amp;amp; counter martabak plus &lt;em&gt;crew&lt;/em&gt;-nya. Rupanya, di awal tahun 2008 ini, diam-diam dia sedang mempersiapkan untuk &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt; buka usaha Martabak langsung di 2 lokasi, di depan Giant Rawamangun dan di depan rumahnya. Jadi di malam tahun baru yang lalu, kami semua yang hadir di rumahnya diminta untuk menjadi ‘tim penilai’ sekaligus ‘kelinci percobaan’ berbagai jenis martabak [martabak manis dan martabak telor] yang nanti bakal jadi andalan jualannya [kayak pak Bondan dengan wisata kulinernya aja].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, tatkala ngobrol, adik ipar saya mulai menyadari bahwa kalau nunggu peluang usaha yang besar, kok nggak datang-datang, jadi ya &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt; aja dulu yang saat ini bisa dijalani, sekaligus buat pembelajaran. [Padahal dulu kepinginnya punya usaha langsung yang besar]. Pada akhirnya, &lt;em&gt;mindset&lt;/em&gt;-nya berubah juga. Mau mencoba memulai usaha dengan resiko yang kecil dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa martabak? Ternyata selama ini dia memang menyukai martabak, jadi tahu banget yang enak dan yang kurang enak. Makanya penasaran untuk mencoba menciptakan martabak yang ‘enak’ sesuai dengan &lt;em&gt;taste&lt;/em&gt;-nya. Saya hanya mengucapkan selamat menjadi ‘mahasiswa S2’ dan semoga sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sedikit cerita tentang adik ipar saya yang akhirnya berhasil juga untuk &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt; [setelah tertunda 4 tahun] menjadi pengusaha martabak. Dan mencoba memanfaatkan peluang yang berangkat dari kegemarannya makan martabak. Memang yang namanya ide usaha itu bisa berawal dari mana saja termasuk dari hobi kita jajan. Memang penjual martabak sudah banyak tersebar di Jakarta, tapi dia mencoba untuk keluar dari pakem dengan berbagai jenis martabak yang lain dari yang lain. Semoga bermanfaat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-8149143048562477728?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/8149143048562477728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=8149143048562477728' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8149143048562477728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/8149143048562477728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2008/01/akhirnya-adik-ipar-saya-take-action.html' title='Akhirnya, adik ipar saya take action juga...'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R39wQrtO87I/AAAAAAAAADA/PE3OE1SoDYU/s72-c/500-take_action2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-6863632843886033856</id><published>2007-12-30T20:49:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T21:22:43.689-08:00</updated><title type='text'>[Resolusi???] Kilas Balik Action Plan 2007 &amp; Action Plan 2008</title><content type='html'>Awal tahun 2008 telah datang. Sudahkah membuat perencanaan untuk 1 tahun ke depan ini? Jangan lupa pula untuk mengkaitkan dengan rencana jangka panjang 5 tahun &amp;amp; 10 tahun ke depan, mau dibawa kemana arah kehidupan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih senang menggunakan istilah &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; daripada &lt;em&gt;Resolution&lt;/em&gt;. Kenapa? Karena dengan kata &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; yang berarti rencana untuk &lt;em&gt;Action&lt;/em&gt; atau bertindak, &lt;em&gt;feel&lt;/em&gt;-nya terasa banget bahwa susunan rencana yang ada untuk segera &amp;amp; harus dilaksanakan [kata ini kan TDA banget] . Sementara itu kata Resolusi [dalam kamus bahasa Indonesia] dimaksudkan untuk merujuk pada pernyataan tertulis yang biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Dalam bahasa Inggris, &lt;em&gt;resolution&lt;/em&gt; yang berkaitan dengan tahun baru memiliki arti ‘ketetapan hati’. &lt;em&gt;Feel&lt;/em&gt; dari kata resolusi kok hanya sekedar susunan pernyataan atau daftar keinginan saja [ketetapan hati]. &lt;em&gt;Action&lt;/em&gt; atau tindakannya kurang ya… [ini murni pendapat saya lho].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman &lt;em&gt;Action Plan 2007&lt;/em&gt; yang kurang lebih hanya terlaksana 40% saja, saya mencoba mengevaluasi kembali apa saja penyebab tidak terlaksannya &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; tsb. Kemudian menarik hikmahnya agar pada &lt;em&gt;Action Plan 2008&lt;/em&gt; nanti tingkat keberhasilannya bisa mencapai sekitar 100% atau setidaknya di atas 80% lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibilang &lt;em&gt;Action Plan 2007&lt;/em&gt; tsb. tidak mengikuti kaidah yang ada, nggak juga sich. Karena waktu bikinnya kan sudah SMART [&lt;em&gt;Specific&lt;/em&gt; maksudnya jelas apa yang diinginkan, &lt;em&gt;Measurable&lt;/em&gt; atau terukur dan mungkin untuk dicapai, &lt;em&gt;Antusias&lt;/em&gt; atau selalu semangat untuk mencapainya, &lt;em&gt;Result-Oriented&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;focus&lt;/em&gt; pada hasil yang akan dicapai, &lt;em&gt;Time-framed&lt;/em&gt; atau jangka waktu kapan kita hendak mencapainya].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui refleksi, introspeksi, pengkajian yang mendalam dan melewati beberapa kali perenungan, ternyata ‘ketahuan’ penyebab beberapa &lt;em&gt;Action Plan 2007&lt;/em&gt; yang tidak terlaksana tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, &lt;em&gt;Action Plan 2007&lt;/em&gt; tsb. yang seharusnya sering dievaluasi [sebulan sekali lah], ternyata pernah terselip entah kemana jadi hanya yang diingat saja yang dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ada beberapa &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; tsb. yang ternyata bertentangan dengan &lt;em&gt;mindset&lt;/em&gt; saya akhir-akhir ini yang sudah banyak berubah. Dulu kan waktu bikin &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; yang penting tulis dulu semua &lt;em&gt;‘dream’&lt;/em&gt; kita, urusan pelaksanaannya atau &lt;em&gt;action-&lt;/em&gt;nya, gimana nantinya aja. Berikut coba saya &lt;em&gt;sharing &lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di awal 2007 untuk urusan KESEHATAN, saya kepingin ikutan &lt;em&gt;club fitness&lt;/em&gt;, tujuannya agar dipaksa disiplin berolahraga. Eh, pas tahu nilai rupiahnya yang lumayan mahal [mendingan dipakai nambahin modal usaha], kok akhirnya memilih untuk olah raga sendiri di rumah. Ternyata, olah raga sendiri, karena kurang disiplin, lebih banyak nggak terlaksananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Urusan KARIER di pekerjaan TDB, saya kepingin banget ada peningkatan yang signifikan. Yang ini kan jelas banget bertentangan dengan &lt;em&gt;mindset&lt;/em&gt; yang selama ini saya bangun [untuk sesegera mungkin mengundurkan diri dan full TDA]. Hasilnya, ya nggak ada peningkatan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam hal MATERI, saya kepingin ganti mobil Nissan X-Trail [gara-gara panas melihat kakak saya membelinya], ganti sepeda motor Suzuki Satria FU 150, dan kepingin punya &lt;em&gt;villa&lt;/em&gt; di daerah Sukabumi [adik ipar punya di daerah itu]. Ketiga &lt;em&gt;dream&lt;/em&gt; ini akhirnya juga tidak terlaksana. Karena setelah dipikirin kok konsumtif amat ya? Kenyataannya, mobil &amp;amp; sepeda motor yang saya pakai saat ini nggak ada masalah koq… Tentang &lt;em&gt;villa,&lt;/em&gt; kalau hanya dikunjungi sebulan sekali atau kalau pas liburan anak sekolah saja kok juga mubazir ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Urusan KEIMANAN/IBADAH, saya berencana untuk membuka tabungan haji juga tidak terlaksana. Yang ini lebih disebabkan perasaan batin saya yang selalu merasa ‘belum siap’ untuk menunaikan ibadah haji [saya merasa belum menjadi muslim yang baik, sholat aja masih &lt;em&gt;bolong-bolong&lt;/em&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah beberapa &lt;em&gt;Action Plan 2007&lt;/em&gt; tsb. yang pada akhirnya saya negasi [tolak] sendiri. Lalu apakah &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; nggak diperlukan? Saya pribadi tetap memerlukannya dan membuat &lt;em&gt;Action Plan 2008&lt;/em&gt;. Kesimpulan sementara, untuk menyusun &lt;em&gt;Action Plan 2008&lt;/em&gt;, saya harus lebih berhati-hati, agar lebih masuk akal dalam usaha mewujudkannya. Memang ada beberapa yang bertolak dari &lt;em&gt;‘dream’&lt;/em&gt; [kalau nggak ada &lt;em&gt;dream&lt;/em&gt; kan nggak ada usaha untuk mewujudkannya] tapi lebih ke hal-hal yang berkaitan dengan bisnis. Setidaknya, &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; tsb. nantinya kan bisa menjadi &lt;em&gt;guidance &lt;/em&gt;bagi kehidupan saya pribadi. Juga agar saya tahu seberapa berhasilkah nanti pencapaiannya di tahun akhir 2008 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; saya untuk tahun 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk KESEHATAN, mulai Januari 2008 saya akan berusaha berolah raga rutin seminggu 2 x [ikutan klub &lt;em&gt;fitness&lt;/em&gt; di kantor], dan Sabtu atau Minggu berolah raga sendiri di rumah. Juga selalu menjaga kondisi, istirahat cukup, mengurangi makanan berkolesterol tinggi, &lt;em&gt;general check up&lt;/em&gt; di bulan Juni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam hal KEIMANAN/IBADAH, saya &amp;amp; keluarga akan berusaha untuk sholat lebih baik lagi [khusyu’ &amp;amp; berkualitas], meningkatkan ketaqwaan beragama, memperdalam wawasan, beramal/berinfaq/bersodaqoh/berzakat lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, dan &lt;em&gt;plan&lt;/em&gt; untuk menjalankan ibadah HAJI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Untuk KELUARGA, berusaha menyediakan banyak waktu untuk keluarga, lebih &lt;em&gt;focus&lt;/em&gt; ke pendidikan anak-anak yang mulai beranjak ABG [baik pelajaran sekolah maupun akhlak], liburan bersama 2 x setahun [Lebaran &amp;amp; liburan Sekolah Juli &lt;em&gt;or&lt;/em&gt; Desember].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bidang USAHA, kepinginnya bisa lebih fokus memajukan usaha yang telah ada [kontrakan, rental mobil, rental &lt;em&gt;excavator&lt;/em&gt;], dan &lt;em&gt;‘dreaming’&lt;/em&gt; untuk memiliki usaha baru [apa saja].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk PEMBELAJARAN, saya akan berusaha untuk belajar lebih baik lagi dalam hal kewirausahaan, motivasi diri, menghilangkan &lt;em&gt;mental block&lt;/em&gt; yang ada, nge&lt;em&gt;-blog &amp;amp; sharing&lt;/em&gt; pengetahuan, banyak baca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. KEHIDUPAN SOSIAL, kepinginnya dengan sisa hidup yang ada ini, hidup saya bisa lebih bermanfaat bagi orang lain, terutama di masyarakat sekitar tempat saya tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. FINANCIAL, Januari 2008 tetap &lt;em&gt;invest&lt;/em&gt; di reksadana dan membuka tabungan haji [dari hasil usaha].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dalam hal MATERI, tetap kepingin ganti sepeda motor [Juli 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian gambaran &lt;em&gt;Action Plan 2008&lt;/em&gt; milik saya pribadi. Khusus tentang KEHIDUPAN SOSIAL, memang kalau dipikir-pikir, rasanya kok sayang ya kalau dalam menapaki kehidupan ini, segalanya kita biarkan berlalu dan mengalir begitu saja tanpa makna. Kan mumpung kita masih diberi waktu, alangkah baiknya bila dimanfaatkan dengan &lt;em&gt;Action Plan&lt;/em&gt; yang bermanfaat bagi diri pribadi dengan membangun kehidupan yang lebih berkualitas, dan juga yang berguna bagi kehidupan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, pada hakekatnya, hidup kita ini kan akumulasi dari perubahan. Sementara yang namanya perubahan itu kan akhir-akhir ini dirasakan berlangsung sedemikian cepatnya. Seringkali, mereka yang tidak mau berubah biasanya akan dilibas oleh perubahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan teman-teman semua? Sudahkan membuat resolusi, &lt;em&gt;action plan&lt;/em&gt;, impian atau perencanaan lainnya? Apapun istilahnya, kalau ada rencana, keinginan, impian, cita-cita, dsb. Akan banyak memberi manfaat berupa motivasi, semangat, &lt;em&gt;energy positive&lt;/em&gt; atau keinginan kuat untuk bertindak mewujudkannya. Dalam menapaki kehidupan pun jadi ada &lt;em&gt;guidance-&lt;/em&gt;nya. Namun yang paling penting adalah &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt;-nya atau tindakannya. Sebagus apapun resolusi, &lt;em&gt;action plan&lt;/em&gt;, keinginan, cita-cita, impian yang ada kalau tidak ada &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; atau tindakan untuk mewujudkannya akan &lt;em&gt;nothing happen&lt;/em&gt; adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT TAHUN BARU 2008, WUJUDKAN IMPIAN BARU &amp;amp; SUKSES SELALU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Tulisan ini juga untuk menjawab PR yang diberikan oleh Mr [millionaire] Adi Prajitno, sahabat di mastermind Jakarta Timur TNM-E20. &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-6863632843886033856?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/6863632843886033856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=6863632843886033856' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6863632843886033856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6863632843886033856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/resolusi-kilas-balik-action-plan-2007.html' title='[Resolusi???] Kilas Balik Action Plan 2007 &amp; Action Plan 2008'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-9156066886833101640</id><published>2007-12-27T04:20:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T05:08:52.698-08:00</updated><title type='text'>Menyikapi kepribadian pengusaha</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R3OjzLtO84I/AAAAAAAAACo/-y_xgaB6c4M/s1600-h/personality-3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148638898725778306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R3OjzLtO84I/AAAAAAAAACo/-y_xgaB6c4M/s320/personality-3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, setiap kali bertemu orang atau mengalami kejadian apapun di dalam kehidupan sehari-hari, saya selalu berusaha untuk belajar sesuatu atau mencoba mengamati untuk kemudian menganalisanya. Tentunya dengan harapan ada pelajaran berharga yang bisa dipetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah saya. Baru-baru ini, saya bisa belajar dari dua orang pengusaha yang di mata saya mereka memiliki &lt;em&gt;the powerful personality&lt;/em&gt; [Istilah saya yang mengacu pada kepribadian yang penuh daya juang dan pantang menyerah], dan satu orang yang memiliki kepribadian sebaliknya, yaitu &lt;em&gt;the powerless personality&lt;/em&gt; [kepribadian tanpa daya, pesimis dan gampang menyerah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah Heri, salah seorang pengontrak ‘apartemen’ [baca: rumah kontrakan] saya. Di usianya yang masih muda [24 th] selepas SMA di Riau, ia merantau ke Jakarta dan bertekad untuk memiliki usaha sendiri. Setahun yang lalu, ia berani mengontrak kios di pasar Pondok Gede, dan membuka usaha sepuh emas untuk perhiasan. November 2007 lalu, tempat usahanya kena gusur, gara-gara pasar Pondok Gede diratakan dengan tanah untuk dibangun kembali. Meskipun usahanya saat ini terhenti, ia tetap tegar dan terus berusaha untuk mencari lokasi baru, karena di tempat penampungan&lt;em&gt; ex&lt;/em&gt; pedagang pasar Pondok Gede dinilainya kurang strategis dan harus membayar sewa lagi. Heri sadar banget bahwa berlarut-larut dengan ‘musibah’ kena gusur &amp;amp; ‘ikutan protes’ bersama pedagang pasar lainnya yang hanya membuang waktu percuma. Lebih baik segera mencari jalan keluar yang terbaik untuk bangkit lagi &amp;amp; meneruskan usahanya, meskipun harus memulai dari nol lagi. Nggak perlu mencari kambing hitam dengan menyalahkan pemerintah, pembangunan &amp;amp; penggusurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah pak Irun, pemilik toko kelontong yang terkomplit [udah kayak indomart lho] di pinggir komplek tempat tinggal saya. Saat gas di rumah habis, saya telpon tokonya, nggak lama kemudian langsung terdengar suara motor berhenti di depan pagar rumah. Eh ternyata, pak Irun sendiri yang mengantarkan tabung gas tsb. Salut saya. Tatkala saya tanya, “kok diantar sendiri emangnya ke mana anak buahnya?” Pak Irun pun dengan santainya menjawab, “anak buah pada pulang kampung semua! Jadi ya mesti nganter sendiri.” Padahal setahu saya [saya pernah ngobrol dengannya], pak Irun ini selain punya ‘&lt;em&gt;mini market’&lt;/em&gt; &amp;amp; wartel, juga punya warnet di depan kampus Guna Darma, Depok, yang per tahunnya memasukkan uang ke pundi-pundinya [bersih] sekitar Rp 80 jt-an. Kalau ditambah dengan hasil dari ‘&lt;em&gt;mini market’&lt;/em&gt; &amp;amp; wartelnya [bisa jadi lebih dari warnet-nya], berarti pak Irun ini kan sudah termasuk pengusaha yang sukses. Hebatnya, dia tetap mengutamakan ‘layanan prima’ untuk para pelanggannya. Tidak sedikitpun ia menyalahkan anak buahnya yang pulang, tapi lebih ke masalah tanggung jawab, bahwa berani jadi pengusaha ya harus siap menerima segala resikonya termasuk ‘bercapek-ria’ nganter gas ke pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua pengusaha tsb. di atas, saya melihat bahwa sebagai pengusaha, kita harus memiliki &lt;em&gt;the powerful personality&lt;/em&gt;. Atau kepribadian tahan banting, penuh semangat, selalu optimis, tak mudah menyerah, selalu &lt;em&gt;positive thinking&lt;/em&gt;, dan tidak menyalahkan pihak lain untuk pembenaran dari kelemahan dirinya. Setiap keputusan yang diambilnya selalu penuh keyakinan &amp;amp; percaya diri. Juga sadar sepenuhnya bahwa untuk melaksanakan apa yang diperjuangkan pastinya tidak selalu melawati jalan yang mulus, tetapi selalu ada kerikil-kerikil tajam yang menjadi penghambat. Tinggal bagaimana cara menghadapinya. Kalau toh pernah mengalami kegagalan, tidak akan membuatnya patah semangat. Namun lebih dilihat sebagai proses pembelajaran. &lt;em&gt;That’s all.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, saya juga belajar tentang &lt;em&gt;the powerless personality&lt;/em&gt; atau kepribadian pecundang [gampang menyerah, gampang mencari kambing hitam untuk menutupi ketidakberdayaanya, pesimis, &lt;em&gt;negative thinking&lt;/em&gt;, dsb.] dari seorang yang bernama Ma’il, yang tinggalnya juga di pinggiran komplek saya. Yang satu ini, punya 2 anak yang masih sekolah, tetapi &lt;em&gt;jobless&lt;/em&gt;. Kalau sedang ‘kepepet’ nggak ada uang, selalu datang ke rumah saya dan minta kerja apa saja. Biasanya, kalau pas begini, saya mintai tolong untuk nyuci mobil &amp;amp; sepeda motor [padahal saya kerjakan sendiri sambil olah raga pagi juga bisa]. Atau ganti lampu yang mati di ‘apartemen’ saya, benerin saluran air yang mampet, benerin genting bocor, dsb., kan nggak lucu kalau nggak bantuin apa-apa dikasih duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, dengan penuh keyakinan Ma’il menemui saya, lalu memaparkan rencananya untuk membuka bengkel las [ia punya pengalaman kerja &amp;amp; ‘sertifikat ngelas’], kebetulan dia dapat &lt;em&gt;order-&lt;/em&gt;an bikin pagar dari komplek perumahan sebelah. Ia pun minta dimodali. Lalu saya putuskan untuk menolongnya tapi sebatas membeli alat las listrik, bor, gerinda &amp;amp; peralatan penting lainnya. Untuk sewa tempat, nanti dulu, saya kepingin melihat perkembangannya. Komitmennya, setiap kali dapat &lt;em&gt;job&lt;/em&gt; ‘ngelas’, dia harus mencicil peralatan tsb. [Rp 25,000 per job]. Nantinya, kalau modal yang saya keluarkan telah kembali, peralatan tsb. menjadi miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru juga dapat &lt;em&gt;order&lt;/em&gt;-an 3 kali [cicilan juga baru Rp 75,000], Ma’il sudah malas cari &lt;em&gt;order&lt;/em&gt;. Tiap kali datang ke rumah selalu mengeluh bahwa ‘nyari’ &lt;em&gt;order&lt;/em&gt; susah, dan kalah bersaing dengan bengkel las lainnya, ujung-ujungnya minta kerjaan lagi [dulu bilangnya mau rajin ‘habis-habisan’ nyari &lt;em&gt;order-&lt;/em&gt;an]. Akhirnya sambil nunggu &lt;em&gt;order&lt;/em&gt; dari luar, saya ‘ada-adain’ kerjaan ‘ngelas’ seperti : ganti teralis semua jendela rumah saya, bikin pagar teras, bikin menara untuk penampungan air, ganti tutup pompa air, bikin pagar &lt;em&gt;mezzanine,&lt;/em&gt; dsb. Terakhir, November 2007 lalu, ia menyerah ‘kalah’, semua peralatan las dikembalikan ke saya. Nah, lho. Duit saya berhenti di peralatan las ini. Wuah payah banget, niat baik saya untuk membuatnya ‘mandiri’ untuk menjadi pengusaha gagal sudah. Saya hanya berpesan kepadanya,”kalau mental kamu masih seperti itu, sampai kapan pun tidak akan pernah bisa merubah nasib jelek menjadi lebih baik. Dan ingat yang bisa merubah nasib kamu, adalah dirimu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah&lt;em&gt; sharing&lt;/em&gt; saya tentang dua kepribadian yang bertolak belakang. Pelajaran buat saya pribadi, kalau kita tidak pernah berhasil merubah &lt;em&gt;the powerless personality&lt;/em&gt; menjadi &lt;em&gt;the powerful personality&lt;/em&gt;, maka tidak akan pernah menjadi pemenang [menang melawan ketidakmampuan kita] dan selamanya akan menjadi pecundang atau &lt;em&gt;the looser&lt;/em&gt;. Semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi Anda semua.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-9156066886833101640?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/9156066886833101640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=9156066886833101640' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9156066886833101640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9156066886833101640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/menyikapi-kepribadian-pengusaha.html' title='Menyikapi kepribadian pengusaha'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R3OjzLtO84I/AAAAAAAAACo/-y_xgaB6c4M/s72-c/personality-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-258915875595895765</id><published>2007-12-23T16:35:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T16:50:25.329-08:00</updated><title type='text'>Waktu</title><content type='html'>Waktu, hari ini baru kusadari bahwa ternyata yang namanya waktu betul-betul begitu cepat berlalu. Rasanya [perasaan saya] baru saja memasuki tahun baru 2007, bulannya Januari, nggak terasa sudah berganti April, terus Agustus. Eh, masuk September [Ramadhan] terus nyambung Oktober [Idul Fitri], eh saat ini sudah masuk ke bulan Desember 2007 [Idul Adha]. Tidak lama lagi 2007 ketinggalan waktu. Dan kita sambut 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pula yang menjadikan saya bertambah usia. Meski terasa dalam diri, kok kayaknya usia berapa saja rasanya sama [nggak ada perubahan gitu], seperti waktu masih muda ya? Padahal tak tahu kita berapa usia yang masih bersisa yang menjadi milik kita, karena waktu untuk kita adalah rahasia Allah semata. Lalu haruskah menyia-nyiakan sisa waktu yang ada. Logikanya, sudah seharusnya kita memanfaatkan waktu yang ada untuk segala aktivitas yang bermanfaat baik untuk diri kita dan juga orang lain [kemaslahalatan umat].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktulah yang mendadak membuat tercenung dan memaksaku merenung. Mengkilas balik, apa saja yang telah kuperbuat di waktu-waktu yang lalu. Terlintaslah semuanya di depan mata, segala aktivitas di tahun-tahun yang telah berlalu...?? Dan waktu tiba-tiba membuka mata bahwa begitu mudahnya saya menyia-nyiakan waktu yang ada. Terbukti dengan begitu banyak rencana [&lt;em&gt;action plan&lt;/em&gt;] yang tak terlaksana. Lagi-lagi ada rasa sesal kenapa begitu sering menunda dan menunda. Yang tersisa, deretan pertanyaan untuk diri pribadi. Kenapa begitu sedikit rencana yang telah ditata dapat terlaksana? Apa saja ya rencana yang tertunda? Kenapa ditunda kalau itu sudah masuk di dalam rencana? Berarti waktu yang ada nggak mencukupi? Nggak punya waktu? &lt;strong&gt;[Orang bijak bilang, yang merasa nggak punya waktu, berarti termasuk golongan yang tidak dapat mengatur &amp;amp; memanfaatkan waktu].&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang dimiliki semua orang jumlahnya sama. 24 jam sehari. Tapi dalam hal memanfaatkan waktu, ternyata masing-masing dari kita bisa berbeda caranya. Sehingga berbeda pula hasilnya. Ada yang selama kurun waktu tahun 2007 ini berhasil mencapai &lt;em&gt;goal-goal&lt;/em&gt; yang spektakuler dari &lt;em&gt;target &lt;/em&gt;yang telah dicanangkan. Tapi banyak juga yang merasa seperti masih jalan di tempat, meskipun waktu telah berlalu begitu cepat. Dan begitu mudahnya waktu disalahkan sebagai kambing hitam, “waktunya &lt;em&gt;cepet banget&lt;/em&gt; berlalu”, “aku nggak punya waktu”, “waktunya &lt;em&gt;mepet sich&lt;/em&gt;”, “nggak ada waktu lagi…”, “coba kalau masih ada waktu, pasti beres!”, “waktunya kurang tepat &lt;em&gt;sich&lt;/em&gt;”, dan masih banyak lagi. Kenapa nggak kita coba untuk mencari kesalahan itu dari dalam diri kita sendiri yang memang kurang pintar me-&lt;em&gt;manage&lt;/em&gt; waktu? Lalu berusaha untuk memperbaikinya di waktu-waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktunya tiba pula bagi kita semua untuk bersyukur. Begitu banyak sebenarnya yang telah kita nikmati selama perjalanan hidup ini, Bersyukur pula atas segala hal yang telah berhasil diraih selama ini bersama sang waktu. Prestasi apapun yang telah dicapai setidaknya menjadikan kita lebih arif dalam hal memaknainya. Setidaknya seiring berjalannya sang waktu, sekecil apapun, pasti ada hal-hal yang telah kita perbuat yang bermanfaat untuk kemajuan diri kita pribadi khususnya, dan masyarakat umumnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu juga begitu penting bagi mereka yang menamakan diri sebagai calon pengusaha. Karena biasanya, untuk memulai &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt; buka usaha, waktu yang tepat juga menjadi &lt;em&gt;moment&lt;/em&gt; penting. Tatkala bertanya kapan harus mulai &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt;, jawabannya pun sudah pasti nggak ada waktu yang tepat selain ‘sekarang juga’. Konon, berdasarkan pengalaman, kalau tidak segera memulai usaha ‘sekarang juga’, sampai kapanpun nggak bakalan pernah &lt;em&gt;‘take action’&lt;/em&gt;. Akhirnya saat waktu telah berlalu, barulah muncul kesadaran di kemudian waktu, kenapa ya kok nggak memulai pada waktu itu? Bagi yang telah menjadi pengusaha, waktu juga menjadi penting tatkala hendak memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Jangan sampai gara-gara tidak mampu mengatur waktu, peluang usaha yang hadir di depan mata, berlalu begitu saja bersama waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang tepat, bagi yang belum memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, segeralah membuat rencana. Seperti apakah tujuan hidup masa depan yang Anda impikan? Jangan sampai untuk diri kita sendiri, kita lalai membuat perencanaan 1 tahun ke depan, 5 tahun ke depan dan juga 10 tahun dari sekarang. Mau diarahkan kemanakah jalan hidup kita? Berusahalah untuk memaksimalkan waktu yang ada dengan seksama mewujudkan segala rencana hidup Anda...?? Karena seiring bertambahnya usia, kalau tetap bercita-cita mulia untuk menjadi TDA, tetapi belum juga &lt;em&gt;take acti&lt;/em&gt;on dan punya usaha, Anda akan semakin berpacu dengan waktu. Sadarilah yang namanya waktu tidak pernah bisa diulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu, kok rasanya nggak ada habisnya ya kalau kita bahas lebih jauh lagi. Lha nanti waktunya habis hanya untuk bikin tulisan ini. Padahal kan sudah berkomitmen untuk memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Daripada kehilangan waktu untuk aktifitas yang lain, lebih baik saya sudahi dulu diskusi tentang waktu ini. Takut ah... kan &lt;strong&gt;detik demi detik, waktu selalu berlalu…dan berlalu…&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-258915875595895765?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/258915875595895765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=258915875595895765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/258915875595895765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/258915875595895765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/waktu.html' title='Waktu'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1137983574928731502</id><published>2007-12-18T06:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T06:33:21.712-08:00</updated><title type='text'>Sepenggal cerita seputar Qurban</title><content type='html'>Tak terasa Hari Raya Idul Adha datang menjelang. Di mana kita sebagai umat Islam yang mampu secara ekonomi diwajibkan untuk ber-qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, ngomong-ngomong soal qurban, sejak tinggal di komplek saya [14 tahun] saya selalu sedih melihat daging qurban yang akhirnya menumpuk dan hingga sore belum tersalurkan kepada yang berhak. Tatkala saya tanyakan kepada panitia, katanya semua para penerima daging qurban yang ada di sekitar komplek sudah menerima semua. Yang sisa ini konon hendak disalurkan ke tempat lain, tetapi menunggu kordinasi dari pak ustadzs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya berkeliling ke komplek perumahan sebelah, dan juga yang ada di sekitar, hal serupa juga terjadi. Wuah, gimana nich? Rupanya, kalau di daerah Jabodetabek, ‘keberlimpahan’ seperti ini, bisa-bisa memang sering terjadi. Pernah di tahun berikutnya, saya usul ke panitia qurban agar, pemotongan hewan qurban tsb. dilakukan dalam beberapa hari kemudian. Niatnya, agar distribusinya bisa sampai kepada mereka yang berhak entah di mana. Mereka menjawab prakteknya akan sulit dilakukan karena tukang potongnya juga sulit untuk didatangkan lagi, transportasinya, dan ibu-ibu yang membantu membagi daging qurban juga maunya kerja seharian dan selesai. Atau kita serahkan saja ke panitia qurban nasional yang jangkauan distribusinya se-Indonesia. Jawab mereka, banyak dari pemilik hewan qurban yang tidak menyetujuinya. Ya wis lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya mau ngomongin masalah ikhlas nggak ikhlas berqurban, tapi saya lebih menyoroti masalah pendistribusian daging qurban tsb, yang menurut pengamatan saya kok nampak tidak ‘nyampe’ kepada yang berhak. Padahal di banyak desa di pelosok sana, seperti di Blitar Selatan, Trenggalek, atau entah di mana lagi, banyak kaum papa yang tak tersentuh dengan pembagian daging qurban di Hari Idul Adha ini. Sampai saat ini pun saya selalu masih terusik, dan memikirkan bagaimana agar mereka-mereka yang tinggal jauh di pelosok sana dapat ikut menikmati qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2003 lalu, karena kepingin qurban tsb. bisa ‘nyampe’ ke pelosok desa, saya beli sepasang kambing di Blitar dan saya titipkan ke mas Yanto [suaminya PRT almarhum mertua saya]. Sistemnya adalah ‘paron’ atau bagi hasil, jadi setiap ada anak yang berjumlah genap kita bagi dua, kalau cuma satu ya buat dia. Nantinya, setiap tahun [Idul Adha] mas Yanto harus antar kambing jantan yang menjadi hak saya untuk dijadikan qurban di desa pelosok di Blitar sana. Ide bagusnya, saya nggak perlu repot membeli kambing setiap datangnya Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata 'matematika' ternak kambing ini [yang harusnya sudah beranak pinak] nggak berjalan seperti yang diharapkan. Hingga Lebaran kemarin, saya ‘ngontrol’ [selama ini memang sengaja saya lupakan, biar tahu-tahu ada banyak], ternyata jumlah kambingnya kok cuna ada tiga ekor, sepasang indukan dan anaknya satu ekor [yg jadi hak mas Yanto]. Berbagai alasan disampaikan oleh mas Yanto ini, katanya pernah beranak 4 tapi kena serangan penyakit dan mati semua, terus pernah beranak lagi 3, pas baru usia 2 minggu juga mati. Yang sekarang ini, tadinya beranak 4 tapi yang 3 ekor juga mati, jadi hanya bersisa satu ekor. Lho kok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun hanya bisa menerima penjelasan tsb. apa adanya, namun dengan bertanya-tanya dalam hati. Tapi daripada menduga-duga yang nantinya malah berujung ke buruk sangka atau su-udzon, lebih baik saya ambil hikmahnya saja, dan tetap be positive thinking. Barangkali Allah SWT memang belum mengijinkan rencana &amp;amp; niat baik saya untuk ber-qurban di desa pelosok sana. Atau memang Allah SWT menghendaki saya ber-qurban hanya di seputaran Jabodetabek saja [yg dekat dengan tempat tinggal saya]. Karena bisa jadi memang masih banyak yang belum mendapatkan jatah qurban. Akhirnya, saya putuskan untuk ber-qurban di komplek tempat tinggal saya [‘patungan’ bertujuh dengan tetangga membeli Sapi] dan mempercayakannya ke pengurus musholla yang juga menjadi panitia Qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sambil tetap niat sepenuh hati untuk menjalankan ibadah secara pasrah &amp;amp; ikhlas. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersama seluruh keluarga besar mengucapkan Selamat Idul Adha. Semoga amal &amp;amp; ibadah kita semua diterima Allah SWT, dan juga mendapat ridho-Nya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1137983574928731502?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1137983574928731502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1137983574928731502' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1137983574928731502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1137983574928731502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/sepenggal-cerita-seputar-qurban.html' title='Sepenggal cerita seputar Qurban'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5694002880962554628</id><published>2007-12-17T05:49:00.000-08:00</published><updated>2007-12-17T05:57:28.001-08:00</updated><title type='text'>Nama = doa [catatan mastermind TNM-E20]</title><content type='html'>Nama membawa berkah. Nama juga mencerminkan harapan. Harapan adalah doa, dan juga tervibrasi sebagai LoA secara terus menerus. Dan saya percaya sekali dengan hal ini. Yang namanya usaha saja memang nggak cukup. Harus diiringi pula dengan doa. Hasilnya, dahsyat luar biasa. Saya dan teman-teman di mastermind TNM-E20 telah membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang terjadi. Dulu di awal ‘ngumpul-ngumpul’, saat temen-temen &lt;em&gt;mastermind&lt;/em&gt; Jakarta Timur mencari nama yang pas dengan kiprah dan &lt;em&gt;dream&lt;/em&gt; para anggotanya, memang melalui proses &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;voting&lt;/em&gt; yang benar-benar demokratis. Terpilihlah nama &lt;em&gt;The New Millionaire-Empathy 20&lt;/em&gt; [pak Asep, kalau salah mohon dikoreksi]. Nama ini adalah &lt;em&gt;dream&lt;/em&gt; dari para anggota &lt;em&gt;mastermind&lt;/em&gt; Jakarta Timur, yaitu keinginan untuk menjadi &lt;em&gt;The New Millionaire&lt;/em&gt;, yang memiliki &lt;em&gt;Empathy&lt;/em&gt; [kepedulian yang tinggi] untuk selalu bersedaqoh minimal 20% dari hasil usahanya. Itulah yang terpikir di dalam benak kita semua pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saat ini anggota &lt;em&gt;mastermind&lt;/em&gt; TNM-E20, para &lt;em&gt;millionaire&lt;/em&gt; baru sudah mulai ‘menapaki’ kemajuan dalam usaha yang ditekuninya, itu berarti doa kami semua yang di-LoA-kan [&lt;em&gt;law of attraction&lt;/em&gt;] secara terus menerus,  mendapatkan jawaban dari Allah SWT. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja pak Fuad Muftie, yang 14 Desember 2007 lalu, ruko barunya digunakan untuk pertemuan &lt;em&gt;mastermind&lt;/em&gt; TNM-E20. Diam-diam, yang sejak bulan puasa lalu nggak ketemu, telah memperoleh &lt;em&gt;big winning&lt;/em&gt;-nya yaitu toko Addina V.2.0. [toko busana muslim]. Rukonya besar dan berlantai 3. Harapan kita semua, semoga &lt;em&gt;leverage&lt;/em&gt; &lt;em&gt;business &lt;/em&gt;yang dilakukannya dapat terwujud, toko Addina  BISA menjadi Pusat Grosir Busana Muslim di Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan bisnisnya juga dialami oleh pak Adi Prayitno. Rencananya Ar-Rahman Distro sebagai &lt;em&gt;distributor&lt;/em&gt;, yang selama ini berkonsentrasi pada pakaian muslim anak-anak dan disebar ke beberapa agen, sedang berencana untuk BISA membuka toko Grosir  di JaCC bersama teman-teman TDA lainnya. Usaha pendidikan TK yang dikelola istrinya sedang dalam persiapan untuk BERKEMBANG dengan usaha baru bimbel. Sukses pak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Adhi Budi Satria &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; tentang kiat bagaimana ia BISA membeli rumah barunya di dekat ruko pak Fuad Muftie. Terinspirasi dengan tulisan pak Roni Yuzirman tentang jangan remehkan ‘usaha recehan’, rencananya ia akan membuka &lt;em&gt;outlet&lt;/em&gt; mpek-mpek Palembang yang baru di lokasi ini. Dengan banyak outlet yang tersebar di banyak tempat, akan menjadi faktor kali yang memberikan &lt;em&gt;income&lt;/em&gt; lebih besar lagi. Ia juga berencana untuk BISA membuka  grosir batik di JaCC bersama rombongan TDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikutan buka toko di JaCC juga akan dilakukan oleh pak Tatang Sulaeman. Selain itu, ia juga menceritakan bagaimana ia BISA membeli kios di PGJ [Pusat Grosir Jatinegara] sebagai usahanya di bidang &lt;em&gt;property&lt;/em&gt;, dan beberapa peluang usaha lainnya yang sedang dijajaginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Nur Alam juga &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; tentang bagaimana KEMAJUAN Kasyafa &lt;em&gt;Distro&lt;/em&gt;-nya. Ia juga menceritakan strategi &lt;em&gt;marketing&lt;/em&gt;nya  untuk mensiasati suasana &lt;em&gt;pasca&lt;/em&gt; Idul Fitri agar usahanya tetap MAJU, serta peluang jualan jilbab merek terkenal yang tadinya tidak banyak peminatnya, tiba-tiba saat ini banyak dicari pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggagas dan juga &lt;em&gt;leader mastermind&lt;/em&gt; TNM-E20, pak Asep Triono, menceritakan KEMAJUAN beberapa bisnisnya yang dahsyat. Pusat Pendidikan Bahasa Inggris &lt;em&gt;‘Learning Point’&lt;/em&gt;-nya akan BERTAMBAH dengan usaha bimbel. Ia juga cerita tentang KEBERHASILAN memenangkan tender IT.  Dan cerita beberapa peluang usaha lainnya yang sedang terus berproses. Selamat boss!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri bersama 2 kakak dan adik, seperti yang sudah saya sharing di blog ini,  di hari Lebaran kemarin memang BERHASIL &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt; usaha baru dengan hitungan waktu yang singkat [+/- 3 minggu], yaitu &lt;em&gt;rental excavator&lt;/em&gt;. [baca : “Nggak nyangka berani hutang +/- Rp 1 M”].  Sebuah KEMAJUAN yang layak untuk disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anggota baru [saya belum hafal nama-namanya]  juga ikut bergabung dalam pertemuan &lt;em&gt;mastermind&lt;/em&gt; TNM-E20. Mereka juga ada yang &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; tentang kemajuan usahanya. Pak Hantiar, bintang tamu kita yang juga ustadz TDA, banyak memberikan masukan-masukan berharga bagi temen-temen yang berbisnis &lt;em&gt;garment&lt;/em&gt; [beliau ini kan &lt;em&gt;boss&lt;/em&gt; produsen &lt;em&gt;garment&lt;/em&gt;]. Sedangkan untuk anggota lama yang kebetulan berhalangan hadir [pak Rery Indra Kesuma, pak Wahyu Raharjo, pak Hendra &amp;amp; bu Mardiah, pak Adhi Yosef, pak Roup, pak Rully Saeful, dll.], kita berharap mereka semua BISA sharing KEMAJUAN usahanya di pertemuan &lt;em&gt;mastermind&lt;/em&gt; berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah laporan saya seputar pertemuan &lt;em&gt;mastermind&lt;/em&gt; TNM-E20 kemarin. Kemajuan usaha memang mulai nampak hasilnya. Tentunya, ini semua tidak lepas dari kerja keras, kerja cerdas yang selalu disertai doa. Dream kita bersama untuk menjadi &lt;em&gt;“The New Millionaire-Empathy 20” &lt;/em&gt;memang mulai mewujud. Yang juga penting, kita semua tetap harus ingat pada komitmen bersama untuk menyisihkan 20% dari hasil usaha untuk bersedaqoh ikhlas [dalam setiap Rp. rejeki yang kita peroleh, di dalamnya ada hak anak yatim, piatu, yatim-piatu, dan kaum dhluafa]. &lt;em&gt;Bravo&lt;/em&gt; TNM-E20.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5694002880962554628?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/5694002880962554628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=5694002880962554628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5694002880962554628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5694002880962554628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/nama-doa-catatan-mastermind-tnm-e20.html' title='Nama = doa [catatan mastermind TNM-E20]'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-7056358585956341987</id><published>2007-12-14T20:05:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T20:26:18.205-08:00</updated><title type='text'>"Kenapa sih kepingin jadi pengusaha? Kepingin cepat kaya, ya?"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R2NXVbtO8yI/AAAAAAAAAB4/mg1Vy951Qps/s1600-h/dolar"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144051225113588514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R2NXVbtO8yI/AAAAAAAAAB4/mg1Vy951Qps/s320/dolar" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pertanyaan inilah yang dilontarkan seorang teman tatkala ngobrol santai tapi serius seputar masalah kewirausahaan yang sering saya &lt;em&gt;share &lt;/em&gt;bersamanya. Lalu ia pun menyela, “Belum tentu kalau sudah nyemplung jadi pengusaha, cita-cita kepingin kaya bisa diraih dengan mudahnya. Memang logikanya jadi pemilik bisnis atau pengusaha akan bisa mengantarkan kita untuk meraih kekayaan yang berlebih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya pun menyitir pendapat Handy Irawan pendiri &lt;em&gt;Frontier Consulting Group&lt;/em&gt;, bahwa dari 200 ribu orang kaya Indonesia yang memiliki dana likuid di perbankan sejumlah Rp 1Milyar ke atas tediri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 50-55 % adalah pedagang&lt;br /&gt;- 8-10 % adalah kaum &lt;em&gt;professional &lt;/em&gt;[pengacara, dokter, konsultan papan atas]&lt;br /&gt;- 9-10 % adalah karyawan &lt;em&gt;top level&lt;/em&gt; [para manajemen, eksekutif puncak]&lt;br /&gt;- 5-7 % adalah pemilik biro jasa&lt;br /&gt;- sisanya adalah pemilik korporat raksasa, &lt;em&gt;importer/exporter&lt;/em&gt; raksasa, &lt;em&gt;investor&lt;/em&gt; kakap, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang dari penjelasan tsb”., lanjut teman saya, “jumlah terbesar orang kaya adalah para pedagang dan para pemilik usaha, tapi alangkah baiknya juga kita melihat fakta sebenarnya yang ada di sekitar kita, bahwa di negeri ini, lebih banyak pedagang &amp;amp; pemilik bisnis [kecil-menengah] yang tidak kaya [pas-pasan] ketimbang yang sungguh-sungguh kaya”. Demikianlah teman saya memberikan semacam &lt;em&gt;warning&lt;/em&gt;, agar saya juga mau belajar dari ilustrasi yang diberikannya. Jadi maksudnya kalau mau jadi pengusaha jangan yang ‘nanggung’ gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merenung sejenak untuk mencerna ilustrasi di atas, saya pun mencoba untuk memberikan pandangan &amp;amp; pendapat saya pribadi. Bahwa keinginan saya untuk jadi pengusaha bukanlah karena kepingin kaya semata. Kekayaan bukanlah tujuan utama, tapi seandainya setelah punya usaha akhirnya menjadi kaya, ya itu kan namanya barokahnya. Dan bukankah sebagai umat Islam kita wajib dan harus kaya? Kalau nggak kaya kan nggak bisa berzakat/beramal/bersedaqoh, nggak bisa menyantuni anak yatim/piatu/dan yatim piatu, nggak bisa ber-qurban, nggak bisa menjalankan ibadah haji, nggak bisa membantu pemberdayaan umat, dsb. Tetapi, terlepas dari uraian di atas, ada banyak hal lain yang meyakinkan langkah saya untuk tetap mantap kepingin menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;em&gt;Let say&lt;/em&gt;, bahwa untuk untuk menjadi pengusaha sukses &amp;amp; kaya memang tidak ada jalan yang mudah dan mulus. Tetapi setidaknya jalan tersebut harus kita coba untuk lewati. Ingat bahwa semua pengusaha &amp;amp; pemilik bisnis yang sukses saat ini, dulunya kan juga berangkat dari usaha kecil-menengah. Siapa tahu nantinya kita dapat masuk ke golongan yang 50-55 % tadi.&lt;br /&gt;- Jadi pengusaha itu ada peluang untuk lebih mandiri dan mapan secara &lt;em&gt;financial&lt;/em&gt; sekaligus berpeluang pula memperoleh penghasilan yang besar. Beda dengan karyawan yang di jaman sekarang begitu sarat dengan ketidakpastian.&lt;br /&gt;- Jadi pengusaha memungkinkan kita bebas mengatur waktu sesukanya, tidak terikat dengan jam kantor&lt;em&gt; eight to five&lt;/em&gt;, dan tidak menjadi bawahan orang lain. Kayaknya rasanya bisa menikmati waktu untuk kegiatan yang lebih bermanfaat baik untuk ibadah, diri pribadi dan keluarga.&lt;br /&gt;- Jadi pengusaha membuat kita lebih mulia dan secara otomatis mengantar kita menjadi golongan Tangan di Atas, yang dapat banyak memberi [menggaji karyawan] dibanding karyawan yang masih menengadah untuk menrima gaji [Tangan di Bawah] dari para pemilik usaha.&lt;br /&gt;- Jadi pengusaha juga berarti menjalani hidup sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya untuk berniaga [jadi pengusaha]. Beliau pun mengingatkan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu berasal dari berniaga [pengusaha].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari diskusi di atas, yang sempat membuat saya me-&lt;em&gt;review &lt;/em&gt;kembali niat untuk menjadi &lt;em&gt;business owner&lt;/em&gt;, barangkali lebih enaknya kalau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada kita sifatnya lebih jauh ke depan. Misal: “kalau sudah jadi pengusaha apa sih manfaat yang bisa kita berikan kepada orang banyak?” Atau “berapa banyak tenaga kerja yang kita bisa serap, biar para pencari kerja nggak pada jadi TKI di manca negara?”, atau “kalau bisnis sukses &amp;amp; sudah kaya, bagaimana mengusahakan agar Indonesia di tahun 2020 terbebas dari kemiskinan?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dengan harapan yang &lt;em&gt;positive thinking&lt;/em&gt; agar kita lebih semangat, lebih tertantang untuk berkembang maju terus, dan bersama menebar rahmat, daripada hanya berkutat pada persoalan mau jadi pengusaha [TDA] atau tetap menjadi karyawan [TDB]. Okay?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-7056358585956341987?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/7056358585956341987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=7056358585956341987' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/7056358585956341987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/7056358585956341987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/kenapa-sih-kepingin-jadi-pengusaha.html' title='&quot;Kenapa sih kepingin jadi pengusaha? Kepingin cepat kaya, ya?&quot;'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R2NXVbtO8yI/AAAAAAAAAB4/mg1Vy951Qps/s72-c/dolar' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-2581970903006840650</id><published>2007-12-12T16:39:00.000-08:00</published><updated>2007-12-12T16:49:03.653-08:00</updated><title type='text'>Krismon, entrepreneurship, dan TDA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sadarkah kita bahwa krisis ekonomi yang berkepanjangan, ternyata juga mengajarkan kepada kita semua bahwa menggantungkan sumber penghasilan hanya dari pekerjaan kantoran [bekerja kepada orang lain], sebaiknya jangan dijadikan pilihan utama lagi. Meskipun selama ini, sejak kita duduk di bangku sekolah dasar hingga lulus menjadi sarjana, para orang tua selalu berharap agar kita menjadi karyawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kantoran yang mapan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Paradigma lama tsb. memang layak ditinggalkan. Lihat saja, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tatkala Indonesia terseret krisis ekonomi yang disusul dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gelombang pemutusan hubungan kerja [PHK] yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menimpa jutaan karyawan, tiba-tiba menyadarkan kita semua bahwa menjadi pekerja itu ternyata sangat riskan dan rentan terhadap ‘gonjang-ganjing’ perekonomian global. Saat itu, angka pengangguran pun melonjak drastis. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang menganggur karena belum juga dapat pekerjaan, baru lulus kuliah, maupun yang berasal dari dampak PHK tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Berita baiknya, krisis ekonomi ternyata ada dampak positifnya pula, yaitu dengan lahirnya para pengusaha baru. Mereka adalah yang jeli melihat peluang, dan tak gamang menghadapi kesulitan-kesulitan. Tatkala sebagian meratapi nasib malangnya akibat terkena PHK dan tak juga dapat pekerjaan, mereka justru mengarahkan segenap daya dan upaya untuk membuka lapangan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Ilmu ‘kepepet’ mampu mengantar mereka menuju sukses.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mulailah muncul kesadaran baru bahwa jalan untuk meraih sukses, kekayaan maupun kebahagiaan ternyata bisa dicapai tidak hanya dengan kerja kantoran, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melainkan dengan menjadi pengusaha. Apalagi diperkuat dengan sabda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nabi Muhammad SAW, bahwa. 9 dari 10 pintu rejeki itu berasal dari berniaga. [Ini juga menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang kaya adalah para pengusaha.] Sedangkan sisanya yang hanya satu bagian diperebutkan oleh sekian banyak orang yang lebih memilih menjadi karyawan atau pekerja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Menariknya, yang namanya kewirausahaan tiba-tiba menjadi sangat diminati oleh siapapun juga yang ingin berubah untuk maju secara ekonomi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya muncul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;training&lt;/span&gt;, seminar, kursus &amp;amp; sekolah yang dilabeli dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneurship.&lt;/span&gt; Berbagai buku yang berbau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneurship&lt;/span&gt; mulai yang terbitan luar hingga local pun banyak diminati. Berbagai kelompok dan organisasi bisnis juga bermunculan hampir di setiap &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; besar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dunia maya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mailing list&lt;/span&gt;-nya pun juga tak luput ikut meramaikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;euphoria&lt;/span&gt; ini. Tidak heran pula bila yang namanya milis komunitas &amp;amp; jaringan kerja TDA [Tangan di Atas] ini akhirnya memang menarik minat hingga 1000 lebih anggota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Fenomena di atas bisa dimaknai bahwa masalah wirausaha menjadi penting untuk dikembangkan di negeri ini. Jadi kalau di komunitas TDA [tangan di atas]&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita ‘diajak’ dan 'diprovokasi&lt;span style=""&gt;'  &lt;/span&gt;untuk bisa menjadi pengusaha, sudah benar adanya. Hebatnya komunitas TDA ini, yang juga menjadi jaringan kerja para membernya, benar-benar dikembangkan dari semangat dan niat tulus para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;founder&lt;/span&gt;-nya untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saling berbagi ilmu tentang dunia usaha tanpa pernah ada unsur komersialisasinya. Ditambah lagi, banyaknya kegiatan ‘kopdar’ berupa seminar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;training&lt;/span&gt; berbiaya murah yang secara spesifik menjawab kebutuhan para membernya, baik yang sudah punya usaha maupun yang hendak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;take action.&lt;/span&gt; Kelebihan lainnya, di TDA juga sering ada tawaran kios gratis di mal-mal yang juga dapat berfungsi sebagai ajang pembelajaran bersama memulai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;set-up&lt;/span&gt; sebuah toko. Dahsyat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Marilah melalui komunitas TDA ini, bersama kita kembangkan semangat untuk berani menjadi pengusaha di berbagai bidang, agar kita mampu mengejar ketertinggalan di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bidang ekonomi, baik di negeri ini maupun di percaturan dunia. Kalau selama ini kita hanya menjadi ‘penonton’,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah saatnya kita bangkit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan ikut berperan menjadi ‘pemain’ di dunia usaha. Ingat, untuk menjadi pengusaha tidak diperlukan bakat khusus, karena pada dasarnya semua orang itu mampu untuk menjadi pengusaha. Asalkan menyadari potensi yang dimiliki dan mau bekerja keras dan cerdas, diiringi dengan doa dan kesabaran [tentunya] nantinya akan bisa menjadi pengusaha yang berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Semoga cita-cita bersama agar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; nantinya menjadi bangsa yang bermartabat secara ekonomi [tidak mengekspor TKI lagi],&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan di tahun 2020 terbebas dari kemiskinan dapat terlaksana. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Endro Wahyu M&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;[TNM-E20, mastermind JakTim]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-2581970903006840650?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/2581970903006840650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=2581970903006840650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2581970903006840650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2581970903006840650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/krismon-entrepreneurship-dan-tda.html' title='Krismon, entrepreneurship, dan TDA'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1638172026299270147</id><published>2007-12-10T05:50:00.000-08:00</published><updated>2007-12-10T05:58:01.720-08:00</updated><title type='text'>Asal 'ngusul' kata pengusaha</title><content type='html'>Saat hendak memperpanjang STNK mobil yang saya rentalkan, yang saya mintai tolong ngurus nyeletuk tatkala membaca status  pekerjaan saya yang tertera di KTP, “Enak gak sih pak jadi wiraswasta?”. Saya pun menjawab dengan singkat bahwa saya masih karyawan swasta tapi juga punya usaha. Dia pun menyahut lagi, “Lho ini kok di KTP pekerjaan Bapak tertulis sebagai wiraswasta? Wuah tambah enak lagi dong, punya gaji dari kantor tapi juga punya penghasilan dari bisnis?”.  Saya lihat di KTP, memang di kolom pekerjaan ditulis sebagai ‘wiraswasta’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, saya menjadi ingat ketika tahun 2003 yang lalu, saat ngurus IMB 8  ‘apartemen’ [baca: rumah kontrakan] memang berbarengan dengan memperpanjang KTP. Lha, ternyata oleh teman yang saya mintai tolong mengurusnya [pegawai kelurahan] kolom pekerjaan saya diganti menjadi ‘wiraswasta’, karena persepsinya, saat itu, saya sudah beralih profesi menjadi pengusaha kontrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kalau mem-&lt;em&gt;flashback&lt;/em&gt; perjalanan bisnis saya, rupanya ketidaksengajaan ini banyak hikmahnya pula, yang juga sepantasnya saya syukuri. Di dalam buku &lt;em&gt;the Secret&lt;/em&gt;, konon, ketidaksengajaan ini justru sangat menguntungkan, karena dengan tertulis sebagai wiraswasta, bisa menjadi &lt;em&gt;Law of Attraction&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;meaning&lt;/em&gt;-nya saya sudah sangat siap ‘ribuan’ persen untuk menjadi pengusaha [nggak cuma visualisasi dan vibrasi, tapi bener-bener sudah tertulis jadi wiraswasta]. Energi positif ‘wiraswata’ menyebar ke alam semesta, lalu menarik berbagai peluang usaha ke dalam diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantes saja sejak punya usaha ‘apartemen’ tsb., kok saya jadi semangat terus untuk mencari-cari peluang usaha lainnya. Jadi kalau hingga saat ini akhirnya saya berhasil memiliki beberapa usaha, ya salah satunya akibat dari pekerjaan saya di KTP sebagai  ‘wiraswasta’. [Inilah hebatnya orang Jawa, &lt;em&gt;diotak-atik&lt;/em&gt;, akhirnya &lt;em&gt;gatuk&lt;/em&gt; juga].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lain, seringkali kalau saya ke Bank, para &lt;em&gt;teller&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;customer service&lt;/em&gt;-nya jadi lebih ramah, karena dipikirnya saya pengusaha yang cukup sukses [kalau yang ini GR kali ya? Kan karyawan Bank sekarang memang cantik-cantik &amp;amp; ramah-ramah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, barangkali  kalau saat ini mau melamar ke mertua, pasti langsung &lt;em&gt;okay&lt;/em&gt;, kan sekarang memang jamannya pengusaha yang lagi naik daun. [Tapi saya dulu masih mahasiswa ‘ngelamar’, kok diterima ya?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ngomongin kekurangannya, paling ya kalau mau ngelamar pekerjaan bisa jadi nggak bakalan diterima. &lt;em&gt;Wong&lt;/em&gt; sudah jadi pengusaha kok mau jadi karyawan, jangan-jangan nanti pekerjaannya disambi dengan kesibukan bisnisnya. Terus, nanti malah bikin kantor di dalam kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan lain,  kalau pas melanggar rambu lalu lintas dan akhirnya kena semprit, pas dilihat KTP nya denda damainya jadi lebih mahal. [Tapi pernah juga kena pemeriksaan dan SIM saya habis, pas lihat KTP malah dibebaskan, karena ternyata polisi tsb. merasa satu daerah dengan kota kelahiran saya, Madiun.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak enaknya juga, kalau mau iseng nyoba-nyoba minta jatah kompor gas gratisan pemerintah ke kelurahan, pasti  nggak bakalan dikasih, hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jujur saja, saya sebenarnya lebih seneng ketidaksengajaan di kolom pekerjaan tsb. harusnya  tertulis ‘pengusaha’. Entahlah, karena &lt;em&gt;feel&lt;/em&gt;-nya kalau kata ‘wiraswasta’ [arti di kamus, orang yang menentukan cara produksi, memasarkannya, dan menentukan permodalannya], kok kayaknya &lt;em&gt;person&lt;/em&gt;-nya masih sibuk [kerja sendirian] berkutat, dan bekerja keras di dalam &lt;em&gt;system&lt;/em&gt; yang ada. Dan ‘wiraswasta’ tuh kayaknya kata yang khusus buat lelaki [kan wira artinya laki-laki]. Lha terus gimana menyebut wiraswasta wanita? Wiraswastawati? Repot ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan kata ‘pengusaha’ [di kamus berarti orang yang mengusahakan perdagangan atau industri, dsb. kata lainnya: saudagar, usahawan], yang &lt;em&gt;feel&lt;/em&gt;-nya &lt;em&gt;person&lt;/em&gt;-nya nggak terlibat banyak dalam keseharian usahanya karena sudah memiliki &lt;em&gt;system &lt;/em&gt;yang tertata dan berjalan dengan baik. Sang pengusaha kerjanya tinggal mengontrol saja [kalau perlu via HP atau via &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt; saja]. Kata ini juga bersifat &lt;em&gt;unisex&lt;/em&gt;, bisa dipakai baik untuk pria maupun wanita. Lebih asyiik kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kalau boleh, sebutannya mengadaptasi dari bahasa Inggris saja : &lt;em&gt;entrepreneur&lt;/em&gt; [artinya, pengusaha], &lt;em&gt;businessman&lt;/em&gt; [artinya, pengusaha. Tapi takutnya dipelesetin jadi &lt;em&gt;busy-man&lt;/em&gt; atau orang yang cuma sibuk kesana-kemari]. Setidaknya, walaupun orang nggak tahu pasti artinya, yang penting dapet &lt;em&gt;feel-&lt;/em&gt;nya &amp;amp; ‘keren’nya. Bukankah bangsa kita lebih senang dan menghargai yang berbau kebarat-baratan? Sampai-sampai banyak budaya leluhur kita yang akhirnya di-&lt;em&gt;patent&lt;/em&gt;-kan oleh Negara jiran kita, gara-gara nggak diurusi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau adakah kata lain yang lebih pas buat mengganti kata ‘wiraswasta’? Tentunya yang enak didengar di telinga, dan &lt;em&gt;feel&lt;/em&gt;-nya bisa mewakili aktivitasnya para pengusaha?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1638172026299270147?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1638172026299270147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1638172026299270147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1638172026299270147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1638172026299270147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/asal-ngusul-kata-pengusaha.html' title='Asal &apos;ngusul&apos; kata pengusaha'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-4794447149755015053</id><published>2007-12-07T19:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-07T19:58:56.616-08:00</updated><title type='text'>Good news in probation period</title><content type='html'>Dari 15 November 2007 hingga 7 Desember 2007 adalah &lt;em&gt;probation period&lt;/em&gt; atau masa percobaan bagi usaha &lt;em&gt;rental excavator&lt;/em&gt; kami. Pasalnya, di awal Desember 2007 cicilan &lt;em&gt;leasing&lt;/em&gt; si Komatsu kan harus dibayar. Dan kami harus  berjaga-jaga, kalau seandainya pembayaran dari klien kami tidak tepat waktu, berarti kan harus dibayar dulu dengan uang pribadi para &lt;em&gt;owner&lt;/em&gt;-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata &lt;em&gt;everything is okay&lt;/em&gt; seperti ‘itung-itungan’ kami di atas kertas. Pembayarannya lancar. Alhamdulillah. Cicilan pertama &lt;em&gt;leasing excavator&lt;/em&gt; kami yang harus dilunasi setiap tanggal 7 [awal bulan], terbayar tepat pada waktunya. Seperti estimasi di awal hendak &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt;, setelah dikurangi &lt;em&gt;overhead cost&lt;/em&gt; sebulan, di kas perusahaan masih ada sejumlah dana netto yang jumlahnya cukup besar. Cash flow-nya positif dan bagus banget. Berarti &lt;em&gt;progress report&lt;/em&gt; dari usaha baru ini sangat menggembirakan. Inilah &lt;em&gt;good news&lt;/em&gt; di awal bulan Desember 2007 yang patut untuk kami syukuri, sekaligus menjadi ‘pupuk’ yang menyuburkan semangat kami untuk lebih &lt;em&gt;focus&lt;/em&gt; menggarap usaha bersama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kami, sekecil apapun &lt;em&gt;progress&lt;/em&gt; yang dicapai dan sekecil apapun &lt;em&gt;income&lt;/em&gt; yang kami terima, nikmat yang telah dilimpahkan Allah SWT di dalam usaha ini  wajib untuk disyukuri. Bukankah perjalanan  sejauh 1000 langkah selalu dimulai dari langkah yang pertama? Begitu pula dalam hal &lt;em&gt;leasing&lt;/em&gt; si Komatsu, lancarnya cicilan 36 kali, kan selalu harus dimulai dari lancarnya cicilan pertama. Semoga. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-4794447149755015053?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/4794447149755015053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=4794447149755015053' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4794447149755015053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4794447149755015053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/good-news-in-probation-period.html' title='Good news in probation period'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-3485763376276332215</id><published>2007-12-04T16:45:00.000-08:00</published><updated>2007-12-04T16:49:28.770-08:00</updated><title type='text'>Menyikapi anak-anak sebagai target market</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R1X1dGJ68JI/AAAAAAAAABo/CCekOBscFUA/s1600-h/KIDS.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140284429930524818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R1X1dGJ68JI/AAAAAAAAABo/CCekOBscFUA/s320/KIDS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Orang tua mana sich yang ‘gak sayang anak? Saya yakin sebagai orang tua yang sayang anak, pasti selalu berusaha untuk menyenangkan buah hatinya. Namun sadarkah kita, rasa sayang kita terhadap anak ini ternyata menjadi salah satu bahan pertimbangan utama bagi sebagian produsen yang memang sengaja menyasar anak-anak sebagai target market-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paling gampang, yang terjadi dalam keseharian kita, begitu ada suara tet tot- tet tot tukang balon, anak pun langsung merengek untuk minta dibelikan. Tukang balon pergi, terdengar lagi, suara penjual es krim keliling dengan musiknya yang khas, anak-anak pun langsung merengek lagi. Tidak lama kemudian, muncul tukang odong-odong yang berkeliling sambil memperdengarkan lagu anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya, dalam satu hari kalau dihitung bisa ada puluhan pedagang keliling di sekitar rumah kita yang target marketnya adalah anak-anak. Pesan atau ‘jualan’ mereka pun secara langsung dapat dengan mudahnya ditangkap oleh anak-anak. Dan langsung ada action, yaitu rengekan anak-anak untuk dibelikan. Sama halnya, tatkala kita berada di Mall, di terminal, di stasiun, di kereta, di bus, di halte, begitu banyak pedagang yang mebidik anak-anak sebagai target market. Pastinya Anda semua sering mendengar pedagang yang menjajakan dagangannya secara persuasif , “sayang anak… sayang anak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari TV yang ditonton pun ada ratusan pesan iklan dari produk yang diperuntukkan anak-anak memborbardir setiap harinya. Mulai dari snack, permen, susu, vitamin, suplemen, shampoo, minuman ringan, sepatu, sandal, pakaian, tempat hiburan, dsb. Dan hebatnya, pesan iklan yang sering mereka dengar ternyata bener-bener ‘nancep’ di kepala anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba, ajak anak-anak ke Indomart terdekat, dan biarkan mereka ambil yang mereka mau, pastinya yang akan diambil adalah produk-produk yang iklannya telah tertanam secara tidak sadar di kepala mereka. Artinya, tugas iklan sebagai penyampai pesan ke target yang diinginkan si produsen betul-betul sampai, dan si target pun ingin membelinya tatkala melihat produknya ada di depan mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seringkali, banyak iklan yang targetnya bukan anak-anak bias dan menyasar ke anak-anak. Ini yang harus kita waspadai bersama. Contoh paling gampang ya iklan hand-phone yang seringkali membuat anak-anak sebentar-sebentar minta untuk mengganti hand-phone -nya dengan.model keluaran terbaru. Kalau sudah begini sebagai orang tua, kita harus mampu memberikan pencerahan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan di atas, secara tidak kita sadari ternyata anak-anak usia 4 hingga 13 tahun, saat ini sudah mulai dianggap sebagai konsumen yang prospektif dan potensial. Dan ternyata yang namanya market dengan segmentasi khusus anak-anak itu ada dan besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memangnya anak-anak punya uang untuk membeli itu semua, kok dianggap sebagai target market yang ‘empuk’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah, yang namanya anak-anak itu ternyata mampu mempengaruhi orang tuanya [ibunya] untuk membeli yang mereka mau [ingat, sayang anak… sayang anak]. Selain itu, biasanya, anak-anak kalau menginginkan sesuatu akan membelanjakan seluruh uang yang dimilikinya, bahkan rela memecah ‘celengan’-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah berbahagialah bagi mereka yang telah memiliki usaha dengan target market anak-anak. Berarti Anda telah berada di jalur yang potensial. Tinggal bagaimana belajar dari perilaku anak-anak tsb. agar mampu menciptakan terobosan-terobosan baru tatkala menjual produk Anda ke anak-anak yang menjadi target market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang juga penting untuk diperhatikan, produk yang Anda jual harus mampu menyentuh emosi dan tataran psikologis si Ibu. Setidaknya ibu harus merasa bahwa produk yang ditawarkan tsb memang pantas dibeli. Karena, pada kenyataanya ibulah yang memutuskan produk tsb. layak dikonsumsi atau dipakai oleh anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, produk yang Anda tawarkan harus dapat menjamin kesehatan, keselamatan, bikin anak-anak jadi lebih cakep, dapat membantu mereka tambah pintar, dapat menjadikan mereka happy. Karena hampir semua ibu selalu mendambakan anaknya tumbuh pintar, sukses, dan juga happy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, tatkala seorang ibu membelikan pakaian yang bagus, makanan dan minuman yang sehat, mainan yang mendidik, bacaan yang menambah wawasan, dsb. ia akan merasa telah melakukan sesuatu yang sangat berharga bagi anak-anaknya sebagai curahan kasih sayangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pendapat lain yang bisa kita sharing dan diskusikan bersama? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-3485763376276332215?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/3485763376276332215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=3485763376276332215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3485763376276332215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3485763376276332215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/menyikapi-anak-anak-sebagai-target.html' title='Menyikapi anak-anak sebagai target market'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R1X1dGJ68JI/AAAAAAAAABo/CCekOBscFUA/s72-c/KIDS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-2322857045894521493</id><published>2007-12-01T19:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T19:24:49.781-08:00</updated><title type='text'>Krismon berkepanjangan  memunculkan VVIP customer?</title><content type='html'>Percaya nggak, situasi negeri kita tercinta yang belum juga bangkit dari krisis moneter-nya justru memunculkan VVIP [very very important persons] customers [ini istilah saya]. Yang saya maksud VVIP customers di sini adalah sekelompok konsumen yang bener-bener sangat istimewa baik  taste-nya terhadap produk, lifestyle-nya, maupun daya belinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita amati, fenomena ini sangat menarik, dan bagi yang dapat memanfaatkannya sebagai peluang jelas akan memberi keuntungan yang sangat menggiurkan. Lihat saja, saat ini begitu banyak produk-produk mewah bergengsi yang masuk ke Indonesia. Misal, mobil mewah merk apa saja banyak yang dibeli oleh kelompok VVIP customer ini. Sebut saja misalnya mobil Ferrari, Maserati, Jaguar yang limited edition yang banyak dikoleksi oleh orang-orang yang duitnya nggak ‘berseri’. Begitu juga dengan mobil perang Hummer [Humvey] yang dimodifikasi jadi kendaraan sipil eksklusif banyak berlalu-lalang di kemacetan ibu kota. Belum lagi sepeda motor gede [Harley Davidson, Honda, Ducati, Aprilia, dsb.].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumahan mewah dan  apartemen [yang harganya milyaran] di manapun juga langsung habis terjual. Belum lagi property  di California, di Eropa, di Singapura, dsb. yang juga banyak dibeli oleh pemilik duit ‘gede’ WNI ini. Ada juga hand-phone Vertu yang harganya ratusan juta. Begitu juga pakaian, aksesoris, perhiasan, dasi, jam tangan, parfum, dsb. Dan masih banyak lagi. Hebat ya mereka, kita menjadi sangat kecil sekali bila kita bandingkan  apple to apple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya mengikuti training di Mark Plus –nya Hermawan Kertajaya, munculnya segmen yang very exclusive ini  ditengarai karena mereka memang sangat mementingkan emotional benefit. Prestise dan citra eksklusif memang menjadi karakteristik penting bagi VVIP customers ini. Jadi eksklusifitas dan kelangkaan dari produk yang ditawarkan dilihat sebagai emotional benefit yang terpenting dalam membeli suatu produk. Semakin sedikit dan mahal brand yang ditawarkan semakin disukai dan dibeli. Dan biasanya mereka mempunyai komunitas tersendiri yang limited  antarsesama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi produsen yang dapat memanfaatkan segmen VVIP customers ini dijamin bakal dapat ‘mengeruk’ margin yang tinggi. Dan selamat bagi Anda yang usahanya sudah mampu membidik ke target market yang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah kita menciptakan produk-produk yang berstandar internasional yang nantinya bisa go international? [Kayaknya sih, batik pekalongannya pak Abduh, busana muslimnya pak Roni, selimut pak Hadi Kuntoro, dan jamu Mahkota Dewa-nya bu Ning yang lagi pameran di Singapura  bisa mengarah ke sini. Siapa lagi ya, yang lain?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya kembali kepada kita masing-masing. Kalau saya pribadi memang memimpikan kepingin punya brand yang dapat memenuhi emotional benefit para VVIP customers di atas. Bukankah tugas kita bermimpi  sedahsyat yang kita bisa, dan berusaha &amp;amp; berkarya untuk mewujudkannya dengan berbagai cara, sekaligus ber LoA [law of attraction] dan berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produknya apa? Saya sih mengalir saja karena yang namanya belajar menjadi pengusaha kan mengikuti proses dialektika tiada henti, siapa tahu di tengah ‘perjalanan’ nanti ada yang ‘nge-click’ dan dapat diarahkan untuk menjadi exclusive brand  yang ternyata matching dengan emotional benefit kelompok VVIP customers di atas, ya, syukur Alhamdulillah! Kalau bermimpi saja nggak berani kan berarti nggak ada gunanya dong saya ikutan komunitas dahsyat TDA [tangan di atas]. Semoga. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam FUNtastic TDA!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-2322857045894521493?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/2322857045894521493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=2322857045894521493' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2322857045894521493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2322857045894521493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/12/krismon-berkepanjangan-memunculkan-vvip.html' title='Krismon berkepanjangan  memunculkan VVIP customer?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-2808164361269970148</id><published>2007-11-29T16:20:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T16:33:00.132-08:00</updated><title type='text'>Belajar dari para 'underdog'</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R09ZWTUv5SI/AAAAAAAAABg/nZ5euN6gJeA/s1600-h/J0073926.GIF"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138423939532317986" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R09ZWTUv5SI/AAAAAAAAABg/nZ5euN6gJeA/s320/J0073926.GIF" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda hobi nonton bola, pasti masih terheran-heran dengan fenomena terakhir di jagad sepak bola Piala Euro kemarin, di mana tim Inggris yang bertaburan ‘bintang’ dipecundangi dan tersisih oleh tim underdog [tidak diunggulkan] Kroasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Surprise&lt;/em&gt; banget kan. Bayangkan tim yang dianggap remeh oleh tim super Inggris ternyata mampu membalikkan prediksi para pengamat dan pecinta bola seperti saya. Memang di dunia nyata, &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt;-nya banyak yang menjagokan tim-tim bernama besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya di jagad persepakbolaan dunia yang sering terjadi kasus seperti ini. Dalam dunia usaha pun seringkali bisa dijumpai kejadian yang serupa. Banyak produk-produk yang tadinya bukan &lt;em&gt;market leader&lt;/em&gt; dan 'bukan siapa-siapa' muncul menjadi penantang dan malahan akhirnya mampu mengalahkan produk-produk yang telah mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, di tengah-tengah keperkasaan jajaran mie &lt;em&gt;instant &lt;/em&gt;produksi raksasa Indofood, muncul pendatang baru Mie Sedap &amp;amp; Mie Selera Rakyat yang gebrakannya sempat memanaskan persaingan pasar mie &lt;em&gt;instant &lt;/em&gt;sekaligus bikin repot Indomie Cs yang selama ini jadi &lt;em&gt;brand leader&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, seperti yang kita semua tahu, produk-produk baru tersebut ternyata akhirnya dapat membuktikan dan menembus dominasi para penguasa pasar sebelumnya. Dengan kesadaran penuh bahwa mereka hanya &lt;em&gt;underdog&lt;/em&gt;, tanpa rasa minder sedikitpun, mereka berpikir cerdik dan berani mengambil langkah-langkah berbeda yang keluar dari pakem bisnis tsb. dengan strategi yang cukup cerdas agar mampu bersaing. Mereka tidak mau diatur oleh para pendahulunya yang telah menjadi &lt;em&gt;market leader&lt;/em&gt; tetapi mereka membuat aturan sendiri yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari kasus di atas, di bidang usaha &lt;em&gt;rental excavator&lt;/em&gt;, kami memang tergolong sebagai pemula yang masih 'hijau'. Modal kami pun juga belum ada apa-apanya dibanding dengan para pemain lama yang sudah memiliki alat berat tsb. hingga puluhan unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kami sadar sepenuhnya bahwa dengan belajar, belajar, dan belajar dengan cepat dan cerdas kami mencoba mencari terobosan-terobosan baru untuk melayani lebih baik. Seminggu 2 kali, salah satu dari kami [para &lt;em&gt;owner&lt;/em&gt;] selalu turun ke lokasi tempat &lt;em&gt;excavator&lt;/em&gt; bekerja. Langsung mengevaluasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yakinkan pula bahwa kami selalu siap di lapangan kapanpun dibutuhkan. Sambil kami secara terus menerus mencari terobosan baru berdasarkan masukan-masukan dari lapangan. Kami pompa selalu semangat para karyawan kami yang ada di lapangan, agar selalu siap tempur. Dan berusaha memperbaiki hal-hal yang kami anggap masih kurang oke. Mudah-mudahan dengan langkah-langkah kecil seperti ini, nantinya kami bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar, dengan pelanggan yang lebih banyak. Harapannya, kalau kepuasan pelanggan ini tersebar ke pelanggan lain, pastinya peluang-peluang baru akan datang menghampiri. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, bagi Anda semua yang punya usaha, yang mungkin masih digolongkan sebagai &lt;em&gt;underdog&lt;/em&gt; dan ‘bukan siapa-sipa’, bersyukurlah. Karena seringkali tim yang tidak diunggulkan asal mau kerja keras dan kerja cerdas selalu muncul menjadi pemenang. Karena saat maju ke ‘medan tempur’merasa tanpa beban apa pun. Dan jangan pernah merasa minder ataupun kecil hati. Segeralah berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan ‘aturan’ sendiri dan terobosan baru. Karena bila tidak keluar dari pakem yang sudah ada, akan selamanya didikte oleh aturan-aturan yang telah dibuat oleh para pemain besar yang telah sangat mapan dan menguasai pasar. Jangan mau jadi pecundang! Inilah kata kuncinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sharing&lt;/em&gt; kali ini bukannya saya mau ‘mengajari’ lho, tapi benar-benar merupakan ungkapan perasaan saya agar tim kami di usaha yang baru ‘seumur jagung’ [baru juga 3 minggu] dapat lebih bersemangat. Semoga bermanfaat pula untuk Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-2808164361269970148?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/2808164361269970148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=2808164361269970148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2808164361269970148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2808164361269970148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/belajar-dari-para-underdog.html' title='Belajar dari para &apos;underdog&apos;'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R09ZWTUv5SI/AAAAAAAAABg/nZ5euN6gJeA/s72-c/J0073926.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-2270207896246769375</id><published>2007-11-27T17:06:00.000-08:00</published><updated>2007-11-27T17:19:53.070-08:00</updated><title type='text'>3000 kali lebih dikunjungi, 'nge-blog' pun lebih berarti</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R0y_7DUv5RI/AAAAAAAAABY/NhrFGM8AM2Y/s1600-h/Blogger.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137692296148411666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R0y_7DUv5RI/AAAAAAAAABY/NhrFGM8AM2Y/s200/Blogger.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, saat memposting tulisan terakhir 25 November 2007 yang lalu, saya dibuat surprise tatkala melihat counter pengunjung yang tembus ke angka 10,000 lebih. Ini berarti sudah 3000 kali lebih blog ini dikunjungi oleh Anda semua. Karena saat pertama pasang &lt;em&gt;counter&lt;/em&gt;, yaitu setelah beberapa bulan blog ini di-&lt;em&gt;launching&lt;/em&gt; [telat banget, soalnya gagap teknologi sich], angka yang saya pasang adalah 7,000. Kalau saat ini ternyata sudah 3,000 kali lebih dikunjungi bener-bener &lt;em&gt;surprise&lt;/em&gt; buat saya pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejujurnya, blog ini bisa dikenal oleh teman-teman semua berkat jasa baik pak Roni Yuzirman, yang pada saat pertama kali blog ini jadi langsung di-&lt;em&gt;link&lt;/em&gt; ke blognya beliau. Kan pada waktu itu diwajibkan oleh ‘sang jendral’ kepada all members TDA untuk aktif ‘ngeblog’ sebagai ajang &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; sekaligus beramal ilmu [kalau ada] dan bersama menebar rahmat. Setidaknya bisa menularkan virus kebaikan bagi para pembacanya, melalui cerita-cerita yang di-&lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saat Web TDA jadi, pak Iim Rusyamsi juga me-&lt;em&gt;link&lt;/em&gt; salah satu tulisan saya di blog ini ke Web TDA [baca postingan di blog ini,12 Juli 2007, &lt;em&gt;Sebuah ‘era baru’ sudah bergulir di ‘jagad’ TDA&lt;/em&gt;] . Hasilnya, saat itu memang angka di &lt;em&gt;counter&lt;/em&gt; menjadi signifikan tambahnya. Belum lagi beberapa temen TDA lain yang juga me-&lt;em&gt;link&lt;/em&gt; blog ini ke blognya. Dan terakhir, yang juga tak kalah berjasanya adalah &lt;em&gt;Blog-roll&lt;/em&gt; karya pak Ipul Anwar. Melalui &lt;em&gt;blog-roll&lt;/em&gt; tsb memang memberi kemudahan para pengunjung blog yang satu untuk pindah ke blog yang lain. Jadi sudah sepantasnya pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih ke semua temen-temen TDA-ers dan para pengunjung blog ini semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dari pertengahan Juli 2007 [pasang &lt;em&gt;counter&lt;/em&gt;] hingga 26 November 2007, blog ini dikunjungi 3,000 kali lebih, berarti setiap harinya rata-rata dikunjungi 20 kali. Mungkin bagi pak Roni Yuzirman dan para TDA-ers lain yang sudah ngeblog lama, angka ini terhitung kecil, tapi bagi saya pribadi yang baru 7 bulan ngeblog, angka ini justru &lt;em&gt;entry point&lt;/em&gt; yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari 3,000 kali dikunjungi ini jelas besar sekali. Tadinya saya nggak begitu PeDe untuk &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; pengalaman. Tapi saya &lt;em&gt;poive thinsitking &lt;/em&gt;aja. Mau ada yang baca atau nggak yang penting saya nulis dan nulis sebagai pelepasan ‘curhat’. Makanya blog ini seringnya menjadi tempat ‘mojok’ saya sebagai ‘curhat corner’. Pernah juga penyakit malas saya kambuh, yang berdampak sepinya postingan saya di blog ini. Tapi setelah saya berhasil mengalahkan kemalasan saya, dan mulai aktif &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; lagi, lama kelamaan kok, oke juga ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ketika apa yang saya &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; tsb. ada &lt;em&gt;feed back&lt;/em&gt; dari temen-temen berupa komentar-komentar yang hampir semuanya berisi support dan energi positif. Terima kasih banyak ya. Setidaknya saya menjadi lebih semangat lagi untuk berbagi cerita dan pengalaman seputar pergulatan saya dalam belajar menjadi pengusaha. So, yang namanya ngeblog kini menjadi prioritas pertama saat mulai berada di depan computer di samping kegiatan rutin membaca email. Jadi kalau blog ini tetap &lt;em&gt;exist&lt;/em&gt; dan saya punya waktu untuk meng-&lt;em&gt;up date&lt;/em&gt;- nya, bisa jadi ini semua berkat energi positif yang ditebar oleh temen-temen semua. Sekali lagi terima kasih banyak untuk semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tulisan ini saya ingatkan kembali pentingnya kita semua untuk aktif ngeblog. Tulislah apapun juga yang ingin ditulis ke dalam blog [tentunya yang positif lho]. Karena, sekecil apapun se-&lt;em&gt;simple&lt;/em&gt; apapaun yang Anda &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; pasti ada manfaatnya, minimal bisa membangkitkan semangat juang temen-temen pembaca blog. &lt;em&gt;It’s right?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, blog ternyata dapat menjadi sebuah gerakan untuk menuju kepada perubahan yang lebih baik [yang ini bukan politik lho]. Bukankah komunitas TDA sendiri juga berasal dari blognya pak Roni Yuzirman? Faktanya, kini sudah ada 1000 lebih anggotanya. Kalau 40% nya aktif ngeblog, sudah ada 400 lebih TDA-ers yang berbagi pengalaman menebar energi positif TDA. Hasilnya, pasti akan menular ke jumlah angka yang lebih besar lagi, dan akan lebih banyak lagi energi positif yang ditebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya yakin yang namanya sebuah gerakan kalau dimotori oleh para kelas menengah yang terpelajar [emangnya kita kelas menengah ya?] dampak ke depannya pasti akan dahsyat &amp;amp; luar biasa. Jadi kalau cita-cita bersama TDA adalah mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk berani menjadi pengusaha, dan di tahun 2020 negara kita bebas dari kemiskinan, saya optimis akan dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah lebih dahsyat lagi kalau semua anggotanya melalui blog masing-masing dapat meng-&lt;em&gt;copy paste&lt;/em&gt; langkah-langkah para &lt;em&gt;founder&lt;/em&gt; TDA untuk menularkan ‘nilai-nilai luhur’, menebar rahmat, berbagi ilmu, berbagi peluang, berbagi… dan berbagi… demi bangkitnya TDA-ers yang lebih banyak lagi [memasyarakatkan TDA dan men-TDA-kan masyarakat].Bayangkan energi positif dari 1000 lebih TDA-ers kalau ditebar akan bergulir dan menularkan virus kemajuan untuk menjawab cita-cita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup TDA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap semangat &amp;amp; bersama kita menebar rahmat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-2270207896246769375?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/2270207896246769375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=2270207896246769375' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2270207896246769375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2270207896246769375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/3000-kali-lebih-dikunjungi-nge-blog-pun.html' title='3000 kali lebih dikunjungi, &apos;nge-blog&apos; pun lebih berarti'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R0y_7DUv5RI/AAAAAAAAABY/NhrFGM8AM2Y/s72-c/Blogger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1993268811740453556</id><published>2007-11-25T18:56:00.000-08:00</published><updated>2007-11-25T19:09:51.643-08:00</updated><title type='text'>Energi positif dari kata-kata bijak</title><content type='html'>Di awal-awal dulu tatkala kepingin memulai punya usaha sendiri, saya sangat rajin mengumpulkan kata-kata bijak dari para tokoh yang telah sukses di bidangnya. Untuk apa sih? Bagi saya pribadi kata-kata bijak tsb. sangat inspiratif sekali. Seringkali memberi ‘pupuk’ yang membesarkan semangat. Karena dari kata-kata bijak tsb. tersirat betapa hebatnya perjuangan tokoh yang bersangkutan tatkala jatuh bangun untuk mewujudkan ‘impiannya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata bijak, atau saya lebih senang mengkategorikannya ke golongan the powerful words, yang saya sukai, karena maknanya sangat mendalam dan mampu memberi energi positif, saya kumpulkan lalu saya bingkai dan gantung di dinding. Jadi setiap kali terlihat oleh mata akan langsung terbaca, dan saat itu mengalirlah semangat ke darah saya. Inilah beberapa kata-kata bijak yang selalu memberikan energi positif ke dalam diri saya hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;‘Sukses tidak datang kepadamu, kamu sendirilah yang harus mendatanginya’ [by Wally Amos, pendiri Famous Amos]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari the powerful words ini at least saya sadar banget bahwa kalau mau berhasil di bidang apapun yang kita mau ya harus berusaha dan kerja cerdas. So, kalau semangat mulai kendor, otomatis diingatkan selalu bahwa apapun ‘impian’ yang hendak kita raih haruslah diusahakan terus menerus dengan effort yang maksimal pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;‘Belajarlah dari kesalahan, tetapi jangan berbuat kesalahan yang sama dua kali’ [by Akio Morita, pendiri Sony Corporation]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Yang ini juga selalu jadi penghibur tatkala usaha toko seluler saya harus ‘bubar’. Karena dari kegagalan tsb. saya mampu melihatnya sebagai pelajaran berharga yang jangan sampai terulang kembali. Ibarat belajar naik sepeda terjatuh, ya jangan sampai terjatuh lagi. Saya pun berhasil menganggap sebuah kegagalan sebagai sebuah proses belajar agar nantinya lebih berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;’Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba’ [by Robyn Allan, CEO British Columbia]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;The powerless words ini, yang sangat berjasa bagi diri saya pribadi tatkala pertama kali mulai take action. [baca postingan saya di blog ini di bulan Mei 2007 dengan judul ‘Tonggak perjalanan bisnisku, sebuah catatan yang tercecer’]. Pertama kali saya kepingin punya usaha sendiri banyak lho yang meragukannya. Dan sempat bikin grogi perasaan saya [jadi maju mundur gitu…]. Tapi berkat kata-kata bijak yang ini, kok akhirnya saya punya ‘keteguhan hati’ untuk berani mencoba punya usaha sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;’Rumuskanlah dengan jelas apa yang engkau cita-citakan, lalu melangkahlah ke sana’ [by Norman Vincent Peale, Writer]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Dari rangkaian kata di atas, saya belajar banyak tentang pentingnya punya ‘impian’, bagaimana kita memikirkan strategi untuk mewujudkannya, memperhitungkan segala kemungkinannya, lalu take action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak kata-kata bijak yang bersumber dari para tokoh kelas dunia yang berguna banget sebagai the powerful words, sebagai energi positif dan sebagai suntikan semangat bagi diri kita. Tapi dari sekian banyak tersebut saya mencoba menyederhanakannya. Bahwa yang paling penting itu justru berasal dari dalam diri kita, dan sebenarnya sudah ada di dalam diri kita, tinggal bagaimana caranya untuk membangkitkannya. Rangkaian katanya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Keteguhan hati adalah sumber kekuatan pribadi ‘tuk mewujudkan ‘mimpi’!”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Logikanya, kita semua sudah dibekali oleh Allah SWT kemampuan yang tak terhingga, tinggal bagaimana caranya kita menggali kekuatan tsb. Tanpa keteguhan hati atau tekad yang kuat segala effort kita juga tak akan pernah mencapai hasil yang maksimal. Bayangkan saja, tanpa tekad yang kuat atau keteguhan hati ini, ‘mimpi’ sebesar apapun, ide bisnis sebagus apapun, peluang usaha yang ada di depan mata pun tak akan pernah dapat terwujud. Karena yang namanya memulai usaha selalu akan terbentur oleh hambatan-hambatan yang harus dihadapi dengan tekad kuat &amp;amp; keteguhan hati untuk mencari jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu saya tegaskan lagi bahwa hanya keteguhan hati atau tekad yang kuatlah yang mampu membawa kita menuju sukses di dunia bisnis. Bukan bakat, karena ada banyak orang berbakat yang mengalami kegagalan. Bukan kekayaan, banyak yang terlahir dengan kekayaan melimpah tetapi meninggal dalam kemiskinan. Bukan kepandaian, berapa banyak orang yang pandai di bangku sekolah tetapi gagal saat mencoba menjadi pengusaha. Bukan pula keberuntungan, karena yang namanya keberhasilan di dunia usaha selalu harus melalui kerja keras dan kerja cerdas. Buktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sharing yang bersumber dari pengalaman pribadi ini dapat bermanfaat bagi Anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap semangat untuk bersama menebar rahmat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endro Wahyu M&lt;br /&gt;TNM-E20 [mastermind JakTim]&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:endrowm@yahoo.com"&gt;endrowm@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"keteguhan hati adalah sumber kekuatan pribadi 'tuk mewujudkan mimpi"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1993268811740453556?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1993268811740453556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1993268811740453556' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1993268811740453556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1993268811740453556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/energi-positif-dari-kata-kata-bijak.html' title='Energi positif dari kata-kata bijak'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5872068076220452006</id><published>2007-11-23T21:00:00.000-08:00</published><updated>2007-11-24T04:42:20.603-08:00</updated><title type='text'>The powerless words, si pembunuh berdarah dingin</title><content type='html'>Wuah judulnya serem ya, tapi tulisan ini bukan mau ngomongin berita criminal di TV lho.Yang saya maksud powerless words [ini istilah saya lho] di sini adalah bahasa atau ucapan yang keluar dari diri kita yang ‘nadanya’ penuh dengan ketidakberdayaan, ketidakmampuan, pasrah, pesimis yang ujung-ujungnya akan melemahkan daya juang &amp;amp; semangat kita. Sementara dengan powerful words adalah bahasa atau ucapan kita, yang nadanya penuh dengan keberdayaan, kemampuan, optimistis, dsb. yang pastinya akan membuat diri kita menjadi berani, PeDe, dan penuh semangat untuk berubah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya mau ngajakin diskusi bahasa lho, tapi hal ini berkaitan erat dengan sikap maupun kebiasaan kita yang secara nggak sengaja dan tidak kita sadari seringkali mengucapkan the powerless words ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami ngumpul-ngumpul keluarga yang akhirnya membahas peluang bisnis rental excavator, ada salah satu kakak ipar yang nyeletuk  kaget ketika kami harus punya duit Rp 1 M lebih kalau mau take action peluang tsb., “1 Milyar? Duit gambar cakil?” Cakil adalah tokoh ‘hitam’ di jagad pewayangan. [catatan: kakak ipar ini akhirnya mundur dari konsorsium]. Nah, kata-kata yang penuh energi ketidakberdayaan seperti inilah yang sempat membuat kami agak grogi juga. Coba bayangkan, ide bisnis sebagus apapun bisa jadi langsung terbunuh seketika saat itu juga. Peluang sebagus apapun juga akhirnya nggak bakalan ketangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dengan makna yang sama kita nggak sadar juga sering nyeletuk, “duit nenek lu”, “emang duitnya tinggal nyaruk”, “ntar kalau modal ane nggak balik gimana?”, “kalau jumlahnya segitu, kayaknya nggak mampu deh”, dsb. Kalau mau dikumpulin banyak kok the powerless words yang nggak sadar ternyata sering kita ucapkan. Coba deh bikin daftarnya, saya yakin pasti bisa puluhan kata-kata.  Di antara kita [yang baru hendak take action khususnya] pasti sering ketemu dengan the powerless words ini. Apalagi kalau memperhitungkan rencana bisnisnya secara lebih detil, pasti akan lebih banyak lagi keluar perbendaharaan the powerless words kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untungnya [orang jawa apapun kejadiannya selalu bilang untung, gak apa-apa kalau ini masih positif kok]  kami akhirnya berhasil merubahnya ke the powerful words, “1 Milyar, oke kita cari yuk? Harus bisa! Caranya? Ya, usaha! Kalau perlu ngutang. Faktanya, banyak kok pengusaha sukses yang memulai usahanya dari berhutang. Asal ngutangnya buat usaha yang profitable nggak masalah kok”. Bayangkan kalau waktu itu kami empat bersaudara terpengaruh dengan energi negative dari the powerless words tadi, terbunuhlah  sudah ide bisnisnya. Ujung-ujungnya sudah pasti urung punya usaha bersama di bidang rental excavator, seperti yang telah saya sharing sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, tidak ada hambatan yang berasal dari mental block diri  kita yang tidak bisa kita carikan jalan keluarnya [semua pasti ada solusinya]. Hanya kita yang bisa mengatasi masalah kita, bukan orang lain. Kalau toh solusinya melibatkan pihak lain, itu hanyalah sarana. Justru proses untuk mencari jalan keluar inilah yang menarik dan menjadi pengalaman unik bagi diri pribadi kita. Dan setiap orang bisa berbeda pengalamannya. Apalagi kalau akhirnya berhasil mengatasi ketidakmampuan kita dan jadi PEMENANG, gimana gitu rasanya… cuma kita dan emosi kita yang mampu merasakannya. Biasanya, kalau pas ngomongin modal usaha, masalah-masalah seperti ini bakalan sering muncul. Tapi sejauh kita punya tekad kuat untuk mencari jalan keluarnya, pasti BISA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya pribadi  selalu berusaha untuk membiarkan ide-ide apa aja termasuk ide bisnis dari yang paling simple sampai yang giant [mimpinya sih punya bisnis yang mendunia] untuk  berkembang dan tumbuh seliar-liarnya dulu. Jangan dibunuh dulu idenya, inilah kata kuncinya. Atau jangan juga  ide bisnis itu lahir, tapi dibiarkan premature. Tapi coba kita pelajari dan analisa dengan seksama segala kemungkinannya termasuk prospek ke depannya. Kalau memang belum bisa dijalankan saat ini, ya tunggu sambil terus berdoa, sabar, pasrah &amp;amp; ikhlas. Saya percaya sepenuhnya, doa kita pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Begitu click…doa kita mendapat jawaban dari Allah SWT,  go head! Larilah kita sekencang yang kita bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, kalau sharingnya jadi panjang x lebar. Bagi saya pribadi masalah “the powerless words” yang harus dirubah menjadi “the powerful words” begitu besar manfaatnya.  Tentunya, dengan harapan dapat bermanfaat pula untuk Anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganti the powerless words Anda [bila ada] dengan the powerful words sekarang juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam FUNtastic TDA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endro Wahyu&lt;br /&gt;TNM-E20 [mastermind JakTim]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5872068076220452006?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5872068076220452006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5872068076220452006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/powerless-words-si-pembunuh-berdarah.html' title='The powerless words, si pembunuh berdarah dingin'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5045066258346924999</id><published>2007-11-20T00:03:00.000-08:00</published><updated>2008-01-18T23:47:32.986-08:00</updated><title type='text'>Dari 6 P menuju 1 P</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R0KcgzUv5QI/AAAAAAAAABM/Eft9TcReqsg/s1600-h/komatsu1bopreg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134838612502766850" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R0KcgzUv5QI/AAAAAAAAABM/Eft9TcReqsg/s200/komatsu1bopreg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Judulnya yang pakai singkatan huruf P memang terinspirasi dari tulisan pak Iim Rusyamsi [nggak papa ya pak…]. Tulisan ini sebenarnya terkait erat dengan 2 tulisan sebelumnya yaitu, “Nggak nyangka berani ngutang Rp 1M” dan “Si Komatsu berangkat ke lokasi”. Kali ini saya hanya ingin mengkilasbalik proses dan tahapan kerjasama kami yang akhirnya membuahkan sebuah usaha &lt;em&gt;Rental Excavator&lt;/em&gt;. Dan yang penting, bisnis &lt;em&gt;rental excavator&lt;/em&gt; ini bukanlah kami peroleh dengan secara ‘kebetulan’ [kayaknya nggak ada deh sesuatu kejadian itu terjadi begitu saja secara kebetulan], tapi memang hasil kerja keras kami menyatukan energi positif dan ber LOA bareng agar usaha bersama ini dapat terwujud. Dan ternyata Allah SWT menjawab doa kami dan memang menghadiahi kami dengan berkah yang luar biasa ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P1 = Penyamaan Visi&lt;br /&gt;Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, keinginan kuat untuk bikin usaha bersama keluarga memang berasal dari saya. Lalu saat ketemu di suasana Lebaran 15 Oktober 2007 lalu di Yogya, saya lontarkan semua keinginan itu. Setelah duduk bersama untuk menyamakan visi, akhirnya memang muncul kesepakatan untuk bisnis bersama dengan komitmen sepenuhnya. Setelah visi besar kita satu gelombang [tune in], pembicaraan pun menjadi lebih mudah [mungkin juga karena kami saudara sekandung kali ya?] .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P2 = Peluang&lt;br /&gt;Obrolan kita pun berlanjut ke pencarian peluang-peluang yang memungkinkan untuk digarap [&lt;em&gt;brainstorming&lt;/em&gt; gitu]. Mulai dari usaha penggemukan sapi, ternak bebek, jati mas, pabrik pupuk kompos, dll. hingga akhirnya kakak saya melontarkan tentang peluang di bidang &lt;em&gt;rental excavator.&lt;/em&gt; Dan ternyata setelah kita diskusikan lebih mendalam, peluang ini yang nampak paling menarik dan prospeknya begitu menjanjikan. Akhirnya, semua energi kami fokuskan ke peluang ini. Mulailah via telepon kita pastikan bagaimana komitmen dari mereka yang hendak menggunakan jasa excavator ini [Gile kali ye, Lebaran malah nyari peluang bisnis]. &lt;em&gt;Deal.&lt;/em&gt; Sebelum 15 November 2007 Excavator harus sudah ada di lokasi, atau peluang ini diambil pihak lain. Kami pun dengan yakinnya menjawab tantangan tsb. Logikanya, kalau kepepet &lt;em&gt;deadline&lt;/em&gt;, mau nggak mau kan kami kompak dan menyatukan energi positif untuk dapat mewujudkan peluang bisnis yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P3 = Pembelajaran&lt;br /&gt;Awalnya, kami belum kebayang sama sekali seluk-beluk bisnis di bidang ini. Semua dari kami pengalamannya nol. Cuma saya yang berpengalaman di bidang rental kendaraan. Tapi yang ini kan excavator, beda banget. Tapi dengan semangat untuk menjemput rejeki yang lebih baik, akhirnya kami dapat nomor telepon beberapa orang yang telah bergelut di bidang usaha ini. Kakak saya yang kontraktoran dan Adik saya yang mantan banker juga mulai kontak semua kolega dan pertemenan-nya untuk mencari tahu segala sesuatu data tentang biz excavator ini. Mulai dari beli barangnya di mana, harganya, merek apa yang bandel di lapangan, perusahaan leasing mana aja yang biasanya mau membiayai, persyaratan apa saja yang harus ada, sampai operator &amp;amp; orang lapangan yang nantinya mau kerja di lapangan dan punya pengalaman. Dari data-data yang masuk mulailah kita rangkai dan pilah-pilah mana yang berguna untuk dibicarakan lagi nantinya. Sore itu pertemuan kami selesai dengan berbagai pengetahuan baru yang berseliweran di kepala tentang excavator ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P4 = Perhitungan&lt;br /&gt;Malamnya, kami ketemu dengan orang-orang lapangan yang punya pengalaman dengan biz &lt;em&gt;rental excavator&lt;/em&gt; ini. Mulailah kami memperhitungkan berapa selayaknya harga rental excavator tsb. Berapa modal perusahaan yang harus tersedia untuk &lt;em&gt;running&lt;/em&gt; di awal, berapa pendapatan minimal yang harus diperoleh untuk mencapai BEP [break event point]. Dari perkiraan harga excavator, kami coba hitung berapa cicilan yang mampu kami bayar dari hasil sewa yang masuk, berapa tahun kami harus membayar cicilannya. Berapa jam kerja excavator dalam 1 hari agar dapat menutupi semua &lt;em&gt;overhead cost&lt;/em&gt; yang ada. Kemungkinan terburuk cicilan tsb. kalau tidak terbayar ya harus kita tanggung bersama. Akhirnya, dengan tawaran yang ada, setelah kami perhitungkan dengan cermat, hasilnya setidaknya sudah bisa untuk menutup biaya leasingnya, gaji karyawan, dan masih ada sisa [tapi semua masih perkiraan]. Berarti, usaha ini sangat potensial. Tanpa pikir panjang, peluang ini pun sepakat untuk kami garap. Namanya peluang kalau kebanyakan dihitung-hitung ntar malah nggak jadi &lt;em&gt;take action&lt;/em&gt;. Kami putuskan untuk maju terus dan &lt;em&gt;take action!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;P5 = Permodalan&lt;br /&gt;Di bagian ini yang paling berat dan alot kami bahas. Memang untuk excavator, kami telah sepakat untuk &lt;em&gt;leasing.&lt;/em&gt; Tapi, untuk DP dan modal perusahaan agar bisa &lt;em&gt;running &lt;/em&gt;sebelum ada pemasukan kan juga harus disediakan. Kami pun sepakat untuk ‘bagito’ atau bagi rata kebutuhan modal awal ini. Masing-masing dari kami sebetulnya posisi keuangan masing-masing juga sedang kosong. Di tahap ini kakak ipar saya mundur teratur. Kalau tadinya kami berlima, sekarang tinggal berempat [saya, adik dan 2 kakak]. Namun semangat dan tekad kami berempat ternyata memang tak tergoyahkan, akhirnya konsorsium pun tetap dilaksanakan. Sebelum tanggal 4 November 2007, kami sudah harus setor modal yang jumlahnya sama besar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Sejujurnya, saya sedang tidak punya dana cash yang cukup untuk setoran modal ini. Yang ada hanya tinggal untuk kebutuhan hidup sebulan setelah mudik Lebaran [yang juga menghabiskan tabungan]. Sebenarnya ada tabungan istri dan invesatsi Reksadana saham saya, tapi saya bertekad untuk tidak menggunakannya. Jangan menyerah! Mulailah saya memikirkan darimana harus dapat modal yang cukup besar tsb. Cling, tiba-tiba saya ingat pernah dapat tawaran pinjaman dari salah satu Bank penerbit Credit Card. Waktu masih sering dinas ke Manca Negara, kartu Platinum saya memang aktif banget jadi seringkali sama penerbit kartu krredit tsb. dipaksa-paksa buat minjem duit, tapi saya nggak pernah mau. Kali ini mudah-mudahan tawarannya masih berlaku . Lalu besoknya, saya telepon, akhirnya deal dapat pinjaman 68jt dengan bunga hanya 10 % per tahun, dicicil selama 3 tahun [toh, dari hasil bulanan excavator yang menjadi hak saya nanti masih bisa untuk menutupi cicilannya]. Janjinya, proses kurang lebih 1 minggu dan akan ditransfer ke rekening saya. Hebat ya Bank ini, minjemin duit segitu kok nggak pake agunan dan nggak banyak nanya. Saya cuma diminta ngefax, bukti PPH 21 tahunan saya yang dari kantor. Jadi bener-bener metode BODOL nya pak Purdie Chandra yang saya terapkan untuk biz yang satu ini. Jadi modal saya bener-bener Rp 0,-. Salah satu kakak saya malah lebih gila lagi, sertifikat rumahnya disekolahin. Karena kami yakin usaha yang satu ini prospek ke depannya bagus. Return-nya di atas kertas sudah kelihatan oke. Kan sayang kalau nggak dijalani. [Tapi saran saya, kalau peluang bisnisnya masih belum pasti return-nya jangan sekali-sekali ikuti langkah yang model begini].&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;P 6 = Pelaksanaan&lt;br /&gt;Kerja cepat dan kilat pun harus segera dilakukan. Tanggal 17 Oktober 2007 s.d. 21 Oktober 2007, mulailah semua persyaratan kami coba untuk lengkapi, mulai dari SIUP, NPWP, Rekening Koran, Surat Kontrak kerja sama, Perintah Kerja dsb. &lt;em&gt;Memory of Understanding&lt;/em&gt; kerjasama kita pun juga telah siap untuk ditandatangani. Tanggal 22 Oktober 2007, begitu kantor mulai buka after cuti Lebaran, kami mulai &lt;em&gt;survey excavator&lt;/em&gt; di Surabaya. Kenapa Surabaya? Karena adik dan kakak saya [yang keduanya mantan &lt;em&gt;banker&lt;/em&gt;] punya banyak jaringan di Surabaya. Tanggal 23 Oktober 2007, akhirnya kami putuskan unit mana yang mau dibeli. Lalu penawaran harganya kami lampirkan untuk pengajuan kredit ke perusahaan &lt;em&gt;leasing &lt;/em&gt;[yang sudah biasa mendanai bisnis sejenis]. 24 Oktober 2007, kami mengajukan permohonan kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara, bolanya sudah tidak berada di tangan kami. Mulailah kami berdoa &amp;amp; ber LOA bareng-bareng, sambil harap-harap cemas menunggu jawaban dan kepastian. Perjuangan kami yang bagaikan ‘tentara komando’, sayang kan kalau tinggal selangkah lagi harus menyerah. Ternyata, 30 Oktober 2007, kami dapat fax dari Leasing Company, bahwa permohonan kredit kami disetujui. Alhamdulillah. Bersama-sama kami nggak habis-habisnya mengucap syukur ke hadirat Allah SWT. Jadi bener-bener rangkaian kata &lt;em&gt;“take double action [tda] - miracle happen”,&lt;/em&gt; yang sering kita dengungkan di awal-awal keberadaan komunitas TDA ini, berlaku buat kami. Sambil menunggu proses administrasi dari &lt;em&gt;Leasing Company &amp;amp; Supplier&lt;/em&gt; excavatornya yang kurang lebih 1 minggu, kami menyiapkan tenaga kerja yang bakal &lt;em&gt;in charge&lt;/em&gt; di bisnis ini. Khusus operator excavator yang tiga orang dan mekanik 1 orang diberikan pelatihan singkat dari perusahaan tempat kami membeli alat berat tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P [terakhir] = Pemenang&lt;br /&gt;Betul. Akhirnya kami memang keluar menjadi PEMENANG! Kami menang melawan ketidakmampuan kami sendiri. &lt;em&gt;From nothing, we got everything new in business rental excavator&lt;/em&gt;. 10 November 2007, tepatnya di Hari Pahlawan yang sejarahnya juga terjadi di Surabaya, excavator kami diberangkatkan dari Surabaya ke lokasi kerjanya untuk mulai menjemput rejeki. Kami pun berhasil membuktikan bahwa janji kami untuk menyediakan 1 unit excavator lengkap dengan &lt;em&gt;man hour&lt;/em&gt;-nya di lokasi sebelum 15 November 2007 dapat terlaksana dengan baik. Kami ternyata BISA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja proses ini yang kami sharing, karena bagi kami proses menjadi lebih penting untuk pembelajaran bersama ketimbang hasil [hasil juga penting sich… kan buat &lt;em&gt;passive income&lt;/em&gt;]. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda semua.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5045066258346924999?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5045066258346924999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5045066258346924999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/dari-6-p-menuju-1-p.html' title='Dari 6 P menuju 1 P'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/R0KcgzUv5QI/AAAAAAAAABM/Eft9TcReqsg/s72-c/komatsu1bopreg.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-4775295656092047120</id><published>2007-11-16T21:46:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T21:47:16.721-08:00</updated><title type='text'>Action Plan 2008?</title><content type='html'>Seperti lazimnya di perusahaan lain, tempat saya bekerja saat ini juga sedang disibukkan dengan perencanaan budget untuk tahun depan [program kerja 2008].  Meskipun setiap tahun selalu berulang, tapi repotnya tetap saja menyita waktu &amp;amp; tenaga. Saat sibuk dengan pekerjaan ini, saya jadi tersentak dengan munculnya pertanyaan yang sedikit mengganggu menyangkut kebiasaan kita sebagai karyawan atau TDB. Kenapa kalau kerja nyusun plan untuk tempat kita kerja, begitu all out atau ‘habis-habis’an planning-nya dan saat melaksanakan program kerjanya pun semua yang terlibat ‘mati-mati’an untuk merealisasikan target yang telah dicanangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kalau untuk merencanakan masa depan hidup kita sendiri kok nggak kita bikin juga sedemikian rupa treatment-nya, ya. Coba kita kembalikan kepada diri kita masing-masing, sudahkah kita membuat perencanaan tahunan untuk kehidupan kita masing-masing? Bersyukurlah Anda yang sudah melakukannya. Bagi yang belum, sekarang juga mulailah membuatnya. Logikanya, kalau untuk kantor tempat kita kerja saja kita bisa buat perencanaan yang ‘dahsyat’ dan berusaha untuk mewujudkan targetnya, seharusnya untuk diri kita pribadi ya harus lebih dahsyat dan ruaarr biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya, bila kita hendak pergi ke Blok M [tujuan kita], pasti kan harus dipastikan dulu mau berapa lama kita nyampe di tujuan. Dari situ kita bisa pilih mau naik apa menuju ke tujuan [ada bajaj, motor, bus, atau taxi]. Lalu, mau lewat jalan mana kita menuju ke Blok M, karena banyak cara dan jalan untuk menuju ke tujuan tsb. Mau dengan siapa kita pergi ke tujuan tsb. Berapa ongkos yang harus kita sediakan? Sampai tujuan mau berapa lama kita berada di sana? Begitulah seterusnya. Bahwa untuk sebuah kegiatan kecil saja kita harus menyusun rencana yang terbaik buat kita jalani. Apalagi untuk sebuah proyek besar yang bernama ‘masa depan hidup kita’, tentunya harus ada perencanaan terbaik yang bisa kita lakukan [the best we can do, lah…].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila telah menyusun perencanaan atau Action Plan untuk diri sendiri, sudah seharusnya bertindaklah sesuai rencana, sambil memonitor prosesnya sekaligus terus belajar dari proses tsb. Lihat saja, berapa banyak dari kita  yang sudah menyusun rencana yang masuk akal, tetapi di tengah jalan muncul keraguan atau malah keengganan untuk melaksanakan rencana tsb. Kan akhirnya nggak pernah mencapai hasil yang diinginkannya. Contoh nyata, ya diri saya pribadi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 2007, selain rencana tujuan hidup 5 tahun &amp;amp; 10 tahun ke depan, saya memang telah  membuat juga rencana atau action plan untuk kehidupan th 2007, namun kenyataannya selepas bulan Juni 2007, action plan itu entah berada di mana. Nah lu. Tapi begitulah adanya. Saat saya cari di computer dan saya print lagi, ternyata Action Plan yang berhasil saya jalankan hanya sekitar 30%nya saja. Rendah banget pencapaiannya dari target yang saya buat sendiri. Kalau plan setahun aja nggak bisa dijalankan, terus gimana rencana jangka panjangnya? Kalau ini terjadi di perusahaan, saya pasti sudah dilengserkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh ya, untuk diri saya sendiri dan untuk masa depan kehidupan keluarga, kok begitu tidak disiplinnya ya saya? Malas? Lagi-lagi nyalahin malas! Berarti masalahnya memang ada dalam diri saya pribadi. Ternyata saya belum berhasil mengalahkan diri saya sendiri. Kayaknya inilah PR saya terberat saat ini. Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, “Perang terbesar adalah melawan diri kita sendiri”.  Petuah dari Rosulullah  ini benar adanya. Semoga saya dapat memenangkan perang terhadap diri saya sendiri. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pelajaran yang saya petik, dan saya jadikan bahan renungan saat ini. Soalnya percuma saja bikin perencanaan untuk tahun 2008, kalau akhirnya juga nggak dilaksanakan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus gimana ya supaya bisa disiplin melaksanakan action plan kita sendiri? Inilah pertanyaan yang menggelitik. Kalau di kantor kan ada reward &amp;amp; punishment. Kalau sukses mencapai atau melebihi target dapet bonus, kalau gagal ya dilengserkan.  Makanya semua karyawan/TDB selalu ‘mati-matian’ untuk keluar jadi pemenang.&lt;br /&gt;Namun untuk diri pribadi kan nggak mungkin bisa disamain apple to apple. Tapi daripada nggak berbuat sesuatu untuk diri sendiri, sembari mencanangkan perang untuk mengalahkan diri sendiri, ya tetap saja saya coba untuk menyusun Action Plan 2008, dan tetap saya kaitkan dengan rencana besar dan jangka panjang 5 tahun &amp;amp; 10 tahun ke depan. Setidaknya,nanti di akhir tahun 2008, bisa saya jadikan tolok ukur apakah disiplin &amp;amp; kemalasan saya lebih parah dibanding  yang tahun 2007. Semoga hari esok selalu lebih baik. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-4775295656092047120?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/4775295656092047120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=4775295656092047120' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4775295656092047120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4775295656092047120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/action-plan-2008.html' title='Action Plan 2008?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-4281413357667605605</id><published>2007-11-13T17:38:00.000-08:00</published><updated>2007-11-15T06:55:58.892-08:00</updated><title type='text'>Si Komatsu berangkat ke lokasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RzpcCbtZK2I/AAAAAAAAAA8/8VwCxla60EQ/s1600-h/komatsu2opreg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132515922209745762" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RzpcCbtZK2I/AAAAAAAAAA8/8VwCxla60EQ/s320/komatsu2opreg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, tanggal 10 November 2007 yang lalu [tepat hari pahlawan], excavator kami sudah diberangkatkan ke lokasi tempat kerjanya untuk menjemput rejeki. Untuk 2 tahun ke depan [Insya Allah bisa seterusnya] si Komatsu ini telah ada ikatan kerja sama. Janji &amp;amp; kesepakatan kami untuk menyediakan alat berat tsb. di lokasi sebelum tanggal 15 November 2007 lengkap dengan man hour-nya dapat terpenuhi. Amin. [gile banget ya, waktunya hanya dikasih 1 bulan dari 15 Oktober 2007 atau peluangnya lepas ke pihak lain].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tersisa sedikit rasa deg-degannya. Maklum, ini kan big job kami pertama yang target waktunya mepet. Ditambah lagi, sewaktu usai survey barang dan tahu harganya, kami juga masih belum tahu dari mana sumber dana untuk membelinya. Ternyata segalanya diberikan jalan keluar dan kemudahan oleh Allah SWT, akhirnya ide usaha inipun dapat terwujud. Amin. Mudah-mudahan kalau ada tantangan &amp;amp; peluang lain kami sudah lebih berpengalaman dalam hal pengadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-4281413357667605605?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/4281413357667605605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=4281413357667605605' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4281413357667605605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4281413357667605605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/si-komatsu-berangkat-ke-lokasi.html' title='Si Komatsu berangkat ke lokasi'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RzpcCbtZK2I/AAAAAAAAAA8/8VwCxla60EQ/s72-c/komatsu2opreg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-5559660025128154127</id><published>2007-11-09T19:46:00.000-08:00</published><updated>2007-11-09T20:04:15.219-08:00</updated><title type='text'>Nggak nyangka, berani ngutang +/- Rp 1 M</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RzUqR7tZK1I/AAAAAAAAAA0/S6UeS6vrfsY/s1600-h/PC200-7d.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131053838032776018" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RzUqR7tZK1I/AAAAAAAAAA0/S6UeS6vrfsY/s320/PC200-7d.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;[small winning di Hari Kemenangan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, apakah ini bisa disebut sebagai bekerjanya the Law Of Attraction atau dream come true atau jawaban Allah atas doa kami selama ini, atau memang hadiah dari Allah di Hari Kemenangan [Idul Fitri]. Saat di bulan puasa Ramadhan memang saya terus-terusan memikirkan, bagaimana kalau bikin usaha bareng-bareng bersama keluarga [family business]. Jadi supaya kami bisa sering ngumpul ‘gak hanya pas Lebaran atau pas ada acara kondangan saja, tapi kapan saja kami mau. Rupanya Allah mengabulkan doa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya, 15 Oktober 2007 [lebaran hari ke 3] yang lalu, saat ngumpul di Yogya, kami 4 bersaudara [saya, adik, dan 2 kakak] akhirnya sepakat mengikatkan diri untuk memulai usaha bareng di bidang rental excavator [inilah hebatnya virus TDA, di mana saja, kapan saja, kerjanya tetep aja nyari peluang usaha terus]. Idenya keluar dari kakak saya yang memang punya peluang di bidang kontraktoran. Peluangnya ada dan siap untuk digarap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setelah kita rundingan akhirnya sepakat untuk take action. Setelah dihitung-hitung di atas kertas dan melakukan survey secukupnya [Lebaran kok malah mikirin bisnis], akhirnya kami putuskan untuk membeli [lewat leasing selama 3 tahun] 1 unit excavator Komatsu PC200-7 Galeo th 2005 [bekas dari Jepang] seharga +/- Rp 1M.*) Kalau yang baru harga leasingnya bisa nyampe Rp1,7 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja cepat &amp;amp; kilat menyiapkan semua persyaratan admistrasi untuk ke perusahaan leasing. Tanggal 24 Oktober 2007 masukin permohonan leasingnya. Terus, bersama kita berdoa sambil deg-degan nunggu hasilnya. 30 Oktober 2007, yang lalu permohonan leasing dapet approval. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah dengan usaha ini kami bisa membuka lapangan kerja untuk 8 orang [full time], dan 3 orang [part time]. Kepinginnya Desember 2007 nanti, mainan baru ini sudah bisa menghasilkan fulus untuk membayar karyawannya, dan sekaligus membayar cicilannya sendiri. Amin. Mohon doa restunya ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan:&lt;br /&gt;*) Bagi temen-temen TDA seperti pak Rony, pak Agus Ali, pak Iim, pak Budi Rahmat, pak Rosihan, pak Hadi Kuntoro, pak Asep Triono, bu Ning Harmanto, mbak Yulia, pak H. Allay, atau yang lainnya, urusan duit milyaran mungkin hal yang biasa kali ya…??? tapi bagi kami berempat, hutang yang jumlahnya hampir 1 M ini bener-bener luar biasa dahsyat [maklum selama ini paling banter ngutangnya cuma seharga mobil aja]. Makanya, saya jadi sering terheran-heran juga kalau memikirkannya, but we have to do positive thinking, kan…??? Apakah ini pertanda saya sudah mulai naik kelas ya…???&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tetap Semangat!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Endro Wahyu M&lt;/div&gt;&lt;div&gt;TNM-E20 [mastermind JakTim]&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;'dengan bersinergi, resiko pun terbagi' &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-5559660025128154127?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/5559660025128154127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=5559660025128154127' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5559660025128154127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/5559660025128154127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/nggak-nyangka-berani-ngutang-rp-1-m_09.html' title='Nggak nyangka, berani ngutang +/- Rp 1 M'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RzUqR7tZK1I/AAAAAAAAAA0/S6UeS6vrfsY/s72-c/PC200-7d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-2994991282784914986</id><published>2007-11-07T06:34:00.000-08:00</published><updated>2007-11-07T06:45:15.784-08:00</updated><title type='text'>Mau mengajar kok malah diajar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sudah menjadi ritual tahunan, setiap Lebaran saya selalu pulang ke Blitar. Meskipun kedua mertua saya telah tiada [3 tahun lalu],&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya dan keluarga [khususnya anak-anak] selalu kangen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan Blitar. Suasana kotanya yang tenang &amp;amp; damai, makanannya dan juga keramahannya selalu membuat kami selalu kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seperti biasa, bila ada mobil yang diparkir di halaman rumah mertua, pasti mbah Surip [penjual es lilin keliling] berteriak menjajakan dagangannya dari balik pintu pagar. Anak-anak yang biasanya antusias jajan nampak ogah-ogahan karena berpuasa. Akhirnya, saya beli semua es yang ada, lalu simpan di freezer, toh bisa dinikmati rame-rame setelah buka puasa nanti. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitu melihat mbah Surip, istriku langsung mengajaknya untuk memainkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gender [salah satu instrument gamelan Jawa] sambil mendendangkan tembang Jawa. Istriku pegang Bonang, dan kakaknya memainkan Gendang [oh ya, di rumah mertua masih ada 2 set gamelan komplit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terawat baik]. Mulailah terdengar alunan gamelan, suasana pendopo belakang rumah menjadi terasa betul-betul di Jawa. Saya &amp;amp; anak-anak hanya bisa menonton sambil menikmatinya.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Usai dengan konser gamelan Jawa, giliran saya yang ngobrol dengan mbah Surip, yang kini nampak tua, keriput, hitam, namun di wajahnya masih memancarkan semangatnya. Dalam hati saya membayangkan, 10 tahun saya kenal mbah Surip kok tetap begini-begini aja. Pasti ada yang salah nich, pikir saya. Saya pun kepingin sharing sedikit [teach] dengannya, bagaimana supaya hidupnya ada effort untuk bisa lebih maju dan nggak perlu berkeliling jalan kaki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjajakan es lilinnya. Harusnya lebih dari 10 tahun menekuni usaha ini, mbah Surip sudah memiliki pabrik es yang besar [ini kalau kita baca kisah para pengusaha sukses, rata-rata lewat 10 tahun sudah jadi konglomerat]. Atau bandingkan dengan temen-temen komunitas TDA, banyak yang baru usaha 2 tahun sudah beromset milyaran. Begitulah arah topik pembicaraan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan penuh keyakinan mbah Surip pun mulai menyampaikan pandangan hidupnya yang penuh dengan filsafat Jawa. Hidup itu harus dijalani bagaikan air yang mengalir dan kita harus nrimo ing pandum [menerima rejeki yang sudah dibagi oleh Allah]. Yang penting kita bisa menikmati hasilnya. Kalau orang nggak mensyukuri dan merasa nggak cukup dengan rejeki yang telah diperolehnya, selamanya akan merasa kekurangan terus. Akhirnya, akan menjadi serakah. Yang namanya kebahagiaan dan kekayaan itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; adanya dalam pikiran kita. Mbah Surip sangat-sangat merasa bahagia dengan pencapaian hidupnya selama ini. Karena kebahagiaan dalam persepsinya adalah bila bisa menikmati &amp;amp; bersyukur dengan rejaki yang telah diterimanya dari Allah. Toh yang namanya harta dunia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; nggak bakalan dibawa ke liang kubur, tapi amalah &amp;amp; ibadah kita lah yang akan diperhitungkan. Di sisi lain, kalau kita ngoyo untuk mengejar dan menimbun kekayaan, justru akan diperbudak oleh kekayaan tsb. Karena berapapun yang diperoleh pasti selalu merasa masih belum cukup. [kalau direnungkan lebih dalam apa yang dikuliahkan ke saya ada benarnya ya…]. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mbah Surip pun ganti bertanya, apakah saat ini saya merasa sudah cukup dengan yang saya peroleh? [Rumah, mobil, usaha, tabungan, dsb.]&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya pun menjawab bahwa memang masih ada yang harus saya perjuangkan. Jadi saya masih akan berusaha untuk lebih kaya lagi. Saya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; kepingin bisa naik haji, membantu orang lain, membuka lapangan kerja, menyiapkan dana untuk kelanjutan studi anak saya, di hari tua masih punya uang sendiri, dsb.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mbah Surip pun memotong lagi. Apakah dengan kekayaan yang ada saat ini nggak bisa berangkat haji? Apakah nggak bisa menolong orang? Apakah nggak bisa nyekolahin anak? Itu artinya, sampeyan sudah mulai diperbudak dengan kekayaan yang sampeyan penginin. [wuah sekali lagi, bener juga ya…]. Kalau saya mas, karena rejeki yang saya terima memang nggak bisa buat berangkat haji, berarti Gusti Allah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; memang nggak mengijinkan saya untuk berangkat haji. Yang penting saya tetap bersyukur mas. Sambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia berpamitan pulang.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tercenung saya dibuatnya, niat saya sharing &amp;amp; sedikit mengajar [teach] justru malah diajar [saya jadi belajar, learn] tentang pandangan hidup apa adanya dari orang Jawa kebanyakan, khususnya dari ‘seorang penjual es kawakan’. Weleh-weleh terus gimana nich? Bertolak belakang banget sama pandangan hidup kita semua saat ini yang belajar ilmu dari para pakar modern. Malamnya saya pun sempat merenungkan semua obrolan dengan mbah Surip siang tadi. Untuk sementara [karena dialektika belajar akan terus berlanjut] saya kepinginnya bagaimana bisa manjadi manusia yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“&lt;u&gt;memberi, memberi, dan memberi tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak pernah kehabisan”&lt;/u&gt; daripada harus &lt;u&gt;“mencari, mencari, mencari tapi tidak pernah merasa cukup”.&lt;/u&gt; Semoga. Amin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-2994991282784914986?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/2994991282784914986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=2994991282784914986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2994991282784914986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2994991282784914986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/mau-mengajar-kok-malah-diajar.html' title='Mau mengajar kok malah diajar'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-9036509172114509065</id><published>2007-11-05T04:15:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T04:16:49.025-08:00</updated><title type='text'>Kenikmatan atau pelanggaran?</title><content type='html'>Finally, film The Secret [yang baru sekali saya menontonnya di kelompok Mastermind Jakarta Timur TNM-E20] saat ini bisa kita jumpai di gerai-gerai DVD yang ada di Mall ataupun Plaza yang ada di Jakarta. Saya  melihatnya  ada di tumpukan  di salah satu gerai DVD di ITC Ambassador. Bimbang saya dibuatnya. Salahkah saya bila membeli DVD bajakan tersebut? Kan asyiik bisa muter DVD The Secret kapanpun kita mau, nggak perlu nunggu temen-temen TDA menggelar nonton bareng. Namun nurani saya mengatakan ‘jangan’. Dan akhirnya tidak jadi membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong tentang maraknya DVD bajakan yang begitu bebas dijual di negeri kita ini, saya mencoba untuk melihatnya dari dua kacamata yang berbeda [yang pro bajakan, dan yang anti pembajakan].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang pro bajakan jelas maraknya DVD bajakan ini dilihat sebagai berkah yang luar biasa. Hidup menjadi terasa nikmat dan serba mudah. Maklum DVD yang original kan harganya nggak masukakal mahalnya. Bayangkan dulu kalau mau nonton film-film box office yang telah tayang di luar negeri, kita harus menunggu satu hingga dua bulan  baru diputar di Jakarta [basi kan?]. Itupun kalau si pemegang monopoli peredaran film di Indonesia [grup 21] berkenan mengimpornya. Dan yang terjadi seringkali film-film bagus justru nggak masuk di Indonesia. Sekarang film apapun yang ada di luar negeri bisa kita dapatkan hanya nunggu paling lama 1 minggu, sudah tersedia DVD nya, bagus pula kualitasnya. Mau koleksi film-film bagus pun nggak perlu keluar duit banyak. Film-film kesayangan bisa diputar kapan aja tinggal ngikutin mood kita aja. Wawasan dan pengetahuan pun cepat berkembang  mengikuti apa yang ada di luar negeri. Pokoknya setelah internet, film-film asing ini lah yang sering meng up-date gaya hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang anti pembajakan serempak akan berteriak bahwa membeli DVD bajakan berarti tidak menghargai kerja keras para pekerja film. Padahal kan sebagai creator film [sutradara, kameraman, pencipta musiknya, artisnya, dan crew lainnya] mereka akan mendapatkan kepuasan tak terhingga justru kalau film hasil kerja keras mereka ditonton oleh banyak orang, dikagumi, dibahas, diomongin para penggemarnya. Nah lho. Logikanya para creator &amp;amp; pekerja film nggak perlu keberatan bila filmnya dibajak. Kan mereka  sudah dibayar saat mereka berkutat memproduksi film tersebut. Kan bukan system royalty [seperti industri musik], jadi setiap kali DVD terjual atau film ditonton di bioskop mereka juga nggak bakal dapetin fulus lagi. Kalau toh ada yang paling dirugikan  adalah pihak produsernya, yang telah mengeluarkan jutaan dolar untuk biaya produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau mau ditelisik lagi, masih banyak hal yang dapat dijadikan pembenaran bagi kelompok yang pro pembajakan. Namun kalau tulisan ini saya lanjutkan, bisa-bisa saya malah dicekik sama mereka yang anti pembajakan. Jadi pada akhirnya pilihan berpulang ke diri kita masing-masing. Yang jelas, yang namanya memiliki, menyimpan, membeli, menjual, menggandakan DVD yang nggak original  dikategorikan sebagai pelanggaran hukum. Tabik aah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-9036509172114509065?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/9036509172114509065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=9036509172114509065' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9036509172114509065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/9036509172114509065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/kenikmatan-atau-pelanggaran.html' title='Kenikmatan atau pelanggaran?'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1550123299077055317</id><published>2007-11-04T03:23:00.000-08:00</published><updated>2007-11-04T03:25:30.010-08:00</updated><title type='text'>Biasakanlah berpikir &amp; bertindak keluar dari pakem</title><content type='html'>Pakem dalam dunia wayang kulit adalah alur cerita yang harus diikuti. Seorang dalang wayang kulit saat membawakan cerita tertentu biasanya ya harus mengikuti alur cerita yang telah ada. Ceritanya pun jadi mudah ditebak bagaimana ending-nya [yang sering nonton sudah pada tahu ceritanya]. Kalau ki dalang mencoba keluar dari pakem cerita yang ada, penonton pun akan protes keras.  Kalau si dalang mencoba &amp;amp; berani membawakan cerita yang di luar pakem [atau keluar dari rel] ia pun akan mendapatkan julukan ‘dalang edan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dalam  dunia kehidupan sebenarnya, secara tidak kita sadari, sebagian besar dari hidup yang sudah kita jalani selalu mengikuti pola-pola atau alur-alur tertentu yang  sudah  selazimnya diikuti. Maka  hasilnya adalah sebuah jebakan kesamaan yang tidak menghasilkan  terobosan apapun. Bila kita bertindak yang tidak seirama dengan hal-hal yang dianggap wajar oleh masyarakat sekitar kita, pasti julukan ‘edan’, ‘gendeng’, ‘gila’ atau sejenisnya yang akan kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seharusnya kitalah yang wajib menjadi dalang bagi diri kita sendiri dan juga menciptakan pakemnya. Sadar nggak, dulu orang tua kita selalu menasehati untuk  sekolah yang rajn dan pintar, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, Universitas. Begitu lulus lalu mencari pekerjaan yang baik, berkarir dst. Semua ini kan juga mengikuti pola yang telah lazim berlaku di dalam dunia kehidupan saat itu. Jarang sekali ada orang tua [khususnya priyayi Jawa] yang menasehati anaknya untuk keluar dari pola ini [misal :  nggak usah sekolah tapi langsung belajar jadi pengusaha].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia nyata saat ini, yang kian hari kian cepat dan dahsyat perubahannya, nampaknya harus mulai dipikirkan bagaimana agar kita tidak terjebak dengan pola, alur, atau rel kehidupan yang telah biasa itu. Kita harus berani untuk berpikir dan bertindak yang keluar dari pakem yang ada. Lihat saja, yang sering terjadi di masa kini, sekolah dengan baik, lulus universitas dengan nilai yang baik belum tentu menjamin kesuksesan  di masa mendatang? Yang sering terjadi justru kegagalan ujian, angka yang jelek, atau mereka yang drop out dan kepepet  mungkin akan melahirkan kehidupan luar biasa nantinya di masa mendatang [karena banyak orang yang belajar dari kegagalannya akhirnya justru meraih sukses].  Angka rapor yang baik tidak menjamin kesuksesan ataupun kehidupan yang menarik, tapi daya imaginasi dan kreativitas kita lah yang mampu membentuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang masih TDB seperti saya ini,  harus mulai berpikir di luar pakem, kesamaan ataupun alur yang telah terpola [tinggalkan pikiran bahwa kita akan bekerja dalam waktu yang lama, kalau bisa berkarir terus hingga top level dan seterusnya hingga masa pension tiba]. Sebaliknya harus kita ciptakan perasaan bahwa kita nggak mungkin untuk bekerja selamanya. Jaman ini cepat berubah, dan tidak ada lagi kata  kelanggengan dunia kerja. Maka sebaiknyalah kita siap dipecat. Atau situasikan bahwa kondisi hidup kita saat ini sedang kepepet, kalau nggak punya usaha bakalan sengsara, atau pikirin bahwa kitalah yang harus menyiapkan dana pension untuk diri kita sendiri, sehingga akhirnya kita akan  mencoba untuk mencari peluang usaha sendiri atau menciptakan pekerjaan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi mereka yang sudah yakin mau pindah kuadran menjadi pengusaha, mesti memikirkan  usaha apa yang unik, lain daripada yang lain, tapi dahsyat, atau yang keluar dari ‘kerumunan’. Jangan seperti yang pernah saya alami [maklum, yang penting kan take action dulu] tatkala mencoba buka toko, saya memilih jalan yang nampaknya mudah dan terjamin dengan mengikuti yang pernah dilakukan  orang lain dan sukses. Orang lain sukses membuka toko seluler saya ikutan, ada peluang dari pak H. Allay  usaha sepatu, saya &amp;amp; rekan-rekan TDA ikutan. Barusan saya menyadari bahwa toko seluler &amp;amp; toko sepatu yang pernah saya set-up ternyata memang tidak ada yang unik spesifik dan keluar dari pakem [biasa-biasa saja, nggak ada istimewanya]. Makanya trendnya ya terlibas oleh keganasan dunia usaha yang juga semakin kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, semua orang ingin kehidupan yang sukses dan menarik. Tetapi seringkali  pada saat kita dihadapkan pada pilihan, kita memilih jalan yang nampaknya mudah dan  terjamin. Kita ingin meniru H. Allay, H. John dengan Tip Topnya, Ronny Yuzirman dengan Manettnya, Bill Gates,  dll.,  tetapi kita tidak mau mengambil resiko dalam hidup ini untuk berani mengambil langkah gila yang keluar dari pakem. Kita sadar bahwa alur atau rel baru  selalu memiliki resiko, karena  jalan tersebut belum pernah ditempuh orang. Padahal, bisa jadi jalan inilah yang ternyata terbaik buat kita tempuh dan memberikan sukses sebagai pengusaha. Berusahalah selalu untuk be yourself. Yang boleh kita pelajari dari orang sukses adalah cara mereka menemukan peluang atau ide usaha, semangatnya, dan cara mereka mewujudkan impian &amp;amp; kerja kerasnya. Tapi jangan kepingin menjadi seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita semua membiasakan pikiran kita lepas berkelana ke mana saja dan keluar dari kebiasaan dan kesamaan yang selama ini membuat diri kita menjadi ‘biasa’ seperti orang kebanyakan. Kalau perlu berpikir &amp;amp; bertindaklah yang extreme sekalian menerobos pakem yang ada. Dari pengalaman saya belajar jadi pengusaha, kalau kita nggak punya ide usaha yang keluar dari pakem, hasilnya akan so so aja. Apalagi masih disambi kerja sebagai TDB pula, nggak akan maksimal hasilnya. Saya telah membuktikannya. Semoga menambah wawasan Anda semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1550123299077055317?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1550123299077055317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1550123299077055317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1550123299077055317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1550123299077055317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/11/biasakanlah-berpikir-bertindak-keluar.html' title='Biasakanlah berpikir &amp; bertindak keluar dari pakem'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1924748109295375128</id><published>2007-10-30T06:01:00.000-07:00</published><updated>2007-10-30T06:16:34.260-07:00</updated><title type='text'>Malas</title><content type='html'>Malas adalah salah satu kata dalam bahasa Indonesia yang singkat tapi artinya jelas dan tegas. Semua orang pasti akrab dengan kata yang satu ini, karena pasti pernah mengalaminya. Bahkan kalau tak salah, kata malas ini berkonotasi negative dari sejak diciptakan, makanya oleh para orang tua yang bijak malas diibaratkan sebagai ‘penyakit’ yang harus dihindari sejak kita kecil, kalau perlu dienyahkan selamanya dari sifat &amp;amp; kepribadian manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas, inilah kata yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan saya sebulan terakhir ini. Saya tidak mau menyalahkan penyebabnya, tapi harus jujur bahwa julukan sebagai si ‘pemalas’ lah yang cocok buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas untuk beraktivitas dan juga bekerja. Gawat padahal saya masih TDB, yang tentunya mash sangat membutuhkan pekerjaan saya saat ini.  Malas gara-gara puasa? Ah yang bener aja. Bukankah selama berpuasa justru  kita harus tetap beraktivitas. So jangan nyalahin puasa sebagai kambing hitam  atau untuk menutupi sifat malas ini. Sekali malas ya malas aja. Khabar baiknya, untung saya tidak malas untuk menjalankan kewajiban puasa ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas buka email, malas ngeblog? Ya, itulah yang terjadi dalam kurun sebulan terakhir ini. Padahal aktivitas ngi-mail &amp;amp; ngeblog jelas-jelas banyak gunanya sebagai ajang komunikasi, sharing pengalaman, wadah berkomunitas, dsb. tapi gara-gara malas ya nggak kesentuh juga. Namanya juga lagi malas euyy…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas ini seringkali saya sadari berdampak negatif buat diri saya pribadi. Apalagi kalau sudah mendarah daging, sampai-sampai kita tidak menyadari keberadaannya, karena seringkali kita kemas dengan kata lain yang lebih lembut  seperti ‘santai aja’ atau ‘nyantai dulu ah’, ‘slow aja’, ‘kalem aja’, ‘ah entar juga masih ada waktu’, ‘gampang lah nanti aja’, dsb. Kalau saya renungkan lebih jauh, gara-gara malas kuliah saya pernah molor dan tertinggal. Malas ‘ngurusin’ juga pernah bikin bisnis saya waktu mahasiswa [yang berangkatnya dari semangat cari tambahan uang saku] saya tinggalkan. Padahal kalau saya terusin mungkin sekarang udah jadi gede kali ye? [maklum dulu kan kepinginnya bukan jadi pengusaha tapi jadi pegawai]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas rutin ngontrol toko seluler juga pernah berujung omset menurun dan akhirnya ‘dikadalin’ karyawan dan akhirnya malah harus bubar. Malas ngontrol pengelola bisnis rental mobil juga berakibat hilangnya setoran 9 bulan, akhirnya berujung saya pindahkan ke pengelola yang lain. Yang terjadi baru-baru ini, gara-gara terlambat karena malas nyiapin proposal &amp;amp; konsep advertising &amp;amp; communication, bulan kemarin saya kehilangan peluang untuk ‘ndapetin’ kerjaan dari salah satu calon gubernur Jawa Timur. Nyesel. Anehnya, saya kok nggak pernah kapok dan jera dengan sifat malas saya ya? Karena saat malas itu muncul kok sempat saya biarkan berlama-lama hadir di dalam diri saya… hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas memang sudah menjadi sifat pribadi yang unik. Jadi kalau kita berhasil mengatasi kemalasan kita, berarti kita berhasil mengalahkan diri kita sendiri. Yang ini penting banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas… akhirnya sekali lagi kusadari sepenuhnya bahwa banyak dampak negatifnya daripada positifnya. Makanya, kulawan dia dengan sekuat tenaga. Kalau toh akhirnya tulisan ini selesai dan saya posting di blog, ini sangat besar artinya bagi diri saya pribadi. Karena berarti saya berhasil berjuang sekuat tenaga untuk mengalahkan diri saya pribadi khususnya sifat malas yang memang menjadi penyakit kambuhan sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas? Kok saya jadi malas ya … ngomongin malas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1924748109295375128?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1924748109295375128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1924748109295375128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1924748109295375128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1924748109295375128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/10/malas.html' title='Malas'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-6134038606735382472</id><published>2007-10-29T06:09:00.000-07:00</published><updated>2007-10-29T06:11:14.465-07:00</updated><title type='text'>Njelimetnya kata 'maaf'</title><content type='html'>Saya yakin, kata yang paling banyak digunakan pada ‘Lebaran season’ adalah kata ‘maaf’. Bayangkan, setelah orang tua dan keluarga terdekat kita … setiap kali ketemu dengan temen, saudara, tetangga, kenalan, bahkan orang yang baru kita kenal pun pasti kata ‘maaf’ ini yang bakal terucap. Belum lagi yang diucap lewat telepon, dikirim via SMS, dan e-mail. Terpikir nggak berapa keuntungan yang diraih oleh para operator seluler dengan kata  ‘maaf’ ini? Dahsyat kan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau direnungkan lebih jauh, sebenarnya masih bermakna nggak sih kata ‘maaf’ ini? Karena begitu mudahnya kita mengumbar kata ‘maaf’ ini. Seolah tersirat, begitu gampang pula kita berbuat salah kepada orang lain. Apa nggak kesannya malah klise belaka? Atau memang sekadar ritual saja. Karena di bulan ini memang semua orang aktif mengobral kata ‘maaf’. Lha berarti kita cuma ikut-ikutan aja dong. Nah lho, kalau cuma ikut-ikutan kata ‘maaf’ yang terucap nggak dari hati dong. Kalau ‘nggak dari hati berarti permohonan ‘maaf’nya nggak tulus jadinya… wuah gawat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal untuk memohon maaf, kita kan harus sadar sepenuhnya bahwa kita pernah berbuat salah atau pernah berbuat yang menyakiti orang. Karena kalau kita minta maaf kepada seseorang berarti ada tersirat makna bahwa kita sungguh-sungguh menyesali apa yang telah kita perbuat, dan berjanji dalam hati untuk tidak mengulanginya lagi. Lalu benarkah kita telah berbuat salah atau pernah menyakiti ratusan orang atau bahkan ribuan orang yang telah kita kirimi kata ‘maaf’? Pusiiing lah kalau dipikirin sampai njelimet begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kepada teman-teman yang sering berkunjung ke blog ini, haruskah hamba memohon maaf kepada Anda semua? Salah apa ya daku? Paling-paling kalau saya menyadari kesalahan saya, ya sebatas saya sudah lama tidak meng-update blog ini. Tapi kembali lagi, apakah hal ini bisa dianggap kesalahan saya kepada para pembaca blog ini? Wong ini blog saya kok… jadi ya suka-suka gue dong… mau saya update atau nggak? Betul nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau terus saya pikirin, saya jadi tambah bingung… bagaimana saya harus minta maaf, kan saya nggak tahu salah saya? Tapi daripada terus-terusan mikir pakai akal sehat malah ngaco jadinya terus  malah jadi capek sendiri… dan daripada saya dibebani rasa bersalah yang nggak ketahuan ujung pangkalnya, dan mumpung masih dalam suasana Lebaran, saya akhiri pikiran akal sehat saya. Lebih baik saya menjalankan ajaran agama saya untuk selalu membangun tali silaturrahim dengan siapa saja dan saling memaafkan di bulan baik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dengan segala ketulusan hati, dalam kesempatan pertama setelah sekian lama saya nggak ‘ngeblog’ saya mengucapkan : “Selamat Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Bathin”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-6134038606735382472?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/6134038606735382472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=6134038606735382472' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6134038606735382472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/6134038606735382472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/10/njelimetnya-kata-maaf.html' title='Njelimetnya kata &apos;maaf&apos;'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-1960370676264031938</id><published>2007-08-28T19:21:00.000-07:00</published><updated>2007-08-28T19:32:32.592-07:00</updated><title type='text'>Teach &amp; Learn</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RtTaiLbl4PI/AAAAAAAAAAc/TjeroVCP48Y/s1600-h/ATT00067.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103944558436540658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RtTaiLbl4PI/AAAAAAAAAAc/TjeroVCP48Y/s320/ATT00067.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Inilah gambaran proses dialektika yang ada di TDA dari kaca mata saya yang memang masih belajar dan akan terus belajar. Bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Proses 'belajar-mengajar' memang begitu menyatu di komunitas TDA kita ini. Di komunitas TDA begitu terbuka lebar kesempatan bagi seluruh anggotanya untuk belajar mengambil pelajaran dari para senior yang sudah sukses bisnisnya. Yang telah sukses menjadi pengusaha juga dengan ikhlas menebar rahmat membantu dan memberikan ilmunya kepada mereka yang membutuhkannya. Bravo TDA. Tetap semangat. Bersama kita menebar rahmat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-1960370676264031938?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/1960370676264031938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=1960370676264031938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1960370676264031938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/1960370676264031938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/08/teach-learn.html' title='Teach &amp; Learn'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RtTaiLbl4PI/AAAAAAAAAAc/TjeroVCP48Y/s72-c/ATT00067.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-4873759311645382489</id><published>2007-08-28T19:18:00.000-07:00</published><updated>2007-08-28T19:20:42.223-07:00</updated><title type='text'>Renungan lanjutan Indonesia Merdeka</title><content type='html'>Tak terasa 62 tahun sudah Indonesia merdeka&lt;br /&gt;Cita-cita para  pendiri  Negara kesatuan kita memang mulia&lt;br /&gt;Ingin menjadikan  bangsa Indonesia bermartabat di mata dunia&lt;br /&gt;Sudahkah tercapai impian-impian  saat diteriakkan pekik merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya masih begitu banyak kita jumpai kaum papa di bumi tercinta&lt;br /&gt;Menunggu uluran tangan kita semua&lt;br /&gt;Bahkan demi kehidupan mulia yang didamba…&lt;br /&gt;Banyak saudara kita [terlebih kaum hawa]&lt;br /&gt;terpaksa menjual harga dirinya menjadi pembantu di manca Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa artinya kata sakral ‘merdeka’ bagi kita?&lt;br /&gt;Katanya …negeri kita tampak indah dalam untaian mutiara Nusantara&lt;br /&gt;Nun di sana ... jajaran gunung begitu perkasa,&lt;br /&gt;Gambaran betapa kaya Indonesia kita... tapi mana faktanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik kita berpikir dan bertindak bijaksana&lt;br /&gt;Di sela deru debam keramaian kota..&lt;br /&gt;Di sela hiruk pikuk rutinitas pekerjaan..&lt;br /&gt;Di sela compang camping negeri ini..&lt;br /&gt;Di sela porak poranda bumi pertiwi karena bencana...&lt;br /&gt;Di sela memudarnya warna sang merah putih yang berkibar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita buktikan Cinta Tanah Air Indonesia&lt;br /&gt;Mari kita bersama berkarya membuka usaha&lt;br /&gt;Menyediakan  lapangan pekerjaan sebanyak yang kita bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dengan doa &amp; permohonan kepada Allah SWT&lt;br /&gt;Kita sebarkan semangat dan cita-cita mulia kita bersama&lt;br /&gt;Menjadi TDA [tangan di atas] untuk bersama  menebar rahmat&lt;br /&gt;Wujudkan cita-cita ‘Indonesia tahun 2020 bebas kemiskinan’ dan MERDEKA!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-4873759311645382489?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/4873759311645382489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=4873759311645382489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4873759311645382489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/4873759311645382489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/08/renungan-lanjutan-indonesia-merdeka.html' title='Renungan lanjutan Indonesia Merdeka'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-3757432751746396648</id><published>2007-07-30T05:22:00.000-07:00</published><updated>2007-07-30T05:26:40.786-07:00</updated><title type='text'>TDA 10 hari</title><content type='html'>Tidak terasa  sudah 10 hari aku menjadi tuan atas diriku sendiri. Terlepas dari rutinitas sebagai TDB. Nyantai sambil menikmati kehidupanku sendiri terbebas dari kewajiban  harus ngantor, terlepas dari keharusan mikirin kerjaan, bebas dari dikejar-kejar deadline, terhindar dari kemacetan jalanan ibukota. Nyaman  sekali.  ‘Membuat hidup menjadi lebih hidup’ kalau boleh mengutip salah satu jargon iklan rokok. Kebetulan, anak-anak juga pas liburan sekolah, so kemanapun mereka kepingin pergi ya sebisanya aku turuti. Jalan-jalan ke luar kota lah, nyari makan siang di Bogor lah, kepingin ke Mall lah, ke toko buku lah. Kan mumpung bisa membahagiakan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak-anak mulai masuk sekolah di tahun ajaran baru ini, rutinitas pun mulai sedikit menyitaku, karena supir yang biasa mengantar mereka sekolah telah minta berhenti, mau nggak mau  aku lah yang harus mengantarkan ke sekolah. Tapi nggak apa-apa, toh sepulang dari mengantar mereka sekolah, aku bisa tidur lagi dan nggak perlu bermacet ria menuju ke kantor. Kalau kebetulan istri minta diantar ke pasar pun bisa kuladeni. Bahkan berolahraga bersama di komplek perumahan pun bisa kita nikmati berdua. Semuanya ini kan nggak mungkin bisa kalau aku terjebak rutinitas ‘ngantor’. Sayangnya, aku juga jadi males buka email dan buka blog, makanya banyak ketinggalan berita juga [gawat ya…].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak siang sedikit, mulailah bikin acara sendiri dengan istri, jalan-jalan ke Citos terus nongkrong di Starbuck lah atau yang sering ngubek-ngubek toko buku Gramedia. Pokoknya hari-hariku hanya untuk kegiatan yang di luar kebiasaan sehari-hari. Nganter istri ke Carrefour lah, ke ITC Ambassador lah, ke rumah temennya lah. Sengaja sebagian besar waktuku memang kuhabiskan untuk menikmati hidup tanpa mikirin yang berat-berat.  Kalau kebetulan jam 3-an kepingin pulang [mumpung belum macet] sekalian mampir jemput ke sekolahnya anak-anak. [Tapi yang sering anak-anakku lebih seneng pulang barengan temen-temennya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya selama 10 hari ini hidupku bener-bener berkualitas, baik untuk diri pribadi maupun keluargaku. Terus kalau coba aku renungkan lebih dalam lagi, ternyata aku ini memang tipe orang yang suka menikmati waktuku untuk kenikmatan diri sendiri dan keluarga [pokoknya enjoy aja]. Beneran lho nikmatnya membayangkan 'nggak perlu mikir' kerja kantoran tapi punya duit cukup untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. So pengalaman menjadi TDA 10 hari ini bener-bener menjadi trigger bagi diri pribadi untuk sesegera mungkin memiliki usaha yang mapan dan mampu menjadi andalan tatkala nanti sepenuhnya pindah status dari amphibi ke TDA. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, menjadi TDA 10 hari saja sudah membuatku bisa menikmati segala keberlimpahan dari Allah SWT, gimana kalau aku sudah TDA seterusnya dan berpenghasilan pasif yang melimpah ya? Tentunya akan lebih dari itu. Bisa menunaikan ibadah haji, bisa bersedaqoh, bisa membantu memberdayakan kaum dluafha, bisa membantu membuka lapangan kerja, bisa memberi, bisa berbagi… pokoknya bisa menjadi tangan di atas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, apa yang kita semua perjuangkan memang benar adanya, menjadi TDA itu adalah kewajiban. Bersyukurlah bagi semua teman-teman yang sudah TDA, karena menjadi TDA itu memang nikmat luar biasa. Rasanya kehidupan memang menjadi betul-betul berkualitas… dan lebih bermakna bagi diri pribadi dan keluarga… hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah kabulkanlah doaku untuk bisa menikmati kehidupan berkualitas seperti ini seterusnya lebih dari 10 hari aku cuti ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endro Wahyu M&lt;br /&gt;TNM-E20&lt;br /&gt;Email: &lt;a href="mailto:endrowm@yahoo.com"&gt;endrowm@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘menjadi tangan di atas, hidup lebih berkualitas’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-3757432751746396648?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/3757432751746396648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=3757432751746396648' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3757432751746396648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/3757432751746396648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/07/tda-10-hari.html' title='TDA 10 hari'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-2522334051565699735</id><published>2007-07-28T03:17:00.000-07:00</published><updated>2007-07-28T03:37:50.784-07:00</updated><title type='text'>Ya Allah ampunilah hambamu ini… saat ini baru 19 anak yang bisa kubantu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RqsZU0jMfhI/AAAAAAAAAAU/Wqk0CZdNsT4/s1600-h/IMG_0826.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092191649166818834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RqsZU0jMfhI/AAAAAAAAAAU/Wqk0CZdNsT4/s320/IMG_0826.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                &lt;a href="http://endrowahmar.blogspot.com/search/label/pak%20ustadz%20Sukarman%20dan%2019%20anak%20yatim%2Fpiatu" rel="tag"&gt;pak ustadz Sukarman dan 19 anak yatim/piatu&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://endrowahmar.blogspot.com/search/label/yatim%20piatu" rel="tag"&gt;yatim piatu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tahun ajaran baru kemarin menjadi hari yang paling sibuk dan deg-degan bagi sejumlah orang tua yang buah hatinya sudah duduk di bangku sekolah. Ada saja kebutuhan yang harus disiapkan agar proses belajar anak menjadi lancar nantinya. Begitu juga yang saya dan istri alami, selain harus menyiapkan dana untuk daftar ulang kedua anak saya, masih banyak keperluan dan perlengkapan sekolah yang harus dipenuhi seperti : buku, sepatu, alat tulis, seragam dsb. Memang dana untuk keperluan ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, tapi tetap saja prakteknya jumlahnya melebihi yang sudah direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 10 Juli 2007, setibanya di rumah dari sekolah anakku membereskan urusan administrasi, tiba-tiba muncul Afni, salah seorang anak yatim klas 5 SD, yang memang sering main ke rumah [selama ini Afni &amp; 3 saudaranya memang setiap bulan kami bantu meskipun hanya sedikit]. Ia pun mengeluhkan tentang biaya daftar ulang dan untuk beli buku. Istriku memang sering berpesan kepadanya kalau ada kebutuhan untuk sekolah yang mendesak, selama ‘kita bisa’ pasti dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu pulalah, aku merasa ‘diingatkan’ bahwa pada sebagian harta kita ada hak untuk orang lain yaitu untuk mereka yang lemah [dhuafa], ada hak anak-anak yatim, piatu &amp;amp; yatim piatu yang harus segera aku berikan. Rasulullah juga mengajarkan kepada setiap umatnya untuk selalu membantu mereka-mereka ini. Tak hanya itu, infak dan sedekah pun merupakan wujud kesadaran tertinggi akan sebuah makna kepemilikan setiap sen harta yang kita peroleh. Apapun bentuknya, harta yang kita miliki saat ini adalah salah satu nikmat yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya. Jadi sudah seharusnya bila dibagikan pula kepada yang berhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moment-nya sangat tepat, mereka saat ini jelas memerlukan bantuan untuk memulai sekolah kembali. Apalagi aku sudah sepakat dengan temen-temen mastermind TDA-Jakarta Timur untuk bersedaqoh minimal 20% dari hasil usaha yang kita peroleh. Biasanya menjelang Idul Fitri dan bulan Januari, santunan ke anak yatim/piatu ini kita sumbangkan ke sebuah yayasan di daerah Jatiwaringin [sekaligus kedua anakku juga biar punya kepedulian &amp; empati tatkala berinteraksi dengan mereka di asrama]. Tapi kali ini, aku terpikir untuk memberikannya ke mereka yang ada di dekat lingkungan komplek tempat tinggal kita [jadi memang harus dicari].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung aku berunding dengan istri untuk mengumpulkan anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Dana yang ada untuk program ini, setelah diperhitungkan dengan cermat selayaknya dapat dibagikan kepada 20 anak. Esensinya nya lebih ke arah membantu meringankan beban para anak yatim, piatu &amp;amp; yatim piatu yang masih sekolah [terserah uangnya nanti mau dipakai untuk apa : daftar ulang, beli buku pelajaran, beli perlengkapan sekolah atau apa saja]. Paket buku tulis dan alat tulis sudah disiapkan oleh istriku dan siap dibagikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 15 Juli 2007 pk. 16.00 [besoknya kan sudah tahun ajaran baru], akhirnya ada 19 anak yatim/piatu dan yatim piatu yang bisa datang, di hari itu pula kami mengundang pak ustadz Sukarman [dari perguruan SMP/SMA Hutama] untuk sedikit memberi masukan dan siraman rohani kepada kami sekeluarga dan 19 anak tsb. Akhirnya, acara selesai dengan baik pk. 16.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ampunilah hambamu ini… saat ini baru 19 anak yang bisa kubantu &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8621621914814863622-2522334051565699735?l=endrowahmar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endrowahmar.blogspot.com/feeds/2522334051565699735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8621621914814863622&amp;postID=2522334051565699735' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2522334051565699735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8621621914814863622/posts/default/2522334051565699735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endrowahmar.blogspot.com/2007/07/ya-allah-ampunilah-hambamu-ini-saat-ini.html' title='Ya Allah ampunilah hambamu ini… saat ini baru 19 anak yang bisa kubantu'/><author><name>endro wahyu mardiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13911568168209589794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-041_d7yaOY/RqsZU0jMfhI/AAAAAAAAAAU/Wqk0CZdNsT4/s72-c/IMG_0826.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8621621914814863622.post-8055656121839843933</id><published>2007-07-12T00:44:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T00:45:12.427-07:00</updated><title type='text'>Sebuah 'era baru' sudah bergulir di 'jagad' TDA</title><content type='html'>Dunia ini memang terus berubah dan mengalami pembaruan. 10 tahun yang lalu mana pernah kita membayangkan seperti saat ini, yaitu betapa mudahnya kita berkomunikasi melalui jalur internet seperti milis atau pun blog. Saat ini, serasa dunia ini menjadi tanpa batas lagi. Melalui internet, milis &amp; blog kita bisa berkomunikasi dengan siapa pun juga termasuk di belahan dunia manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau beberapa waktu yang lalu, pak Roni Yuzirman, jendral TDA [Tangan Di Atas], pernah menghimbau agar member komunitas TDA memiliki blog [sebagai ajang sharing, berbagi ilmu, berbagi peluang, dsb.] ternyata memang benar adanya. Sungguh begitu besar manfaatnya. Tujuannya jangka panjang jelas agar kita semua nantinya dapat memaksimalkan ‘media baru’ ini untuk kepentingan bisnis dan pemberdayaan masyarakat banyak. Jadi, jangan remehkan blog dan para bloggernya lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah baca berita tentang betapa dahsyatnya peran blog di negeri jiran. Sebuah kontroversi pernah terjadi di Singapura. Sebuah yayasan pengumpul dana sosial, National Kidney Foundation [NKF], didemo publik karena dinilai melakukan penyimpangan [konon hampir 2/3 rakyat Singapura pendonor yayasan ini]. Gaji direktur utamanya 600 ribu dolar Singapura per tahun dan terus menerus bepergian naik pesawat terbang kelas bisnis, padahal kan uang yang digunakan milik yayasan, hasil sumbangan masyarakat. Seharusnya yayasan sosial bertindak lebih spiritual dan lebih etis. Lantas publik pun berdemo ria, mencaci maki  yayasan itu lewat internet, lewat blog khususnya [unik ya…]. Hasilnya, sukses. Direktur utama berikut wakil-wakilnya mengundurkan diri dari jabatannya dan kemudian diadili. Bahkan parlemen Singapura pun selama dua hari penuh berdebat tentang skandal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke komunitas TDA, kalau kita kaji, peran internet, blog dan milis memang betul-betul dahsyat adanya. Komunitas jaringan kerja yang saat ini anggotanya lebih dari 1000 [kalau nggak salah] bermula  hanya dari blognya pak Roni Yuzirman [salut pak]. Saking banyaknya pengunjung blognya dan menyambut energi positif yang ditebar, sang Jendral pun bikin acara talk show  dengan pak H. Allay yang menghasilkan para pesertanya take action bersama. After talk show tsb. mulailah terbentuk komunitas TDA, yang hari demi hari kian berkembang dan berubah menjadi kian besar yang membawa dampak positif kepada para anggotanya, seperti yang telah kita ketahui bersama saat ini. Semua ini kan diawali dengan niat baik dan tanpa pamrih para foundernya untuk menebar rahmat, berbagi ilmu, berbagi peluang, berbagi kesempatan, berbagi dan berbagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wadah komunikasi dan berinteraksi di ‘era baru’, blog ternyata mampu memberikan sumbangan besar bagi tatanan dunia baru yang lebih terbuka, serba cepat, serba mudah, dan serba bebas berpendapat. Dan berbahagialah bagi mereka yang mampu memanfaatkan blog sebagai ‘media baru’ untuk bisnis. Lihat saja postingan di milis TDA akhir-akhir ini, banyak yang sharing tentang kesuksesannya jualan hingga ke Luar Negeri, dapat orderan gede, dsb. [selamat ya]. Ini berarti hanya mereka-mereka yang mau berubah dan mengikuti trend pembaruan lah yang akan selalu mampu mencetak keberhasilan demi keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari kasus suksesnya blogger Singapura dan dahsyatnya blog pak Roni Yuzirman yang belum genap 2 tahun sudah berdampak luar biasa, tiba saatnya kita semua juga ikut memaksimalkan kebiasaan nge-blog kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, yang namanya blog kan sudah menjadi sarana ‘biasa’ bagi para TDA-ers. Ditambah jaringan kerja lewat milis komunitas TDA juga sudah ada. Dan tentunya, komunitas ini kan sudah menjadi milik bersama [bukan milik para foundernya saja]. Alangkah lebih dahsyat lagi kalau semua anggotanya melalui blog masing-masing d
