Sunday, December 30, 2007

[Resolusi???] Kilas Balik Action Plan 2007 & Action Plan 2008

Awal tahun 2008 telah datang. Sudahkah membuat perencanaan untuk 1 tahun ke depan ini? Jangan lupa pula untuk mengkaitkan dengan rencana jangka panjang 5 tahun & 10 tahun ke depan, mau dibawa kemana arah kehidupan kita?

Saya lebih senang menggunakan istilah Action Plan daripada Resolution. Kenapa? Karena dengan kata Action Plan yang berarti rencana untuk Action atau bertindak, feel-nya terasa banget bahwa susunan rencana yang ada untuk segera & harus dilaksanakan [kata ini kan TDA banget] . Sementara itu kata Resolusi [dalam kamus bahasa Indonesia] dimaksudkan untuk merujuk pada pernyataan tertulis yang biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Dalam bahasa Inggris, resolution yang berkaitan dengan tahun baru memiliki arti ‘ketetapan hati’. Feel dari kata resolusi kok hanya sekedar susunan pernyataan atau daftar keinginan saja [ketetapan hati]. Action atau tindakannya kurang ya… [ini murni pendapat saya lho].

Belajar dari pengalaman Action Plan 2007 yang kurang lebih hanya terlaksana 40% saja, saya mencoba mengevaluasi kembali apa saja penyebab tidak terlaksannya Action Plan tsb. Kemudian menarik hikmahnya agar pada Action Plan 2008 nanti tingkat keberhasilannya bisa mencapai sekitar 100% atau setidaknya di atas 80% lah.

Kalau dibilang Action Plan 2007 tsb. tidak mengikuti kaidah yang ada, nggak juga sich. Karena waktu bikinnya kan sudah SMART [Specific maksudnya jelas apa yang diinginkan, Measurable atau terukur dan mungkin untuk dicapai, Antusias atau selalu semangat untuk mencapainya, Result-Oriented atau focus pada hasil yang akan dicapai, Time-framed atau jangka waktu kapan kita hendak mencapainya].

Setelah melalui refleksi, introspeksi, pengkajian yang mendalam dan melewati beberapa kali perenungan, ternyata ‘ketahuan’ penyebab beberapa Action Plan 2007 yang tidak terlaksana tsb.

Pertama, Action Plan 2007 tsb. yang seharusnya sering dievaluasi [sebulan sekali lah], ternyata pernah terselip entah kemana jadi hanya yang diingat saja yang dilaksanakan.

Kedua, ada beberapa Action Plan tsb. yang ternyata bertentangan dengan mindset saya akhir-akhir ini yang sudah banyak berubah. Dulu kan waktu bikin Action Plan yang penting tulis dulu semua ‘dream’ kita, urusan pelaksanaannya atau action-nya, gimana nantinya aja. Berikut coba saya sharing :

1. Di awal 2007 untuk urusan KESEHATAN, saya kepingin ikutan club fitness, tujuannya agar dipaksa disiplin berolahraga. Eh, pas tahu nilai rupiahnya yang lumayan mahal [mendingan dipakai nambahin modal usaha], kok akhirnya memilih untuk olah raga sendiri di rumah. Ternyata, olah raga sendiri, karena kurang disiplin, lebih banyak nggak terlaksananya.

2.Urusan KARIER di pekerjaan TDB, saya kepingin banget ada peningkatan yang signifikan. Yang ini kan jelas banget bertentangan dengan mindset yang selama ini saya bangun [untuk sesegera mungkin mengundurkan diri dan full TDA]. Hasilnya, ya nggak ada peningkatan apapun.

3. Dalam hal MATERI, saya kepingin ganti mobil Nissan X-Trail [gara-gara panas melihat kakak saya membelinya], ganti sepeda motor Suzuki Satria FU 150, dan kepingin punya villa di daerah Sukabumi [adik ipar punya di daerah itu]. Ketiga dream ini akhirnya juga tidak terlaksana. Karena setelah dipikirin kok konsumtif amat ya? Kenyataannya, mobil & sepeda motor yang saya pakai saat ini nggak ada masalah koq… Tentang villa, kalau hanya dikunjungi sebulan sekali atau kalau pas liburan anak sekolah saja kok juga mubazir ya?

4. Urusan KEIMANAN/IBADAH, saya berencana untuk membuka tabungan haji juga tidak terlaksana. Yang ini lebih disebabkan perasaan batin saya yang selalu merasa ‘belum siap’ untuk menunaikan ibadah haji [saya merasa belum menjadi muslim yang baik, sholat aja masih bolong-bolong].

Begitulah beberapa Action Plan 2007 tsb. yang pada akhirnya saya negasi [tolak] sendiri. Lalu apakah Action Plan nggak diperlukan? Saya pribadi tetap memerlukannya dan membuat Action Plan 2008. Kesimpulan sementara, untuk menyusun Action Plan 2008, saya harus lebih berhati-hati, agar lebih masuk akal dalam usaha mewujudkannya. Memang ada beberapa yang bertolak dari ‘dream’ [kalau nggak ada dream kan nggak ada usaha untuk mewujudkannya] tapi lebih ke hal-hal yang berkaitan dengan bisnis. Setidaknya, Action Plan tsb. nantinya kan bisa menjadi guidance bagi kehidupan saya pribadi. Juga agar saya tahu seberapa berhasilkah nanti pencapaiannya di tahun akhir 2008 nanti.

Berikut ini Action Plan saya untuk tahun 2008

1. Untuk KESEHATAN, mulai Januari 2008 saya akan berusaha berolah raga rutin seminggu 2 x [ikutan klub fitness di kantor], dan Sabtu atau Minggu berolah raga sendiri di rumah. Juga selalu menjaga kondisi, istirahat cukup, mengurangi makanan berkolesterol tinggi, general check up di bulan Juni.

2. Dalam hal KEIMANAN/IBADAH, saya & keluarga akan berusaha untuk sholat lebih baik lagi [khusyu’ & berkualitas], meningkatkan ketaqwaan beragama, memperdalam wawasan, beramal/berinfaq/bersodaqoh/berzakat lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, dan plan untuk menjalankan ibadah HAJI.

3.Untuk KELUARGA, berusaha menyediakan banyak waktu untuk keluarga, lebih focus ke pendidikan anak-anak yang mulai beranjak ABG [baik pelajaran sekolah maupun akhlak], liburan bersama 2 x setahun [Lebaran & liburan Sekolah Juli or Desember].

4. Bidang USAHA, kepinginnya bisa lebih fokus memajukan usaha yang telah ada [kontrakan, rental mobil, rental excavator], dan ‘dreaming’ untuk memiliki usaha baru [apa saja].

5. Untuk PEMBELAJARAN, saya akan berusaha untuk belajar lebih baik lagi dalam hal kewirausahaan, motivasi diri, menghilangkan mental block yang ada, nge-blog & sharing pengetahuan, banyak baca buku.

6. KEHIDUPAN SOSIAL, kepinginnya dengan sisa hidup yang ada ini, hidup saya bisa lebih bermanfaat bagi orang lain, terutama di masyarakat sekitar tempat saya tinggal.

7. FINANCIAL, Januari 2008 tetap invest di reksadana dan membuka tabungan haji [dari hasil usaha].

8. Dalam hal MATERI, tetap kepingin ganti sepeda motor [Juli 2008].

Demikian gambaran Action Plan 2008 milik saya pribadi. Khusus tentang KEHIDUPAN SOSIAL, memang kalau dipikir-pikir, rasanya kok sayang ya kalau dalam menapaki kehidupan ini, segalanya kita biarkan berlalu dan mengalir begitu saja tanpa makna. Kan mumpung kita masih diberi waktu, alangkah baiknya bila dimanfaatkan dengan Action Plan yang bermanfaat bagi diri pribadi dengan membangun kehidupan yang lebih berkualitas, dan juga yang berguna bagi kehidupan banyak orang.

Lebih dari itu, pada hakekatnya, hidup kita ini kan akumulasi dari perubahan. Sementara yang namanya perubahan itu kan akhir-akhir ini dirasakan berlangsung sedemikian cepatnya. Seringkali, mereka yang tidak mau berubah biasanya akan dilibas oleh perubahan itu sendiri.

Bagaimana dengan teman-teman semua? Sudahkan membuat resolusi, action plan, impian atau perencanaan lainnya? Apapun istilahnya, kalau ada rencana, keinginan, impian, cita-cita, dsb. Akan banyak memberi manfaat berupa motivasi, semangat, energy positive atau keinginan kuat untuk bertindak mewujudkannya. Dalam menapaki kehidupan pun jadi ada guidance-nya. Namun yang paling penting adalah take action-nya atau tindakannya. Sebagus apapun resolusi, action plan, keinginan, cita-cita, impian yang ada kalau tidak ada action atau tindakan untuk mewujudkannya akan nothing happen adanya.

SELAMAT TAHUN BARU 2008, WUJUDKAN IMPIAN BARU & SUKSES SELALU

Catatan:
Tulisan ini juga untuk menjawab PR yang diberikan oleh Mr [millionaire] Adi Prajitno, sahabat di mastermind Jakarta Timur TNM-E20.

1 comment:

MAX said...

blog yang bagus..
sukses..
coba manage keuangan anda di http://www.bwm-financial.com
ya